NovelToon NovelToon
Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Vampir / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi Wanita
Popularitas:51.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Xavier benci dua hal di dunia ini, kekacauan dan bulu kucing. Sebagai seorang mafia yang disegani hidupnya harus selalu steril dan terkendali.

Namun, semua itu hancur saat seekor kucing liar yang ia temui tiba-tiba berubah menjadi gadis cantik nan polos bernama Luna.

​Luna tidak tahu cara menjadi manusia. Dia berisik, manja, dan hobi mengacaukan ruang kerja Xavier yang rapi.

Xavier ingin mengusirnya, tapi setiap kali melihat mata bulat Luna, hatinya goyah.

Bagaimana bisa sang pemangsa justru tak berdaya di tangan mahluk manis seperti Luna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24

“Xavier! Dengarkan aku, gadis ini pandai bersandiwara. Dia yang lebih dulu menggigit tanganku tanpa alasan!” seru Catherine dengan nada yang dibuat semalang mungkin sembari menunjukkan bekas kemerahan di pergelangan tangannya. “Padahal, aku hanya ingin berkenalan baik-baik, tapi dia menyerangku seperti binatang buas!”

“Bohong! Dia bohong, Sapir!” potong Luna dengan suara lantang. Ia berdiri tegak, tak lagi menunjukkan sisi lemahnya di depan wanita angkuh itu. “Dia yang menyeret Luna dan bilang Luna harus pergi. Katanya Luna sampah, bau, bahkan dia bilang Luna pembawa sial! Luna tidak suka disebut pembawa sial!”

Luna menatap tajam ke arah Catherine. Jika memang dia salah, Luna akan mengakuinya. Namun, jika dia diperlakukan tidak adil seperti ini, insting liarnya bangkit. Dia tidak akan pernah mau mengalah pada manusia yang menganggapnya rendah.

“Kau yang berbohong, Dasar Gadis Hutan!” bentak Catherine.

“Kau yang tukang fitnah, Manusia Berisik!” balas Luna tak kalah sengit.

“Cukup!” Xavier melangkah mendekat, matanya yang dingin menatap Catherine seolah wanita itu adalah kotoran yang mengganggu pemandangan. “Aku tidak peduli tentang apa pun yang keluar dari bibirmu. Yang jelas, aku melihat Luna-ku yang terluka.”

Catherine terdiam seribu bahasa. Wajahnya pucat pasi. Tangannya terkepal erat di sisi tubuhnya. Ia tak menyangka Xavier akan bersikap sedingin itu padanya, bahkan tanpa menanyakan kronologi versinya. Xavier benar-benar menganggapnya tak lebih dari debu yang tak terlihat.

Gerry, yang melihat suasana mulai mereda, mendekati Luna dengan cemas. “Apa ini sakit, Nona?” tanya Gerry lembut saat melihat Luna meniup-niup pergelangan tangannya yang memerah. Ia juga melihat dahi Luna yang mulai membiru akibat benturan meja.

“Iya, sakit. Kepalaku juga,” jawab Luna dengan jujur.

“Biar saya obati, Nona. Saya punya kotak P3K di laci,” tawar Gerry tulus.

“Terima kasih, manusia baik,” ucap Luna sembari tersenyum tipis.

Melihat interaksi mereka berdua, rahang Xavier mengeras. Ada rasa panas yang menjalar di dadanya melihat Gerry begitu perhatian pada Luna. Ia tidak terima miliknya diperhatikan secara intim oleh sang asisten, meski itu untuk tujuan mengobati.

“Mari ikut saya ke kursi sana, Nona. Saya akan kompres dahinya,” ajak Gerry sembari hendak menyentuh tangan Luna untuk membimbingnya duduk.

“Lepaskan tangannya, Gerry!” seru Xavier dengan nada sedingin es. Ia bergegas menyambar tubuh Luna. “Biar aku yang melakukannya! Kau, urus wanita ini. Berikan hukuman yang setimpal karena sudah membuat keributan di kantorku.”

Xavier memberikan mandat pada Gerry tanpa memandang Catherine sedikit pun. Ia seolah sudah membuang Catherine dari daftar manusia yang perlu ia ajak bicara.

Gerry pun mengangguk patuh. “Baik, Tuan. Saya mengerti.”

Xavier langsung membopong Luna dalam dekapannya. Karena sudah muak berada di ruangan yang berantakan itu, ia pun segera berbalik menuju lift pribadi untuk menuju mobil.

Luna hanya diam, menyandarkan kepalanya di bahu Xavier, merasa aman dalam dekapan pria yang ia panggil Sapir itu.

Sementara itu, Catherine hanya bisa menghentakkan kakinya dengan kesal. Air matanya hampir tumpah karena malu dan marah. “Awas kau, Vier! Kau akan menyesal karena lebih memilih gadis liar itu!” geramnya sebelum akhirnya diseret keluar oleh Gerry dan para pengawal.

*

*

Di sisi lain, jauh di dalam jantung hutan yang rimbun, suasana di sebuah pondok kayu mungil tampak sangat kacau. Elisa, sang ibu peri yang merupakan sahabat Luna, tengah mondar-mandir dengan gelisah.

Ia terbang ke sana kemari menggunakan tongkat ajaibnya yang unik, berbentuk bulan sabit dengan hiasan bintang di ujungnya. Sesekali Elisa mengayunkan tongkat itu ke udara, merapalkan mantra dengan mulut komat-kamit.

“Ayo, tunjukkan di mana Luna! Tunjukkan wajah si kucing nakal itu!”

Sayangnya, setiap kali mantra ia ucapkan, hanya muncul kepulan asap hitam yang berbau gosong. Tidak ada bayangan Luna di dalam bola kristalnya.

“Ada apa dengan tongkat bodoh ini? Kenapa tidak berfungsi? Aku bahkan tidak bisa melihat di mana Luna berada!” tanyanya pada diri sendiri dengan nada frustrasi. “Apa jangan-jangan dia dalam bahaya? Tapi, kucing itu biasanya selalu bisa menjaga dirinya sendiri dengan cakarnya yang tajam.”

Elisa terus mencoba. Ia tidak akan menyerah sampai tahu nasib sahabatnya. Ia menarik napas dalam-dalam, mengumpulkan energi sihir di ujung tongkatnya.

“Mari coba sekali lagi dengan kekuatan penuh! Hokus fokus terulala... tunjukkan Luna segera!”

Masih sama, tidak ada reaksi.

“Bam salabam abera kadabera hom... muncul lah!”

Boom!

Sebuah ledakan terjadi tepat di depan wajah Elisa. Bukannya menunjukkan keberadaan Luna, sihir itu justru memantul dan mengenai dirinya sendiri. Tubuh Elisa terpental menabrak lemari ramuan hingga ia jatuh pingsan di lantai kayu.

Beberapa saat kemudian, Elisa mengerang pelan. Kepalanya terasa sangat berat. Saat ia mencoba membuka mata, pemandangan di sekitarnya tampak berkali-kali lipat lebih besar dari biasanya. Ia mencoba berdiri, tapi ia merasa ada yang aneh dengan kakinya. Kaki itu terasa pendek dan berbulu.

Elisa menatap ke arah cermin besar di pojok ruangan dan seketika matanya membelalak.

“Meong?!” (Hah?!)

Elisa terlonjak kaget. Di dalam cermin, ia tidak lagi melihat gadis penyihir berambut ungu, melainkan seekor kucing hutan berwarna putih dengan telinga runcing dan mata biru muda.

“Huwaaaa! Kenapa?! Kenapa tubuhku kembali seperti dulu?! Tidak! Aku tidak mau menjadi kucing lagi. Susah payah aku semedi ribuan tahun!” teriaknya dalam bahasa kucing.

“Dasar mantra sialan!” Elisa berguling-guling di lantai dengan frustrasi. Nasibnya kini sama dengan Luna.

1
Keysha Aurelie
Vier manusia setengah vampir , hanya Luna yang mampu menjadi penakluk Vier, kelihatan bukan Vier jodoh sejati nya Luna

Yuk Vier dengan kemampuan monster mu temukan Luna😂
partini
is ok jiwa monter nya nanti hilang dalam pelukan Luna di meong meong cute
Dede Maesaroh
haish😡
Hesty
rumit bmgettt kapan mereka punya knxa
angel
adohhh bakal rumittt nih ketemu nya🙃😭,kok mimi peri bohong ke luna ya? padahal di part berapa ya kalau luna udah berhubungan in*** luna bakal jadi manusia seutuhnya berarti bener kata luna.kalau mimi peri hanya memanfaatkan luna,kasian bangetttt luna😔
angel: up lagi thorrr
total 1 replies
Tiara Bella
kasian Luna salah paham....
MamDeyh
/Scare//Scare//Scare/
Keysha Aurelie
kacau ini
Vier ldr dari kesayangan nya
Al Fatih
aduuuh,, Luna koq jadi salah faham sama Xavier sih 😭,, perasaan ku jadi ga enak nih 😭😭😭
Eva Karmita
kejar Luna Sapir jgn sampai Luna jadi mimi peri
angel
up lagi thorrrrr,makin seruu nihhhh.kira" meraka bakal ketemu gak ya🤔😔,jangan lama" buat meraka jumpa thorrr🤭
🇮🇩
aku terjebak difiksi ini🌚
Al Fatih
Luna...,, koq kamu milih pergi....,, Xavier akan menggila...,, sebenarnya apa tujuan Elise meminta Luna untuk balik k hutan....🤔
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Mita Paramita
udah resmi milik Xavier nih Luna meow 🤣🤣🤣
Hesty
uup lgi... dn lnjut lgi
Keysha Aurelie
lanjut kak tetap semangat, terimakasih up nya

Vier mulai berubah lagi jadi monster dengan mata merah , Elisa apa lagi rencana mu terhadap Luna

Keren sih kalau Vier bisa sampai ke negeri dunia Luna ,semegah apa istana kucing itu
sekarang Luna sudah benar benar jadi manusia dan sudah bisa pakai baju sendiri
🇮🇩
pasti hepi ending kan?🥺
comelciripa
lha...podo seng omong🤭
Eva Karmita
semoga Sapir dan Luna bisa bersatu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!