Nasib Alea, memutuskan menikah dengan pria yang sudah dia pelajari selama kurang lebih 2 tahun.
Siapa sangka pernikahan itu tidak sesuai dengan impian. Keluarga dari suaminya bukanlah orang sembarangan, menginginkan keturunan yang jelas dari menantu mereka. Alea jelas mampu memberikan keturunan untuk keluarga suaminya.
Tetapi masalah sesungguhnya bukan terjadi pada dirinya, tetapi pada Dharma suaminya yang mengalami masalah pada hubungan seksual.
Sampai akhirnya kekonyolan dari sang suami, meminta sahabatnya yang sudah dianggap sebagai keluarga untuk menggantikan posisi dirinya menanamkan benihnya rahim istrinya.
Bagaimana Alea menghadapi pernikahannya yang tidak waras, terjerat dalam hubungan yang tidak benar dengan sahabat suaminya. Lalu apakah Alea akan bertahan dan justru menjalin hubungan intes dengan Raidan sahabat suaminya?"
Ayo jangan lupa untuk memberi dukungan pada karya saya, baca dari bab 1 sampai akhir dan jangan pernah nabung bab....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28 Janji
Alea dan Raidan belum selesai melakukan percintaan panas itu meski sudah sama-sama mendapatkan puncak kenikmatan satu sama lain.
Saat ini keduanya sama-sama berada di atas ranjang dengan posisi Alea berada di atas tubuh Raidan.
Pinggulnya bergoyang di atas tubuh laki-laki kekar itu. Alea juga semakin lama semakin liar, semakin mengerti caranya bercinta dan tidak mau kalah dari Raidan.
Alea juga ingin memberikan servis kepada Raidan, bukan hanya sekedar dilayani dan diberi kenikmatan tetapi ada keinginan di dalam diri Alea untuk memberikan kenikmatan kepada Raidan.
Raidan memejamkan mata menikmati bagaimana goyangan wanita yang masih baru belajar di atasnya itu, Raidan menerima dengan baik bagaimana usaha Alea.
Sampai beberapa menit kemudian Raidan dan Alea sudah mengubah gaya penyatuan keduanya dengan sama-sama duduk di atas ranjang dan keduanya sama-sama menggoyangkan pinggul mereka.
Pasangan yang sama-sama tanpa memakai sehelai benang itu menikmati percintaan dengan cucuran keringat dari tubuh keduanya, benar-benar sangat menikmati dengan suara desahan yang keluar dari keduanya, entah sudah berapa lama mereka melakukan hubungan seksual itu, saling memberi kenikmatan satu sama lain dan tidak ada yang egois.
Keduanya sama-sama nyaman dan sama-sama menginginkan tanpa ada paksaan dan lagi-lagi Alea sudah tidak peduli dengan pernikahannya yang benar-benar tidak sehat. Alea hanya ingin mencari kebahagiaannya.
****
Setelah keduanya melakukan percintaan yang sangat panas, tampak mereka berdua berada di teras kamar dengan posisi Alea duduk di depan Raidan yang juga duduk di belakangnya dengan keduanya sama-sama berada dalam selimut putih dan entahlah apakah pasangan itu memakai pakaian atau tidak.
Tampak api unggun berada di depan keduanya, mereka terlihat sedikit lelah tetapi wajah keduanya tampak fresh karena baru saja sama-sama mendapatkan daya baterai yang penuh.
Raidan memberi pelukan hangat pada Alea dengan keduanya menikmati udara dingin di malam hari di tengah lautan.
"Kamu menekankan kepadaku bahwa aku adalah milikmu? Dan bagaimana jika Dharma mengetahui bahwa di belakangnya kita memiliki hubungan?" tanya Alea melihat ke arah pria yang memeluknya dari belakang itu.
"Aku tidak ingin memikirkan hal yang tidak ingin terjadi dan untuk apa aku memikirkannya, saat ini kamu hanya bersamaku dan aku akan memanfaatkan waktu itu untuk terus bersamamu dan memberikan kebahagiaan untukmu," jawab Raidan.
"Tetapi bukankah suatu saat nanti semua akan ketahuan? Dharma juga cukup begitu lama menyembunyikan hubungannya dengan Monica. Tetapi lihatlah hubungan itu pada akhirnya aku ketahui dan bukankah semua itu juga akan terjadi pada kita nantinya?" tanya Alea.
"Semua pilihan itu ada di tangan kamu, jika kamu menginginkan aku untuk berjuang dan maka aku akan melakukannya dan jika kamu ingin aku menghentikan semuanya dan maka aku juga akan melakukannya," jawab Raidan.
"Raidan sesungguhnya aku tidak tahu perasaanku kapan berubah seperti ini, aku awalnya takut menjalani hubungan seperti ini dengan kamu, aku tidak mengerti mengapa kita berdua bisa terjebak dalam hubungan seperti ini, tetapi aku harus mengakui bahwa aku benar-benar nyaman dengan kamu," ucap Alea jujur dengan perasaannya.
"Lalu menurut kamu aku tidak? Alea di saat Dharma menekankan dan melarang ku untuk bertemu dengan kamu, aku merasa seolah-olah kehilangan sesuatu. Aku frustasi dan terus memikirkan cara bagaimana agar kita berdua tetap memiliki komunikasi dan jasa sangka ternyata kamu juga menginginkan hal itu," ucap Raidan.
Alea melihat ke arah Raidan dengan tersenyum mendengar semua perkataan Raidan.
"Kamu saat ini mengandung anakku dan aku ingin anak kita lahir dengan baik-baik saja, aku ingin kamu bahagia dan aku akan berusaha terus berada di sisi kamu," ucap Raidan.
"Aku tahu itu, sekarang aku tidak perlu takut lagi karena aku yakin kamu akan terus menjagaku dan tidak akan pernah membiarkanku sendirian menghadapi semua ini," jawab Alea.
Keduanya sama-sama tersenyum dengan tatapan mata Raidan tertuju pada bibir Alea. Raidan melumat lembut bibir itu membuat Alea memejamkan mata.
Keduanya kembali berciuman mesra, keduanya sudah sama-sama mengungkapkan perasaan sama-sama ingin memiliki satu sama lain dan akan bersama-sama menghadapi badai yang sudah pasti akan terjadi suatu saat nanti di depan mereka karena hubungan mereka yang salah.
Seharusnya bukan kesalahan keduanya. Dharma yang menjebak mereka berdua dalam hubungan itu dan sudah pasti seorang pria dan wanita jika sudah terlibat hubungan seksual, maka akan meninggalkan kesan bagi keduanya sampai mereka akan terus menginginkan hal itu lagi.
Tetapi saat ini hubungan seksual itu bukan hanya sekedar hubungan berdasarkan hasrat saja, tetapi perasaan keduanya sudah sama-sama menyatu, adanya ketulusan sama lain dan bukan hanya sekedar memberi dan mendapatkan kenikmatan saja.
*****
Alea saat ini sudah berada di Jakarta, kemarin dia baru saja tiba dan sudah pasti bersama dengan Raidan. Alea sudah kembali berada di apartemennya dengan membersihkan kamar karena baru saja selesai mengeluarkan pakaiannya dari koper.
Yang kotor dimasukkan ke dalam mesin cuci dan yang belum dipakai dimasukkan kembali ke dalam lemari.
Alea begitu sangat bahagia bisa liburan selama 2 hari bersama dengan Raidan di atas kapal, keduanya semakin dekat dan saling mengetahui satu sama lain apa yang disukai dan tidak disukai.
Alea juga diberikan perhatian dan sudah pasti sangat manja karena bawaan hamil muda saat ini.
"Huhhhhh.... Akhirnya selesai juga," ucap Alea menghela nafas melihat bagaimana kamar yang cukup berantakan itu sekarang sudah rapi kembali.
"Aku tiba-tiba ingin memakan sesuatu? Tetapi makan apa ya?" ucapnya dengan mengetuk-ngetuk bibirnya masih belum terpikir di benaknya ingin memberi makan apa pada mulutnya yang sejak tadi ingin mengunyah.
"Bagaimana jika aku tanya saja pada Raidan, sudah dapat dipastikan dia akan mengetahui apa yang aku inginkan," ucap Alea terlihat begitu semangat mengambil ponselnya.
Jari-jarinya mulai mengetik permintaan manja pada Raidan.
Tinnong, tinnong, tinnong.
Belum sempat mengirim pesan manja itu, bel rumahnya tiba-tiba saja berbunyi membuat Alea tidak jadi mengirimnya dan meletakkan ponselnya di atas tempat tidur kemudian keluar dari kamar dengan membuka pintu.
Alea cukup kaget dengan tamu yang datang ke rumahnya, bukan Raidan orang yang biasanya sering datang secara tiba-tiba dan ternyata itu adalah Dharma
"Sayang..." Dharma tersenyum lebar dan kemudian dengan cepat memeluk Alea begitu erat.
Alea bengong, tidak membalas pelukan itu dan justru seakan-akan tidak suka dengan kehadiran Dharma.
"Kamu pasti kaget bukan aku pulang secara tiba-tiba dan padahal sebelumnya aku baru saja mengatakan kepada kamu bahwa aku akan terlambat pulang, ini suprise untuk kamu," ucap Dharma dan tidak mendapat respon apapun dari Alea.
Bersambung
.