NovelToon NovelToon
Barista Cafe Jomblo

Barista Cafe Jomblo

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Masalah Pertumbuhan / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: santy puji

Bercerita tentang lika-liku kehidupan Barista cantik, Bulan Aisyah Permana. Kehidupannya yang semula bahagia dan baik-baik saja mendadak seperti dihantam badai besar, Ayahnya selingkuh lalu meninggalkan Bulan dan Ibunya hingga kini Bulan harus menghidupi dirinya dengan Ibunya karena ulah Ayahnya, kini Ibunya menderita struk. Bulan yang memang anak tunggal merasa bertanggung jawab atas kehidupan Ibunya.

Tidak hanya tentang kisah keluarganya saja yang begitu memprihatinkan, namun kisah cintanya juga sama pahitnya. Kekasih yang selama ini diharapkan bisa menghibur dan menyemangatinya, malah berhianat juga. Bulan dan Ibunya merasa mendapatkan nasih yang sama.

Bulan menyemangati dirinya sendiri, bahwa pasti akan ada pelangi setelah hujan badai.
Bagaimanakah kisah perjalanan keluarga Bulan beserta kisah percintaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santy puji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mau yah jadi istri Mas ....

"Kalau boleh, yuk nikah?" Bintang mengerlingkan sebelah matanya, membuat Bulan menjadi salah tingkah. Ih Mas Bin, cius nggak sih nih. Bulan deg-degan nih.

"Jangan bercanda ih Mas." Bulan mulai salah tingkah, ingin mengambil sendok saja ia malah mengambil garpu untuk mengaduk kopinya.

"Usiaku sudah bukan untuk bermain papah-mamah an kaya ABG yang sedang kasmaran Lan🤭, bukan juga untuk mencari kesenangan berpacaran yang datang membahagiakan namun pergi memberi luka, aku ingin kamu datang membahagiakan, singgah mendewasakan, dan sampai maut memisahkan apa yang kita lakukan bernilai ibadah, aku udah ganteng, ngajak nikah lagi, beda sama cowo di luaran sana, ganteng doang nggak nglamar-nglamar."

"Tapi Mas, kita baru saja kenal."

"Mengenal setelah menikah bukankah lebih asyik, kita bisa mengenal luar dan dalam lebih terbuka." Dasar yah bujang lapuk ngebet nikah, segala udah bahas luar dalam. Bikin merinding aja nih.

Serius nggak sih nih Mas Bintang, tapi kelihatan serius. Tapi apa iya sih Mas Bintang menginginkan Bulan sebagai istrinya, bukankah ini terlalu terburu-buru. Bulan terus saja meracau dalam hatinya.

"Apanya yang terbuka, lagi berbuat mesum yah." Kuncoro mengagetkan Bulan dan Bintang.

"Mesum gundulmu, ngapain sih kesini?"

"Yee, dari tadi kita-kita nungguin kopinya Bulan, lama banget sih kaya nyeduh kopi buat se RT aja."

"Nah gitu dong, ganteng juga Manly gitu, jangan jadi Melly lagi ah," ucap Bulan sambil tersenyum. Bintang langsung melotot dong waktu Bulan bilang Kuncoro ganteng pas jadi lakik tulen.

"Ada jurig, kalau aku ngondek, nanti si perkutut mau di ratain kaya jalan komplek."

Bulan tergelak, Mbak Pelangi memang galak, tapi bagus sih, kuncoro kan harus kembali ke alamnya. Eh kok ke alamnya, ke jiwanya yang sesungguhnya.

"Kamu tuh ganteng, ngapain mesti jadi Konita sih."

"Ehm, Bulan ..."

"Apa sih Mas?" Nada bicara Bulan terdengar manja, Bintang tersenyum, ia sangat menyukai suara Bulan saat memanggilnya Mas dengan nada manja.

"Kamu sudah muji dia dua kali, sedang sama aku, nggak pernah."

"Sering kok cuma dalam hati." Bintang langsung Geer dah.

"Ih, sirik aja," Celetuk Kuncoro.

"Cepetan kopinya, pada nunggu tuh."

"Iya iya ini sebentar lagi."

Kuncoro lalu kembali lagi ke ruang keluarga. Bintang mendekat kembali di sebelah Bulan.

"Lan gimana? jawaban yang tadi? aku nggak main-main lhoo, aku pengen kita langsung nikah, nggak pake lama, bukannya apa, terkadang hubungan itu kan kaya layangan, kalau putus di kejar temen, aku nggak mau cuma sekedar pacaran, nanti kita putus, Kuncoro ngejar kamu lagi." Bintang jadi teringat ancaman Kuncoro bakal berubah jadi manly, dan saat Kuncoro jadi Manly, Bulan memujinya sampai dua kali.

Bulan mengernyitkan dahinya, "Ya Allah Mas, jauh banget mikirnya."

Bintang dan Bulan kini saling berhadapan, "Bulan, izinkan aku masuk ke rumahmu, meminta izin Ayah dan Ibumu untuk memilikimu seumur hidup, aku sudah berusaha memantaskan diri tidak hanya untuk diriku, tapi juga untuk kamu. Aku ingin kamu bangga menggandeng lelaki yang bisa dijadikan tempat bergantung. Tempat berteduh. Tempat berharap. Aku nggak akan menjanjikan hal-hal muluk yang mungkin dulu pernah kamu dengar dari seseorang yang pernah singgah di hatimu. Memang itu manis, sayang, tapi bukan janji semacam itu yang ingin kujanjikan padamu. Aku berjanji akan menampilkan sisi terbaikku saat bertemu Ayah dan Ibumu. Aku akan menggenggam erat tanganmu, dengan bangga dan lantang aku akan menunjukkan bahwa kita berdua memang layak tinggal bersama. Tuhan sudah menetapkan kamu untuk jadi milikku sejak kita berada di dalam kandungan Ibu kita masing-masing. Bulan, mau yah jadi istri Bintang Alarav?"

Bulan begitu terharu, ia baru merasakan begitu dicintai dan dihargai oleh makhluk bernama laki-laki setelah perjalanan hidupnya terhianati oleh dua cintanya. Ayahnya dan mantan kekasihnya. Mata Bulan nampak berkaca-kaca.

Bulan dengan mantap menganggukan kepalanya, "Ya, Bulan mau Mas."

Bintang sangat bahagia dan bersemangat, hampir saja ia memeluk Bulan, untung saja ada suara Mamih Bela yang melengking begitu merdunya.

"Bintang," Mamih menghampiri Bintang lalu menjewernya.

"Mau apa kamu tadi hah, jangan main-main yah, Mamih panggil penghulu nih sekarang juga kalau kamu kegatelan."

Bintang nampak kesakitan, "Haduh, lepas Mih, lepas."

Mamih Bela melepaskan tangannya dari telinga Bintang.

"Mamih ih, Bintang lagi nglamar Bulan, malah di jewer."

Wajah Mamih Bela berubah menjadi semakin berseri. Tapi kemudian malah memukul lengan Bintang dengan kerasnya.

"Nggak romantis banget sih ih, nglamar kok di dapur, kamu ngirit apa pelit."

Ya Ampun Mamih rempong, fix rempong banget dah.

"Besok ajak makan malam romantis, lamar itu bawain cincin, bawain bunga, dandan yang ganteng, lah ini pake kaos oblong celana pendek, di dapur lagi, nggak modal banget,"Celetuk Mamih Bela.

Bintang menepuk keningnya, "Iya, oke oke."

Bulan hanya tersenyum melihat interaksi antara Mamih Bela dan Bintang. Bulan berharap semoga ia mendapat kasih sayang dari keluarga barunya kelak.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

(Biasa, Bulan Bintang up nya malam, munculnya juga malam, karena ini mendung, jadi up nya tambah malam😆😆 Padahal lagi gabut, ini aku pungutin sisa-sisa ide q yang berceceran😆 biar bisa terus up setiap harinya, nulis itu kadang nggak bisa tiap hari dapet ide say, kalau dipaksain nanti ndeglag akika🤭)

Jangan lupa, like, komen, vote. Selalu ditunggu 100 komentarnya.

Salam sayang,

Santypuji

1
Dwi Ratnaningsih
apa aku pembaca terakhir disini ..
RithaMartinE
luar biasa
Ayu Sari
yg di gombalin siapa eh akunya ikut mesem
Ayu Sari
baca gombalannya mas bintang bikin q mesem
Noora Iyyah
q liat pilem e dl d yt,jadi pingin cus ke novel e
Vthree Sophia
luar biasa
Oei vi
🤣🤣🤣🤣🤣
Maryana Fiqa
terimakasih banyak mba shanty telah menghibur kami pembaca 🙏🙏
ceritanya seru bagus banget 👍👍👍
semangat mba ya dgn karya selanjutnya 💪💪
Maryana Fiqa
berburu mantu😄😄😄
Maryana Fiqa
ya Allah perut aku kram dari tadi asyik ngakak aja🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maryana Fiqa
kok aku baca cerita ini perasaan ngakak terus dari tadi🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tengah malam pula di kirain cekikikan neng kun Kun lagi,,
Maryana Fiqa
aku gak bisa komen apa2 lg lihat mulut si konita keluar semburan api🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maryana Fiqa
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 burung si Kuncoro mau di sleding sm mami pakai gergaji,, asli bkin nggak banget...
Maryana Fiqa
senangnya si mami mau dapat mantu😄😄😄
Ran Aulia
terimakasih author 👍👍👍👍👍
yudi ardiansyah
👌
Asyatun 1
keren banget thoor
Tiwi Rahayu
tunggu ya Kuncoro sebentar lagi diajak duel Sama pak bos Bintang akibat lambemu yang lemes bocorin kegiatan pdkt an pak bos sama bulan 🤭🤣🤣🤣
Lha-Lha Dwi
Luar biasa
Lha-Lha Dwi
ya Allah sampai ikut nangis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!