Tak pernah terbersit difikiran Adell jika dia akan memiliki Boss berkelakuan minus, yang membuatnya harus terus mengusap dada.
Namun tak pernah sedikitpun ia menyerah, sampai suatu saat Boss minusnya itu mengajaknya menikah dan melamarnya tanpa persetujuan darinya.
Hati adell masih terpaut akan kisah masa lalu yang membuat nya patah hati.
Adell mencintai sahabat nya Daffa, namun cinta nya bertepuk sebelah tangan, Daffa tak pernah mencintai nya sedikitpun.
Berbekal tekad untuk move on dari yang membuatnya patah hati, Adell menerima lamaran sang Boss dengan syarat pernikahan ini hanya kontrak hitam diatas putih.
Disaat Adell mulai terbuka hatinya untuk menerima cinta kembali.
Cinta masa lalu datang kembali
membawanya pergi, menggoyahkan perasaan dan hubungannya.
Akankah Adell bertahan dengan pernikahannya ??
Atau Adell akan kembali meraih cinta dimasa lalu nya yang ia mimpikan ??
semua takdir berada ditangannya, semoga takdir apapun itu, menjadi yang terbaik untuk Adell.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rainbowdash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps24
"Kamu tau dari mana aku tinggal disini fa ?" Tanya Adell setelah daffa membawa nya ke sebuah taman.
"Aku pasti tau kemana pun kamu pergi mutt,"Ucapnya.
Adell tersenyum mendengar perkataan Daffa,sebetulnya Adell masih memiliki perasaan pada Daffa,namun harus ia kubur dalam² hal itu.
"Oia,gimana kamu sama Millie??" Tanya Adell mencoba bertanya.
"Aku.. putus sama Millie dia selingkuh mutt,"
"Ya ampun maaf Daffa,aku ga tau,mungkin Millie bukan jodoh kamu,kamu pasti dapat yang lebih baik dari Millie,"
"Mutt..." Potongnya.
"Berhenti menyembunyikan perasaan kamu sendiri,"Ucap Daffa membuat Adell membulatkan matanya.
"Maksud kamu ?" Tanya Adell heran.
"Aku tau selama ini kamu yang ada dibelakang semua tentang aku,aku tau perasaan yang kamu sembunyikan,aku sekarang tau itu semua mutt,"Lanjutnya.
Adell hanya diam tak bersuara, Adell hanya bingung harus apa,perasaan nya kini sudah diketahui Daffa.
"Kenapa kamu ga bilang semuanya dari dulu mutt,kenapa ? Kenapa kamu buat aku nyakitin kamu,"
"A..aku ga mau persahabatan kita rusak Daffa," Ucap Adell terbata.
"Cih,persetan dengan persahabatan mutt,mana mungkin persahabatan akan rusak kalau kita terus bersama,"
"Maaf kan aku Daffa,"
"Aku yang minta maaf mutt,maaf aku nyakitin kamu begitu lama,maaf kan aku mutt,"Seraya memeluk Adell.
"Aku mau kita mulai dari awal lagi ya mutt,"Lanjutnya.
"Maksud kamu,?"
"Aku mau jalanin hubungan kita dari awal lagi," Tiba² Adell melepas pelukan Daffa, teringat bahwa ia punya suami saat ini.
"Maaf Daffa,aku sudah menikah,aku gak bisa sama kamu," Tolak Adell.
"Tapi kalau kamu pisah sama dia bisa kan mutt?"
"Maksud kamu apa ?"
"Aku tau kamu pasti ga bahagia mutt,kamu pasti terpaksa,iya kan??"
"Maaf daffa,aku bahagia saat ini,aku menerima dengan tulus kok pernikahan ini,"Ucap Adell.
"Kamu bohong mutt,"
"Maaf Daffa aku harus pulang,suami ku pasti menunggu," Pamit Adell langsung pergi meninggalkan Daffa.
Adell dilema saat ini apakah ia harus senang atau marah,saat ini memang yang ditunggu sejak dulu,namun dilain sisi dia mempunyai suami juga yang harus ia jaga perasaannya.
"Aku ga akan nyerah gitu aja mutt,aku tau tentang kamu,aku akan dapatkan kamu kembali mutt,kita lihat nanti," kata Daffa.
_
Cklek !!
Suara pintu apartemen terbuka setelah sebelumnya Adell menekan password.
Tercium wangi masakan dari arah dapurnya ternyata Erland tengah menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.
"Wahh wangi banget,kamu masak mas ?" Tanya Adell sumringah sekaligus heran.
"Iya,kenapa ? Kok kamu kayak bingung gitu ?"
"Aku ga tau kamu bisa masak mas," Ucap Adell terkekeh.
"Kamu ngeraguin saya ya dell,"
"Emm..sedikit sih,hehehe.."
"Ya udah kamu mandi aja dulu,baru nanti kita makan bareng,"Ucap Erland.
"Ya udah,masak yang enak ya mas,"
Adell pun membersihkan badannya di kamar mandi setelah selesai segera ia menuju tempat makan,karna perutnya pun sudah keroncongan sedari tadi.
Adell menatap semua masakan Erland. "Wahhh.. hemmm.. enak banget kayaknya mas," Ucap Adell sumrigah.
"Cobain aja,"
"Ga pake racun kan mas ?" Adell memicingkan matanya.
"Kalo saya racunin saya ga ikut makan Adell,lagian masa nanti saya jadi duda dong," Ledek Erland.
Adell terkekeh"Oia ya,, hihihi,,"
Dimeja makan telah tersedia capcai,ayam goreng hingga makanan lainnya yang menggugah nafsu makan Adell.
Adell melahapnya dengan semangat."Hmmm.. ini enak banget mas,"Puji Adell.
"Makasih,"Ucap Erland memberikan senyum.
"Oia dell, ngobrol apa aja kamu sama temen kamu tadi ??" Tanya Erland seakan mengintrogasi.
Adell terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Erland.
"Maaf dell kalo saya selalu pengen tau,"Ucapnya tak enak.
"Oh,ngga ko mas,gapapa mas juga harus tau kok,aku tadi cuma ngobrol soal kabar aja,udahh lama kan ga ketemu," Jelasnya berbohong,mana mungkin Adell menceritakan yang sebenarnya pada Erland.
"Oh.. " Ucapnya melanjutkan makan.
Adell terus saja terngiang ucapan Daffa tadi malam,ia bigung harus bagaimana,mana mungkin dia selalu berbohong pada Erland,sebetulnya Adell pun tak memungkiri kalau dia juga mulai menyukai Erland.
_sesaat ketika Adell pergi.
Erland tengah mundar_mandir di apartemennya.
Apa yang membuat Erland bertingkah seperti itu ??
Hatinya cemas,berkali kali ia melirik ke arah bawah taman indah yang terlihat dari jendela apartemennya.
Terlihat juga Adell dan Daffa tengah mengobrol.
Ia tak tahu apa yang di bicarakan oleh mereka berdua, sampai Erland melihat Daffa memeluk Adell.
Tapi ia juga melihat penolakan Adell.
Terasa hatinya memanas,bukankah Adell hanya istri kontraknya ?? Lalu kenapa Erland harus merasakan hal ini ??
Masa bodo dengan apa yang ia lihat dan ia rasakan, Erland lebih memilih membuat masakan untuk makan malam.
mksih😘