NovelToon NovelToon
Masuk Ke Tubuh Selir Terlupakan

Masuk Ke Tubuh Selir Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Elara terjebak dalam novel–bukan sebagai pahlawan, bukan juga sebagai penjahat, melainkan selir yang bahkan namanya kerap terlupa.

Lebih dari itu, ia adalah orang yang hanya ingin hidup tenang, bermalas-malasan, bahkan terlalu malas untuk melafalkan dialog yang ditetapkan untuknya.

Oleh sebab itu, sebagai tokoh pendukung yang bangkit dari kematian, ia tak berniat menuntut balas? Ia memilih tak ikut campur sedikit pun.

Namun, bagaimana jika alur malah berbalik dan membuatnya menjadi tokoh utama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

"Ruang tunggu," Elara menjelaskan dengan nada sabar, seolah-olah ia sedang menjelaskan konsep antrian di bank kepada neneknya. "Di desa kuno saya, kalau Anda datang ke kantor pemerintahan dan belum jelas urusan Anda masuk kategori apa, Anda duduk di ruang tunggu. Nanti ada petugas yang memanggil Anda berdasarkan nomor antrian."

Elara mengangkat satu jari. "Logikanya sederhana. Dewa Matahari itu Maha Bijaksana, kan? Kalau Dia Maha Bijaksana, Dia tidak akan membuang jiwa ke tempat yang salah hanya karena orang itu 'abu-abu'. Itu tidak efisien. Lebih masuk akal kalau ada sistem antrian di alam baka. Jiwa yang jelas baik langsung masuk surga. Jiwa yang jelas jahat langsung masuk neraka. Jiwa yang abu-abu? Mereka duduk di ruang tunggu sampai ada audit lebih lanjut."

Valerius menatap Elara. Mulutnya sedikit terbuka. Para pendeta di belakangnya saling berpandangan dengan bingung.

"Itu.. itu bukan doktrin resmi," kata Valerius pelan.

"Tapi itu logis, kan?" Elara menatapnya. "Kalau Dewa Maha Bijaksana, sistem-Nya pasti efisien. Sistem yang hanya punya dua kategori untuk miliaran jiwa itu tidak efisien. Itu namanya binary classification yang buruk. Di desa kuno saya, bahkan sistem penyortiran sampah punya empat kategori."

Seorang pendeta tua di belakang Valerius terbatuk. "Eh.. secara teknis argumen tentang efisiensi Ilahi itu.. tidak sepenuhnya salah secara teologis.."

Valerius menoleh dan menatap pendeta itu dengan tajam, membuat pria tua itu langsung diam.

"Baiklah," ucap Valerius, suaranya sedikit lebih tegang. "Pertanyaan kedua. Seorang petani miskin menemukan sekantong emas di ladangnya. Emas itu jatuh dari kereta seorang pedagang kaya yang tidak menyadarinya. Jika petani itu mengembalikan emas itu, ia akan tetap miskin. Jika ia menyimpannya, ia bisa memberi makan keluarganya selama setahun. Apa yang harus ia lakukan menurut hukum Dewa?"

Ini adalah pertanyaan moral klasik yang dirancang untuk menjebak. Jawaban "mengembalikan" menunjukkan kesalehan tapi mengabaikan penderitaan. Jawaban "menyimpan" menunjukkan empati tapi dianggap pencurian. Kedua jawaban bisa didebat sebagai bidat tergantung interpretasi.

Elara menatap Valerius. "Petani itu harus mengembalikan emasnya."

Aurelia tersenyum puas. Akhirnya, jawaban yang bisa diserang.

"Tapi," lanjut Elara, "dia harus mengembalikan emasnya sambil melaporkannya kepada petugas pajak lokal sebagai 'temuan harta tak bertuan'. Berdasarkan hukum sipil Aethelgard pasal 47 ayat 3 tentang Temuan dan Penemuan, barang yang ditemukan harus dilaporkan dalam waktu tiga puluh hari. Jika pemilik asli tidak mengklaim dalam waktu sembilan puluh hari, barang itu menjadi milik penemu setelah dipotong pajak sepuluh persen."

Elara menatap Valerius dengan tatapan datar. "Jadi, petani itu mengembalikan emasnya, pedagang kaya mendapatkannya kembali, dan petani itu mendapat hadiah temuan yang sah secara hukum. Kalau pedagang kaya itu baik, dia mungkin memberi petani itu bonus. Kalau tidak, setidaknya petani itu sudah membangun reputasi sebagai orang jujur, yang bisa dia gunakan untuk mendapat pekerjaan yang lebih baik. Itu namanya long-term investment in personal branding."

Keheningan yang absolut.

Valerius menatap Elara seolah-olah ia baru saja melihat seseorang menyelesaikan teka-teki rubik dengan kaki sambil makan mie.

"Itu.. itu bukan jawaban teologis," kata Valerius, suaranya terdengar sedikit putus asa.

"Itu jawaban praktis," koreksi Elara. "Dewa Matahari memberi manusia otak untuk berpikir, bukan hanya untuk berdoa. Kalau petani itu mengembalikan emas tanpa strategi, dia tetap miskin dan keluarganya tetap lapar. Itu bukan kesalehan, itu kebodohan yang berkedok moralitas. Dewa tidak suka orang bodoh."

Pendeta tua yang tadi terbatuk kini mengangguk-angguk dengan antusias. "Dia benar tentang pasal 47 ayat 3! Saya pernah membacanya! Hukum sipil memang mengatur itu!"

Valerius menatap pendeta itu lagi, kali ini dengan tatapan yang bisa membekukan air.

"Pertanyaan terakhir," ucap Valerius, suaranya kini terdengar lebih rendah dan lebih berbahaya. Ia melangkah lebih dekat ke Elara. Udara di sekitarnya terasa semakin dingin. "Ini bukan pertanyaan dari kitab suci. Ini adalah pertanyaan dari saya pribadi."

Valerius mencondongkan tubuhnya, menatap tepat ke manik mata Elara.

"Siapa kau sebenarnya?"

Pertanyaan itu sederhana, tapi bobot di baliknya sangat berat. Elara bisa merasakan bahwa ini bukan pertanyaan tentang identitas sebagai selir. Valerius sedang bertanya tentang sesuatu yang lebih dalam. Seolah-olah ia bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang salah tentang jiwa Elara.

Untuk pertama kalinya sejak ia terbangun di dunia ini, Elara merasakan dingin yang nyata merambat di tulang punggungnya. Tanda di pergelangan tangannya berdenyut pelan.

Dia tahu, atau setidaknya, dia mencurigai. Inkuisitor ini bukan NPC biasa. Dia punya kemampuan spiritual yang nyata.

1
Wega Luna
disini elara harus mematuhi peraturan novel kah? lah kalo emang gitu ngapain harus dihidupkan lagi di novel ? kan aneh sudah ditime travel eh GK boleh ngerubah alur ceritanya,🙏
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Wega Luna
ternyata yg gelap itu putri mahkota aurelia sendiri🤣🤣🤣🤣🤣apa pendetanya buta semua yh,,,,wahai dewa matahari tunjukkan kuasamu untuk menghukum si aurelia gelap ini
Wega Luna
sederhana jawabannya dari awal kamu masuk ke tubuh ini seharusnya sudah berfikir dampak nya jika berbeda jiwa dan berbeda sifat ,kamu memilih menjadi diri sendiri tapi tidak berfikir dampaknya, jawab saja saya dihidupkan dewa lagi
Ray
🤣🤣🤣
Ray
🤭🤭🤭
Wega Luna
yg mau gimana lagi ,kamu sendiri lebih mentingin tidur daripada waspada , setidaknya harus bisa jaga diri apalagi hidup di kerajaan.
Ray
🤣🤣🤣
Ray
😄😄😄😄😄
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣GK takut gemuk kah nih anak makan tidur makan tidur GK aktivitas lain gitu
Wega Luna
akhirnya nira sekarang naik tingkat menjadi asisten pribadi elara sudah bawa buku dan pena kemana mana🤣🤣🤣🤣🤣🤣, mencatat hal hal random ,jadi ingat pertama kali jadi sekertaris🤣🤣🤣🤣diajak bos rapat atau ketemu klien harus ada memo pad dan stylus pen🤣🤣🤣jadi kebiasaan sampai sekarang,malah sekarang pake iPad 🤣🤣🤣dan kebiasaan itu nurun ke anak anak ku🤭🤭
Wega Luna
lucian itu kosakata bahasa modern,,,sebagai orang jaman purba kamu tidak akan paham🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
ayo digas elara,,,, keluarga mu itu perlu diberi kursus privat sedikit🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli
gitu donk thor kalau punya cerita yang sering kocaknya biar kagak stres 🤭🤭🤭🤭
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kayaknya nanti sampai ending kalo kocak gini seru banget loh no drama drama ,selir elara harus pintar ngedrama biar lucian panjang umur kasian stress mikirin haremnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
ayo elara,,,kita bully selir badut ini🤣🤣🤣🤣🤣 tunjukkan kekuatan mu
Wega Luna
mantap ,👍👍👍ayo elara ajari mereka yg namanya perekonomian, pembukuan,dan bisnis 🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣itu adalah pelajaran pembukuan sederhana versi anak smk,,,,,lucian 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
lebih cocok jadi penasehat kerajaan daripada selir🤣🤣🤣🤣🤣
👑Lenny💣
Di tunggu kepanjutan nya, semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!