NovelToon NovelToon
TENTANG KAMU DAN DIA

TENTANG KAMU DAN DIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Cintapertama
Popularitas:736
Nilai: 5
Nama Author: MAMI ADRIELLA20

Mungkin ini jalan takdir atau rencana terselubung ku, ternyata tak perlu jauh aku mencari mu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kok kepikiran

Definisi mengikuti trend, jam 2 baru selesai ajojing jam 8 pagi sudah mengikuti kebaktian, mana ada kebaktian tambahan lagi.

Ah aku enggak tau apa isi khotbah pendeta, yang penting raga ku terlihat disini, dan entah kenapa gereja itu tempatnya nyaman untuk tidur, dingin yang Sepoi, nat khotbah pendeta bagai dongeng dipagi hari.Aku tau ini salah namun disini lah Tuhan ku temukan obat dari segala capek itu, sepertinya lepas beban di pundak.

Aku menganggapnya ketenangan hanya ku temukan di dia yang takut akan kematian, pulang ke rumah tidak mengganti baju lanjut tidur hingga hari sore.

Sore hari ini terasa beda, ingin rasanya aku keluar rumah. Bermanja pada semesta melalui pandangan ku, di taman dekat rumah ku pilih destinasi untuk ku berolahraga. Senang rasanya bisa bakar' lemak di sore hari.Menurut jurnal yang ku baca salah satu cara menghilangkan stress ialah dengan mulai berolahraga, dan yapp itu benar seratus persen.

Tibanya aku pengen sekali desak-desakan naik kereta, kemana ya kira-kira. Oh iya ke kost Lista,ntar pulang atau enggak berangkat dari kost Lista.

Miwa:[Ntar gue main ke kost ya]

Lista:[Boleh Mi, main aja. Lagi dirumah kok]

Oke, sebelum nya aku tidak lupa belanja jajanan untuk Lista karena sekarang bukan sekedar Lista doank yang ada di sana, si kecil juga. Kasihan nasib anak kost itu kalau enggak ada makanan.

Sialnya aku lupa ini jam-jam sibuk, bisa jadi tape susah ni sangking padatnya. Aku memilih menerobos gerbong pertama, gerbong yang di khususkan untuk wanita. Tapi anehnya pandangan ku bisa menangkap ada seorang pria bermasker menatap ku dari gerbong sebelah, aku mengingat baju itu. Keramaian mulai berkurang ketika rute Cikarang memasuki jati negera.

Aku berani menyebrang gerbong melihat feeling ku benar atau tidak? Dan benar saja itu bang Dean. Dia darimana sehingga naik kereta malam.

"Ehemm," Ya Allah pedenya ini anak, malah di sapa enggak tuch. Enggak ada harga diri banget Lo Miwa sumpah malu banget ya Tuhan."Darimana mana?" untungnya bang Dean membalas sapaan ku. "dari rumah mau ke kost Lista," aku duduk disampingnya.

"Harus malam ya?" ia nampak mengganti posisinya, tanpa mempersilahkan aku duduk aku mengerti dengan posisi berdirinya. "Ia lagi bosan sekarang." Jawaban apa sih itu Mi, ilfeel banget sumpah.

"Waduh kebiasaan, jadiin orang cuman pelampiasan." Cetasss... Kurang ajar banget sumpah anak laknat. "Ih nusuk banget ngomong nya," aku mencubit perut bang Dean, eh dia malah biasa aja. Dia mulai berani menggoda ku, awalnya tangan ku ditangkis dari perutnya lalu di tahan sampai enggak bisa lepas. Aku tersenyum geli, bisa-bisanya aku baper dengan tingkah laku bang Dean, ya toyba.

"Mau ku antar?" Enggak mau nolak donk masak nolak ya kan, ya udahlah kita anggukan kepala aja. "Tapi nanti ke rumah dulu ya," ajak bang Dean.

Enggak mungkin dong aku nolak ajakannya, aku hanya minta agar di cepatkan urusannya.

Bang Dean meletakkan kedua tangan nya di atas kedua pundak ku, membuatku berjalan tepat di hadapannya ketika ramai dengan penumpang, selagi ia membawa tas ia meminta tas totabag mu disandang oleh nya. Entah kenapa aku mudah baper dengan perlakuan seperti ini. "Kita ke parkiran ya." Ajaknya menuju parkiran tujuan akhir.

"Loh bukan nya abang tinggal..."

"Iya, ada kian rumah di daerah Bekasi ini. Sayang udah lama enggak di tempati." Bang Dean membuka pintu mobil untuk ku, aku enggak nyangka bisa ketemu dia disini, dan bisa melanjutkan perjalanan sama dia.

"Nanti aku cuman antar beberapa barang ke rumah, terus nanti antar dirimu ya." Bang Josua enggak lupa meletakkan barang-barangnya di belakang. "Abang darimana tadi?" Mesin mobil mulai menyala, perhatian bang Dean fokus pada mobil namun tidak luput memandang ku. "Surabaya, ada kegiatan seminar dari tempat kerja." Kami mulai melanjutkan perjalanan,"Lama nanti dirimu di tempat Lista?" Aku mengangguk kan kepala, ia mengigit bibir nya lalu sebuah pertanyaan yang enggak seharusnya dipertanyakan di pastikan melalui aku.

"Eh sebenarnya enggak bisa aku nanya ini, ini kan pribadi seseorang. Sudah tau kau kalau Lis..."

"Enggak usah dibahas!" bentak ku membuat bang Dean terdiam, aku marah bukan karena dia ikut campur melainkan masalah itu amat berat untuk ku bahas sekarang, dia tau enggak sih kalau perbuatan Dean dan Lista amat menyakiti hati ku.

"Maaf enggak bermaksud menyinggung, tapi ini bukan sekedar ingin tahu Abang... Tapi kalau diri mu gak mau bahas ya udah gak masalah juga," aku meneteskan air mata. Setidaknya siapa lah laki-laki di di hadapan ku ini, dia pasti tidak akan mengadu kepada siapa-siapa tentang curahan hatiku.

Dibawah pengaruh kesedihan, aku bersender di bahu bang Dean, dia tidak memberi ucapan atau apa pun berbau penolakan. "Capek banget ya Tuhan," ucapku menangis di badan nya, air mata menetes mengenai kerah baju polo navy, baju ini sering banget dipakai bang Dean. " Capek kenapa kau," ya Tuhan enggak ada kah kelemah lembutan dari laki-laki ini, perempuan lemah di hadapan nya bukan di semangatin malah... ah sudahlah makin capek.

Kami masuk ke dalam perumahan, dimana rumah-rumah disini masih luas sekali ada tiga kamar tidur yang luas dan juga ruang tamu yang luas.

"Masuk yok," bahan-bahan bangunan terkumpul di halaman, masih berantakan dan masih kosong melompong di dalamnya. "Dulu aku tinggal disini pertama kali ke Jakarta, sama seperti dirimu kan... Daripada -daripada" Tak lupa bang Dean meletakkan barang yang dibawa nya tadi ke dalam kamar.

"Abang mau bangun apa?" Aku ikut masuk bersama bang Dean, kami memeriksa lebih detail pengerjaan tukang dihalaman belakang. "Niatnya tembok ini dulu, nanti entah bikin kolam ikan kan, ternak lele kita disini. Atau enggak dapur" Katanya.

Aku langsung membayangkan posisi rumah, memberi gambaran kepada bang Dean. "Bagusan Abang bikin ini kolam Mandian sama taman segar rumah, terus kalau dapur ya kan Abang sendiri gak butuh dapur yang luas, sekat aja pake aquarium besar ruangan ini bang." Ku tunjukkan dimana desainnya nanti kamar 1 dan 2 gabung terus ada jarak kamar 3 dan didepan pintu kamar ke-3 adalah tanah kosong itu. Dapur tidak ada, jadi hasil sekat dari kamar ke dua bisa dibangun dapur.

"Kok kepikiran," kata bang Dean mengacak-acak rambut ku, dia membawa ku ke kamar utama, sedang dibangun kamar mandi disana. "Nanti disini buat tempat tidur Abang," langsung menghadap jendela dan mentok dengan dinding kamar mandi sehingga lemari 4 pintu masih bisa di buat di depan kamar mandi.

"Kamar 2,3 gak perlu masih sendiri juga." Kata bang Dean. Benar aja cuma antar barang terus lanjut ke kost Lista. "Ngomong-ngomong Abang tau darimana? kalau Lista lagi hamil. Udah booming kah beritanya? " Belokan jalan membuat pandangan bang Dean langsung ke mata ku, kami kembali ke jalan lalu lintas.

"Ijonk. Ijonk cerita sendiri." tatapan bang Dean kembali lagi menatapku,

Ya ampun laki-laki juga suka tukar cerita ya, astaga gosip apa aja yang mereka tau. "Miwa kamu ada niatan pulang kampung tidak?"

"Enggak bang."

"Aku ada beli tiket pesawat dari Jakarta ke Medan, sayang banget libur ku belum ada."

"Oh."

"Kamu lagi sendiri sekarang?"

"Iya."

1
Zanahhan226
aku mampir nih, Kak..
semangat, yah..
jan lupa mampir juga..
kita saling dukung, yah..
💪💪💪
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
MAMI ADRIELLA20: woke kak, terima kasih sudah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!