NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:94.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

"Mau, kan? Menikah sama aku? Menjadi Istriku? Menjadi pendamping hidup aku, menjadi belahan jiwaku? Mau nggak, Adisa?"

Disa hanya terdiam, tidak memberi jawaban atas pertanyaan itu. Dadanya berdebar sangat kencang, ia merasa senang atas perasaan yang Rayyan ungkapkan. Namun di sisi lain, Disa juga merasa ... Ragu.

Bukannya Disa tidak bersyukur, tetapi ia memikirkan status dirinya sudah menjadi janda yang sebentar lagi akan memiliki dua anak, sementara Rayyan, pria itu masih lajang di usia dua puluh tujuh tahun.

Ketampanan Rayyan tidak perlu diragukan lagi, ia juga memiliki pekerjaan yang tetap dan mapan, seharusnya dengan segala kelebihan yang ia punya, Rayyan bisa mendapatkan perempuan yang setara dengannya. Yang pastinya masih virgin, cantik, yang juga memiliki pekerjaan bagus. Pramugari misalnya, atau seorang model, dokter, aktris. Bukan Disa yang hanya seorang content creator baru merintis, janda dua anak pula.

Disa rasa, dia tidak pantas bersanding dengan Rayyan.

"Ray, aku—"

"Nggak perlu jawab sekarang," Rayyan merangkul Disa tanpa merasa canggung, tidak peduli jika wanita yang ia rangkul ingin berlari pergi saking gugupnya. "Yang harus kamu pikirkan sekarang itu operasi kamu hari ini, bukan pertanyaan aku. Kamu udah siap, Dis?"

Disa mengangguk saja.

"Ayo, kita ke bagian administrasi."

Rayyan sudah seperti suami bagi Disa yang siap siaga menemani Disa melewati tahap demi tahap hingga akhirnya ia dibawa ke ruang operasi.

Karena tidak ada Cakra, maka Rahmi yang menemani Disa di ruang operasi. Seharusnya Cakra yang menemani Disa, namun entah kenapa pria itu tidak datang ke rumah sakit. Apakah dia lupa, sibuk, atau apa, semua tidak ada yang tahu. Pun dari mereka semua tidak ada yang mengabari Cakra jika operasi kelahiran si kembar telah dimulai.

Rayyan, Vina, dan Wulan tetap menunggu di luar ruangan.

Proses operasi berjalan lancar selama kurang lebih satu jam. Bayi pertama yang Disa lahirkan berjenis kelamin laki-laki, sehat dan normal tanpa kekurangan satu apa pun dengan berat badan dua koma lima kilogram.

Sementara bayi yang kedua, berjenis kelamin perempuan. Si bayi perempuan ini sempat membuat Disa, Rahmi, dan para tim medis diserang rasa panik, sebab ia tidak menangis kencang seperti sang kakak.

Dokter berusaha melakukan berbagai upaya untuk membuat bayi kedua menangis, hingga akhirnya semuanya bernapas lega kala bayi kecil itu merintih pelan, lalu terdengar tangisannya yang kencang.

Berat badannya tidak sebagus sang kakak, ia lahir dengan berat badan hanya dua kilo saja. Disa terpaksa merelakan bayi keduanya untuk dirawat di NICU sementara waktu.

......................

"Kembar, tapi wajahnya nggak mirip. Yang laki-laki ini, si kakak, cenderung mirip banget sama Disa. Kalau adiknya, perempuan, lebih mirip sama bapaknya," Rahmi bercerita tentang kedua cucunya yang baru lahir. Dari wajahnya terlihat ia begitu bahagia dengan kelahiran si kembar.

Disa sudah dipindahkan ke kamar perawatan type VVIP, tentu saja Rayyan yang memilihkan ruangan nyaman itu untuk Disa. Bayi pertama sudah boleh dirawat bersama Disa di kamarnya sebab tidak memiliki masalah, berbeda dengan bayi kedua yang masih berada di NICU.

"Ganteng banget ya, uluh uluh .... " Wulan mencolek-colek pelan pipi bayi yang sedang tertidur itu. Gemas rasanya.

"Si kembar mau dikasih nama siapa, Dis? Jini and Jono?" tanya Vina bergurau.

"Sembarangan kamu!" sembur Disa. "Masa Jini and Jono sih."

Vina terkikik. "Jadi, siapa dong biar kita bisa manggilnya pake nama. Yanto sama Yanti bagus."

Semuanya tergelak, Disa semakin manyun, bibirnya mengerucut.

"Panggil mereka Zhafran dan Alyssa."

"Lho, kok namanya nggak mirip?" Vina langsung protes. "Biasanya kan bayi kembar itu mirip namanya, kayak Siti dan Sito gitu."

Disa memutar bola matanya. "Emang harus mirip? Suka suka aku dong mau ngasih nama siapa, anak juga anak aku. Aku yang hamil, aku yang ngelahirin."

Vina mendengkus, "Iya deh iya, sensi amat ibunya Zhafran ini."

Vina, bersama dengan Rahmi dan Wulan saling bergantian menggendong Zhafran kecil. Disa di atas tempat tidurnya sedang membalas pesan dari Hadrian yang menanyakan apakah kedua cucunya sudah lahir.

Rayyan membuka pintu, ia baru kembali setelah dari kantin. Pria itu langsung mendekati Disa yang sendirian, karena yang lainnya sibuk dengan si bayi, hingga melupakan sang ibu yang baru melahirkan.

Duduk di tepian tempat tidurnya Disa, Rayyan berkata, "Aku punya sesuatu buat kamu, hadiah sederhana buat wanita hebat yang hari ini baru melahirkan."

"Hadiah apa lagi? Kamu ini udah sering ngasih aku hadiah-hadiah terus, Ray. Udah deh, nggak usah ngasih aku apa-apa lagi."

Rayyan tersenyum, menunjukkan cincin yang entah dari mana munculnya.

"Itu namanya bukan hadiah sederhana, Rayyan," Disa berujar gemas. "Itu spesial, mahal. Aku gak mau ah, kamu udah banyak keluar uang cuma buat kirim aku hadiah-hadiah terus."

"Gak boleh nolak, rejeki ini."

"Raaayyy."

......................

Hadrian mendapatkan balasan dari Disa. Katanya Disa sudah selesai dioperasi dan kedua bayinya sudah dilahirkan. Ia segera bersiap, tidak sabar ingin bertemu dengan si kembar.

"Ma, papa mau ke rumah sakit liat si kembar. Disa baru ngabarin kalau mereka udah lahir. Mama mau ikut nggak?" tawar pria paruh baya itu kepada sang istri yang sedang menggendong baby Zara.

Yuni menoleh, kepalanya menggeleng ragu, "Nggak. Zara lagi demam ini lho, Pa, dia rewel."

"Kan ada ibunya, biar dipegang sama Risa dulu. Kita jenguk dulu si kembar sebentar," bujuk Hadrian. Rasanya tidak pantas jika Yuni tidak ikut menjenguk bayi yang dilahirkan Disa. Mereka juga cucunya, sama seperti Zara.

"Enggak, mama di rumah aja," tolak Yuni.

Membuat Hadrian mendesah kasar. "Mama kok gitu sih? Bayinya Disa kan juga anaknya Cakra, cucu kita juga. Apa pantas kalau mama nggak datang jenguk mereka?"

Yuni menggeleng, tetap bersitegas menolak. Lebih tepatnya ia malu terhadap Disa. Malu, sebab ia pernah mengatai Disa tidak subur, nyatanya perempuan itu justru bisa melahirkan bayi kembar. "Mama nggak bisa, Pa."

"Yaudah lah, terserah mama. Kalau sikap mama seperti ini terus, jangan salahin Disa kalau nantinya dia benar-benar gak ngizinin mama ketemu sama si kembar."

Hadrian menghela napas panjang, tidak mau memaksa, akhirnya ia berangkat ke rumah sakit sendirian.

......................

Kepala Cakra memanas membaca komentar-komentar netizen yang menyerangnya di media sosial. Entah bagaimana caranya, foto-foto dirinya dan Risa yang sedang hamil besar di rumah sakit, tersebar di jagat maya.

Memang tidak ada yang mengatakan bahwa Risa adalah istri Cakra, namun foto-foto itu memancing dugaan-dugaan netizen.

"Kayaknya alasan Cakra sama Disa cerai itu karena Cakra berulah deh."

"Sudah aku tebak, pasti karena orang ketiga pemicunya."

"Hahaha. Nggak nyangka aja, Cakra yang sebelumnya terkenal sangat greenflag, kaya raya, ternyata seredflag itu."

"Cerai sama Disa baru sekitar sembilan bulan. Dan sekarang sedang nemenin cewek hamil gede di rumah sakit. Wahai netizen, udah tau kan pasti seperti apa Cakra sebenarnya itu? Gak nyangka sumpah, gak nyangka!"

"Nyesel udah pernah ngidolain Mas Cakra. Aku tarik lagi doaku yang pernah minta dikasih suami seperti Mas Cakra. Ih ogah, amit-amit punya suami pengkhianat, tukang selingkuh."

"Kasihan Disa, ternyata dia diduakan."

Dan masih banyak lagi komentar-komentar yang menyudutkan, memaki-maki Cakra. Tak ragu, segala nama binatang mengiringi nama belakang Cakra. Seperti, "Cakra anj*Ng!"

"Ck, siapa sih yang dapetin foto ini terus disebar? Sialan!"

Hancur sudah nama baik dan reputasinya Cakra.

Ponselnya mendadak berdering, sang papa yang ternyata meneleponnya.

"Iya, Pa?" sapa Cakra sesaat setelah panggilan dengan Hadrian terhubung.

"Cak, kamu di mana? di rumah sakit apa di kantor?"

"Ya di kantor lah, Pa," jawab Cakra. ngapain juga dia harus berada di rumah sakit?

"Kamu nggak nemenin Disa operasi, Cak?!"

Mata Cakra langsung melotot lebar. Astaga! Bisa-bisanya dia lupa jika hari ini adalah jadwal operasinya Disa, kelahirannya si kembar.

"Aduh, Pa, aku lupa kalau hari ini jadwal operasinya Disa."

"Astagaaaaa, Cakraaaaaa! Bisa-bisanya lupa, astaga Cakra!"

Cakra lekas memutuskan panggilan yang terhubung. Ia berlari keluar dari ruangannya, tergesa-gesa. Mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, berkali-kali menyembunyikan klakson, rumah sakit adalah tujuannya.

"Bajingan! Gara-gara Zara rewel semalem, gara-gara komenan netizen di ig, aku jadi melewati moment penting kelahirannya si kembar! Anjing!"

Cakra benar-benar lupa tentang hari ini yang seharusnya menjadi hari paling membahagiakan.

Sampai di rumah sakit, Cakra langsung menanyakan kamar perawatan Disa kepada resepsionis. Ia berlari, menaiki lift, napasnya memburu karena terus berlari tidak sabar.

Cakra langsung membuka pintu begitu menemukan kamar Disa. Orang-orang di dalam menoleh terkejut, menatapnya.

Namun, tatapan Cakra hanya tertuju pada dua orang yang berada di tempat tidur. Disa dan Rayyan.

Rayyan sedang memaksa untuk memasangkan cincin di jari manis Disa.

Membeku Cakra di ambang pintu. dadanya dialiri rasa panas.

...****************...

1
Retno Harningsih
up
sunaryati jarum
Biar kan Disa tinggal di rumah sendiri nanti kambuh liarnya kalian yang rugi,tapi semoga beneran sadar dan niatnya berubah ke perilaku baik tidak goyah
sunaryati jarum
Itu murni kesalahan ayah kalian dan Bu Wati yang selalu menghindar jika di temukan Bu Rahmi ,dan ibu pasti menjelekkan - jelekkan ayahmu dan keluarga barunya.
sunaryati jarum
Semoga Risa beneran berubah menjadi baik.Dan tidak berniat mencelakai Disa dan ibunya apalagi anak,- anaknya
Vivi Zenidar
semoga Risa bisa berubah dan mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik
Ma Em
Disa lbh baik Risa jgn tinggal dgn mu takut nya nanti Risa cuma jadi duri pada hubungan Disa dgn Rayyan .
Yunita Sophi
mungkin ibu nya Risa menjelek jelekan ayah nya agar Risa membenci ayah nya
Vivi Zenidar
Akhirnya..... bisa ketemu RIsa
Retno Harningsih
up
Ma Em
Semoga Saja Risa beneran sdh sadar dari kesalahan nya jgn pura2 baik tapi nanti akan berbuat jahat lagi .
Retno Harningsih
up
Yunita Sophi
sukurlah mereka akhir nya bertemu...
dyah EkaPratiwi
Alhamdulillah akhirnya ketemu
Vivi Zenidar
Alhamdulillah.... akhirnya ketika Risa
Maa Yanti Maa Yanti
raasaain loo cakraaa
Maa Yanti Maa Yanti
thorr ku sayang 💕😍 udh jdiian Rayyan ama dista biar s cakraaa nyeseeeellll bngett aplgi tau klau anak dri s ulet bulu itu bukn anak nya 🤣🤣🤣🤣
Vivi Zenidar
semoga Risa mendapatkan jalan keluar untuk semua permasalahannya
Yunita Sophi
semoga bu Rahmi menerina Risa dgn baik...kasian nasib nya Risa kurang beruntung..
Ma Em
Kalau Risa baik tdk jahat pada Disa dia berhak ditolong tapi kalau jahat hanya untuk membuat Disa dan Bu Rahmi celaka lbh baik dihindari saja biarkan Risa dgn hdp nya sendiri
Retno Harningsih
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!