NovelToon NovelToon
Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji

Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Tamat
Popularitas:661.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rose noor

Di Nikahi laki-laki dingin dan arogan, yang baru saja bertemu beberapa jam lalu? karena sebuah insiden, sepetinya mustahil. Akan tetapi itu terjadi kepada Crystal. Di selamatkan dan bawa pulang demi sebuah tanggung jawab. Ia malah dinikahi Nervan, karena untuk memenuhi janji pada sang Ibu yang baru saja sadar dari koma.

Bagaimana kisah bab demi bab yang memuat aksi kocak, menjengkelkan, menyedihkan, romantisme, hingga pertengkaran dan permusuhan, mari baca! Terima kasih.

MENDADAK MENIKAH KARENA SEBUAH JANJI.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. IGD

"Cysa! hai Cysa bangun!" Tio menepuk pipi Crystal, ia berusaha membangunkan nya.

Papi Crystal yang langkah nya makin mendekati mereka pun. Maka ia baru sadar siapa yang sedang tidak sadarkan diri. Laki-laki yang sedang menepuk pipi Crystal bukan lah Nervan.

"Ada apa? kenapa? siapa dia dan mana Nervan?" pertanyaan berputar di kepala Papi Nervan, dengan cepat ia menghampiri mereka berdua.

"Ekhem!"

Deheman Papi Nervan mengejutkan Satrio. "Pakde!" ucap nya sambil menodongkan wajah nya dan menatap Ke arah Papi nya Nervan.

"Tio?!" tukas Papi Nervan. "Cysa! ada apa ini Tio? lalu Evan di mana? koq Crystal bersama kamu?" tanya Papi nya Nervan.

"Pakde! nanti Tio jelaskan. Yang pasti, saat ini kita tolong Cysa dulu. Mari Pakde!" pinta Satrio dengan wajah memelas dan nampak betul kesedihan pada matanya.

"Ba-baik! mari bawa ke IGD." Papi Nervan dan Satrio pun membawa Crystal ke lantai bawah di mana ruangan IGD terletak di sana.

Kini Crystal sedang di periksa dokter. "Tidak ada yang serius, perkiraan saya, seperti nya Nona ini mengahadapi tekanan dan mungkin rasa sakit dari kaki yang ia tahan. Ini luka ter kilir dan nampak nya baru beberapa hari saja. Namun untuk lebih jelas nya, kami akan mendapatkan rekam medis selengkapnya Setelah Nona ini siuman." Dokter membuka balutan Kaki Crystal dan ia sudah dapat menebak apa yang terjadi pada kaki nya Crystal.

"Baik dok! namun saya ingin mantu saya tetap di rawat, setidaknya untuk satu atau dua hari kedepan Dok." Pinta Papi Nervan.

"Baik! kami akan menyiapkan kamar rawat inap!" ucap Dokter.

"Saya minta ia di rawat di ruang VIP lantai lima Dok. karena Istri saya pun di rawat di sana, agar dekat dan mudah saat kami ingin menjenguk." Pinta Papi nya Nervan Kembali. Crystal belum juga siuman.

"Ini suami nya?" tanya Dokter pada Satrio. "Bukan Dok, saya adik ipar nya," jawab jujur Satrio.

"Oh maaf, sebetulnya saya ingin bicara dengan suami nya." ujar dokter.

"Nanti Dok! saat suami nya tiba, kami akan memberitahukan nya." ucap Satrio kembali.

Setelah tidak ada hal yang harus di bicarakan Kembali, sembari menunggu Crystal siuman dan setelah menitipkan Crystal kepada suster, maka Papi Nervan dan Satrio pun menunggu di luar ruang IGD.

"Tio, Pakde masih belum mengerti apa yang sebetulnya terjadi? tadi Pakde mendapatkan pesan dari Bude mu, mereka baik-baik saja." tanya Papi Nervan.

"Hemmm ...." Satrio nampak ragu, ia sedang bingung harus dari mana ia memulai bercerita.

Sedangkan di parkiran dan dalam mobil Nervan. "Aaarrggghh .... bodoh! bodoh! bodoh! mengapa gue harus kembali menyakiti tubuh dan perasaan Cysa."

Nervan begitu menyesali perbuatannya. Ia merasa bukan dirinya, tidak Jelas dan plin-plan. Itulah yang terjadi. Namun hati kecil nya ingin di dekat Crystal, namun ego nya selalu puas saat Crystal tersakiti, baik dari kata-kata atau perbuatan nya.

"Gue bukan psyco! bukan! gue Nervan yang penyayang, mengapa gue harus menyakiti Istri gue sendiri. Walaupun kami menikah karena janji, tapi Cysa, gue nikahi secara resmi dan jujur hati gue bahagia dengan pernikahan ini. Lalu salah nya Cysa di mana? Aaarrggghh, Ya Allah ampuni Hamba!"

"Cysa?! mana dia, koq lama sekali?" ucap nya saat sadar Crystal belum juga tiba di parkiran. "Ah ya, pasti lama,tadi ia mengeluh pinggang dan kaki nya sakit. Maafkan aku Cysa!"

Nervan bergegas keluar dari mobil dan segera naik ke lantai lima. Setelah sampai di lantai lima. Nervan tidak mendapati Crystal.

"Ke mana Cysa? ah tiga kemungkinan, sudah masuk lift dan turun. Masuk kembali ke kamar Mami atau .... kabur? oh No!" pekik Nervan. Saat bergumam kata terakhir, jantung Nervan berpacu lebih cepat.

Di lantai bawah.

"Kurang ajar Nervan! ternyata begini kelakuan nya! padahal Pakde, tidak pernah mengajarkan hal buruk apalagi keji, bahkan kepada musuh perusahaan sekalipun." ucap Papi Nervan dengan amarah menyelimuti aura wajah nya.

Akhirnya, Satrio jujur dengan apa yang ia lihat dan juga ia dengar. Hingga Papi Nervan begitu marah pada Nervan.

"Maaf Pakde! Tio tidak bermaksud mengadu domba Nervan dan Pakde!" Satrio merasa tidak enak hati.

"Tidak Tio. Pakde malah sangat berterima kasih kepada Tio yang sudah jujur, namun satu hal! tolong rahasia kan kejadian ini dari Bude mu. Pakde tidak mau Bude yang bahagia baru memiliki mantu, kondisi nya kembali drop." pinta Papi Nervan dengan mata yang berkaca-kaca.

Di lantai lima, Nervan mematung di depan pintu kamar rawat Mami nya. Ia hendak masuk untuk mencari Crystal namun ragu.

Setelah menelan kasar Saliva nya, Nervan memegangi. handle pintu. Ia sudah bertekad untuk masuk ke dalam. Namun niat nya terhenti, ketika telepon nya berdering. Itu panggilan dari Papi nya.

Dengan cepat Nervan menerima nya.

"Kamu di mana Van?" / Papi Nervan.

"Di lantai lima, Pih." / Nervan.

"Papi tunggi di lantai dasar, tepat di depan pintu IGD rumah sakit." /Papi Nervan.

"Ada apa Pih ...." / Nervan.

"Sekarang!" / Papi Nervan.

"Ba-baik Pih." / Nervan.

Sambungan telepon pun terputus.

"Ada apa yah? ngapain Papi di IGD?" batin Nervan. Namun ia berjalan terburu menuju lantai dasar.

"Plak!" tangan kanan Papi Nervan yang masih cukup kekar, mendarat bebas di pipi maskulin, putih nan mulus nya Nervan.

Merah! sudah pasti, Papi Nervan menaplak nya dengan sekuat mungkin, ia menyalurkan semua emosi lewat telapak tangan nya.

"Papi! apa-apa an ini, seumur hidup, sesalah apapun Evan, Papi tidak pernah melakukan hal ini." protes kasar Nervan karena tidak terima dengan perlakuan Papi nya.

"Heh, pasti Elo yang sudah menghasut Papi. Hingga berbuat kasar sama gue?" sarkas Nervan sembari mendorong dada Satrio.

"Elo Jangan lempar kesalahan lo pada orang lain Mas!" bentak Satrio tak kalah sarkas.

Lobby yang cukup padat dan ramai. Maka kegaduhan itu menimbulkan banyak perhatian. Malah kini sudah menjadi pusat perhatian.

"Banyak bacot Lo! memang ia kan? dari dulu lo iri sama gue, apalagi setiap gue deket sama cewek, Lo selalu menggagalkan nya."

Bukh .... bukh .... Nervan membogem Satrio. "pukul Mas, kalau itu membuat Lo puas!" tantang Satrio.

"Evan, Tio cukup!"

"Untuk kamu Van! Papi melakukan itu bukan karena terhasut dengan Tio," ucap Papi Nervan.

"Lalu apa? Papi kan selalu sayang dengan dia, beberapa kali dia menggagalkan hubungan Evan dengan perempuan yang Evan inginkan, bahkan dia menggagalkan nya sebelum Evan memulai." Sarkas Nervan.

"Kenyataan nya gue melindungi Elo Mas, dari cewek yang mau manfaat kan elo karena ketampanan dan harta yang Lo miliki. Gue sadar diri. Keluarga gue banyak hutang budi dengan orang tua Lo, maka setidaknya gue Ingin Mas nya gue, tetap hidup sehat dan baik tanpa di rusak perempuan-perempuan matre itu." Pekik Tio dengan memegangi bekas pukulan Nervan.

"Brengsek. Bilang saja Lo iri!" Nervan kembali mengangkat tangan.

"Van satu kali lagi kamu pukul Tio. Maka Papi bongkar rahasia mu pada Mami dan Papi pastikan kamu tidak akan bertemu Cysa lagi." Ancam Papi Nervan.

Nervan yang siap membogem kembali Tio pun berhenti, ia hanya mengepalkan erat tangan nya, lalu ia hempaskan dengan menahan emosi nya dan bernafas berat.

"Apa maksud Papi?" tanya Nervan. "Masuk sana, lihat sendiri akibat kelakuan semena-mena mu, terhadap istri yang kamu nikahi akibat janji pada Mami." Titah Papi Nervan.

Deg! deg! deg!

Jantung Nervan berdetak lebih kuat, tubuhnya merasa sedikit panas mendengar kata-kata Papi nya baru saja.

"Pih?" tatapan Nervan memelas.

"Masuk saja!"

Nervan pun bergegas masuk ke dalam ruang IGD. Nampak lah Crystal yang tergolek lemah dan ia seperti sedang tertidur.

"Dia belum sadarkan diri Mas. Cysa pingsan setelah lo jatuhkan, lalu Lo tinggal begitu saja, brengsek Lo Mas!" ucap Tio, berakhir dengan umpatan namun pelan.

"Apa, pingsan? Cysa maafkan Mas! Cysa! bangun sayang. Mas mohon, bangun! Mas mint maaf." Nervan menangis sembari memeluk tubuh Crystal.

"Cuih!" gumam Satrio. Ia merasa jijik melihat Nervan menangis.

Bersambung ....

1
bibuk Hannan & Afnan
jangan jangan musuhnya itu ortunya crystal
Heryta Herman
angkuh sombong egois mau menang sendiri..itu sifat jeleknya papi harsyal...apalagi ya yg kurang disebut dari sifat jeleknya papi harsyal??
tlng tmn" bantu cari kejelekan sifat papi harsyal yaaa...
Heryta Herman
papi harsyal sakit jiwa
Heryta Herman
papi harsyal egois...
Heryta Herman
aneh....
Heryta Herman
ga pernah ngurusi anak" tiba" sok peduli si papi harsyal...kemaren" kemana aja pi....
Heryta Herman
huhuhu..ga banget lah..katanya trauma tapi masih bisa hubungan suami istri...
truma apa itu...lagian cysa juga sprti perempuan murahan...sangat mudah di tipu dgn kata" rayuan evan...keenakan evan...cuna segitu aja penolakan cysa...
terserah lah thor...
Heryta Herman
ga tau lah mau komen apa..orang trauma ga bisa dkt dgn si pwnyebab trauma..tapi ini...sbnte bisa di dkti sbnte tdk bisa...haaah..sdh lah...pusing sndiri bacanya...
Heryta Herman
pwnyesalanmu ga berguna van..hati yg sdh twrsakiti bisa memaafkan tapi tdk unruk melupakan sampai mari sekalipun...akan mwnjadi trauma dan boomerang untukmu suatu hari nti..terlajak perahu blh di undur,twelajak peebuatan dan kata buruk padahnya..
Heryta Herman
jngn sampai kamu menyesal van...kamu melecehkan istrimu sendiri...kamu memamg pria bejat ga punya akhlak...
Heryta Herman
ga suka cara evan yg kasar...kenapa juga cysa tdk berontak...bodoh...mau"nya di perlakukan sprti jalang...
Heryta Herman
tang ting tung crystal untung evan buntung...
hahaha....emang enak di cuekin lu van...hahaha
Heryta Herman
hhuuuhhh..dasar pelakor...ga ada malu nya yaaa...
Heryta Herman
preeeet laah...hahahaha...
Heryta Herman
cerita nya nano",thor...bikin perasaan sprti naik turun bukit dan gunung,menyebarangi sungai dan lautan...hahahaha..
Heryta Herman
evan akan menerima balasannya...dia akan jadi budak cinta yg parah...lihat saja...
Heryta Herman
makanyq evan..jngn syka swmbarqngan ngomong.. yg maha kuasa melihat dan mendengar kata" mu...semua nya akan berbalik padamu.. ingat itu
Heryta Herman
hheeeeeh..menikahi perempuqn tanpa perstujuannya...ini gimana ini...
ini kejahatan..kok bisa sih...
hadddeeeeeuuh
Heryta Herman
hiiiii..jorok banget sih..
ga apa" cysa,nti ada saatnya kamu bls perbuatan evan...sabaaar
Sunny Kwok
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!