Xeline pergi hanya meninggalkan sebuah pesan di WA
Bhima
Terimalah perjodohan dari orang tuamu.
Benar kata ibuku
aku tidak se worth it itu untuk dimiliki oleh seseorang
Semoga selalu bahagia bersama seseorang yang mencintaimu.
by Xeline NH
Trauma masa lalu Xeline membuat ia begitu yakin hal itu akan menarik Bhima pada kehidupan yang begitu gelap dan berantakan. Xeline memutuskan menjauh dari Bhima sejauh mungkin dari segala kenangan yang pernah membuatnya merasa hidup sekaligus hancur.
Bhima tetap disana. Menunggu dalam diam. Bertahun-tahun. Ia mencintai Xeline bukan dalam waktu sebentar. Ia juga tidak memberikan setengah. Cintanya utuh, meski ia ditinggalkan karena keinsecuran Xeline.
"Aku butuh kamu Xeline. Bukan kamu yang sempurna. Tapi kamu yang beserta pecahanmu yang berantakan. Aku hanya ingin kamu tetap disisiku. Selamanya bersamamu. Itulah janjiku padamu."
Akankah takdir bisa menyatukan kembali cinta mereka?
Happy Reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DUOELFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
Mara : Saat kamu meminta pacaran dengan Xeline, hal ini yang paling Ibu takutkan. Xeline saat ke trigger dengan sebuah masalah, dia hanya bisa diam. Kadang aku bertanya sesuatu pada Xeline. Kamu pengen apa? Ia hanya menjawab, aku nggak tahu aku ingin apa? Aku hanya menangis saat Xeline berkata seperti itu. Aku mengatakan sesuatu lagi padanya. Kamu sama diri sendiri saja nggak paham. Kamu nggak tahu perasaan, pikiran dan keinginan kamu. Pada diri kamu sendiri saja, kamu nggak tahu. Lantas kamu pacaran sama seseorang? Kamu nggak bisa ngertiin dia, kamu nggak tahu cara memperhatikan dia, cara membuatnya merasa nyaman di sampingmu. Orang pacaran itu saling memberi cinta dan kasih sayang, saling perhatian, saling mengerti dan lain-lain. Bila kamu saja tidak paham dengan dirimu sendiri, pasanganmu akan kamu perlakukan seperti apa? Pasanganmu akan menganggap kamu nggak care sama dia. Padahal kamu yang nggak tahu bagaimana cara mengerti orang lain. Kadang karena sering diam saja, orang pasti akan berpikir Xeline, suka sama aku nggak ya? Xeline cinta nggak ya sama aku? Padahal dia diam karena dia bingung dengan dirinya sendiri.
"Benar sekali. Kadang aku pernah berpikiran seperti ini tentang Xeline. Mengapa dia begitu stecu, seakan aku tiada berarti apa-apa baginya. Tidak mau telpon, slow respon. Aku sudah menemukan jawabannya saat ini. Saat mengerti kekurangannya, aku bukan malah ingin meninggalkannya. Malah sebaliknya. Aku ingin selalu berada di sampingnya,"batin Bhima.
Bhima : Aku pernah bicara tentang pacaran pada seseorang yang sangat aku hormati. Beliau menjawab mencintai dan menyayangi seseorang itu mahal sekali. Cinta itu mahal dan hanya hati yang mahal yang boleh mendapatkannya. Beliau juga bertanya, apa kamu mau pacaran? Terus kujawab suatu saat bila aku sudah menemukan seseorang yang tepat. Aku juga bertanya tentang kenyamanan. Beliau menjawab kalau soal kenyamanan coba kamu cerita pada seseorang yang kamu cintai. Bila ia menerima dan memberi feedback yang baik, memberi saran berarti ia juga merasa nyaman sama kamu. Kalau aku ingin sebuah hubungan yang lebih? Beliau juga menjawab coba ikuti keinginan orang yang kamu sukai. Suatu saat ia akan sadar bahwa kamu mencintainya. Bila ia tidak menyadari, cobalah kamu mencari cara lain yang hanya kamu yang tahu. Yakinlah suatu saat ia akan menyadari kalau kamu mencintainya karena cinta yang mahal hanya untuk hati yang mahal. Cinta yang setara
Mara : Sarannya bagus sekali. Ini kamu ngobrol sama siapa?
Bhima : Dengan seseorang yang sangat saya hormati
Mara : Oalah iya
Bhima : Aku hanya bingung, bagaimana cara membuat Xeline merasa nyaman denganku. Aku hanya ingin mengajak jalan keluar rumah. Aku ingin mengajaknya sekedar jalan agar ia bisa menikmati kehidupan di luar rumah yang damai dan tenang
Mara : Aku tak yakin Xeline mau melakukan itu.
Bhima : Alasannya apa?
Mara : Terlalu banyak permasalahan yang menghampiri kehidupan kami. Kadang hal itu yang membuat Xeline berpikir kalau mas Bhima mengajak pacaran Xeline. Ia pernah bilang, bila Bhima meminta putus denganku, aku akan mengiyakannya karena dia seorang cowok. Meskipun aku tidak ingin putus hubungan, tapi bila Ia memutuskan hubungan begitu saja, aku bisa berbuat apa. Aku hanya seorang perempuan. Xeline sangat pasrah sekali. Bukan karena tidak ingin berusaha dalam sebuah hubungan, tapi lebih ke sadar diri. Aku ini siapa. Kadang semua juga ingin seperti itu pada pacarnya. Merasakan kenyamanan saat ngobrol bareng bercerita dan lain sebagainya sama pacar. Saya tidak menafikan hal itu bila kamu juga ingin seperti itu saat bersama Xeline. Tapi saat ini, Xeline paling susah untuk diajak mengobrol tentang hal yang serius karena ia tidak mau terlihat sedih dan susah untuk terbuka pada hal yang bersifat pribadi karena takut orang lain tidak mau menerima kondisi dan keadaan dia yang sebenarnya atau bahkan bisa saja orang lain itu meninggalkan dia bila sudah mengetahui jati dirinya yang sebenarnya. Xeline berada dalam kondisi insecure dalam level minus saat ini
Bhima : Aku hanya ingin dia merasa nyaman saat bersamaku. Minimal untuk saat ini, aku hanya ingin dia tahu satu hal bahwa jangan pernah punya pikiran takut aku akan meninggalkannya. Itu sudah cukup bagiku
Mara : Semoga dia mau keluar bareng sama kamu ya Mas Bhima. Xeline itu orangnya memiliki trauma double. Dari rumah ada, dari sekolah lama pun ada. Kadang saya sebagai ibunya berpikir, bila mas Bhima sudah tidak kuat menjalani hubungan ini, lebih baik kamu putus sama Xeline. Saya sangat merasa kasihan bila melihat Mas Bhima dalam kondisi seperti ini karena pacaran, tapi nggak bisa seperti pacar temanmu yang lain yang pacarnya asik diajak ngobrol bercanda dan bercerita dengan pacarnya
Bhima : Nggak apa-apa kok Bu. Aku hanya kepikiran saja. Toh takdir juga sudah ada yang mengatur bukan?
Mara : Menurut saya, kalian ini seperti bukan pacaran. Ini pacaran, tapi seperti menemani proses healing pasien ke seorang psikolog
Bhima : Ibu, aku juga pernah bilang bukan tentang kesetiaan sepasang kekasih?Bukan tentang cinta, tapi siapa yang berani mengulang dari nol dengan bersama- sama dan menikmati proses. Ini aku sedang menikmati proses awal menjalani hubungan dengan Xeline. Aku berusaha mengusahakan semuanya. Saya harap Ibu bisa bersabar
Mara : Silakan mas Bhima. Tapi bila kamu sudah tidak kuat menjalani hubungan ini, saya minta Xeline kamu lepaskan nggak papa lho. Jangan memaksakan perasaan dan hati
Bhima : kalau Ibu pengen tahu, aku nggak akan pernah melepaskan Xeline apapun yang terjadi. Aku sudah berjanji tidak akan melepaskan Xeline. Bagiku, janji adalah janji dan akan tetap menjadi janji untuk selamanya. Bila tidak ada halangan yang melintang, aku akan tetap menerobosnya. Bila kita tidak kuat menghadapi masalah, pasti semua ada sebab dan alasannya. Bila tidak ada alasan dan sebab-sebab, mengapa tidak kuat dalam menghadapi masalah?
Mara : Ada pesan dari Xeline untuk Mas Bhima
Bhima : Apa Bu?
Mara : Bila ibu ada waktu, tolong Bhima Ibu bilangin. Jangan mengikuti ke kampus kelak. Aku sangat tahu dia memiliki cita dan harapan sendiri. Dia adalah harapan orang tua dan adiknya. Xeline nggak mau cita dan harapan Mas Bhima menjadi gagal hanya karena mengikuti pendidikan Xeline. Ia juga tidak mau menjadi alasan kegagalan cita dan harapan seseorang.
"Aneh. Mengapa Xeline menitipkan pesan pada ibunya? Mengapa ia tidak mengatakan hal itu secara langsung padaku? Entahlah. Aku tidak bisa menemukan jawaban atas pertanyaanku ini Tapi entah mengapa aku memiliki firasat yang tidak baik tentang hal ini. Aku hanya berharap, semoga firasatku kali ini tidak benar adanya," batin Bhima.