terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 24
Mobil Gama berhenti di depan Bila dan Vani, Gama keluar dari mobil " dia jadi sangat keren" Vani berbisik. "iya dia suamiku" bila menimpali dan sengaja mengenalkan sebagai suami. Karena Bila tahu Vani pemuja pria tampan. Gama menarik pinggang Bila dan mencium pipinya. Vani kaget dengan tingkah Gama, wow bagaimana bisa seorang Gama melakukan itu pada perempuan, si manusia batu bisa bertindak seperti itu, apa ini mimpi? Bila mengenalkan Vani pada Gama, Bila sampai sampai mengguncang bahu Vani " eh maaf kak Gama, saya Vani teman Bila" Gama hanya mengangguk. Tidak mau menerima uluran tangan Vani, Vani hanya melihat tangan yang di abaikan dan mengibaskannya seperti mengusir angin Iya iya dia kan gama si manusia batu.
"masuklah sayang" mendorong Bila masuk ke mobil, Gama mengitari mobil. Bila merasa tidak enak pada Vani memandang wajah memelas dan mengatupkan tangan meminta maaf , Vani tersenyum cerah menganggukkan kepala melambaikan tangannya " hati hati di jalan Bila!".
Bila bersandar di bahu Gama, " kita mau kemana sayang? Apa kita mau membeli kado untuk kakek? Tapi kado apa yang bagus dan sesuai selera kakek?", sudah berceloteh kemana mana. Gama hanya memperhatikan wajah Bila gemas dan mencium bibir Bila "kita akan ke boutique dan membeli apapun yang kau mau", " kenapa malah jadi aku? Kan buat kakek", Gama mencubit hidung Bila "apapun yang kau beli kakek pasti menyukainya, kedatangan kita sudah jadi kado terindah untuk kakek", Bila tergelak "mana mungkin begitu. Tapi apa kau tau hobi atau kesukaan kakek?" Gama sudah sibuk dengan menciumi seluruh wajah Bila, dan menggeleng. wajah Bila memerah tapi belum puas dengan jawaban Gama. " apa kau tahu apa yang sedang kakek sukai sekretaris Seth?" lanjut bertanya pada sekretaris Seth. "setahu saya tuan besar sering ke taman di belakang mansion kata pelayan disana tuan besar membuat kebun beliau menanam sayuran dan buah di waktu senggangnya" Bila tersenyum senang mendengar jawaban Seth. Gama menatap tajam Seth dari spion.
Gama tampak duduk tenang di depan ruang ganti setelah para pelayan toko memberikan beberapa gaun karya terbaru dari desainer ternama pemilik boutique bernama nyonya Mery yang merupakan sahabat dari Lina ibunya Gama, Bahkan gaun pengantin yang di pakai Bila waktu pernikahan di sponsori nyonya Mery yang merupakan janjinya pada Lina dulu. Walau pun dia tidak hadir di pernikahan Gama karena sedang sibuk dengan fashion show di luar negeri, ketika dia mendengar kabar bahwa Gama akan menikah dia langsung menghubungi Seth untuk mengambil gaun yang dia rancang khusus untuk pernikahan anak sahabatnya Lina di boutique. Bahkan dia mengerahkan orang orang kepercayaannya langsung untuk mengurus segala keperluan Bila.
Nyonya Mery menghampiri Gama dan memeluknya dia bahkan menitikkan air mata, dia bahkan buru buru menyelesaikan pertemuannya dengan klien penting untuk segera menemui Gama. "Gama sayang, maafkan Tante baru bisa bertemu sekarang. Bagaimana kabarmu?" melepaskan pelukannya dan duduk di samping Gama " baik Tante" ucap Gama tenang. " apa kau datang bersama istrimu? Dimana dia?", " dia sedang di ruang ganti". pelayan membuka pintu ruang ganti dan memperlihatkan Bila yang cantik memakai gaun merah, "cantiknya" ucap nyonya mery, langsung melihat ke arah Gama dan tersenyum. awalnya Gama terpaku dengan kecantikan Bila namun saat melihat siluet bagian belakang Bila dari cermin besar. " ganti!" nyonya Mery sampai tergelak ayah dan anak sama saja , lihatlah Lina anakmu terlihat sama dengan suamimu yang over protektif padamu, kau dulu tampak tidak suka dengan sikap danu yang seperti itu,karena dulu kita sama sama menyukai pakaian yang terbuka tapi untunglah menantumu tampak tidak sepertimu dia cantik dan sederhana kau pasti menyukainya. Andai saja kau masih ada disini. Tapi tenanglah Lina aku ada disini untuk mengurusnya. Nyonya Mery tersenyum mengingat masanya dulu dengan sahabatnya. Bila bernafas lega, karena dia pun merasa tidak nyaman dengan bagian belakang yang terekspos dari atas sampai pinggulnya. Pelayan menutup pintu untuk mengganti gaun Bila dengan gaun kedua. Nyonya Mery menyentuh bahu Gama " tenanglah Gama gaun kedua ini kau pasti menyukainya" menenangkan Gama, Gama hanya mengangguk.