Arsenio Rizky Reynaldi merupakan ketua mafia yang berkedok ceo ARR corp sekaligus penguasa dunia bawah dan klan nya selalu berjaya dibawah kepemimpinan nya dalam berperang
Aurora xiena xavier si gadis cantik dan jenius pewaris tunggal kerajaan bisnis sang ayah xavier corp dan rumah sakit sang ibu, dan banyak yang ingin menjatuhkan nya!
Dan bagaimana kisah mereka saat jatuh cinta pada pandangan pertama!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arn20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 24
Saat mereka akan memasuki hotel, mereka di hadang oleh anak buah liona dan beberapa anggota red tiger.
" Jangan harap kalian bisa masuk ke dalam" ujar jeff petarung tangguh dari red tiger
" lama tidak berjumpa jeff? ternyata kau masih hidup" ujar axel ketua pengawal elite
Axel pun membuka topeng nya.
Jeff pun teringat dengan teman masa kecil nya apakah dia axel teman kecil nya sewaktu mereka di panti asuhan.
Aurora yang melihat axel membuka topeng nya tercengang teringat pada teman masa kecil nya yaitu kak axel dan kak jeff.
"kak axel?" ujar rora
" wah ternyata kau masih mengingat ku rora, ternyata ingatan mu cukup bagus" ujar axel
Kemudian axel memerintahkan anak buahnya untuk menyerang anak buah liona.
saat jeff dan anak buah nya akan bergerak axel pun
"diam jeff kau jangan ikut campur" ujar axel
Jeff pun kembali diam, anak buah jeff pun binggung karena ketua tim mereka yang di sebut petarung handal red tiger hanya terdiam.
"kita jangan ikut campur" ujar jeff
semua anak buah liona sudah di habisi oleh para pengawal elite
Aurora dan axel mereka memasuki hotel tersebut dan mencari arsen yang berada di kamar hotel
Axel pun mendobrak pintu kamar lalu aurora menyusul di belakang nya, aurora melihat arsen sudah bertelanjang dada dengan tangan dan kaki yang terikat ke sisi ranjang karena sebelum nya liona sudah menyuruh anak buah untuk mengikat kaki arsen sebelum mereka pergi.
wajah arsen sudah memerah mungkin dia menahan efek obat laknat tersebut
melihat ada yang mendobrak kamar liona pun berteriak
" siapa kalian? Berani sekali masuk kesini!" ujar liona
" berani sekali kau melakukan ini pada calon suamiku" seru aurora dengan nada marah
" memangnya kau siapa hah?" tanya liona yang sudah di tahan oleh axel
"aku aurora xiena xavier" ujar rora
Liona pun tercengang kemudian axel pun berkata
" rora sebaiknya kau selamatkan tuan muda" tutur axel
" hanya kau saja yang bisa menyembuhkan nya karena tuan muda seperti di beri obat perangsang dosis tinggi" ujar axel kembali
aurora pun mengerti dan menganggukkan kepala nya, axel pun pergi membawa liona.
" sayang" seru rora
"rora kau kah itu?" tanya arsen dengan terbata
" iyaa sayang ini aku wajahmu sangat memerah" ujar rora
" karena minuman itu masuk sedikit ke mulutku, pergilah rora tinggalkan aku! Aku akan mencoba mencoba menahan nya" seru arsen
" kau bisa mati bila menahan nya, lakukan lah padaku arsen" ujar rora
" tidak rora, aku tidak ingin menyakitimu" ujar arsen
mendengar penolakan arsen, aurora malah mengambil minuman tersebut lalu meminum nya
"apa yang kau lakukan rora? Kenapa kau meminum nya?" tanya arsen kaget sebari menahan efek nya
" biar adil arsen biar kita merasakan sama sama" ujar rora
Tak lama efek obat nya terasa oleh aurora, wajah aurora pun mulai memerah
Kemudian aurora mulai mencium arsen dengan agresif disela sela ciuman aurora bergumam "malam ini aku milikmu arsen" sebari membuka ikatan tangan arsen kemudian membuka ikatan di kaki nya.
Arsen pun sekarang berada di atas aurora tanpa terasa sudah bertelanjang bulat
"lakukan lah arsen" seru rora dengan yang tersengal
"jangan salahkan aku jika nanti pagi kamu tidak bisa berjalan" jawab arsen
" tidak masalah, ada kamu yang akan mengendong ku" seru rora
Terjadi lah penyatuan di antara mereka dan terus mengulangi nya hingga pagi.