NovelToon NovelToon
Crowned Villains :The End Of Old World

Crowned Villains :The End Of Old World

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Fantasi
Popularitas:287
Nilai: 5
Nama Author: Asjoe the writer

Dunia adalah sebuah luka yang menolak untuk sembuh. Di Utara, perang suci antara Holy Kingdom dan Demon Realm tak kunjung usai. Di Selatan, tirani matriarki menciptakan perbudakan sistematis terhadap kaum pria. Sementara di Timur, jutaan nyawa menjadi tumbal bagi ambisi Federasi dan Aliansi. Bahkan di Barat, Kekaisaran Berline yang agung telah membusuk dari dalam akibat korupsi, nepotisme, dan kelaparan yang mencekik rakyatnya.Saat dunia memprediksi keruntuhan Berline akan menjadi awal dari domino kehancuran global, sebuah anomali muncul dari balik bayangbayang. Bukan pahlawan yang bangkit, melainkan Chara Initiative Organization (CIO). Sebuah organisasi villain yang kejam dan tak terduga. Lewat kudeta berdarah, mereka merebut tahta Berline dan memulai langkah radikal untuk menjungkirbalikkan tatanan dunia yang lama. Bagi mereka, dunia yang rusak tidak butuh diperbaiki; dunia butuh dihancurkan untuk dibangun kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asjoe the writer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eksodus Para Ksatria

Langit Barloa tertutup asap hitam dari moncong meriam tank-tank berat CIO yang baru saja keluar dari bunker rahasia. Mesin-mesin raksasa berbahan baja itu, yang disebut Aris sebagai "Iron Behemoth", mulai merangkak maju, menggilas tanah dan tanaman tanpa ampun.

Di tengah gemuruh mesin, sebuah iring-iringan kecil bergerak menjauh dari gerbang Barat. Kaelen, Elara, dan Count Carlosc yang tampak sangat layu, memacu kuda mereka dengan tergesa-gesa. Mereka membawa beberapa kereta yang berisi warga sipil yang menolak tunduk pada pendudukan mesin Aris.

"Kau benar-benar akan meninggalkan ini semua, Kaelen?" tanya Carlosc, suaranya nyaris tenggelam oleh suara ledakan artileri di belakang mereka.

Kaelen tidak menoleh. Matanya menatap lurus ke arah jalan menuju Ibu Kota Federasi, Oakhaven.

"Aku bersumpah untuk melindungi rakyat, bukan untuk menjadi saksi pembantaian yang dilakukan oleh mesin. Aris tidak lagi butuh seorang ksatria; dia butuh eksekutor. Dan aku bukan orangnya."

Elara menoleh ke belakang untuk terakhir kalinya. Ia melihat menara kastil Barloa yang megah kini dipasangi antena radio raksasa, sementara di bawahnya, ksatria suci Holy Kingdom sedang dibantai oleh hujan peluru besi.

"Semoga Dewi—atau apa pun yang tersisa dari dunia ini—melindungi kita semua," bisiknya.

Pembantaian di Kamp Gerbang Selatan

Di front selatan, Inkuisitor Malachi menyadari kesalahannya terlalu lambat. Pasukan ksatria sucinya, yang selama berabad-abad menjadi simbol kekuatan yang tak terkalahkan, kini hancur berkeping-keping.

Tank-tank CIO tidak hanya menembakkan peluru meriam biasa. Mereka menggunakan proyektil high-explosive yang meruntuhkan perisai sihir kolektif para pendeta dalam satu hantaman. Kuda-kuda perang yang gagah berani meringkik ketakutan, jatuh dalam lumpur yang bercampur dengan oli mesin dan darah.

"Mundur! Mundur ke perbatasan!" teriak Malachi dengan wajah hitam terkena jelaga.

"Ini bukan perang! Ini adalah pembantaian!"

Namun, Aris tidak memberikan ruang untuk bernapas. Dari menara pengawas, ia mengamati melalui radio.

"Jangan biarkan mereka berkumpul kembali. Kejar sampai ke perbatasan suci mereka. Biarkan mereka membawa pesan ketakutan ini pulang ke rumah mereka."

Pasukan Holy Kingdom yang tersisa, yang tadinya berjumlah ribuan, kini hanya tinggal ratusan pria yang ketakutan dan terluka. Mereka terpaksa mundur dengan hina, meninggalkan panji-panji matahari emas mereka yang kini terinjak-injak oleh roda rantai baja CIO.

Pertemuan Dua Tragedi

Saat sisa-sisa pasukan Holy Kingdom tiba di wilayah kerajaan mereka, mereka tidak disambut oleh sorak-sorai, melainkan oleh pemandangan neraka yang berbeda. "Wabah Jiwa" Aliansi telah menyebar.

Desa-desa perbatasan kini sunyi, hanya diisi oleh sosok-sosok manusia yang kulitnya berubah menjadi ungu keabu-abuan, berjalan tanpa arah dengan mata yang kosong. Inilah rencana keji Volkov yang dibiarkan Aris terjadi: Para ksatria suci yang kalah perang kini harus kembali untuk menghadapi mayat hidup dari keluarga mereka sendiri.

Malachi jatuh berlutut di gerbang kotanya. Di depannya, istana suci yang dulu agung kini diselimuti kabut ungu tipis.

"Tuhan... mengapa Kau meninggalkan kami?"

"Tuhan tidak meninggalkanmu, Inkuisitor," suara

seorang ajudannya yang sekarat terdengar.

"Dunia lama lah yang meninggalkan kita."

Perjalanan Menuju Oakhaven

Berjam-jam kemudian, rombongan Kaelen tiba di perbatasan luar ibu kota Federasi. Di kejauhan, menara-menara Oakhaven terlihat masih tenang, tidak menyadari bahwa di balik cakrawala, dunia sudah terbakar.

Kaelen menghentikan kudanya dan menatap Elara.

"Aris menang hari ini. Tapi dia memenangkan dunia dengan kehilangan jiwanya. Kita harus memperingatkan Dewan Federasi. Jika Aris tidak dihentikan, setelah Holy Kingdom dan Aliansi hancur, Federasi adalah target berikutnya."

"Bagaimana jika mereka tidak percaya?" tanya Elara cemas.

Count Carlosc mengangkat kepalanya, sinar mata bangsawannya kembali sedikit demi sedikit.

"Mereka akan percaya jika seorang Count dan Ksatria Suci yang membawa berita ini. Kita adalah sisa terakhir dari kehormatan Federasi. Kita tidak boleh gagal."

Status quo telah hancur total. Holy Kingdom lumpuh oleh wabah dan kekalahan militer. Aliansi merasa di atas angin. Dan di tengah semuanya, Aris duduk di Barloa, memegang kendali atas senjata paling mematikan yang pernah diciptakan manusia, menunggu saat yang tepat untuk melakukan serangan terakhirnya.

1
anggita
mampir like👍 iklan ☝saja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!