NovelToon NovelToon
Mereka Mengira Aku Buta

Mereka Mengira Aku Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Balas Dendam
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Khanza

Elena adalah seorang tunangan dari pria bernama Marcus Leonhardt, dia adalah asisten di perusahaan pria itu. Suatu ketika Marcus membawa seorang perempuan bernama Selena Vaughn yang seorang konsultan komunikasi. Di suatu malam mobil yang di kendarai Elena ada yang mengikuti dan terjadilah BRUUKKK , kecelakaan…dimana Elena akhirnya sadar dan dia membuat keputusan berpura - pura buta. Apakah semua akan terungkap? Siapakah yang mengikuti Elena? Dan bagaimanakah kisah Elena selanjutnya?

On going || Tayang setiap senin, rabu & jumat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Khanza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Saat Elena Bergerak

Elena tidak bergerak ketika orang lain mengharapkannya.

Ia bergerak saat mereka merasa aman.

Pagi itu, rumah besar keluarga Marcus terasa lebih hidup dari biasanya. Pelayan lalu-lalang, suara cangkir beradu, dan tawa kecil Selene terdengar dari ruang makan. Segalanya tampak normal. Terlalu normal.

Elena duduk di ujung meja, tongkat putihnya bersandar rapi di sisi kursi. Matanya tertutup, wajahnya tenang—terlalu tenang untuk seorang wanita yang dianggap rapuh.

Marcus meliriknya sekilas.

“Jangan lupa obatmu,” katanya datar, seperti kewajiban.

Elena mengangguk pelan.

“Terima kasih.”

Suaranya lembut. Jinak.

Topeng yang ia rawat dengan sempurna.

Namun di balik kelopak mata tertutup itu, Elena melihat segalanya.

Cara tangan Selene menyentuh lengan Marcus terlalu lama.

Cara Marcus tidak menyingkir.

Cara mereka berpikir Elena tidak tahu apa pun.

Elena tersenyum kecil.

Hari ini, ia tidak akan membuka mata.

Hari ini, ia membuka permainan.

*******

Siang harinya, Elena meminta izin keluar rumah.

“Aku ingin ke galeri lama. Katanya ada pameran seni baru,” ucapnya tenang.

Marcus mengernyit. “Sendirian?”

“Ada supir.”

Marcus ragu. Selene menyela dengan senyum manis.

“Biarkan saja. Elena kan… tidak bisa ke mana-mana.”

Kalimat itu membuat Elena ingin tertawa.

Tapi ia hanya mengangguk patuh.

Mobil melaju meninggalkan rumah.

Namun galeri bukan tujuan Elena.

Mobil berhenti di sebuah gedung perkantoran yang tampak biasa. Tidak ada papan nama mencolok. Tidak ada penjagaan berlebihan.

Supir membuka pintu.

“Kita sudah sampai, Nona.”

Elena melangkah turun. Tongkatnya mengetuk lantai pelan.

Di dalam gedung itu, seorang pria sudah menunggunya.

“Lama tidak bertemu, Elena,” ucap suara yang ia kenal terlalu baik.

Elena berhenti di tengah langkah.

“Adrian.”

Ia membuka matanya.

Tatapan mereka bertemu—tajam, penuh rahasia, dan tidak ramah.

“Kau yakin ingin memulainya sekarang?” tanya Adrian.

Elena tersenyum dingin.

“Marcus sudah merasa terlalu aman.”

Adrian menghela napas pendek. “Maka kita mulai dari laporan keuangan. Semua yang mereka sembunyikan.”

Elena berjalan melewati meja, duduk tanpa ragu. Tidak ada lagi wanita buta di ruangan itu.

“Aku ingin semuanya,” katanya.

“Nama. Alur uang. Siapa saja yang terlibat.”

Adrian menatapnya lama.

“Kau tahu, setelah ini, tidak ada jalan mundur.”

Elena mengangkat wajahnya.

“Aku sudah lama mundur,” ujarnya pelan.

“Sekarang giliran mereka.”

*******

Sore itu, di rumah Marcus, Selene menerima pesan anonim di ponselnya.

“Hati-hati dengan wanita yang kau anggap tak melihat apa-apa.”

Selene menegang.

Di lantai atas, Elena duduk di ranjangnya, tongkatnya tergeletak tak terpakai. Wajahnya tenang, senyum tipis menghias bibir.

Satu langkah telah diambil.

Dan ini baru permulaan.

*******

Elena berdiri di depan jendela, membiarkan malam menelan bayangannya sendiri. Kota di bawah tampak hidup—lampu, suara, lalu lintas—semua bergerak tanpa tahu apa yang sedang disiapkan untuk mereka.

Tangannya mengepal perlahan.

Bukan karena takut.

Bukan karena ragu.

Melainkan karena ia menahan diri.

Ia tahu, satu langkah ceroboh bisa membangunkan semua monster sekaligus. Dan Elena tidak ingin perang dimulai sebelum papan catur sepenuhnya miliknya.

Di balik pintu tertutup, suara tawa Marcus terdengar samar. Bersama Selene. Ringan. Penuh keyakinan.

Elena tersenyum tipis.

Kesalahan terbesar manusia adalah merasa aman terlalu cepat. Dan malam ini, rasa aman itu akan menjadi awal dari kehancuran yang tak bisa mereka tarik kembali.

Ia berbalik, melangkah pergi—tenang, pasti, tanpa suara.

Permainan sudah dimulai.

Jika kamu menunggu Elena bertindak…

ini baru langkah pertama.

Bab selanjutnya akan membuka rahasia yang membuat mereka panik.

1
Kaka's
pembohong kamu marcus horison...
Serena Khanza: kiper indo 😭
total 1 replies
Sean Sensei
asli sedikit kah? kok aku bacanya kurang puas ya /Sob/
Serena Khanza: maklum kak awal awal masih dikit 🤭🤣

baru belajar nulis 🤭🤭
total 1 replies
Hunk
Ya aku juga menunggu hasil nya elena🤣
Serena Khanza: perlahan lahan meledak kak 🤭
total 1 replies
Hunk
Mantap bukti nya banyak banget ples kuat.
cimownim
cara Elena menghadapi laki-laki udah keren cerdas banget ya
Serena Khanza: Elena menghadapi laki-laki dengan diam dan tenang 🤭
total 2 replies
APRILAH
kehangatan di dalam kegelapan
Tiara Bella
skrng ngurigain Selena ya Marcus....
Tiara Bella: hooh ...
total 2 replies
Hunk
Alasan umum untuk semua orang yg telat "Jalanan macet"
Sean Sensei
/Sweat/ : belum di update mungkin google map nya
Kaka's
saya suka narasi seperti ini. karna langsung sy praktekkan sesuai instruksinya.. terangkat tipis 🤭🤭
Kaka's: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Khusnul Khotimah
sampek sini q blom paham yg jd masalah itu pa?kok sampek segitunya ...ni masalah harta/warisan kah?perselingkuhan?.ato penghianatan?
Khusnul Khotimah: oooooohhhh.... gtu ditunggu kelanjutanya thor.
total 2 replies
Panda
mau pindahin aset kayanya marcus
Jing_Jing22
nggk sabar buka bab selanjutnya. pengen tau nasib tuh dua orang
Jing_Jing22
target mulai masuk kedalam rencana elena
CACASTAR
dialognya kenapa masih kaku Thor.. harusnya semakin lama di antara mereka tentunya semakin dekat. bahkan atasan dan bawahan sekalipun makin tahun pasti makin akrab. Kata sapaannya pun akan menggunakan kata sapaan yg lebih akrab walaupun sopan.
Serena Khanza: iya kak makasih masukannya 👍🏻😊

next aku perbaiki lagi di penulisan supaya bisa lebih natural lagi 😊😊
total 1 replies
APRILAH
Otewe gofood aja deh, ngeri kalo pesen gitu 😄
Kaka's
sudah terlambat marcus horison... su terlambat...
Serena Khanza: wkwkwk 🤭🤭
total 3 replies
Hunk
Elena menurut ku keren banget. Dokumen aj bisa sampai dia ingat isi nya. Padahal mungkin halaman nya banyak banget.👍
Serena Khanza: soalnya dia asisten marcus
total 1 replies
Hunk
Dia sendiri ga nyaman udah berbohong./Shame/
Murdoc H Guydons
Obat buat apa? Mata kabur segitu mah ga ngefek di kasi obat.. 🤭
Murdoc H Guydons: oh iy ya.. haha..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!