NovelToon NovelToon
The Prince Arrogant

The Prince Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:261k
Nilai: 5
Nama Author: RR Maesa

McLaren Valkiry, terlahir sempurna dengan ketampanan dan kekayaannya juga statusnya sebagai putra dari seorang bangsawan Inggris.

Prinsifnya yang tidak mempercayai pernikahan malah membuatnya terpaksa menikah dengan wanita yang tidak dikenalnya.

Maureen adalah seorang gadis cantik yang terpaksa menikah dengan McLaren karena kejadian yang tidak mengenakkan.

Bagaimana kisah selanjutnya apakah mereka bisa lari dari pernikahan? Atau malah jadi saling jatuh cinta?

Follow IG@rr_maesa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH-23 Bersiapsiap kembali ke Washington

Malam itu Maureen mengepak pakaian yang akan dibawa ke Washington besok. Mac sedang sibuk menelepon seseorang tentang pekerjaannya. Entah berapa lama suaminya itu bicara di telpon. Dilihatnya suaminya itu sudah menutup telponnya.

“Ada lagi barang yang kau butuhkan?” tanya Maureen.

Mac tidak menjawab, dia naik ke tempat tdiur, tapi masih mengotak atik handphone-nya.

“Kenapa kau selalu tidak menjawab jika aku tanya?” tanya Maureen.

Mac masih tidak menjawab. Dia kembali menelpon. Maureen menghela nafas panjang, menyelesaikan pekerjaannya mengepak barang-barang suaminya.

Dilihatnya Mac mematikan lagi handphone-nya.

“Siapa wanita itu?” tanya Maureen.

“Wanita siapa?” Mac balik bertanya tanpa menoleh, sepertinya dia sedang mengirim pesan.

“April, kau berteman dengannya? Apa dia temanmu?” tanya Maureen.

“Bukan,” jawab Mac.

“Tapi dia mengenalmu,” kata Maureen.

“Aku hanya pernah menolongnya saja saat akan pingsan di toilet di lokasi nge gym,” jawab Mac.

“Sepertinya dia menyukaimu, kau tidak boleh dekat-dekat dengannya,” kata Maureen. Sekarang sudah menyelesaikan pekerjaannya, duduk dipinggir tempat tidur, menatap suaminya yang masih berdiri sibuk dengan hpnya.

“Buat apa kau mengatur-atur aku dekat dengan siapa?” tanya Mac.

“Tentu saja karena aku istrimu, aku tahu dia menyukaimu,” jawab Maureen.

“Kau selalu bilang istri istri istri, kau membuat telingaku panas!” bentak Mac, dia kesal pada Maureen.

Maureen menghentikan pekerjaannya, dia menghampiri Mac, dan menatapnya tajam.

“Kau bilang telingamu terasa panas karena aku mengatakan aku istrimu?” tanya Maureen dengan nada tinggi, menatap Mac. Suaminya itupun kembali menatapnya, mereka saling bertatapan.

“Ya!” jawab Mac dengan tegas.

“Tapi aku ini memang istrimu! Kau sudah menikahiku! Kau sudah mengikat janji denganku! Kau punya tanggung jawab atas diriku!” teriak Maureen dengan kesal.

“Tidak perlu mengingatkanku apa yang teah terjadi. Semua itu tidak akan terjadi kalau kita tidak ditemukan di semak-samak. Kita menikah bukan kerena rasa saling cinta, aku tidak mengenalmu dan kua juga tidak mengenalku, jadi tidak perlu berlagak kau istriku!” balas Mac juga dengan suara tinggi.

Mendengarnya membuat Maureen merasa sedih, tapi dia menahan diri supaya tidak menangis.

“Tidak bisakah kita mencoba sesuatu yang baik?” tanya Maureen merendahkan suaranya.

“Sesuatu yang baik apa maksudmu? Menerimamu jadi sitriku? Jangan harap! Aku tidak suka terikat, aku tidak suka pernikahan,” kata Mac.

Tanpa menunggu Maureen bicara lagi, Mac naik ke tempat tidur dan berbaring.

Maureen mendekati tempat tidur, menatap suaminya yang tidur terlentang, memejamkan matanya, dengan kadua tangannya berada dibawah kepalanya.

“Aku ini istrimu Mac, kau tidak bisa mengingkarinya. Kau suamiku,” kata Maureen.

Mac tidak menjawab, dia mencoba tidur, dia tidak mau berdebat dengan Maureen. Gadis itu menghela nafas panjang, diapun duduk disamping tempat tidur, tangannya menyentuh kaki Mac yang bersepatu, maksudnya akan melepaskan sepatunya.

Merasa Maureen memegang kakinya, Mac menggeser kakinya.

“Jangan menyentuhku!” bentak Mac.

“Aku hanya akan melepas sepatumu,” ucap Maureen, dia memaksa, tangannya tetap memegang kakinya Mac dan melepas sepatunya satu persatu.

Dilihatnya suaminya itu mencoba tidur. Maureen tidak bicara apa-apa lagi. Kalau melihat kondisi seperti ini, rasanya dia ingin menyerah saja mempertahankan pernikahan ini.

“Aku juga belum mencintaimu Mac, tapi setidaknya aku berusaha untuk mempertahankan rumah tangga kita,” kata Maureen.

Tidak ada jawaban dari Mac, dia masih memejamkan matanya.

Karena tidak ada jawaban dari Mac, Maureenpun tidak bicara apa-apa lagi, dia naik ke tempat tidur dan berusaha tidur dengan menghadap pria disampingnya itu. Merasa Maureen menghadapnya, Mac membalikkan badannya membelakangi Maureen.

Matahari sudah meninggi, sinarnya terasa menyilaukan mata. Mac menguap, merasakan ada sesuatu yang masuk kedalam mulutnya.

“Puih!Puih!” Mac mencoba membuang benda yang menempel dimulutnya. Tapi ternyata benda dimulutnya itu tidak lepas-lepas, bibirnya kembali meniupnya, diapun membuka matanya. Mac langsung terkejut saat melihat apa yang ada didepannya.

Ternyata dia tidur menghadap Maureen yang justru membelakanginya dan…tangannya berada diperut wanita itu, dia memeluknya dari belakang.

Wajah Mac langsung memerah, menyadari ternyata dia tidur dengan memeluk Maureen, mungkin dikiranya wanita itu bantal guling. Dia memeluk tubuh itu dengan erat, sampai sampai bagian belakang tubuh Maureen begitu menempel ditubuhnya.

Mac cepat-cepat melepas pelukannya. Jantungnya langsung berdebar kencang, kenapa dia sampai memeluk Maureen? Wanita itu bukannya tidur disofa malah mengikutinya terus.

Dilihatnya Maureen bergerak, Mac cepat-cepat menggeser tubuhnya menjauh, kalau Maureen sadar dia sedang memeluknya, pasti wanita itu akan besar kepala.

“Sudah siang ya,”gumam Maureen membuka matanya, tangan kanannya menggosok-gosok matanya. Mac hanya memperhatikannya dengan mencoba menenangkan dirinya, dia masih terkejut dengan kedapatan dirinya memeluk Maureen.

Maureen menoleh kearah sampingnya. Mac buru-buru memalingkan mukanya, tapi wajahnya terlihat memerah.

“Kita berangkat jam berapa? Aku tidur sangat nyenyak, jadi kesiangan,” kata Maureen.

“Jam 10,” jawab Mac, tapi dia tidak beranjak-beranjak dari tempat tidur.

“Mau aku atau kau duluan yang mandi?” tanya Maureen.

“Aku saja,” jawab Mac sambil buru-buru turun dari tempat tidur.

Maureen memperhatikannya, kenapa wajah Mac memerah? Ada apa?

Diapun bangun, lalu memeriksa lagi koper-kopernya, barangkali ada barang penting yang tertinggal, karena ini pertama kalinya dia bepergian dengan Mac dan akan tinggal di Washington.

Mac keluar dari kamar mandi sudah sekalian berpakaian, dia tidak mau tubuhnya dilihat oleh wanita itu, meskipun wanita itu pernah melihat tubuhnya sekali saat di perkebunan.

“Kau sudah mandi? Aku akan bersiap-siap dengan cepat, karena ini sudah jam 8.30  kita kesiangan,” kata Maureen, diapun bergerak buru-buru menuju kamar mandi dan hampir saja akan bertabrakan dengan Mac. Pria itu terlihat terkejut dan langsung mengghindar, sedangkan Maureen buru-buru melewatinya dengan cepat.

Mac hanya merasakan tubuh wanita itu menjauh. Tiba-tiba keringat dingin menyerangnya. Dia masih teringat tangannya memeluk Maureen, merasakan tubuh wanita itu menempel ditubuhnya, dia mejadi resah karenanya.

Tidak berapa lama Maureen keluar dari kamar mandi, entah mandi atau tidak, kerena cepat sakali.

“Kau mandi tidak, cepat sekali?”tanya Mac.

“Aku buru-buru, aku tidak mau kau menungguku terlalu lama, aku tidak mau kau tinggalkan,” jawab Maureen. Dia langsung ke meja rias, menyisir rambutnya.

Mac memperhatikannya yang sedang menyisir rambut itu yang masuk ke dalam mulutnya tadi pagi. Mac menebak nebak apakah Maureen tahu kalau dia memeluknya? Apakah dia memeluknya semalaman? Apakah malam tadi saat dia memeluknya ternyata Maureen bangun dan membiarkannya memeluknya? Huh, bukankah itu sangat memalukan sekali?” batian Mac.

“Aku sudah siap!” seru Maureen sambil membalikkan badannya dan dia tertegun saat melihat Mac sedang memperhatikannya.

“Kau kenapa?” tanya Maureen.

“Mm tidak, tidak apa-apa,” jawab Mac, diapun buru-buru keluar dari kamar itu.

Maureen menatap kepergian Mac, dia masih merasa heran, dengan jelas dia melihat kalau Mac sedang memandangnya, kenapa? Ada apa? Tumben sekali Mac mau melihatnya, biasanya melirik juga tidak. Tapi Maureen tidak banyak berfikir lagi, dia menarik koper-kopernya keluar dari kamarnya. Dia dan Mac akan segera berangkat ke Washington. Ini pertama kalinya dia mengikuti suaminya pergi jauh.

**************

1
Ivana Monica
sedih nih sampe skrg ga daa lanjutannya..
dr awal cerita dr ayah n mama max aku bc.. masa skrg ga da lg cerita nya..
Ivana Monica
sedih bnr ga da lanjutan lg
Ivana Monica
kyk nya ga bakal da lanjutan lg ya??? ceritanya jd lupa nih..
ʕ´•ᴥ•`ʔ
masih menunggu kelanjutan mac sama mauren, hampir satu tahun ni menunggu
UTIEE
🌹🌹🌹🌹🌹
ʕ´•ᴥ•`ʔ
sampai sekarang belum jg next 👉 udh menganti tahun bentar lagi juga mau ganti tahun lagi ni author di lanjut yukk tanggung udh setengah jalan gak pulang" dong 📄
ʕ´•ᴥ•`ʔ
lanjut yuk ini bukan lagi bulan tapi tahun sudah berganti tahun loh blm di lanjut ya 😄
Anisjuliana Zakaria
lanjutt thor sayanggg..ngakk rela mac and maureen Gantung teruss😭
Edy Pamuji
aku rindu Mac dan maureen
Nartyana Gunawan
kak kalo yang di lapak sebelah mistery merrid with rich man gimana kak..masih lanjut kan ??
bigstone: sekarang sudah tamat kok kak.silahkan dilanjutkan bacanya 🥰
aku udah baca sampe tamat.kalo sekarang aku nungguin suami ternyata milyarder karya kak RR Maesa di lapak yg sama dg Mystery married with rich man
total 1 replies
Jenk Retno Hany
lanjutannya mana ini
rossydah96
Lnjut thor nulisnya aku suka
Asrika Alexander
kapan up Thor uda lama ditungguin
jennifer
ini mau hiatus sampai brp lama ya thor?? atau udh gak dilanjut lg ya??
Sungai Panjang
thorrrrr.. lama bgt Ampe 5 bulan kita gak ketemu 🥺🥺🥺🥺🥺🥺


makasih ya karya nya... sehat2 disana...


aku padahal penggemar berat 😭bakalan kangen nih
Siti Harum Munthe
gak suka karakter ceweknya
Siti Harum Munthe
dasar suka tuh mauren. kan ada kamar lain. dasar pengen sekamar mac
nur imamah
kenapa harus dipaksa dijodohkan sih...
nia kurniawati
ditunggu up nya ya
<ᴍᴀʀɪᴀ ʜᴀ ɴᴀ>👑 Ha Na maria💣
bln ramadhan udah lama lewat tp kok blm up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!