Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.
12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .
Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.
" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.
" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .
" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .
" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.
Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17 Aku mencintai Ayra
...Baca episode sebelumnya kembali ya ada beberapa bagian cerita yang belum di upload semalam ....
..........
" Ommmm, turunin Ihhhh, malu " ucap Ayra menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Hans ketika mereka melewati banyak orang.
" Om udah suruh jalan , kamu aja yang bandel " ucap Hans membawa Ayra masuk kedalam ruang VIP yang sudah dipesan bodyguard.
" Mmmmm, jadi kena leher Om " ucap Ayra begitu Hans menurunkan nya diatas sofa .
" Pegang dulu es nya aku bersihin " kata Ayra memberikan kedua es krim yang masih dipegang nya pada Hans .
" Om cepat jilat nanti meleleh ke tangan Om " kata Ayra yang sedang mengambil tisu .
Hans malah melek mendengar kata jilat!.
" Ihhhh, malah melamun " kata Ayra menjilat sendiri es krim ditangan Hans .
Seluruh tubuh Hans langsung menegang merasakan lidah Ayra yang tidak sengaja mengenai tangannya ketika dia menjilat es krim.
" Nunduk dikit Om biar aku bersihin " kata Ayra memegang pundak Hans begitu duduk didekat nya .
"
" Ohhhh, tuhan " Hans mencoba mengendalikan diri, mengapa setiap hal yang Ayra katakan seolah menjadi seruan bagi Hans .
Benar-benar godaan neraka !.
" Udah Ay?" tanya Hans yang diangguki Ayra setelah beberapa saat .
" Udah, Om sih langsung gendong aku aja kayak penculik untung es krim aku nggak jatuh " ucap Ayra mengambil satu es krim di tangan Hans lalu memakan nya .
" Ya kamu bandel " ucap Hans semakin bad mood .
" Yaudah makan es krimnya " kata Ayra tersenyum menyuapi es krim yang dipegang nya pada Hans .
" Cepat , Om" kata Ayra membujuk dan menguapi Hans .
" Kenapa kamu maksa banget Om harus makan es krim sih?" pertanyaan Hans menatap Ayra begitu mencicipi es krim yang Ayra suapi .
" Kata orang kalau makan es krim bisa balikin mood , jadi aku mau Om makan es krim soalnya dari tadi mood Om nggak bagus banget padahal tadi pagi baik-baik aja" kata Ayra menyuapi Hans es lagi .
" Aku tuh ingin nya Om baik-baik aja, aku sayang Om " pernyataan Ayra menyuapi Hans es krim lagi .
Hans langsung tersenyum lebar dengan mood yang baik menatap Ayra sampai gadis itu bertepuk tangan karena senang .
" Ternyata bener makan es krim bisa balikin mood " kata Ayra melihat Hans tersenyum lagi .
Hans mengelus kepala Ayra , seandainya dia tau Hans tersenyum bukan karena makan es krim tapi mood nya membaik mendengar kalau Ayra menyayangi dan peduli padanya .
" Sini Om peluk " ucap Hans merangkul Ayra kedalam pelukan nya .
" Om berjanjilah sampai kapanpun Om bakalan tetap sayang aku walaupun kita nggak sedarah tapi Om adalah satu-satunya keluarga yang aku punya " ucap Ayra membalas pelukan Hans .
" Udah , ayo makan " ucap Hans begitu waiters mengetuk pintu .
" Janji dulu Om" rengek Ayra .
" Kamu ingin Om berjanji apa lagi?" tanya Hans menatap Ayra dengan tatapan teduh .
" Janji bakalan tetap sayang aku " ucap Ayra yang takut sekali Hans berubah padanya suatu saat nanti .
" Tanpa kamu minta pun Om sudah menyayangi kamu sejak dulu bahkan dari bayi merah pun Om udah sayang kamu " pernyataan Hans dengan jujur .
" Tidak ada yang perlu kamu takutkan, Om akan selalu menyayangi kamu sampai kapan pun " ucap Hans mengecup kening Ayra .
" Okey , Ayo kita makan Om " ajak Ayra yang sudah merasa lapar setelah menghabiskan es krim nya .
" Baiklah, biar Om suapi" ucap Hans menyuapi Ayra dan menikmati setiap ekspresi diwajah cantik Ayra yang sangat manis.
" Om boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Ayra yang diangguki Hans .
" Om kan ganteng, lalu kenapa belum menikah sampai sekarang?" tanya Ayra yang kadang kepikiran.
" Kamu sedang menghina Om dengan mengatakan bujang lapuk secara tidak langsung?" pertanyaan Hans mengangkat sebelah alisnya.
" Tidak-tidak, Aku tidak bermaksud begitu Om " kata Ayra menggeleng sungguh tidak ada niatan begitu .
" Lalu?" tanya Hans menyuapi Ayra lagi .
" Maksud aku , Om kan sudah dewasa apa tidak ingin menjalani kehidupan rumah tangga atau ada seseorang yang sudah lama Om sukai namun belum bisa Om dapatkan?" tanya Ayra berpikir banyak kemungkinan.
" Menurut kamu?" tanya Hans malah mengulum senyum mendengar pertanyaan Ayra selanjutnya.
" Tapi masa pria setampan Om nggak bisa sih menaklukan hati wanita yang Om sukai " jawab Ayra menatap Hans yang rasanya sangat sempurna sebagai seorang pria , tidak akan ada wanita yang bisa menolaknya.
" Ya kenyataan nya tidak , bahkan dia sama sekali tidak pernah tertarik pada Om " jujur Hans yang terlihat dari matanya sampai Ayra jadi kasihan .
" Wahhhhh itu benar-benar wanita kurang ngajar, apa matanya buta tidak bisa melihat betapa tampan nya Om " Ayra mendadak emosi .
" Jadi menurut kamu Om tampan?" tanya Hans .
" Tentu saja, selain tampan Om juga baik, sixpack, tinggi, putih , kaya dan segala nya Om ada , lalu apa lagi yang dicari wanita itu " kesal Ayra yang tidak menyangka ada wanita bodoh yang menolak cinta Om Hans nya .
" Ya sudah , jika memang begitu kenapa tidak kamu nikahi saja Om mu itu Ayra " kata Dave yang tiba-tiba masuk bahkan Ayra dan Hans sama sekali tidak menyadari kehadiran nya .
" Om Dave gila, mana mungkin aku menikahi Om ku sendiri " pernyataan Ayra begitu Dave ikut duduk bersama mereka disofa .
" Ya tapi kalian kan tidak sedarah, kamu nikahi saja Hans dari pada dia tidak menikah-menikah" tawa Dave mungkin terdengar seperti candaan namun Hans sangat menantikan jawaban Ayra .
" Walaupun kami tidak sedarah tapi aku sudah menganggap Om Hans keluarga ku bahkan sosok ayah yang selalu mengayomi aku dan bagaimana mungkin aku menikahi Ayahku sendiri , hanya orang gila yang melakukan itu " pernyataan Ayra yang membuat jantung Hans serasa berhenti berdetak mendengar nya .
" Astaga Ayra , bagaimana mungkin kamu menganggap Hans sebagai sosok Ayah?" kaget Dave sampai terperanjat.
Mereka tau Ayra menyayangi Hans tapi selama ini mereka berpikir Ayra tidak akan sampai menganggap Hans seperti sosok ayah baginya, hanya sebatas Om atau kakak .
" Kenapa tidak mungkin Om Hans adalah wali aku sejak kecil , bukankah jika dia wali maka peran nya sama seperti Ayah " kata Ayra yang menganggap begitu sejak kecil , sebab itulah dia sangat menyayangi Hans seolah Papa nya sendiri .
Hans tidak bisa lagi berkata-kata sedikitpun mendengar wanita yang dia cintai mengatakan kalau Hans seperti sosok ayah baginya.
" Om sebentar ya aku ke toilet" ucap Ayra lalu segera berlari karena ingin pipis .
" Ohhh tuhan, tidak, tidak , Dave bagaimana bisa dia menganggap aku seperti sosok ayah , Dave , aku mencintai nya " pernyataan Hans dengan begitu kacau memegang lengan Dave yang duduk disebelah nya .
" Dave , aku mencintai Ayra Dave" sesak Hans
yg dijodohkan dgn Ayra dah nongol, gmn tuh tindakan Hans selanjutnya ya
Ayra gak sengaja dengerin gak ya saat Hans ngomong mencintainya, mungkin dengerin dan sikapnya berubah 🤔