NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Fantasi
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Tidak pernah terpikirkan oleh Sarah bahwa dirinya akan diberi kesempatan kedua untuk kembali hidup.
Seumur hidup, hanya ia habiskan untuk berfoya-foya dan mengajar cinta Marvin yang tak pernah ia miliki hingga akhir hayatnya. Tak segan Sarah mencelakai wanita yang dicintai Marvin, Kayla. Namun di kehidupan sebelumnya, meskipun Sarah sering membawa kesialan dan membuat hidup Marvin dan Kayla menderita, mereka masih berbaik hati memberi Sarah bantuan ketika gadis itu sedang menghadapi masalah ekonomi karena ayahnya yang bangkrut.
Di kehidupan kali ini, Sarah hanya ingin mencoba membahagiakan dirinya sendiri dan melepas cinta pertama yang begitu membekas bagi dirinya.
Tapi siapa yang sangka kehidupan keduanya ternyata lebih rumit daripada yang Sarah bayangkan. Ia ditimpa bertubi-tubi kenyataan yang membuat logikanya tidak lagi berjalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

"Sar, dengar gue baik-baik."bisikan itu membuat sekujur tubuh Sarah tiba-tiba merinding. Ia tidak pernah melihat sosok Marvin sedingin ini sebelumnya.

"Gue..."

Sarah menelan salivanya.

"Gue pernah bunuh orang."

Marvin menarik kepalanya menjauh dari Sarah, matanya menyorot tajam ke arah Sarah yang sedang memasang ekspresi terkejut.

Sudut kanan bibir Marvin sedikit tertarik ke atas." Lo tau, gue gak pernah bercanda." Dari sorot mata laki-laki itu kini Sarah tau jika dia memang sedang tidak berbohong.

Kedua tangan Sarah terkepal erat, matanya bergulir menghindari tatapan laki-laki itu. Gadis itu menundukkan kepalanya tanpa bisa berkata-kata lagi.

"Sebaiknya lu pulang sekarang." Kata Marvin dengan suara pelan bahkan hampir terdengar lirih. Namun suasana malam yang tenang membuat perkataan laki-laki itu jelas terdengar di telinga Sarah.

Tiba-tiba tangan Sarah meraih tangan Marvin. Ia menggenggam tangan laki-laki itu dengan erat." Gue- gue juga."

Laki-laki itu menghela napas lelah, ia rasa tidak ada lagi yang harus ia bicarakan dengan gadis ini. " Cukup, gue gak mau-"

"Gue juga pernah membunuh." Genggaman tangannya mengerat, ingatan tentang dirinya yang pernah membunuh anak Kayla menyeruak di kepalanya. Jadi ia tidak berbohong, meskipun sekarang merasa bersalah itu kembali hadir.

"Sarah!"

Marvin terlihat frustasi, wajah laki-laki itu memerah karena marah. Matanya yang semula tajam tiba-tiba berkilat, bahkan Sarah bisa melihat berat leher laki-laki itu yang menonjol.

"Cukup." Jari telunjuk laki-laki itu mengarah tepat di wajah Sarah." Jangan mencari tahu terlalu jauh. Gue benci masa lalu gue di bukit oleh siapapun. Baik Kayla maupun Lo."

Setelah mengucapkan itu, Marvin menyeret tubuh Sarah dan memaksanya untuk keluar.

"Marvin!" Teriak Sarah Karena kesal dan berusaha melepaskan cengkraman laki-laki itu yang mulai terasa menyakitkan di pergelangannya.

Setelah Sarah berhasil dibawa keluar dari kedai, Marvin segera menutup pintu lalu menguncinya tanpa mengatakan sesuatu apapun kepada Sarah.

Sarah mendengus kesal. Marvin benar-benar laki-laki yang paling keras kepala, jahat dan tidak berperasaan yang pernah dirinya kenal.

Gadis itu lalu memutar tubuhnya dan berjalan menuju mobil. Sepanjang perjalanan menuju rumah, otaknya kembali berpikir. Apa sebenarnya yang terjadi pada Marvin dua tahun yang lalu? Setelah mendengar cerita Kayla, kepribadian laki-laki itu benar-benar berubah menjadi lebih dingin.

Gue pernah membunuh orang.

Ucapan Marvin kembali terngiang di kepalanys. Apa saat itu,,Marvin benar-benar membunuh seseorang?

...

Setelah kejadian malam itu, Sarah tidak pernah bertemu dengan Marvin lagi. Baik di sekolah maupun tempat di mana laki-laki itu bekerja, ia tidak bisa menemukan laki-laki itu kecuali pada saat jam pelajaran. Sarah harus diam-diam mengintip ke kelasnya, baru setelahnya ia bisa melihat laki-laki itu.

Seperti sekarang ini.

Sarah memilih untuk bolos dan berdiri di depan kelas laki-laki itu. Setiap kali ada seseorang yang melintas, Sarah dengan cekatan berakting seolah-olah Dia baru saja keluar dari toilet.

Bagaimanapun hari ini, Sarah harus bicara dengan laki-laki itu. Ia akan bertanya mengapa laki-laki itu menghindarinya.

Lalu...

Lalu apa?

"Kamu ngapain di depan sini?"

Ucapan itu mengejutkan Sarah. Gadis itu buru-buru menegakkan tubuh saat melihat salah satu guru Tengah berdiri di depan pintu kelas dan kini sedang menatapnya dengan keheranan. Pria itu baru saja keluar dari kelas setelah selesai mengajar.

"Eum anu pak, saya cari teman saya."

"Emangnya kelas kamu sudah selesai dari tadi?" tanya gurunya.

"Iya pak," ucap Sarah berusaha untuk tidak gugup.

"Siapa yang mengajar di kelas kamu hari ini?"

"Duh, anu pak Adam."

Guru tersebut mengernyit." Tumben, biasanya pak Adam selalu mengajar tepat waktu bahkan bisa lebih lambat."

Sarah menelan salivanya." Itu pak,,anu,,duh-"

"Loh, Sarah? Ngapain di sini?" Suara Alvian yang tiba-tiba menginterupsi percakapannya dengan guru itu membuatnya menghembuskan nafas lega.

"Nyariin bos Lo ya?"

"Bukan!" Jawab Sarah dengan cepat, lalu melirik sedikit ke arah gurunya," gue lagi nyari Kayla."

Setelah itu gurunya melirik sebentar kemudian pergi tanpa menanyakan apapun lagi, sekali lagi dia menghela napas lega.

"Kayla, ada Sarah!" Seru Alvian dengan suara yang sangat keras sehingga seisi kelas langsung mengalihkan perhatiannya. Meskipun Sarah merasa sedikit malu, ia melirik ke arah Marvin sehingga tanaman mereka berdua bertemu. Tidak seperti dirinya yang tertegun, laki-laki itu justru hanya menetapnya dengan ekspresi datar dan dingin, bahkan laki-laki itu yang memutuskan pandangan mereka terlebih dahulu.

"Yuk." Ucap Kayla saat ia sudah berdiri di depan Sarah.

"Hah?" Sarah melongo saat tiba-tiba Kayla mengajaknya untuk pergi.

"Lu bukannya ke sini nemuin gue karena mau ngajak gue ke kantin?"

"Oh, iya kita kan mau pergi ke kantin," Sarah pun merangkul lengan Kayla untuk pergi.

"Tapi Tamara mana?"

Karena Sarah tadi bolos, jadi ia lupa bahwa temannya yang satu itu tertinggal di kelas.

"Sarah!" Seru sih orang gadis yang tiba-tiba muncul dari arah belakang," jahat banget sih, Lo bolos gak ngajak gue!" Sepersekian detik kemudian mulut Tamara segera dibungkam oleh Sarah.

" Jangan keras-keras ngomongnya," bisik Sarah kesal.

"Lo bolos?" Kini Kayla yang terlihat syok." Kenapa?"

"Aw!" Sarah melepaskan tangannya yang membekap gadis itu karena kakinya diinjak keras oleh Tamara.

"Iya jawab Lo. Kenapa bolos gak ngajak gue?" Kesal Tamara sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

"Udah lah, gak usah di bahas. Mending kita ke kantin aja, gue udah lapar." Ucap Sarah kemudian pergi begitu saja tanpa memberikan penjelasan apapun.

Tamara dan Kayla pun mengekor menuju kantin. Karena kantin masih cukup sepi mereka langsung memesan makanan dan membawa nya ke meja. Setelah duduk, baik Tamara maupun Kayla terus memperhatikan Sarah.

"Lo berdua kenapa si?" tanya Sarah mulai risih.

"Gue tahu dulu emang sering bolos karena ikut teman-teman Lo yang gak bener itu. Tapi sekarang gue nggak yakin alasannya apa," tanya Kayla curiga." Lo ke kelas gue bukan karena Meu nemuin gue kan? Terus Lo mau ngapain datang ke kelas gue?"

"Sarah ke kelas Lo?" Tanya Tamara sambil menatap Kayla untuk meminta penjelasan dan hanya ditanggapi anggukan oleh gadis itu.

Sarah menopang dagu dengan tangan kirinya lalu menghela nafas.

"Lo kenapa si? Tau gak Kay, dia tuh kayak gini dari kemarin. Setiap kali gue tanya kenapa, dia nggak pernah jawab. Kelakuan dia kemarin-kemarin persis kayak gini, heran gue." Oceh Tamara sambil menggelengkan kepalanya.

"Atau jangan-jangan Lo.." Tamara menjeda ucapannya namun matanya tiba-tiba melirik ke arah lain." Eh itu ada Marvin," lanjutnya.

Secepat kilat Sarah menoleh, namun orang yang disebut namanya tadi tidak menampakkan diri di manapun. Sial, sepertinya ia tertipu. Saat kembali menoleh, ia mendapati tatapan curiga dari kedua temannya.

"Oh, ternyata nyari kakak gue."

"Lo ngejar dia lagi, Sar?" tanya Tamara.

Sarah lagi-lagi hanya menghela napas.

Sebenarnya untuk sekarang ia sudah tidak mengejar cinta laki-laki itu. Ia sudah benar-benar melepaskan Marvin, tapi ia tidak tahu mengapa saat bersama dengan laki-laki itu ia selalu mengharapkan sesuatu. Namun terlepas dari itu, sekarang Sarah hanya ingin memiliki hubungan baik dengannya.

"Sar, lo nggak ngomong apa-apa kan sama kakak gue tentang apa yang gue ceritain kemarin?" Tanya Kayla waspada.

Salah menelan salivanya. Matanya berkedip beberapa kali, lalu pandangannya bergerak ke arah lain menghindari untuk menatap Kayla.

"Lo..."

"Maafin gue Kay, gue keceplosan." Sarah menatap Kayla dengan tatapan bersalah.

Kayla menggebrak meja sehingga membuat Tamara dan Sarah terlonjak, dan hal itu juga menarik perhatian orang-orang yang ada di kantin.

"Gue kan udah bilang, kalau Marvin nyuruh gue nyimpan rahasia ini dari siapapun. Gue kasih tahu semua mengenai hal ini karena gue percaya. Tapi lu malah ngasih tahu kakak gue?" Kayla menatap Sarah dengan tatapan kecewa.

Sarah mengambil tangan Kayla untuk ia genggam. Maafin gue Kay. Gue cuma berniat buat bantuin lo."

"Bantu apa, Sar?" Kayla menahan diri, ia rasa air matanya akan keluar sebentar lagi. Sungguh, ia sangat kecewa kenapa Sarah sampai ceroboh memberitahu Marvin mengenai hal ini.

"Kayla, gue mohon."

"Lu tahu kenapa aku nggak pernah mempermasalahkan masa lalu kakak gue sampai detik ini?" Kayla menatap Sarah dengan penuh arti." Karena gue tahu, kalau belum mungkin masalahnya itu sama saja aku membuka kembali luka lama Marvin."

Sarah membisu, ia menggigit bibir bawahnya untuk menahan gejolak emosi yang menghantam hati nuraninya.

"Kayla udah. Lo tenang dulu ya." Tamara berusaha menjadi penengah. Ia bahkan tidak jadi menguap makanan yang ada di depannya.

Setelah itu, Kayla pergi meninggalkan kantin dan Sarah hanya bisa terdiam di tempatnya. Tamara sampai bingung untuk memilih apakah ia harus tinggal dan menemani Sarah atau mengejar Kayla.

"Sar, karena Kayla lagi emosi, gue susul dia ya. Gue mau ngomong baik-baik sama dia dulu," ucap Tamara.

Sarah hanya ke air mata yang hampir saja terjatuh dari pelupuk matanya. Sepertinya ia benar-benar harus berbicara dengan Marvin. Ia harus segera meminta maaf atas kebodohannya.

Kemudian setelahnya ia akan meminta maaf dengan benar kepada Kayla.

1
falea sezi
cewek. gatel. ttep aja gatel mending di matiin aja karakter bego gini sih thor
falea sezi
MC goblok. pantes sepi like
falea sezi
novel pret balik ke masa lalu. kok goblok pindah sekolah beres biar g ketemu Marvin dasar. gatel
falea sezi
pindah sekolah lah bego katanya mau ngerubah nasib ttep aja lu. oon
cholifah 22
alur ceritanya enak di baca ... tp bnyak sekali typo nya kadang gak faham krn salah kata2 nya
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Queen AL
baru satu bab, bab berikut2nya jangan pake gue lo thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!