NovelToon NovelToon
The Legend Of Xuan

The Legend Of Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Pena_Novel

Kelahirannya menciptakan badai dahsyat. Di saat yang sama, klan Erlang kalah telak. Kekalahan itu membuatnya dicap sebagai anak pembawa sial. Bukan hanya hampir menghilang dari alam langit, klan Erlang juga harus membayar pajak ke klan Liu setiap. tahunnya.
*******
Erlang Xuan, nama yang sama dengan Leluhur klan, tapi nasib mereka berbeda. Jika Leluhur terlahir dengan kekuatan tak terbatas, maka dia terlahir dengan tubuh cacat. Selama belasan tahun, ia disiksa dan direndahkan. Bahkan, karena masalah sepele, ayahnya menghukumnya.
Karena tak punya dantian dan meridian, Erlang Xuan tak bisa berkultivasi. Sampah pembawa sial, itulah julukannya. Tak ada yang tahu bahwa dibalik tubuh cacat itu tersembunyi sesuatu yang akan mengguncang alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 Lebih Baik Mati Berdiri

Keinginan sang pengacau tentu saja membuat roh penjaga ketakutan. Meski hanya sisa jiwa, keinginan mereka akan terkabul cepat atau lambat. Terlebih lagi, darah mereka tidak terputus. Darah mereka mengalir di tubuh tiga orang yang sama-sama tidak disukai oleh roh penjaga. Erlang Xuan sang penerus, Erlang Hehua sang Ratu Phoenix, dan Erlang Jianxue peri terakhir. 

"Darah mereka harus terputus!" Roh Agung berteriak. Teriakannya membuat langit bergemuruh. Petir menyambar, dan sosok lain turun dari langit.

"Yang Mulia, ada apa?" Roh lain menghampiri Roh Agung.

"Pengacau Takdir, darah mereka tidak terputus!" kawannya dengan penuh amarah.

"Bagaimana bisa?" Roh awan suci melotot tak percaya.

"Enam keturunan, dan tiga orang tersisa. Satu orang penerus, Ratu Phoenix, dan Ratu Peri!" jelas Roh Agung.

"Tunggu apa lagi? Habisi mereka bertiga!"

Roh awan suci langsung mengeluarkan kekuatannya. Hanya dalam hitungan detik, area sekitar berubah menjadi ruang hampa tak berujung.

"Jika kalian ingin membunuhku di sini, maka kalian salah besar! Seperti kakekku, aku akan kubuat kalian ketakutan hingga bertekuk lutut!" Erlang Xuan menatap tajam kedua roh yang ada di depannya.

"Seharusnya kalian saling membunuh, tidak kusangka baj*ngan itu melindungi tiga orang dari keturunannya!"

Roh Agung benar-benar geram. Dahulu, agar keturunan kaisar langit kembar terputus, ia sengaja mengubah takdir tiga anak yang terlahir. Sama seperti generasi pertama klan Erlang, seharusnya 10 anak terlahir di generasi ini, tapi karena ulahnya, hanya 6 orang berhasil lahir. Itu pun takdirnya diubah dan diatur sedemikan rupa. 

"Kalau masih sayang nyawa, sebaiknya berlutut dan jadilah budak Li'er!" Roh Agung menggunakan auranya untuk menekan. Sayangnya auranya bagaikan angin yang berhembus pelan.

"Budak? Heh, lebih baik mati berdiri dari pada menjadi budak!" Erlang Xuan menatap tajam kedua roh penjaga takdir. Tugas keduanya sangat sederhana, yaitu menjaga benang takdir, tapi nyatanya merekalah yang mengacaukan dan memutus benang takdir seseorang.

"Kalau begitu, kukabulkan keinginanmu, sampah!" Roh Agung mengibaskan tangannya. Tak beberapa lama, ruang hampa pecah dan retak.

"Masih ada kesempatan! Jadilah budak putraku! Aku jamin semua orang akan bertekuk lutut di depanmu!" Roh Agung memberi tawaran.

"Lebih baik mati berdiri!" tolaknya dengan tegas. Dengan satu gerakan, kehampaan bergerak seolah dikendalikan oleh seseorang. Bahkan, roh agung sang pemilik ruang hampa terkejut. Andai saja dia punya tubuh fisik, mungkin wajahnya sudah pucat karena terkejut.

"Meledak!" katanya dengan suara pelan.

Kraaaaakkkkk

Ruang hampa retak. Retakan itu menyebar dengan sangat cepat. Saking cepatnya, Roh Agung tak bisa menghentikannya. Saat retakan-retakan itu saling terhubung, getaran hebat tercipta.

Dhuaaarrrrrr

Boooommmmmm

Ledakan keras tercipta. Ruang hampa hancur, dan mereka kembali ke tempat sebelumnya, yaitu di dekat istana kekaisaran. Di depannya, roh agung dan roh awan suci melotot tak percaya.

"Bagaimana bisa?" Roh Agung bertanya dengan nada terkejut.

"Aku tidak punya banyak waktu!" Ia membentuk pedang jiwa elemen. Targetnya masih sama, yaitu Ming Tian Li yang saat ini tak bisa bergerak. Seandainya kedua roh itu bisa di serang, mungkin pedang jiwa elemen sudah menyerang kedua roh penjaga tersebut.

Tasssk

Darah menetes dari kedua pernah jiwa elemen. Di saat yang sama, waktu kembali normal. Bukan hanya itu, tubuhnya menjadi transparan.

"Dengan membunuhnya, kamu menghilangkan takdir penguasa!" Roh Agung terlihat puas, meski rencananya gagal total.

"Itu tanggung jawab kalian, bukan urusanku!" Erlang Xuan mengibaskan tangannya, dan kedua pedang jiwa elemen menghilang tanpa jejak.

Kedua roh itu menatapnya dengan dingin. Memang benar, takdir yang hilang atau takdir yang berubah adalah urusan dan tanggungjawab mereka. Tentu saja surga akan menghukum mereka.

Traarrrkk

Petir menyambar dengan ganas. Targetnya bukan Eelang Xuan, melainkan kedua roh yang ada di sana. Sambatan petir tersebut membuat kedua roh penjaga tak bisa bergerak sama sekali.

Wuuuussss

Kedua roh penjaga itu menghilang, menyisakan jejak cahaya. Beberapa meter dari tempat kedua roh itu menghilang, Ming Tian Li terbaring tak berdaya. Ia masih bernapas, tapi mulutnya tidak bisa dibuka.

"Ming Tian Li, ini adalah akhirmu!" ucap Erlang Xuan.

Pemuda hanya memalingkan wajahnya. Tubuhnya tak bisa bergerak, meski matanya masih bisa berkedip. Dahulu, ia merasa jalannya menuju takdir tertinggi sangat mudah, tapi ternyata tidak sama sekali. Kesalahan terbesarnya adalah mencuri takdir seseorang.

"Takdir yang menghilang bukan urusanku!" katanya dengan dingin.

"Tahta tertinggi tidak cocok untukmu!" lanjutnya.

"Ka–kamu …. " Suaranya tercekat. Napasnya perlahan-lahan mulai melemah, dan jantungnya berhenti perlahan-lahan.

Matanya tertutup, tapi hatinya dipenuhi penyesalan. Sebagai putra roh agung, tubuh fisiknya akan hilang setelah jiwanya berpindah ke alam kematian.

"Bahkan, jiwaku pun tak kau lepaskan!" Suara Ming Tian Li terdengar. Tubuhnya sudah hancur, tapi jiwanya diikat menggunakan rantai aneh.

"Gara-gara kamu, hari-hatiku dipenuhi dengan siksaan. Jadi,mana mungkin jiwamu kulepaskan!" balasnya dengan tatapan tajam.

"Kau sangat kejam!" ujarnya.

"Baj*ngan sialan! Ibuku roh agung, dan tubuh fisikku dapat terbentuk dengan sangat mudah!" batinnya.

Jiwanya bergetar hebat. Rantai itu bukan hanya menahannya, tapi juga menyiksa dan menghancurkan jiwanya perlahan-lahan. Siksaan dan rasa sakit itu jauh lebih menyakitkan dari siksaan mana pun.

"Kamu manusia hina, beraninya menyiksaku!" Ming Tian Li berteriak. Tentu saja Erlang Xuan tak mendengarnya. Siksaan itu terus berlanjut hingga jiwa pemuda itu tersisa serpihan emas.

"Serpihan jiwa yang sangat aneh!" gumamnya.

Wuuuussss

Belum sempat ia meneliti serpihan jiwa emas itu, hembusan angin lembut muncul dan membawa pergi serpihan itu. Pandangannya kemudian teralihkan ke area sekitar. Sejauh mata memandang, hanya ada kawah yang sangat dalam dan juga luas.

"Tak ada yang tersisa!" gumamnya.

Ia menyusuri kawah yang sangat dalam dan luas. Di sisi lain kawah tersebut, seseorang sudah menunggunya. Zhang Xue, perempuan itu tampak gelisah.

"Xuan Ge, kamu baik-baik saja, kan?" tanyanya.

"Aku baik-baik saja!" jawab Erlang Xuan.

"Tunggu sebentar!"

Ia duduk bersila dan membentuk segel yang sangat rumit. Tak beberapa lama, pola segel terususun dan membentuk kain putih. Kain tersebut diambil dan digunakan untuk mengunci kekuatan mata jiwanya.

"Terlambat sedetik saja, maka kekuatan ini akan mengikis jiwaku!" gumamnya.

"Kenapa segelnya dipasang lagi?" Zhang Xue bingung.

"Sulit dikendalikan. Jika tidak disegel, kekuatan ini akan mengikis jiwaku!" jelasnya.

"Istirahatlah, kawah dan reruntuhan ini serahkan saja padaku!"

Zhang Xue menciptakan hujan bunga. Bunga dengan berbagai warna jatuh dari langit seperti hujan. Bunga emas, perak, merah, dan lainnya bertebaran di tanah.

Wuuuussss

Saat bunga-bunga itu menghilang, kawah luas itu tak ada lagi. Bahkan bangunan-bangunan yang hancur pun juga berdiri kembali. Jejak pertarungan menghilang, seolah di tempat itu tidak terjadi apa-apa.

"Bunga!" Erlang Xuan bergumam.

"Sepertinya Dewi Bunga sangat cocok untuknya!" katanya dengan suara yang sangat pelan.

1
Hary
BUNUH SAJA BAPAK ANJING ITU
Nanik S
Kenapa kakeknya juga memusuhi Erlang Xuan
Fatur Fatur
cepat bantai utusan kematian itu thor bikin mcnya serap kekuatan utusan kematian itu thor
Nanik S
Urusan kematian kena Gertak Erlang Xuan.. takut juga🤣🤣🤣
Nanik S
Semua orang punya Iblis hari...
Nanik S
Ternyata Erlang Xuan keturunan Ras Elf
Fatur Fatur
cepat hancurkan Klan shen dengan rata Thor sebelum itu bikin mcnya berbuat permainan masukan patriak klan shen ke daftar buronan siapa pun yang berhasil membunuh patriak klan shen itu akan mendapatkan ratusan milyar batu spritual bikin mcnya tidak perlu mengotori tangannya Thor bikin sekutunya sendiri patriak klan shen yang membunuh Thor hahaha
Nanik S
Lanjutkan
Fatur Fatur
cepat bantai leluhur shen itu dengan cara paling kejam Thor jadikan tubuhnya jadi boneka perang mcnya Thor
Pena_Novel: sabar, MC belum sampai di klan Shen 😁
total 1 replies
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Untung tidak dibunuh dengan Erlang Kuan
Nanik S
Leluhur Zhang kurang kerjaan saja
Fatur Fatur
cepat hancurkan klan gu Thor bantai semua anggota klanya bantai juga jenius klan gu yang ingin di jodohkan untuk istri mcnya
Nanik S
Makasih Tor sudah up 🙏
Nanik S
Erlang Kuan...
Nanik S
Selang Xuan ternyata Pengacau Takdir
Fatur Fatur
cepat bantai musuhnya dan ambil elemen musuhnya
Nanik S
Siapa orang mengendalikan kekuatan Ming
Nanik S
Siapa lagi yang mencurigakan Takdir Erlang Xuan
azizan zizan
ini cerita sampah apa Nih...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!