Qing Lizi, seorang yatim piatu berprofesi sebagai dokter militer genius yang menguasai banyak hal. Selain cantik, ia juga memiliki dedikasi tinggi pada tugasnya.
Gadis berusia 30 tahun yang gemar akan tantangan, memilih bergabung dengan pasukan militer negara setelah mendapat lisensi kedokterannya.
Saking geniusnya, Qing Lizi sudah meraih gelar dokter specialis diusia dua puluh empat tahun.
Kariernya berjalan mulus, bermacam misi telah ia jalani, hidup mapan, banyak teman, digandrungi puluhan pria.
Sayangnya Qing Lizi tak berumur panjang. Ia harus kehilangan nyawa saat bertugas dinegara berkonflik bersama tentara perdamaian.
Namun bukannya pergi kesurga atau neraka, jiwa Qing Lizi malah pindah keabad kuno, menempati tubuh seorang gadis berusia sepuluh tahun.
Suatu hari, Qing Lizi mendapat anugerah sebuah cicin ajaib yang memberinya banyak keutungan.
Bagaimanakah kisah perjalanan Qing Lizi dikehidupan keduanya ini..?
Apa fungsi cincin ajaib yang melingkar dijari manis Qing Lizi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghasilkan Uang
Mentari pagi baru saja menyapa diufuk timur, membelah kabut tebal yang menyelimuti jejeran bukit pegunungan Nanmu dan sekitarnya.
Aroma tanah basah membaur wangi bersama kembang dandelion dan osmanthus yang bermekaran.
Kicauan bermacam burung bak orkestra merdu yang membalut nikmatnya secangkir teh serta sepiring kesemek kering.
Sesuai kesepakatan, pagi ini Qing Lizi akan pergi keIbukota bersama Qing Jian, Su Yoran dan Huang Feng.
Jang Jiayi sendiri ditugaskan merawat putra salah satu tetangga yang terkena demam dan diare.
Jika Qing Jian dan calon istrinya mencari lokasi untuk bisnis keluarga, Qing Lizi bersama Huang Feng akan kepaviliun Nuwa.
Aneka herbal baik segar dan kering sudah Lizi siapkan untuk ditukar dengan uang.
Selain itu Lizi turut membawa lilin lebah, pil peluntur lemak, cermin dan sample gula pasir.
"Selamat datang tuan muda, nona..!" sapa ramah kakek pelayan paviliun Nuwa.
"Salam kakek..!"
"Apa tuan muda dan nona mau menjual sesuatu lagi..?"
Huang Feng dan Lizi kompak mengangguk.
Si kakek mengembangkan senyumnya "kalau begitu tuan dan nona silahkan duduk dulu, aku akan memberi tahu tuan muda Jun."
"Baik kek, terimakasih..!"
Si kakek pelayan berlalu kelantai tiga dimana ruangan Wang Jun berada.
Sedangkan Huang Feng dan Lizi duduk dibangku transaksi.
Tak butuh waktu lama si kakek kembali bersama Wang Jun, Choi dan tuan manager.
"Salam tuan muda...!"
"Salam tuan Huang, nona Qing..!"
Wang Jun duduk, diikuti Huang Feng dan Lizi.
Kakek pelayan pergi kepantry, menyiapkan suguhan bagi calon aset utama masa depan paviliun Nuwa.
"Kali ini apa yang kalian bawa..?"
Huang Feng mengeluarkan seratus batang lilin madu dan lima cermin kaca. Sementara Qing Lizi jatah menggelar enam jenis herbal.
Wang Jun, manager dan Choi terjingkat mendelik, melihat harta karun melimpah ruah diatas meja.
"Ini....
Wang Jun terkesiap, terperangah linglung. Ia tak mampu untuk meneruskan ucapannya.
Ginseng sutra, jamur ulat, saffron emas, akar Shi Hu, Gangcao dan bunga Laying ungu. Herbal yang amat sangat sulit didapat juga dibudidayakan.
Lizi mengeluarkan sepuluh botol berisi kapsul diet.
"Didalam ini terdapat tiga puluh butir pil peluntur lemak, tanpa efek samping dan aman dikonsumsi jangka panjang. Satu bulan bisa menurunkan berat badan lima belas hingga dua puluh pon. Jika untuk merawat bentuk tubuh agar tetap ideal meski makan sebanyak apa pun, aku juga memiliki ramuannya."
Qing Lizi melihat sekeliling, menunjuk salah satu pelayan bertubuh gemuk bulat.
"Satu botol gratiskan untuk pemuda itu agar tuan muda melihat khasiat obat ini."
Wang Jun berdehem, menyingkirkan kotoran yang menyumbat tenggorokannya.
"Untuk cermin kaca ukurannya sedikit lebih besar, jadi tuan muda tentu bisa memberikan harga yang berbeda dari waktu lalu."
Wang Jun mengangguk cepat "oke...!"
Cetak cetak
Suara biji sempoa tertelan lirih oleh riuh rendah suara para pengunjung.Wang Jun menghitung dengan perhitungan cepat.
"Seribu tahil cermin kaca, tiga ribu untuk herbal, dua ratus lilin lebah, sembilan ratus pil peluntur lemak. Totalnya lima ribu seratus tahil perak, bagaimana..?"
"Setuju...!"
Akuntan kepercayaan Wang Jun gegas membuka brangkas simpanan.
"Tuan muda, kami masih memiliki satu produk yang ingin ditawarkan. Tapi bukan dijual, kami mau bekerjasama hitam diatas putih."
Alis Wang Jun mengernyit halus "apa itu..?"
Huang Feng menaruh guci diatas meja, membuka tutupnya perlahan.
"Ini gula pasir buatan kami, rendah kalori dan baik bagi kesehatan."
"Apa...!"
Wang Jun berdiri gegabah, mengakibatkan bangku yang ia duduki bergeser kebelakang, berderit nyaring..
Wang Jun mengambil sejumput gula untuk ia jilat.
"Ini gula asli, bahkan lebih bagus dari yang dipasaran." gumam lirih Wang Jun tergugu.
Pangeran itu memandangi Huang Feng dan Qing Lizi bergantian, lalu beralih pada manager serta Choi.
"Tutup...!"
Manager dan Choi menyebar, menarik dinding sorong rahasia yang terselip diantara tembok lain.
Kini meja transaksi yang semula terbuka, berubah menjadi room private penuh rahasia.
"Ini sungguh buatan kalian..?"
Huang Feng dan Lizi mengangguk.
"Kami bisa membuat empat jenis gula." beritahu Lizi.
Kornea Wang Jun, Choi dan manager membulat sempurna bak bola. Mulut mereka menga lebar bak punuk unta.
"Penawaran apa yang kalian mau berikan..?"
"Tuan muda menyediakan tempat, dana produksi dan jaminan keamanan, kami resep pembuatan dengan pembagian hasil 60-40" tegas Huang Feng.
"Baik, aku setuju..!"
Wang Jun melirik si manager yang langsung sigap mengambil kertas linen dan kuas serta tinta.
"Selain ini aku ingin kontrak kerjasama pil peluntur lemak dan perawatan tubuh ideal, apa kau mau nona Qing..?"
Qing Lizi tersenyum semringah sampai ketelinga.
"Tentu saja tuan muda, dengan senang hati."
Dua kontrak langsung dibuat. Cap jari kedua mitra berdampingan dengan stempel resmi paviliun Nuwa yang menjadi pengesahan.
Peti kayu ulin berisi perak disodorkan pada Huang Feng dan Qing Lizi.
"Untuk gambar mesin pembuatan gula akan aku kirimkan lusa sekaligus pil anti gemuk." ujar Qing Lizi.
Wang Jun mengangguk "oke..! aku akan mengurus sisanya. Tapi jika kalian bisa memproduksinya sendiri sembari menunggu pabrik beroperasi, aku tidak keberatan."
Urusan beres, Huang Feng dan Qing Lizi undur diri. Gak lupa tips bagi si kakek pelayan lima tahil perak.
Keduanya langsung kembali kedesa untuk membicarakan perihal kerjasama gula dengan keluarga serta mempersiapkan semuanya.