NovelToon NovelToon
Balasan Untuk Keluarga Parasit Suamiku

Balasan Untuk Keluarga Parasit Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Hampir tiga tahun menikah, Laras dan Robby belum juga memiliki anak. Hingga suatu hari, terjadi kesalahpahaman. Robby dan Soraya, ibu Laras mengira jika Laras mengalami masalah kesuburan.

Robby memanfaatkan kekurangan Laras untuk berpura-pura menjadi suami setia yang mau menerima Laras apa adanya. Ia bahkan mengajak Laras untuk mengadopsi anak.

Hal itu membuat Robby mendapat nilai plus dari Soraya. Ia bahkan menjanjikan jabatan tinggi untuk Robby di perusahaan.

Tentu, Robby sangat senang. Ia lalu mengajak keluarga dan selingkuhannya untuk bekerjasama merebut harta dan perusahaan milik keluarga Laras.

Tapi sayangnya, Laras mengetahui semuanya. Dan kali ini, Laras tidak akan menjadi korban. Justru, Laras yang akan memastikan keluarga parasit itu kehilangan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Butuh Waktu Untuk Menenangkan Diri

Laras menarik Salsa keluar dari rumah itu dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.

"Kamu sudah mendengar semuanya, Laras! Suamimu sendiri sedang bersekongkol dengan wanita lain untuk menipumu dan menguasai harta keluargamu. Kamu masih mau diam saja?"

Laras diam, tidak menjawab. Yang ada di pikirannya sekarang hanya ingin cepat pergi dari sana.

"Laras!" Salsa melepaskan tangannya dari genggaman Laras. "Apa yang kamu lakukan, hah? Kenapa kamu jadi pengecut seperti ini?"

Laras menunduk dalam. "A-aku... "

"Aku tidak akan membiarkan mereka memperlakukanmu seperti ini!" Salsa berbalik, hendak kembali tapi, Laras menahannya.

"Sa!" Ia menggeleng pelan .

Salsa terdiam, melihat sahabatnya yang hancur. Dan, itu lebih menyakitkan daripada kemarahan yang sedang ia rasakan sendiri.

Laras menoleh ke arah rumahnya. Ia kembali terisak, mengingat suara-suara itu yang masih terngiang jelas, seolah setiap kalimat sengaja diucapkan untuk menyayat hatinya.

Ia ingin masuk, menuntut penjelasan, dan bertanya kepada Robby, kenapa pria itu tega mengkhianatinya.

Tapi, untuk apa?

Ia sudah mendengar semuanya dengan telinganya sendiri. Dan, tidak ada lagi alasan untuk berpura-pura jika rumah tangganya baik-baik saja.

Jika ia masuk sekarang, mereka mungkin akan menyangkal semuanya. Mereka bisa saja memutarbalikkan keadaan, mengarang alasan, atau bahkan kembali memperlakukannya seolah-olah dirinya yang bersalah.

Tidak. Ia tidak ingin memberi mereka kesempatan untuk melakukan hal itu.

"Aku ingin menenangkan diri ku, Sa." Laras menggenggam tangan sahabatnya. "Aku mohon!"

Melihat keteguhan sekaligus kehancuran dalam tatapan Laras, Salsa akhirnya mengalah. Ia merangkul bahu sahabatnya, membantunya berjalan menuju mobil. Lalu, ia membuka pintu untuk Laras, memastikan sahabatnya duduk dengan nyaman. Setelahnya, Salsa menutup pintu, lalu berjalan mengitari mobil dan masuk di balik kemudi.

Ia menatap sahabatnya yang duduk membisu di kursi penumpang. Kepalanya menunduk, dan menggenggam kedua tangannya erat-erat di pangkuan.

"Ras, jangan merasa kalau kamu sendirian," ucapnya lembut, meski amarahnya masih jelas terdengar dalam suaranya. "Aku ada di sini. Aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu."

Laras tidak menjawab. Ia hanya memejamkan mata, membiarkan air matanya mengalir tanpa suara.

Hari ini, ia tidak hanya mengetahui pengkhianatan suaminya. Ia juga menyadari jika orang-orang yang selama ini ia sayangi, menjadikannya sasaran sebuah permainan licik demi harta.

***

Sepanjang perjalanan, Laras lebih banyak diam sambil menatap jalanan dari balik jendela mobil. Matanya masih sembap, sementara pikirannya terus dihantui percakapan Robby dan ibunya.

Sementara itu, Salsa beberapa kali melirik sahabatnya, tetapi ia memilih tidak bertanya. Ia tahu, Laras sedang berusaha menerima kenyataan pahit jika suami yang dia cintai ternyata mengkhianatinya.

Setibanya di apartemen, Salsa segera membuka pintu dan menuntun Laras masuk ke ruang tamu. Ia mempersilakan sahabatnya duduk di sofa, lalu ia bergegas menuju dapur untuk mengambil segelas air putih untuk Laras.

"Ini, kamu minum dulu biar tenang." Salsa menyodorkan gelas itu pada Laras.

Tanpa banyak bicara, Laras menerimanya dan langsung meneguk air tersebut.

Setelah meletakkan gelas di atas meja, Laras menyandarkan tubuhnya pada sofa. Ia memejamkan mata sejenak, berusaha menenangkan pikirannya yang masih kacau.

Salsa duduk di sampingnya. Ia memperhatikan wajah Laras dengan tatapan penuh rasa khawatir sebelum akhirnya membuka suara.

"Bagaimana perasaanmu sekarang?" tanyanya hati-hati.

Laras hanya menggeleng pelan. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Sakit hati, kecewa, marah, dan tidak percaya bercampur menjadi satu. Bahkan, untuk sekadar menceritakan perasaannya sendiri, ia merasa tidak sanggup.

Salsa menghembuskan napas panjang. Ia mengepalkan tangan, teringat pembicaraan Robby dan keluarganya.

"Aku memang tidak berhak ikut campur dalam rumah tanggamu, Ras. Tapi, aku benar-benar tidak bisa diam melihat mereka menyakitimu seperti itu." Salsa menoleh, menatap sahabatnya dengan sorot mata geram. "Seharusnya, tadi kita langsung melabrak mereka. Aku ingin melihat bagaimana mereka menjelaskan semua kebusukan itu di depanmu."

Laras mengangkat wajah dan senyum tipis. Tetapi, senyum itu justru terlihat begitu menyedihkan.

"Lalu, setelahnya... Apa semuanya akan selesai?"

Salsa terdiam. Ia tidak bisa langsung menjawab pertanyaan itu karena menyadari jika Laras benar. Melabrak mereka memang bisa membuat semua orang mengetahui kebohongan mereka. Tapi, tindakan itu tidak serta-merta menyelesaikan masalah.

"Aku juga ingin melakukan apa yang kamu katakan, Sa." Laras menunduk, memperhatikan jemarinya yang saling bertautan. "Aku ingin masuk ke rumah itu dan menanyakan semuanya pada Mas Robby. Aku ingin tahu, sejak kapan dia mengkhianati ku dan kenapa dia tega melakukan semua ini padaku?"

Suara Laras mulai bergetar. Ia berhenti sejenak untuk mengatur napas sebelum melanjutkan. "Tapi, aku belum siap."

Laras menggeleng pelan. Bayangan wajah Robby kembali melintas di benaknya. Laki-laki yang tadi pagi masih bersikap manis padanya, bahkan mengingatkannya agar berhati-hati saat pergi, ternyata merencanakan sesuatu yang begitu kejam di belakangnya.

"Aku butuh waktu untuk menenangkan diri. Aku tidak ingin gegabah dan melakukan sesuatu yang justru merugikan ku sendiri," lanjut Laras.

Salsa mengerutkan keningnya. Ia tahu, Laras sangat terluka, tetapi ia juga tidak ingin sahabatnya terus-menerus menjadi korban perlakuan orang-orang yang tidak tahu berterima kasih.

"Maksudmu, kamu akan diam saja?" Salsa menatap Laras tidak percaya. "Mereka sudah mengkhianatimu, Ras! Robby bahkan mengkhianati mu dan ... Punya anak dengan wanita lain." Suara Salsa sedikit merendah.

"Aku tahu, Sa." Laras mengangguk pelan.

Ia menarik napas panjang, kemudian mengangkat wajahnya. Kali ini, sorot matanya sedikit tegas daripada sebelumnya.

"Itu sebabnya, aku ingin menenangkan diri. Aku harus bisa berpikir jernih sebelum mengambil keputusan. Aku tidak mau membiarkan amarahku membuatku kehilangan kendali." Laras mengepalkan jemarinya. "Kalau aku bertindak sekarang tanpa memikirkan akibatnya, mereka mungkin akan memanfaatkan keadaan untuk membalikkan semuanya dan menyalahkan ku."

Salsa terdiam sejenak, mencerna ucapan sahabatnya. "Kamu punya rencana?"

Laras kembali menggeleng. "Belum. Aku belum bisa memikirkan semuanya sekarang." Ia terdiam sesaat, lalu menelan ludah dengan susah payah. "Tapi, ada satu hal yang sudah aku pastikan."

"Apa itu?"

Laras menatap Salsa. "Aku ingin bercerai dengan Robby."

Kalimat itu keluar dengan suara lirih, tetapi cukup jelas untuk membuat Salsa terdiam.

Laras menundukkan kepala. Bibirnya bergetar, seolah masih sulit baginya menerima keputusan yang baru saja ia ucapkan sendiri.

"Aku ... " Ia berusaha melanjutkan, tetapi dadanya kembali terasa sesak. "Aku tidak bisa lagi hidup bersama laki-laki yang sudah mengkhianati ku seperti itu, Sa. Aku tidak tahu apakah selama ini dia pernah benar-benar mencintaiku atau hanya mengincar sesuatu dariku."

Air mata kembali menggenang di pelupuk matanya. "Aku sudah berusaha menjadi istri yang baik. Aku selalu berusaha menghormati keluarganya dan memenuhi kebutuhan mereka, meskipun mereka memperlakukanku dengan buruk. Aku bertahan karena mengira suatu hari nanti mereka akan menerimaku." Laras tertawa getir. "Ternyata, selama ini aku hanya membodohi diriku sendiri."

Salsa tidak sanggup lagi melihat sahabatnya menanggung semua rasa sakit itu sendirian. Ia segera meraih tubuh Laras dan memeluknya erat.

"Sudahlah, Ras. Kamu tidak perlu memaksakan diri untuk terlihat kuat di depanku."

Laras akhirnya membalas pelukan itu. Ia menyembunyikan wajahnya di bahu Salsa, membiarkan air matanya mengalir tanpa berusaha menahannya lagi.

"Baiklah," ujar Salsa sambil mengusap punggung sahabatnya dengan lembut. "Kalau memang itu keputusanmu, aku akan mendukungmu. Kamu memang harus menenangkan diri dulu sebelum memikirkan langkah selanjutnya."

Salsa melepaskan pelukannya sedikit, lalu menatap Laras dengan sungguh-sungguh.

"Dan, ingat satu hal. Kamu tidak sendirian. Kalau kamu membutuhkan sesuatu, apa pun itu, katakan kepadaku. Aku akan membantumu sebisaku."

Laras mengusap pipinya yang basah, lalu mengangguk kecil.

"Terima kasih, Sa. Aku benar-benar bersyukur kamu sudah kembali."

Salsa tersenyum tipis dan kembali menggenggam tangannya. Setidaknya, untuk saat ini, ia ingin memastikan Laras memiliki seseorang yang bisa dipercaya di tengah kehancuran rumah tangganya.

1
Fey mldn
jangan2 nama firma hukum Arras singkatan dari Aryan dan Laras 🤔🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Ah, kakak ni....Janganlah bikin Aryan Malu😆
total 1 replies
Ma Em
Ayo Laras kamu hrs gercep jgn sampai Robby menguasai semua harta yg Laras punya .
Ayudya
ayo Laras buat keluarga Robby menderita🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
bagus Laras lebih cepat kamu cerai dari Robby itu lebih bagus kamu harus tegas dan badas biar Robby dan keluarga tau siapa laras🤣🤣🤣🤣🤣
Ma Em
Laras hrs cerdik jgn sampai bisa dirayu Robby dan masalahmu jgn dipendam sendiri Laras lbh baik kasih tau Aryan dan minta tolong pada Aryan
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Siyap🫡🫡
total 1 replies
Fey mldn
mungkinkah Laras menelepon Aryan, untuk meminta bantuan masalah perceraiannya🤔🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Dia telp aku, kak🤭
total 1 replies
Fey mldn
Roby......... penghianat yang berkedok cinta
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Mokondoh😆
total 1 replies
Ma Em
Laras cepatlah buka kedok Robby yg sdh selingkuh dgn Maya dan lbh baik Laras minta tolong sama Aryan saja kalau Aryan pengacara agar bisa cepat lepas dari para benalu .
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Ya Allah, efek ngantuk. ku baca Kodok 🤧 Maaf, kak.
total 1 replies
Muft Smoker
si Robby harus ny kmn2 bawa kaca ,, biar bisa bercermin dlu kalo mau bicara ,, biar gx malu2in diri sndrii🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker: siiip kak🤭🤭🤣🤣🤣
total 4 replies
Muft Smoker
suami masa depan pak robby
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🫣
total 2 replies
Muft Smoker
hei mokondoo ,, ad gx sadar apa amnesia dadakan ,, situ juga sering menanam jagung di kebun nona ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,,, km siapa???km manusia kah??

POV Maya : 😒😒😒😒😒😒😒😒
total 6 replies
Fey mldn
benar Laras apa kata hatimu,kamu minta tolong Aryan untuk membantu semua masalah yang kamu hadapi 🤔🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Gass/Determined/
total 1 replies
Muft Smoker
bnr2 keluarga benaluu ,,
😒😒
Muft Smoker: jadiin gelandangan kak ,, udh cukup mereka nikmati hidup mewah ny
total 2 replies
Ma Em
Ayo Laras kumpulkan bukti perselingkuhan Robby dgn Maya lalu buat mereka menyesal karena sdh membohongi Laras , cepatlah usir para benalu itu .
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Siyap, laksanakan 🫡
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker: lngsung mampir kak
total 2 replies
Kustri
tes dna ras
Kustri
hahaaa... roby buaya ternyata dikadalin maya🤣🤣🤣
Kustri
gelang aryan pasti dr laras, yakan thor✌
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Ah, kakak bisa aja🤭
total 1 replies
Kustri
maya baru datang qu sdh menduga pasti selingkuhan roby
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
total 1 replies
Kustri
aryan yg akhir'a jd suami laras✌

itulah klo othor tdk tidur, pasti akan terbongkar wlo blm semua terbukti
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Setiap malam, aq tidur lho, kak 🤧
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!