Shanaya berdiri di tepi taman halaman rumahnya, angin malam membelai sayap-sayap keabadiannya yang tersembunyi. Bintang mendekatinya, matanya memancarkan cinta yang tak terbantahkan. "Shanaya, aku tahu kita berbeda, tapi aku tidak peduli. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu," katanya dengan suara lembut.
Shanaya menoleh, mencoba menyembunyikan air matanya "Bintang, kamu tidak tahu apa yang kamu katakan. Aku...aku bukan seperti kamu. Aku memiliki rahasia yang tidak bisa kamu terima..." Shanaya mengangkat tangan, menghentikan Bintang yang ingin mendekat. "Tolong, jangan membuat ini lebih sulit daripada yang seharusnya. Aku tidak bisa menjadi yang kamu inginkan..."
Bintang terlihat hancur, tapi dia tidak menyerah. "Aku tidak peduli dengan apa yang kamu sembunyikan, Shanaya. Aku hanya ingin kamu..."
Apakah Shanaya akan membuka hatinya untuk Bintang atau justru pergi ke langit ketujuh dan meninggalkan Bintang seorang diri di malam yang sunyi ini? Ikuti terus kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi Rahasia Shanaya
Thalia mengangguk, "Ok guys, mari kita pergi..."
Dia membawa Shanaya, Ray, Felix, Nathaniel, Joe, dan Bintang ke sebuah gudang tua di pinggiran kota. Di dalam gudang, ada seorang wanita berpakaian hitam dengan topi yang menutupi wajahnya.
"Maura, apa yang loe lakuin di sini?" tanya Thalia penasaran
Wanita itu membuka topinya, memperlihatkan wajah yang cantik dan misterius.
"Gue lagi nunggu kalian, Thalia. Gue punya informasi tentang masa lalu Shanaya..." ucapnya sambil tersenyum misterius
Shanaya merasa jantungnya berdetak kencang, "Siapa loe? Apa yang loe tahu tentang gue?"
Maura tersenyum, "Gue tahu banyak tentang loe, Shanaya. Gue tahu tentang keluarga loe, tentang kemampuan loe... dan tentang alasan loe berada di sini..."
Shanaya merasa napasnya terhenti, "Apa yang loe maksud? Apa yang loe tahu tentang keluarga gue?"
Maura mengambil napas dalam-dalam, "Ibu loe... dia masih hidup, Shanaya. Dia disembunyikan oleh organisasi yang sama yang menciptakan kemampuan yang sama seperti kayak yang loe punya..."
Geng Garuda saling menatap, "Apa? Organisasi apa?" tanya Ray penasaran
Maura menjawab, "Organisasi itu disebut 'Elysium'... Mereka menciptakan kemampuan yang sama untuk tujuan tertentu, Shanaya. Dan sekarang, The Shadow ingin menggunakan kemampuan dari ibu loe untuk kepentingan mereka sendiri..."
Shanaya merasa kebingungan, "Tujuan mereka apa? Apa yang mereka ingwinkan dari ibu gue?"
Maura memberikan Shanaya sebuah file, "Ini adalah informasi tentang Elysium dan tujuan mereka. Tapi gue butuh sesuatu dari loe, Shanaya... gue butuh loe buat bantu gue ngehancurin Elysium dari dalam. Gue ada di pihak loe Shan, gue memang orang the shadow tapi gue dipihak ibu loe dan orang the shadow gak ada sedikitpun yang curiga ke gue..."
Shanaya merasa napasnya semakin berat, "Gue... gue gak ngerti. Kenapa gue harus percaya sama loe? Apa buktinya kalo ibu gue masih hidup?"
Maura memberikan Shanaya sebuah foto, "Ini foto ibu loe. Dia masih hidup, Shanaya. Dan dia ingin ketemu sama loe..."
Shanaya melihat foto itu, matanya berkaca-kaca, "Bu...bunda..."
Geng Garuda mendekati Shanaya, "Kita harus bantu ibu loe, Shan," ucap Ray
Thalia menambahkan, "Kita semua ada di sini buat bantu loe, Shanaya. Kita akan hancurin Elysium dan The Shadow, dan kita akan temukan ibu loe..."
Shanaya mengangguk, "Oke... gue siap. Apa yang harus gue lakukan?"
Maura tersenyum, "Loe harus infiltrasi ke markas Elysium. Mereka punya sebuah proyek rahasia yang melibatkan ibu loe, dan kita perlu tahu apa itu..."
Joe menambahkan, "Gue bisa bantu loe masuk ke sistem keamanan mereka, tapi loe harus hati-hati, Shanaya. Elysium gak main-main..."
Bintang memberikan Shanaya sebuah perangkat kecil, "Ini adalah alat pelacak. Kalo loe dalam bahaya, tekan tombol ini dan kita akan datang untuk menyelamatkan loe..."
Shanaya mengangguk, "Oke, gue siap. Gue akan lakuin ini..."
Maura memberikan Shanaya sebuah paket, "Ini adalah identitas palsu dan pakaian yang loe butuhkan untuk infiltrasi. Loe bakal jadi salah satu peneliti baru di Elysium lagian belum ada yang tahu wajah loe sebagai putri tante Shania..."
Thalia menambahkan, "Pastikan loe gak menarik perhatian. Elysium memiliki banyak mata-mata dan pengawas..."
Shanaya memasang pakaian dan identitas palsu, "Gue siap, apa yang harus gue lakuin selanjutnya?"
Maura menjawab, "Pergi ke markas Elysium dan cari informasi tentang proyek rahasia mereka. Gue akan mencoba menghubungi loe melalui saluran komunikasi yang aman..."
Shanaya mengambil napas dalam-dalam, "Oke, gue siap. Gue akan pergi ke markas Elysium sekarang juga..."
Maura memberikan Shanaya sebuah kartu akses, "Ini adalah kartu akses untuk loe. Gunain ini untuk masuk ke markas Elysium. Ingat, loe harus berhati-hati..."
Shanaya mengangguk, "Gue paham. Gue akan hubungi loe kalau gue sudah dapat informasi lebih lanjut..."
Geng Garuda mengantar Shanaya ke pintu, "Hati-hati, Shan," ucap Ray
Shanaya tersenyum, "Gue akan baik-baik aja. Gue akan kembali dengan informasi lebih lanjut..."
Shanaya berjalan keluar dari gudang, menuju ke mobil yang sudah menunggu. Dia masuk ke dalam mobil dan memberikan alamat markas Elysium kepada sopir.
Sopir mengangguk, "Baik, Nona. Saya akan mengantar Anda ke sana."
Shanaya mengambil napas dalam-dalam, mencoba untuk menenangkan dirinya. Dia tahu bahwa ini adalah misi yang berbahaya, tapi dia harus melakukannya untuk ibunya dan geng Garuda.
Mobil berhenti di depan gerbang markas Elysium. Shanaya menunjukkan kartu aksesnya kepada penjaga, "Saya Shanaya, peneliti baru disini..."
Penjaga memeriksa kartu aksesnya, lalu mengangguk, "Silahkan, Nona Shanaya. Silahkan masuk..."
Shanaya masuk ke dalam markas Elysium, dan langsung disambut oleh seorang pria berpakaian lab coat, "Selamat datang, Nona Shanaya. Saya Dr. Lee, salah satu peneliti senior di sini. Saya akan mengantar Anda ke laboratorium..."
Shanaya tersenyum, "Terima kasih, Dr. Lee. Saya senang bisa bergabung dengan tim Anda..."
Dr. Lee membalas senyum Shanaya, "Kami juga senang memiliki Anda di sini, Nona Shanaya. Kami memiliki proyek yang sangat menarik, dan saya yakin Anda akan sangat tertarik..."
Dr. Lee mengantar Shanaya ke laboratorium yang luas dan modern. Di sana, ada beberapa peneliti lain yang sedang bekerja dengan peralatan canggih.
"Saya akan memperkenalkan Anda kepada tim," ucap Dr. Lee
"Ini adalah Dr. Patel, spesialis genetika, dan Dr. Kim, ahli bioteknologi..."
Shanaya menyapa mereka, "Senang bertemu kalian..."
Dr. Lee melanjutkan, "Kami sedang bekerja pada proyek yang disebut 'Elixir'. Ini adalah proyek untuk menciptakan kemampuan super manusia dengan menggunakan teknologi genetika dan bioteknologi..."
Shanaya berpura-pura tertarik, "Wah, itu terdengar sangat menarik. Apa yang membuat proyek ini begitu spesial?"
Dr. Lee tersenyum, "Apa yang membuat Elixir spesial adalah bahwa kami telah menemukan cara untuk meningkatkan kemampuan genetik manusia dengan menggunakan teknologi CRISPR. Kami telah berhasil menciptakan beberapa prototipe dengan kemampuan super, tapi..."
Dr. Patel menambahkan, "Tapi kami masih memiliki beberapa masalah dengan stabilitas genetik. Beberapa prototipe mengalami efek sampingan yang tidak diinginkan, seperti kehilangan memori atau kerusakan organ..."
Shanaya berpura-pura penasaran, "Wah, itu terdengar seperti tantangan besar. Apa yang kalian lakukan untuk mengatasi masalah itu?"
Dr. Kim menjawab, "Kami sedang mencari subjek uji yang memiliki genetik yang stabil dan kuat. Seseorang yang dapat menangani kemampuan super tanpa efek sampingan..."
Dr. Lee tersenyum, "Ah, Nona Shanaya, kami tahu lebih banyak tentang ibu Anda daripada yang Anda bayangkan. Kami telah memantau keluarga Anda selama bertahun-tahun, dan kami percaya bahwa ibu Anda memiliki kunci untuk meningkatkan kemampuan Anda..."
Shanaya merasa napasnya terhenti, "Apa yang kalian maksud? Apa yang kalian tahu tentang ibu saya?"
Dr. Patel menambahkan, "Kami tidak akan membahas ini di sini. Mari kita lanjutkan ke ruangan lain, di mana kita dapat berbicara lebih lanjut tentang ini..."
Shanaya mengangguk, "Oke, mari kita lanjutkan..."
Dia mengikuti Dr. Lee dan Dr. Patel ke ruangan lain yang lebih sepi. Di sana, ada seorang wanita yang duduk di kursi, dengan wajah yang familiar.
"Shanaya, ini adalah...ibu Anda," ucap Dr. Lee
Shanaya merasa shock, "Bu....bunda?"
Ibu Shanaya menatapnya dengan mata yang lembut namun lemah di dalam sebuah tabung inkubator, "Shanaya, anakku..."
Shanaya merasa seperti terbangun dari mimpi, "Bu...bunda, apa yang terjadi? Kenapa bunda ada di sini?"
Ibu Shanaya tersenyum lembut, "Aku ada di sini karena aku ingin melindungi kamu, Shanaya. Aku tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk kamu selama ini, tapi aku ingin membuat semuanya benar sekarang..."
Dr. Lee menambahkan, "Ibu Anda telah bekerja sama dengan kami untuk meningkatkan kemampuan Anda, Shanaya. Kami percaya bahwa Anda memiliki potensi besar, dan kami ingin membantu Anda menggunakannya untuk kebaikan..."
Obrolan mereka pun berlanjut membahas mengenai rahasia untuk melemahkan The Shadow dan komplotannya yang ada puluhan orang, lantas apakah langkah yang akan diambil Shanaya? Mampukah dirinya keluar dari markas rahasia the shadow atau justru akan bernasib sama seperti Dr. Lee, Dr. Pattel dan ibunya?
Bersamboo...
Visualnya Dr. Patel dan Dr. Lee ya guys ya... 🙏🤭🌷🌹