terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 32
Bila masih dalam masa pemulihan di mansion, setelah mengantar Gama bekerja, dia hanya bermalas malasan di kamar makan cemilan dan maraton nonton drama kesukaannya. Setelah drama menangis tersedu sedu melihat ending drama yang tragis handphone nya berkedip ada yang menelepon dia langsung mengelap air matanya dan membersihkan ingusnya takut Gama melihat padahal Gama hanya meneleponnya, "sebentar lagi ada supir yang akan mengantarmu kemari", " apa sayang? Aku mau kemana?", "tentu saja kita makan siang bersama, apa kau tidak mau?, "mau sayang, aku akan berdandan yang cantik untukmu", "jangan berdandan, memangnya kau mau mencari perhatian siapa!", sudah bingung sendiri ,padahal dia berdandan untuk suaminya " iya iya sayang aku akan bersiap". Tut langsung mematikan telepon. "padahal aku menyuruhnya kemari karena takut dia bosan tapi dia malah mau berdandan dan mencari perhatian karyawan laki laki di sini" menggerutu masih sebal dengan kelakuan Bila, sekretaris Seth tersenyum dia tahu kecemburuan Gama yang tidak masuk akal tapi dia selalu meladeni Gama agar suasana hati Gama tetap terjaga untuk kebaikan semua. "nona Vio sudah menunggu di luar tuan", " suruh dia masuk!".
Vio masuk dengan dres pendek membentuk lekuk tubuhnya yang tinggi dan berisi dengan belahan dada yang sangat rendah, sekretaris Seth keluar untuk menunggu Bila di lobi.
Gama melihatnya biasa saja, dia fokus dengan desain yang di bawa Vio. Vio menatap Gama dengan penuh nafsu dia sengaja mengibaskan tangannya seperti orang kegerahan dan membungkuk memberikan minuman pada Gama, Gama menerimanya tanpa rasa curiga dia masih fokus dengan dokumen tanpa tahu bahwa vio memasukkan obat pada minumannya. Setelah melihat Gama meminumnya vio tampak tersenyum puas, Gama sudah mulai merasa ada yang tidak beres dengan minumannya dia menatap vio tajam " apa yang kau masukkan dalam minumanku jalang!" sudah merah menahan amarah dan gejolak yang tiba tiba muncul, " tuan saya hanya ingin membuat anda rileks" dengan senyum merekah, dia mulai mendekati Gama dan menyentuh tangan Gama yang langsung di kibasnya dan mendorong vio sampai jatuh. Gama berdiri dan hampir terjatuh dia sudah berdiri dengan depan ruang tidurnya memegang gagang pintu namun vio menahannya " tuan duduklah dulu saya bisa membantu tuan". Sudah bergelayut di tangan Gama sudah mau mencium pipi Gama.
Bila masuk ke ruangan Gama lebih dulu sekretaris Seth berhenti di depan ruangan mengecek jadwal Gama pada jajaran sekretaris di depan ruangan. " apa yang kalian lakukan?" Bila melihat perempuan seksi bergelayut di tangan suaminya, darahnya seakan mendidih apalagi posisi Gama di kursi membelakangi nya. Bila marah mengira Gama berselingkuh, vio kaget dan langsung berdiri " siapa kau?", "harusnya saya yang bertanya siapa anda di ruangan suamiku?" Bila mendekat dan melihat raut wajah Gama yang merah "apa kau demam sayang?" menyentuh wajah Gama. Gama melihat Bila "sayang", vio menepis tangan Bila dan menarik Bila sampai Bila hampir jatuh. Tapi Bila menarik rambut vio yang mau mendekati Gama dan menampar Vio " beraninya kau melakukan ini! Sekretaris Seth!" sekretaris Seth kaget dengan teriakan Bila langsung berlari masuk ke ruangan Gama melihat Vio sudah di bawah dengan rambut acak acakan dan pipi merah Bila berdiri di depannya dan Gama duduk di kursinya membelakanginya.
" seret jalang ini keluar sekarang!" Bila marah, dan sekretaris Seth baru melihat Bila semarah ini dia menyeret vio keluar dan menyerahkan pada keamanan untuk di bawa ke ruang interogasi, dia masuk dan memapah Gama ke kamarnya "kenapa kau bawa dia ke kamar sekretaris Seth? Ayo ke rumah sakit! Tuan Gama tampak tidak sehat" setelah meletakkan Gama hati hati di ranjang " sepertinya tuan hanya membutuhkan nona" membungkuk dan pergi " apa maksudmu sekretaris Seth?" berteriak. " diamlah sayang, kau bisa membuat telingaku tuli" Gama duduk dengan susah payah dan Bila melepas jas dan sepatu Gama, " bantu aku sayang!" sudah melumat bibir Bila dengan rakus dan melepaskan baju Bila hingga Bila polos tanpa sehelai benangpun. Gama melakukannya dengan sedikit kasar karena efek obat, Bila sampai kewalahan tapi tetap meladeni apa yang di perbuat Gama hingga Gama melakukan pelepasan beberapa kali sampai Gama ambruk tertidur di samping Bila, walau semua badan Bila terasa remuk dia tetap membersihkan diri di kamar mandi dan hampir berteriak melihat di cermin bagaimana buasnya Gama, hampir seluruh bagian tubuhnya merah oleh kelakuan Gama. Setelah selesai dia bergabung tidur di samping Gama yang tampak damai, dan merekapun tidur dengan berpelukan.