NovelToon NovelToon
SEXY SECRETARY

SEXY SECRETARY

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Penyesalan Suami / Menikah dengan Kerabat Mantan
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Apa jadinya jika yang menjadi sekretaris di perusahaan adalah istri sendiri? jangankan bisa menggoda karyawan wanitanya bahkan untuk sekedar lirik sana-sini pun tidak akan bisa dilakukan.

Sementara itu, dibalik sikap ceria sang istri ternyata dia harus bertahan menghadapi keluarga suami yang sering menyindirnya karena belum dikaruniai anak. Akankah rumah tangga mereka bisa kuat ataukah harus hancur hanya gara-gara sang istri belum juga dikaruniai keturunan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 Perseteruan Rio Dan Pasha

1 bulan kemudian.... 

Satu bulan berlalu dengan cepat dan Ashika semakin sibuk mengurus perusahaan bersama Papa sambungnya. Kadang Ashika harus pulang larut malam karena lembur dan itu membuat Rio kesal. Rio juga sudah jarang menemui Nathalie karena dia memikirkan Ashika yang sudah mulai dingin kepadanya. 

Malam ini Ashika baru sampai di rumahnya dan Rio sudah bolak-balik menunggu kepulangan istrinya. "Sayang, kenapa kamu semakin hari sering pulang malam terus sih?" kesal Rio. 

"Aku lagi banyak kerjaan Mas," sahut Ashika.

Rio menahan lengan Ashika. "Mas ngizinin kamu kerja karena kamu sudah janji akan pulang cepat dan sudah ada di rumah sebelum Mas sampai di rumah," kesal Rio.  

Ashika menghempaskan tangan Rio. "Mas, aku masih tahap belajar jadi wajar jika aku selalu pulang malam karena banyak pekerjaan yang harus aku urus," sahut Ashika terlihat kesal juga. 

Rio semakin emosi, dia menarik tubuh Ashika dan mendorong tubuh Ashika ke atas tempat tidur. Ashika membelalakkan matanya, lalu dengan cepat Rio menindih tubuh Ashika. Sudah satu bulan ini Ashika menolak untuk berhubungan intim dengan Rio karena sangat capek pulang kerja. 

"Mas, aku capek mau istirahat," tolak Ashika. 

"Sudah satu bulan kamu menolak Mas dengan alasan capek, apa kamu mau berdosa tidak mau melayani suami kamu lagi!" bentak Rio. 

"Kenapa Mas jadi egois sih?" Ashika ikut meninggikan suaranya. 

"Apa, egois kamu bilang? kalau aku egois gak bakalan aku melarang kamu untuk bekerja. Aku melarang kamu bekerja supaya kamu enak diam di rumah, biar aku saja yang kerja tapi kamu tidak mau mendengarkan ucapan Mas dan memilih bekerja sampai-sampai kamu lupa dengan kewajiban kamu sendiri," sahut Rio. 

Rio sudah sangat emosi, dia pun memaksa Ashika untuk melayaninya walaupun Ashika sudah menolak. Rio melepaskan baju Ashika dengan paksa, Ashika tidak bisa menolak lagi jika seperti itu dengan terpaksa Ashika pun pasrah walaupun hatinya sakit. Ashika memang sudah tidak mau melayani suaminya karena Ashika tahu jika Rio saat ini sudah membagi cintanya bukan hanya untuk dirinya tapi untuk wanita lain. 

Setelah puas, Rio pun memisahkan tubuhnya dari Ashika. Ashika menyelimuti tubuhnya, tiba-tiba isakan kecil keluar dari bibir Ashika membuat Rio merasa bersalah. "Kamu kenapa nangis, sayang?" ucap Rio sembari memeluknya dari belakang. 

Namun, Ashika menolak dan memilih menjauh dari Rio. Ashika bangkit dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi, begitu pun dengan Rio yang segera memakai bajunya dan menunggu Ashika keluar dari dalam kamar mandi. Beberapa saat kemudian, Ashika keluar dan Rio segera menghampiri Ashika. 

"Sayang, maafkan Mas. Mas tidak bermaksud untuk memaksa kamu tapi memang sudah lama kamu tidak mau berhubungan dengan Mas membuat Mas emosi dan berpikir macam-macam kepadamu," ucap Rio. 

Ashika tidak memperdulikan ucapan Rio, dia memakai baju tidur dan segera merebahkan kembali tubuhnya. Air mata Ashika terus saja mengalir dan Rio semakin bingung dengan sikap Ashika yang seperti itu. Sementara itu, Nathalie tidak bisa tidur, dia merasa sangat geram karena Rio sudah satu bulan tidak menemuinya dan mengabaikan panggilan dan pesan darinya. 

"Awas kamu, Rio. Lihat saja, apa yang akan aku lakukan besok," geram Nathalie. 

***

Keesokan harinya.... 

Ashika sudah berangkat pagi-pagi sekali sebelum Rio bangun. Dia sengaja karena dia masih marah kepada Rio. Ashika menepikan mobilnya di depan gerobak lontong sayur seperti biasanya.

Semenjak dia bekerja, dia sudah tidak mau membuat sarapan atau makan malam untuk Rio. Sekarang juga Ashika sudah mulai mengendarai mobilnya sendiri, dia tidak mau merepotkan Papa sambungnya lagi karena supir itu adalah supir pribadi Papanya. Lama-kelamaan Ashika sudah sangat kenal dengan pedagang lontong sayur.

"Pak, seperti biasa pesan satu porsi di makan di sini," ucap Ashika. 

"Siap, Non."

Ashika duduk di kursi plastik dengan meja kayu itu. "Boleh ikut sarapan lagi?" seru Pasha.

"Boleh dong, Mas," sahut Ashika.

Keduanya pun sarapan bersama di sana. Akhir-akhir ini Ashika dan Pasha semakin dekat bahkan Ashika sudah tidak canggung-canggung lagi untuk berbagi cerita kepada sepupunya Rio itu. Keduanya sarapan sembari asyik bercengkrama bahkan mereka terlihat tertawa bersama. 

"Oh iya, kemarin-kemarin Mas ke mana? kok gak kelihatan?" tanya Ashika.

"Ketahuan, kamu selalu nungguin aku ya," goda Pasha.

"Ih, bukanya begitu tumben aja biasanya 'kan Mas suka lewat sini juga dan sarapan bersama," sahut Ashika dengan wajah memerah.

"Bercanda, aku kemarin seminggu pulang dulu ke Australia soalnya ada yang harus aku urus," ucap Pasha.

"Oh."

Keduanya kembali mengobrol, sementara itu Rio terlihat panik karena bangun tidur, Ashika sudah tidak ada. Dia cepat-cepat bersiap-siap dan berniat menyusul Ashika ke tempat kerjanya dan Rio juga sudah membeli makanan untuk sarapan mereka berdua. Tapi, Rio seketika mengepalkan tangannya kala dari kejauhan melihat Ashika dan Pasha sedang makan bersama. 

"Astaga, kamu makan itu kaya anak kecil sampai blepotan." Pasha mengambil tisu dan membersihkan sisa kuah lontong yang ada di sudut bibir Ashika. 

Untuk sesaat keduanya saling pandang satu sama lain membuat Rio semakin emosi. Rio keluar dari dalam mobilnya dan tanpa basa-basi langsung memukul Pasha membuat Pasha terjatuh dari kursinya. 

"Ya, Allah Mas kenapa Mas pukul Mas Pasha!" teriak Ashika panik. 

"Kamu tahu siapa Ashika, seharusnya kamu jaga batasan jangan terlalu berani menyentuh istri orang!" bentak Rio penuh emosi. 

Ashika membantu Pasha berdiri membuat Rio semakin geram. Rio menarik dengan kasar tangan Ashika dan menyeretnya untuk masuk ke dalam mobil. Pasha tidak tinggal diam, dia segera menahan tangan Ashika yang satunya lagi. 

"Jangan kasar kepada wanita," ucap Pasha dengan tatapan tajamnya. 

"Lepaskan tangan Ashika, dia istriku!" bentak Rio.  

"Walaupun dia istrimu tapi tidak sepantasnya kamu bersikap kasar kepadanya," sahut Pasha dengan geramnya. 

Rio melepaskan tangan Pasha dengan paksa, dan mendorong tubuh Pasha. "Sejak kapan kalian akrab seperti ini? Apa selama ini kamu menolakku karena dia!" bentak Rio dengan menunjuk ke arah wajah Pasha. 

"Jangan bawa orang lain dalam masalah kita, Mas. Mas Pasha tidak melakukan apa pun jadi jangan sangkut pautkan Mas Pasha dengan masalah kita," sahut Ashika dengan geramnya. 

Rio tersenyum sinis. "Apa Mas tidak salah dengar, kamu membela dia dari pada suamimu sendiri! Mas tidak buta Ashika, tadi dia menyentuhmu dan kamu diam saja, apa kamu juga suka dengan perlakuan Pasha seperti itu!" bentak Rio. 

Mata Ashika berkaca-kaca, dia tidak menyangka jika Rio akan membentaknya di depan umum. "Kamu sudah keterlaluan Mas," geram Ashika. 

Ashika pun dengan cepat masuk ke dalam mobilnya dan langsung pergi meninggalkan kedua pria tampan itu. "Kamu jangan macam-macam, Pasha. Apa kamu menyukai Ashika?" tanya Rio. 

"Kalau iya, memangnya kenapa?" Pasha balik menantang Rio.  

Rio mencengkram kemeja Pasha. "Brengsek, memangnya tidak ada wanita lain sehingga kamu mau merebut istri sepupumu sendiri?" bentak Rio. 

"Kamu lebih brengsek dari pada aku. Aku memang brengsek karena mau merebut istrimu, tapi aku tidak sebrengsek kamu yang berani menghamili wanita lain di belakang istrimu," ucap Pasha sembari menghempaskan tangan Rio.  

Rio terdiam, Pasha pun segera masuk ke dalam mobilnya setelah sebelumnya menghampiri penjual lontong untuk membayar makanannya dengan Ashika tadi. Rio masih mencerna ucapan Pasha, dia tidak menyangka jika Pasha sudah mengetahuinya. "Tahu dari mana dia?" batin Rio.

1
Riasusi
lanjut lgi
Sri Yatun
tunggu saja kehancuran dan kebusukan mu terbongkar dan hancur boy, bakal menyesal dan mungkin gila🤭🤭🤭
ꪶꫝNOVI HI
lili kamu harus kuat mulai sekarang, minta tolong yudi buat balas dendam ke keluarga boy 😁😁
Naysila mom's arga
semoga lili bisa bangkit dan gx menye2 lagi
Riasusi
lanjut lgi kk
Cindy
lanjut
ꪶꫝNOVI HI
jangan marah marah yuda 😁
Sri Yatun
apa lili jodohnya Yuda...?kasihan lili keguguran dasar boy bakal menyesal kamu boy dan g bakal bertahan lama kalo nikah sifat dan kelakuannya bgtu, ceweknya bakal menyesal d plorotin mertuanya dan suaminya apalg tempramen apa apa benernya sendiri
Patrick Khan
kasian anaknya lili😖😖😖boy gila
.lili kyk nya kecintaan sm boy deh..
.ayo lili sadar lah . tunjukan km kuat.. jg nangisan
ꪶꫝNOVI HI
jangan bego bego amat lah li
ꪶꫝNOVI HI
lili pun bodoh bin bego kabur daei sana mau aja jadi samsak boy
ꪶꫝNOVI HI
keluarga laknat
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
duh lili, minta pisah aja
Patrick Khan
lili lembek bgt jd cwe.. 😖😖😖😒
Naysila mom's arga
lili bucin amat sih sama suaminya mana nurut lagi gx kabur aja gemes bgt sama tokoh lili lembek
Patrick Khan
lili ya gitu kabor aja lah.. malah setia disitu2 aja.. greget jg 😖😒
ꪶꫝNOVI HI
kabur aja lili
Naysila mom's arga
cerai aja lah lili 🤭
Patrick Khan
wahhh boy anak emak ternyata . udah gk usah nikah aja boy naman aja boy kelakuan kyk gitu gk cocok lah
Cindy
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!