NovelToon NovelToon
Duda Gunung Es Dan Gadis Kecil Kesayangan

Duda Gunung Es Dan Gadis Kecil Kesayangan

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Pena_Senja🧚‍♀️

Setelah istrinya meninggal karena sebuah kecelakaan mobil, Alkha Kim Junno seorang lelaki keturunan Korea Selatan, menjadi seorang yang sangat dingin kepada semua wanita. Sampai akhirnya dia dijodohkan dengan seorang wanita oleh mamanya, karena mamanya takut anaknya akan selamanya sendiri.

"Aku nggak mau nikah sama duda!!!" teriak Arabella Putri Jovanka, seorang gadis yang baru lulus kuliah, bahkan belum dapat pekerjaan. Dia adalah wanita yang akan dijodohkan dengan Alkha. Seorang gadis ceria, optimis, dan memiliki rasa percaya diri diatas rata-rata, juga keras kepala.

Akan tetapi, setelah melihat ketampanan Alkha. Gadis kecil itu langsung berubah pikiran. Pasalnya, Alkha adalah lelaki yang dia cintai setelah pertemuannya di sebuah club malam.
Ara jatuh cinta pada Alkha, pada pandangan pertama. Alkha adalah tipe lelaki idaman Ara.

Akankah Ara bisa mencairkan gunung es yang bisa bernafas itu?

Terus dukung author ya 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Senja🧚‍♀️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. First Kiss

Alkha mengajak Ara ke rumahnya. Itu pertama kalinya Alkha membawa wanita lain ke rumah yang dulu menjadi temoat tinggalnya bersama Adela. Alkha berpikir kalau Ara harus mengenal isi rumah itu, karena kelak dialah yang akan menjadi nyonya di rumah itu.

Ara sangat senang ketika dia diajak ke rumah Alkha. Begitu dia melangkahkan kakinya, dia merasa ada aura yang berbeda. Dia merasakan seperti rumah itu memang untuk dirinya.

Ara melihat lekat sebuah foto pernikahan yang terpajang di ruang tamu. Ya, itu foto pernikahan Alkha dengan Adela. Ada juga foto seorang wanita dengan gayanya yang elegan, itu juga adalah foto Adela. Ara memperhatikan dengan seksama, dia sedikit tertegun melihat wajah Adela yang sedikit mirip dengan dia.

Ketika Ara masih terpaku menatap foto-foto yang terpajang di ruang tamu ruang Alkha. Tiba-tiba dia terkejut, ketika beberapa orang menurunkan foto itu dan membawanya pergi.

"Loh, kok dicopot?" tanya Ara bingung.

"Iya, karena akan diganti dengan foto pernikahan kita.." jawab Alkha dengan tersenyum kecil, sembari mengarahkan beberapa orang itu untuk membawa foto-foto itu ke gudang.

Ara menatap Alkha dengan haru. Apakah laki-laki itu benar-benar mencintainya. Dia bahkan sampai rela melepas foto pernikahannya, agar supaya Ara tidak merasa kecewa.

"Sisain satu foto disini!" pinta Ara. Ara tidak ingin menjadi egois, dia tahu seberapa cinta Alkha kepada istrinya. Jadi, Ara tidak mau merasa cemburu kepada istri Alkha, toh itu hanyalah sebuah foto.

"Bawa semua ke gudang!" perintah Alkha, tanpa mau mendengar ucapan Ara.

Ara sedikit kecewa dengan Alkha karena Alkha tidak mau mendengarkan perkataannya. Dengan manyun dia berjalan menjauhi Alkha dan duduk di sofa. Ara hanya terdiam sepanjang waktu, sampai Alkha selesai dan mendekatinya.

"Laper nggak?" tanya Alkha dengan lembut, dia juga menyentuh kepala Ara seperti biasanya. Akan tetapi tidak ada respon dari Ara.

"Hei, laper nggak?" Alkha mengulangi pertanyaannya lagi. Tapi masih aja tidak mendapat jawaban dari Ara, dan lebih fokus dengan game-nya.

Sedikit kesal, Alkha lalu mengambil ponsel Ara secara paksa. Tentu saja itu membuat Ara kesal juga. Ara meminta Alkha mengembalikan ponselnya. Tapi Alkha bersikeras tidak mau.

"Kamu laper nggak?" Dengan pertanyaan yang sama, Alkha kembali bertanya kepada Ara.

"Nggak!!" jawab Ara dengan cepat dengan sedikit marah.

Alkha berpikir gadis itu marah karena ponselnya diambil Alkha. Makanya Alkha segera mengembalikan ponsel itu. Tapi begitu Ara menerima ponselnya, dia masih aja manyun membuat Alkha bingung.

"Kenapa sih manyun mulu?" tanya Alkha sembari memegang kedua pipi Ara dan menatapnya lembut.

Deg deg deg

Jantung Ara berdetak dengan sangat cepat saat Alkha menatapnya begitu dekat. Ara berusaha menghindari kontak mata dengan Alkha, dengan cara memalingkan wajahnya. Akan tetapi, Alkha tidak mengizinkan dia menoleh sama sekali.

"Kenapa manyun, hem?" tanya Alkha lagi masih dengan sangat lembut.

Serius, jantung Ara berdegup kencang, dan mungkin bisa terdengar oleh Alkha yang sangat dekat dengan dirinya. Wajah Ara sudah berubah seperti tomat.

"Karena kamu nggak mau dengerin perkataan aku!" ucap Ara dengan sedikit kesal.

"Perkataan yang mana?" Alkha masih dengan sangat lembut.

"Aku kan pengen sisain satu foto mbak Adela disini, tapi kamu malah nyuruh bawa semua foto itu ke gudang.." Ara mulai mengutarakan ketidakpuasannya.

Mendengar jawaban Ara, membuat Alkha justru tersenyum kecil. Tentu saja itu semakin membuat Ara kesal. Dia kembali manyun dengan wajah cemberut, tapi imut.

Alkha yang tadi jongkok di depan Ara, kemudian bangkit dan duduk disamping Ara. "Aku hanya tidak mau merasa sebagai bayangan Adela. Aku memang mencintai Adela, tapi dia hanyalah masa lalu bagi aku. Tapi kamu, kamu masa depan aku. Kamu satu-satunya wanita yang akan aku cintai," ucap Alkha pelan.

Ara seketika menatap Alkha yang ada disampingnya. Ara menggercap-gercapkan matanya supaya air matanya tidak keluar. Dia tidak ingin terlihat cengeng di depan lelaki yang dia sukai, meskipun hatinya sangat tersentuh dengan apa yang dilakukan Alkha.

"Kenapa? Mau meluk aku?" tanya Alkha merentangkan tangannya, saat melihat Ara menatapnya dengan dalam.

"Ish, pede banget.. Aku laper." sanggah Ara, sebetulnya dia sangat ingin memeluk lelaki itu tapi Ara berusaha menahan keinginan itu. Ara tidak mau dianggap wanita murahan karena berinisiatif duluan.

"Dasar kucing kecil! Tadi katanya nggak laper." keluh Alkha dengan sedikit tersenyum.

Alkha lalu membawa Ara ke ruang makan. Disana makanan sudah siap, sebelumnya Alkha sudah memberitahu kepada assisten rumah tangganya untuk menyiapkan makanan. Alkha juga memerintahkan untuk membuat soto ayam, makanan kesukaan Ara.

Setelah merasa kenyang, pasangan itu kembali ke ruang tamu. Layaknya seorang kekasih mereka berdua nonton film berdua dengan saling memeluk.

Beberapa menit yang lalu mereka berdebat tentang genre film apa yang ingin mereka tonton. Sampai akhirnya mereka setuju untuk menonton film horor.

Dan, karena melihat Ara yang begitu tegang saat menonton film itu, akhirnya Alkha berinisiatif menarik Ara ke dalam pelukannya.

Awalnya Ara selalu menolak, tapi karena dia tidak tahan dengan rasa takutnya, akhirnya Ara bersedia berpelukan dengan Alkha.

"Takut kok ngeyel pengen lihat film horor?" Alkha merasa geli dengan kekonyolan gadis itu.

"Aku cuma penasaran aja." jawab Ara.

"Bukan karena kamu mau cari kesempatan kan?" tanya Alkha dengan tersenyum senang.

"Enak aja, nggaklah.." Ara mencubit pinggang Alkha, lalu kemudian melepaskan pelukannya. Tapi dengan cepat Alkha menarik Ara kembali ke pelukannya.

"Kamu kan yang pengen peluk aku?" Ara berbalik menuduh Alkha yang mencari kesempatan.

"Emang iya." jawab Alkha terus terang tanpa menyangkalnya.

Ara secara refleks menatap mata Alkha, kebetulan Alkha juga sedang menatapnya. Maka jadilah mereka saling menatap dengan mesra. Dan tiba-tiba Alkha mendekatkan wajahnya ke wajah Ara.

Dekat, lebih dekat lagi, sampai bibirnya menyentuh bibir Ara.

Ara membulatkan matanya, dia ingin menghindar tapi hatinya menolak untuk menghindar. Ara merasakan bibir Alkha yang lembut menyentuh bibirnya. Tanpa sadar Ara sedikit membuka mulutnya, dan membiarkan lidah Alkha masuk ke dalam mulutnya.

Dengan lembut Alkha mengecup bibir Ara, sembari memainkan lidahnya. Ara memejamkan matanya, menikmati sesuatu yang baru pertama kali dia rasakan.

Semakin lama semakin panas. Degupan jantung pun semakin bergejolak. Mereka bahkan bisa mendengar debaran jantung satu sama lain. Deruan nafaspun saling berpautan. Seperti bibir mereka yang saling terpaut satu sama lain.

"Uhm.."

Lama sekali mereka saling berciuman, bahkan seolah tidak mau melepas satu sama lain. Cinta yang membara membuat pasangan dengan selisih umur 8 tahun itu, tidak bisa menahannya untuk berhenti.

"Aku cinta kamu Arabella," bisik Alkha pelan, membuat Ara semakin tenggelam dalam cinta lelaki itu.

1
Sandrina Dalila
suka
hanhan
kalo gue jd Ara mending cari yg lain.. drpd SM Alkha.. udh jelas jelas punya penyakit itu,kalo marah g bs ngendaliin..gmn nti udh jd bininya dy
Siti Mariyam
keren
🌻Ruby Kejora
Karyanya bagus kak, ⭐⭐⭐⭐⭐
Erlinda
aq pikir si Ara pintar dan punya sikap .ternyata goblok. muak aq membacanya
Erlinda
lagi lagi alkha bikin kesalan gara gara mantan nya udah Ara tinggalin aja tuh si duda ngapain mau sama lelaki yg ga punya sikap dan plin plan kayak alkha
Eli Martini
kalau hanya temen kenapa sampai ngabaikan istri ,
Raning Raning
bagus keren
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "benih yang tak dianggap" makasih kak🙏
total 1 replies
Lina Maulina Bintang Libra
dasar goblok so Reska mlh ngundang vanca bodoh loh reska
Lina Maulina Bintang Libra
harusnya kmu cari tau dulu n knp g crga am mntn kmu itu
Lina Maulina Bintang Libra
hmm berarti yg buat si Adele meninggal si vanya
Lina Maulina Bintang Libra
🤣🤣🤣 cocok panggilan nya
Lina Maulina Bintang Libra
bagus LBH baik ngmng jujur ktmbng d pendam aplg maluw meong
Lina Maulina Bintang Libra
anak kecil awas bucin entar
Lina Maulina Bintang Libra
ini yg g ska am cwe yg ska ngejulitin tanpa alasan yg jelas
Ninih Setianih
Ara gemesin ...
Defi
keren
HARTIN MARLIN
Good Alfa 👍👍 kamu cerdik,selamat ya pernikahan kalian
HARTIN MARLIN
jangan mau bekerja sama dengan Vanya nanti kamu akan menyesal
HARTIN MARLIN
jangan gengsi kalau masih cinta lebih baik,baikkan aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!