NovelToon NovelToon
Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Teen / Poligami / Balas Dendam
Popularitas:765.9k
Nilai: 5
Nama Author: FitriRahayu

Kisah seorang istri yang diselingkuhi suaminya. Hingga suatu saat ia harus mengambil suatu keputusan yang sulit.


Keputusan apa yang harus dia ambil???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FitriRahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Dianggap

...Ibarat Kupu-kupu...

...Kebahagian itu ibarat Kupu-kupu,...

...jika kau mengejarnya....

...Ia akan melarikan diri dari mu, tapi jika kau duduk dengan tenang,...

...ia akan turun ketangan mu....

...Maka bersabarlah,...

...karena sabar itu indah....

...(Syekh Ali Jaber)...

...🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵...

Dirumah Sakit..

Aku bersyukur karena sikecil Aisyah tidak dirawat dirumah sakit lama. Kondisinya sudah membaik, jadi dokter mengizinkannya pulang.

"Beneran Bun, aku boleh pulang?" Tanya Aisyah menatapku!

"Iya!"

"Asyik. Aku mau bobok dirumah!" Celoteh Aisyah yang sudah bisa tersenyum!

.

.

Terdengar suara langkah kaki mendekat, lalu aku melihatnya!

"Mas Bimo."

"Assalamualaikum!" Ucap salam Bimo sambil tersenyum.

"Waalaikumsalam! Mari mas silahkan!"

Bimo pun langsung maju dan mendekat kearah Aisyah. Aisyah pun langsung mencium tangan Bimo.

"Om Bimo bawa apa?"

"Bawa ini, buat Aisyah yang cantik dan Soleha."

"Apa ini om?" Tanyanya girang sambil membuka hadiah yang dibawa Bimo.

"Ehmm... apa ya?"

"Waaah boneka.. lucu banget!"

"Terima kasih, om Bimo yang baik!"

Aisyah memeluk erat boneka yang diberikan Bimo, sudah lama ia tidak pernah mendapatkan hadiah. Senyum diwajahnya yang imut mulai terlihat.

"Permisi! Bu dipanggil kebagian billing untuk menyelesaikan administrasi!" Kata suster yang baru saja tiba!

"Ya suster, terima kasih!"

Setelah kepergian suster, aku pamit sama Bimo untuk mengurus administrasi Aisyah. Bimo pun menyetujuinya dan mau menemani Aisyah selama aku keluar sebentar!

****

Setelah selesai mengurus administrasi kepulangan Aisyah.

Aku berjalan menyelusuri lorong rumah sakit untuk keruang rawat Aisyah. Suasana malam itu begitu sejuk sekali. Angin sepoi-sepoi sampai menembus tulang ku!

.

.

Tak terasa langkah kaki ku berhenti diruangan dimana Aisyah dirawat! Mata ku melihat Arif yang sudah berada didekat Aisyah sambil bercerita dengan Bimo.

Terdengar jelas perbincangan yang tidak asing lagi diantara mereka berdua!

"Rif, tadi aku menyelamatkan korban kecelakaan yang namanya Abim! Sepertinya nama itu gak asing ditelinga ku! Kamu kalau gak salah pernah cerita kan?"

"Iya.. aku pernah cerita. Abim! Mantan Kakak ipar! Mantan suami mbak Manda! Dia memang dirawat disini!"

"Arif, kamu udah datang! Kalau begitu kita pulang yuk. Udah malam juga!" Kata ku yang memotong pembicaraan mereka berdua!

"Udah selesai mbak?"

"Iya.." Jawab ku singkat .

"Aisyah, ayok om gendong!"

Aisyah pun menurut pada Bimo! Bimo mengendong Aisyah dalam dekapannya! Aku hanya melihat kedekatan mereka berdua!

"Mbak, kita pamit dulu sama bu Ainun dan pak Rizal." Ajak Arif karena biar bagaimana pun ia harus tau kalau cucunya akan pulang.

Sebenarnya, aku enggan sekali bertemu dengan Abim. Abim saja tidak peduli kepada anak-anak, kenapa juga aku harus peduli.

Tapi Arif memaksa, akhirnya aku mengiyakan ajakan Arif! Kami berempat akhirnya pergi kesana.

****

Diruangan tempat Abim dirawat..

Abim sudah mulai membuka matanya sedikit demi sedikit. Kesadarannya sudah semakin stabil. Ia melihat sekeliling ruangan itu. Disana ada mama Ainun dan pak Rizal.

Sedangkan Reyna tidak diizinkan masuk. Ia hanya mondar mandir diluar ruangan. Sambil mulutnya komat-kamit karena kesal.

Abim yang sadar akan keberadaan istrinya tidak ada diruangan itu. Mulai menanyakan dimana istrinya berada! Tapi mama Ainun selalu mencari alasan saja.

.

.

Diluar ruangan ..

Dari kejauhan Reyna memandang lelaki yang tadi bertemu dengannya! Dia adalah Bimo.

Sempurna. Ucapnya pelan.

Bimo berhenti didepan Reyna dan bertanya kepadanya. "Assalamualaikum mbak! Dimana ruangan Abim?"

Reyna terdiam, tidak menjawab. Ia masih memandang wajah Bimo yang putih bersih dan hidungnya yang mancung bagaikan perosotan!

"Kamu kenal dia mas?"

"Iya, dia tadi ada bersama orang tuanya Abim."

Deg..deg..

Aku mengernyitkan dahi, seketika langsung mengetahui bahwa perempuan yang bersama orang tua Abim. Pastilah bernama Reyna yang sedang berdiri dihadapan ku ini!

Kami berempat meninggalkan Reyna yang masih dalam lamunannya! Melangkah masuk mencari ruangan Abimanan!

.

.

Atas informasi dari suster, akhirnya kami berempat sampai diruangan Abim. Diikuti oleh Reyna yang berjalan dibelakang kami.

Cekrek...

"Assalamualaikum." Ucap salam bersamaan ketika kami masuk kedalam ruangan.

"Waalaikumsalam!" Jawab mereka bertiga.

Wajah mama Ainun seketika langsung berubah, ketika melihat Asiyah digendong oleh Bimo dalam dekapannya.

Sedangkan Reyna langsung mengambil kesempatan untuk mendekati Abim dan berdiri disamping Abim.

Sedangkan aku hanya diam dan berdiri menjauh. Seakan malas berhadapan dengan Abim.

.

.

.

"Aisyah ayok salam sama ayah!" Ucap mama Ainun kepada cucunya!

Langkah kaki mama Ainun mendekat Aisyah dan berdiri dihadapan Bimo. Memajukan kedua tangannya untuk mengendong cucunya. Tapi sayang... Aisyah langsung berteriak dengan kencang.

"Om.. ayok! Aku mau pulang!" Kata Aisyah sambil berteriak dengan kencangnya. Tangannya terus mendekap erat tubuh Bimo.

"Iya manis sabar ya."

Deg..deg..

Mama Ainun sedih, kenapa Aisyah tidak mau digendong olehnya. Apakah Aisyah benar-benar marah padanya.

.

.

.

Dari kejauhan .. Reyna sedang memandang anak kecil yang ternyata adalah anaknya Abim. Pandangannya bergeser kearah belakang, dimana aku berdiri. Matanya tajam terus menatapku.

Lalu Reyna memandang Arif heran. Kemudian tatapan matanya kembali fokus kearah Aisyah yang sedang dalam dekapannya Bimo.

Kenapa mas Bimo, mengendong anaknya Manda. Apakah mas Bimo ada hubungannya dengan Manda? Enggak akan ku biarin kamu selangkah lebih maju dari ku Manda! Batinnya.

Kemudian tatapannya bergeser kearah mama Ainun

Lihat saja nenek, sekarang kamu tidak menganggap ku. Tapi nanti, setelah aku mempunyai keturunan.. pastilah kamu akan memuja ku. Batin Reyna yang kesal.

Abim hanya diam. Hatinya ingin memeluk anaknya, tapi tidak lakukannya. Ia hanya menatap wajah Aisyah dari tempatnya.

Manda sudah dapat pengganti. Secepat itu dia melupakan ku. Batin Abim yang asal menebak bahwa aku dan Bimo ada hubungan.

"Bun, ayok pulang."

Aisyah sudah tidak sabar ingin pulang. Ia tidak memperdulikan ayahnya yang sedang sakit dan berbaring lemah diatas tempat tidur.

Bahkan untuk menatapnya saja tidak mau.

Aisyah memang anak kecil yang belum mengerti tentang permasalahan aku dan Abim. Yang ia tau hanya kecewa atas tindakan ayahnya.

Berkali-kali ayahnya tidak pernah datang, ketika Aisyah sakit. Bahkan hanya sekedar tanya kabar saja tidak.

.

.

Aku pun enggan, apalagi untuk mendekat dan berkata "semoga lekas sembuh"! Jangan harap kata-kata itu terlontar dari mulut ku. Batin ku kesal.

Semua luka yang Abim berikan untukku, hingga mengakibatkan trauma dan sakit hati yang begitu mendalam... tidak begitu saja bisa ku lupakan. Bahkan anak-anak sampai ikut merasakan akibat ulahnya.

.

.

Malam sudah semakin larut dan Aisyah pun sudah meminta pulang dan ini adalah kesempatan bagi ku untuk segera pergi dari hadapan Abim.

Maka kami berempat pamit dan tidak lupa mengucapkan salam terlebih dahulu.

.

.

Setelah kepergian kami. Mama Ainun maju mendekat kearah Reyna. Lalu berkata. " Ini semua salah kamu. Wanita ja***g, tidak tau malu."

Plakkk..

Sebuah tamparan mendarat di pipi Reyna. Mama Ainun melampiaskan kekesalannya.

"Mama apa yang mama lakukan pada Reyna! Hentikan ma!" Teriak Abim dari atas tempat tidurnya. Karena ia tidak bisa membantu Reyna

"Diam.....Masih kamu bela perempuan tidak tau malu ini!. Gara-gara dia telah meruksak rumah tangga kalian."

Mama Ainun terus memaki Reyna. Memang sudah sejak lama ia ingin melabrak Reyna. Rasa kesal dan amarahnya, akhirnya bisa terlampiaskan juga.

.

.

.

.

Reyna hanya diam. Dibenaknya, ia tidak terima! Tapi untungnya ada Abim, yang siap membelanya.

"Sudah.. sudah .... ma! Ini rumah sakit!" Kata pak Rizal yang mencoba menghentikan amarah istrinya.

"Mama, aku mohon! Jangan marahi Reyna. Dia istri ku." Kata Abim yang terus membela Reyna.

"Dengar Abim. Sampai kapanpun, mama gak akan pernah menganggap dia. Sebagai istri kamu! Paham."

Abim tidak terima atas perkataan orang tuanya. Ingin memeluk Reyna dan memberi kekuatan, tapi apa daya! Ia hanya bisa melontarkan kata-katanya saja.

.

.

Reyna sudah tidak tahan dengan apa yang dikatakan oleh mama Ainun. Ia akhirnya berlari keluar ruangan.

Setelah kepergian Reyna. Abim tidak terima!! Ia marah dan kesal pada orang tuanya yang telah memaki Reyna.

"Ma... berapa kali. Sudah aku bilang. Jangan salahkan Reyna. Kalau mau marah!! Marah saja pada ku, ma!"

"Hentikan Abim, hentikan pembelaan mu terhadap dia.. Cukup!"

Mama Ainun akhirnya kesal. Ia pun akhirnya pergi meninggalkan pak Rizal dan Abim. Ia terus berjalan sambil berkata.

Anak tidak tau bersyukur. Percuma aku mengkhawatirkannya. Percuma!

Ainun terus berjalan keluar dan akhirnya ia berhenti diparkiran sambil menangis karena kesal.

...Happy Reading...

Jangan lupa setelah membaca like, fav, rate dan koment....

Hadiah atau vote juga boleh...

Terima kasih semuanya yang sudah membaca cerita ku dan mendukung ku. 🥰🥰

...💕Terima kasih💕...

1
Rini Haryati
lanjut thor
Tazfiatul Khumairah El Jauzaty
kpn up thor
Lenkzher Thea
10 like hadi semangat terus❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤💪💪💪💪
Lenkzher Thea
10 like hadir, lanjut thor
Asa Benita
perasaan Reyna sama Abim banyakan bertengkarnya deh padahal baru awal2 yg biasanya manis2 ini malah begini yah..
Rita Ismayanti
lnjut
Ati Bugis PA
lanjuuut
Ati Bugis PA
gila tu orang tua ngak ngerti apa perasaaan menantu nya
Tazfiatul Khumairah El Jauzaty
kpn update LG Thor
Angel Tamara
tilisan yg bner itu laptop thor bukan laktop😆
Angel Tamara
istrinya jg bego di salahi dn d kata2in diem. kn tinggal jawab, ohh gtu ya aku yg slh rmh tangga nya hancur. tp kok slhku sih, yg nikah dn selingkuh kan kmu. sdh selesai
Defi Danny Firmansyah
lama ga up...
Noni Kartika Wati
Yuda kayak anak kambing yg Ngembel sama emaknya....Cemen 👎
Noni Kartika Wati
mulai Reyna jiwa pelakornya meronta liat bimo
Noni Kartika Wati
Ainun Ainun bisanya ngatur aja bantu mah nggak
Noni Kartika Wati
sukur
Noni Kartika Wati
pak Rizal anakmu itu si abim edan
Noni Kartika Wati
dari pada hidup bersama tapi ga bahagia mending pisah aja
Tri Widayanti
Abim Abimm..kelakuanmu deuhh
Tri Widayanti
Bertahan tp sakit💔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!