Steven Grayson Addison seorang pengusaha muda yang sedang naik daun saat ini , hingga namanya di kenal di berbagai macam negara , tapi di balik kesuksesan nya itu Steven tidak mempunyai niat sedikit pun untuk menikah karena ia masih mencintai sosok wanita yang berasal dari masa lalunya .
hingga ia bertemu dengan seorang wanita cantik di sebuah club malam , wanita itu sangat membutuhkan bantuan karena di jebak oleh seseorang " aku akan membantumu tapi kau harus menikah dengan ku " ucap Steven kepada seorang wanita cantik yang terlihat sangat gelisah itu
" hhhmmm .... baik lah tuan ... aku menerima tawaran mu tapi tolong aku .... saat ini aku di jebak " ucap wanita itu penuh dengan permohonan tanpa berpikir sedikit pun, Steven tersenyum tipis seraya ia menatap wajah cantik wanita itu .
kira-kira seperti apa kelanjutan kisahnya ..!? yang penasaran mampir ya guysss 🤗🥰 .
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jat SGA
.
.
Keesokan hari nya setelah sarapan pagi Pricilla dan juga Steven berpamitan untuk berangkat ke Belanda .
Nyonya Eudora memeluk putri nya itu " jaga diri baik-baik ya sayang " ucap Nyonya Eudora
" baik ma ... Dan mama jangan bersedih seperti ini dong aku hanya pergi dua hari saja " ucap Pricilla merasa ibunya itu sangat berlebihan .
Nyonya Eudora tersenyum dengan pelukan mereka yang terlepas , hingga Julian datang seraya berlari dengan terburu-buru menghampiri mereka .
" tuan " ucap Julian dengan napas yang naik turun karena pria itu berlari dari pagar hingga ke depan mansion keluar Geoffrey .
Steven menoleh dan melihat asisten nya itu , Steven melempar kunci mobil nya begitu saja ke arah pria itu , dan dengan cepat Julian menangkap nya .
" kalo begitu kami pergi dulu " ucap Steven kepada tuan Attar dan juga nyonya Eudora
keduanya menganggukkan kepalanya tetapi tuan Attar terus menatap Julian ia merasa pria itu tidak asing bagi nya , ia sering bertemu dengan pria itu jika ada acara besar di salah satu rekan bisnisnya .
Setelah nya Mereka segera masuk kedalam mobil , Julian menunduk hormat kepada pasangan paruh baya itu , setelah nya ia menyusul tuan nya untuk masuk kedalam mobil .
Mobil pun melaju pergi meninggalkan kediaman keluarga Geoffrey , tuan Attar terus menatap kepergian mobil itu hingga tidak terlihat lagi .
" ayo pa ... sekarang papa harus siap-siap pagi ini kan ada meeting " ucap nyonya Eudora
tapi tuan Attar masih tetap berdiri " ma ... seperti nya aku merasa tidak asing dengan asisten menantu kita " ucap tuan Attar
Nyonya Eudora mengerutkan keningnya mendengar ucapan dari suami nya itu " aku sering melihat nya berada di pesta rekan bisnis ku , bukan hanya itu bulan lalu di pelelangan di Hong kong aku juga melihat nya " ucap tuan Attar mengingat beberapa kali ia melihat Julian
" masa sih pa ... Apa papa yakin orang itu asisten menantu kita , siapa tau mereka hanya mirip saja " ucap nyonya Eudora
" entah lah ma dan apa mama tau di pelelangan bulan lalu pria itu yang mengambil giok hijau peninggalan Kerajaan Hong kong , dengan harga yang sangat fantastis " ucap tuan Attar
Nyonya Eudora membulatkan matanya dengan sempurna mendengar hal itu " apa papa yakin ? " tanya nya lagi merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh suaminya , karena giok hijau peninggalan kerajaan Hong kong di masa kuno itu hanya ada satu di dunia ini , dan harganya nya tentu saja tidak main-main hanya seorang miliarder lah yang bisa memilikinya.
tuan Attar mengangkat ke dua bahunya setelah nya pria itu melangkah masuk ke dalam mansion .
" jika benar apa yang di katakan oleh suamiku , berarti putri ku menikah dengan seorang pria yang tidak biasa " gumam nyonya Eudora .
.
.
.
Setelah sampai di bandara , enam orang pria berpakaian hitam lengkap dengan kaca mata hitam Mereke berdiri berjejeran menunggu kedatangan tuan mereka , sebagian ada dari mereka yang membawa sebuah payung berwarna hitam.
Julian membukakan pintu mobil untuk tuan nya itu , setelah nya satu orang pria berpakaiannya hitam menghampiri mobil dengan payung di tangan nya .
Pricilla yang berada di dalam mobil mengerutkan keningnya melihat sosok pria yang memegang payung itu , ia juga berasal dari keluarga kaya tapi anak buah ayah nya hanya melakukan hal ini jika waktu mendesak saja .
" ayo " ucap Steven setelah nya ia keluar lebih dulu dari dalam mobil
Pricilla menganggukkan kepalanya setelah nya ia menyusul pria itu , suasana bandara pagi ini terlihat sangat sepi tidak seperti biasanya .
Pricilla berdiri di samping Steven " kembali lah Julian , dan lakukan tugas mu dengan baik " ucap Steven
" baik tuan " ucap Julian menunduk hormat
Setelah nya Steven melangkah pergi , Pricilla tidak berkata apapun ia hanya mengikuti pria itu saja , ke enam pria berpakaian serba hitam itu mengikuti mereka dari belakang .
" Jat nya sudah siap tuan " ucap salah satu dari mereka
" hhhhmmm .... " Steven hanya berdehem saja
Hingga kini mereka sudah sampai di sebuah Jat pribadi yang sangat besar , dengan simbol SGA .
Beberapa anak buah sudah berdiri di depan tanggah jat itu seraya menyambut kedatangan taun nya .
Steven meminta Pricilla untuk naik terlebih dahulu , wanita itu menurut , dan melangkah lebih dulu menaiki tangga jat yang tentunya di temani oleh dua orang anak buah berpakaian serba hitam .
Steven masih berdiri di depan tanggah ia menatap semua anak buah nya yang berbaris rapi di samping kiri dan kanan nya .
" aku akan pergi salam dua hari , aku memberikan tugas besar kepada kalian semua , jaga markas dengan baik " ucap Steven kepada semua anak buahnya nya itu
" baik tuan " ucap mereka serempak seraya menunduk hormat
setelah nya Steven melangkah menaiki tangga jat .
Pricilla di sambut dengan baik oleh dua orang pramugari " silahkan masuk Nona , ini adalah kamar pribadi tuan Steven jika sedang ingin melakukan perjalanan jauh " ucap salah satu pramugari itu
Pricilla hanya diam seraya menatap ke sekeliling kamar yang seperti hotel bintang lima itu " istirahat lah Nona , karena perjalan cukup memakan waktu , anda tidak boleh lelah " ucap pramugari yang lain nya
Pricilla hanya menganggukkan kepalanya saja " jika Nona membutuhkan sesuatu Nona bisa memencet bel yang ada di sisi ranjang " ucap pramugari itu lagi
" baik terima kasih " ucap Pricilla
Pramugari itu menunduk hormat setelah nya keduanya segera melangkah pergi tak lupa ia menutup pintu kamar pribadi tuan mereka .
Pricilla menghela napasnya dengan cukup kasar ia mendudukkan dirinya di atas ranjang empuk itu " aku sangat penasaran sebesar apa kekayaan yang di miliki oleh tuan dingin itu , jat nya sangat besar seperti ini , dua kali lipat lebih besar dari jat pribadi milik keluarga ku " gumam Pricilla ia semakin penasaran dengan sosok Steven Grayson Addison, yang saat ini sedang menjadi suami kontrak nya .
Tak lama pintu kamar itu terbuka dan masuk lah Steven " jat akan lepas landas , berhati-hatilah akan ada sedikit getaran " ucap Steven
" hhhmmm " Pricilla hanya berdehem saja
Dan tentu saja tak lama setelah nya Jat terasa bergetar dan itu tandanya jat sudah lepas landas .
Steven melangkah kearah sofa seraya merai buah apel lalu memakan nya , Pricilla masih duduk di atas ranjang seraya melihat sebuah Poto yang terpajang di dinding kamar itu .
" apa itu foto mu pas masih bayi ? " tanya Pricilla menunjuk sala satu foto seorang wanita menggendong seorang bayi laki-laki yang sekitar umur tiga bulan
" hhhmmm ... " Steven hanya berdehem tanpa melihat wanita itu
" ibumu sangat cantik " ucap Pricilla lagi
Steven yang mendengarnya menyimpan apel yang masih tersisa di atas meja " kau benar , tapi sayang nya umumnya tidak lah panjang " ucap Steven
Pricilla mengerutkan keningnya menatap pria tampan itu " lebih baik kau tidur saja " ucap Steven mengalihkan perhatian wanita itu .
.
.
.