Rose baru sadar, ternyata selama ini dia hanya dijadikan Aurora sebagai alat untuk menghancurkan kehidupan keluarga Marcus.
Dan Sophia, anak yang selama ini dia rawat dengan cinta ternyata bukan anak kandungnya, melainkan anak kakak iparnya, wanita itu sengaja menukar anak mereka agar anaknya mendapatkan warisan keluarga Vale karena Aurora sendiri tidak memiliki hak di keluarga Vale. Sementara anak kandungnya Noah, di buang di panti asuhan oleh wanita itu, dan sialnya dia suka menyiksa anak itu karena anaknya yang diadopsi oleh keluarga kakak kandungnya.
Di ambang kematiannya dia baru tahu semua kebenaran itu, dia berdoa kepada Tuhan, meminta kesempatan kedua agar dia bisa memperbaiki semua kesalahan yang dia lakukan dan juga mencari Noah anak kandungnya dan dia berjanji untuk meninggalkan Marcus dan merawat anaknya sendiri.
Apakah Rose berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sophia Masuk Rumah Sakit
*Like dulu yaaaa
"Mau makan, aku sudah lama tidak mampir ke sini." ucap Mia tanpa dosa, wanita itu langsung duduk di salah satu meja yang tidak jauh dari kasir.
Sarah memutar bola matanya malas, dengan kesal dia menyerahkan buku menu pada anak sahabatnya itu. Mia menerimanya dengan baik, sesekali dia menoleh ke arah dapur, sepertinya Rose bekerja didalam.
"Mau pesan apa cepat." tegur Sarah yang merasa jika Mia memiliki niat lain kesini.
"Ini dan ini." Mia menujuk asal gambar makanan di buku menu, dia sudah kenyang dengan masakan Rose tadi, dia hanya ingin tahu apa yang bisa di kerjakan Rose disini.
"Ck, tunggu sebentar." Sarah langsung pergi ke belakang. Meminta koki menyiapkan pesanan Mia.
Tidak butuh waktu lama, pesanannya datang, dan Sarah yang mengantarkannya. Saat wanita itu meletakan makanannya di atas meja.
"Sudah berapa lama Rose bekerja disini?" tanya Mia yang membuat Sarah terkejut.
"Bagaimana kau tahu jika Rose bekerja disini?" Sarah menatap wanita itu curiga.
"Karena aku datang bersamanya tadi, dan semalam aku tidur dengannya."
Mulut Sarah terbuka lebar. "Kau tidak sedang berbohong kan?" dia menatap Mia dengan tatapan penuh curiga. bagaimana bisa Rose akur dengan wanita ini.
"Untuk apa aku berbohong." kesal Mia yang langsung menyantap makanannya sedangkan Sarah tanpa sadar menatapnya tajam.
"Tante berhenti menatap ku seperti itu." tegur Mia yang membuat Sarah tersadar.
"Apa kau tidak membenci Rose?"
Mia mengangkat sebelah alisnya. "Untuk apa membencinya."
"Karena dia merebut Marcus darimu."
Mia meletakkan gapunya kembali ke atas meja, dia menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan wanita itu. "Awalnya aku sangat membencinya, tapi melihat hidupnya akhir-akhir ini membuatku sadar bahwa dia sudah mendapatkan karmanya dan sekarang aku malah ingin berteman dengannya."
"Bilang saja karena dia akan bercerai dengan Marcus makanya kau mau berteman dengannya." tuduh Sarah yang membuat Mia mematung. Masalahnya dari mana wanita itu tahu jika Rose akan menceraikan Marcus.
"Lebih baik kau tidak mencampuri lagi kehidupan Rose, biarkan dia bahagia, dia sudah tidak memiliki siapapun lagi kecuali putra nya." bukan bermaksud ikut campur, tapi Sarah sangat kasihan sekali pada Rose yang sedang berjuang untuk dirinya sendiri dan juga anaknya, tanpa bantuan dari siapapun.
Dia menatap Mia curiga, dia tidak yakin dengan ucapan wanita itu. Karena dia sangat hafal dengan tabiat Mia dan juga orangtuanya Marcus.
"Habiskan makananmu dan segera pergi dari sini, kau tidak perlu membayarnya." usir Sarah yang membuat mata Mia membola. Dia melihat Tante Sarah seperti sangat membencinya.
"Kenapa Tante terlihat seperti membenciku?" tanyanya tidak senang. Disini dia hanya ingin membantu Rose tanpa imbalan apapun. Pure hanya ingin membantu.
.....
"Mama aku pulang." Sophia langsung masuk ke dalam rumahnya, dia melihat om Jesper dan Tante Emma sedang menonton televisi di ruang tengah, tapi dia dengan acuh langsung melengos pergi menuju kamarnya.
"Ck, anak tidak sopan." sindir Jesper yang merasa dirinya tidak dihargai disini. Emma mengelus tangan pria itu pelan..
"Sama seperti mama nya." sahut Emma keras.
Sophia awalnya tidak perduli dengan ucapan om nya, tapi jika ada sangkut pautnya dengan sang mama, dia tidak bisa diam.
"Parasit dilarang mengomentari mama ku." ucap Sophia yang membuat mata Emma melotot. apa kata anak itu. Parasit?.
"Hey!" tegur Emma tidak terima, tapi dengan acuh Sophia berjalan menuju kamarnya.
Klek....
"Mama." panggilnya lagi, dia masuk lalu melepas kaos kakinya dan berjalan menuju kamar mandi.
kosong.
Sophia mencari di seluruh kamar itu.
tapi tidak ada mamanya.
"MAMA." teriaknya berharap mama nya mendengar panggilannya.
tapi nihil.
Tidak ada sahutan dari orang yang dia sayangi.
Jantung Sophia berdetak kencang dia berlari menuju ke lantai satu di mana om nya dan juga Emma di sana.
"Minggir." perintah Jesper saat anak itu menutupi tontonan nya.
"Dimana mamakku?" tanya Sophia yang membuat Jesper berdecak kesal.
"Aku tidak tahu, minggir." Sophia tidak bergeming dia beralih menatap tajam ke arah Emma.
"Apa?" sahut Emma yang tidak suka dengan tatapan anak itu. Tidak sopan sekali.
"Kemana Mama ku?" ulang anak itu lagi yang membuat Emma Muak.
"MAMAMU PERGI SUDAH TIDAK PULANG TIGA HARI INI DAN BERHENTI BERTANYA." teriak Emma yang membuat Jesper terkejut.
"Sayang tenanglah jangan marah-marah." pria itu mencoba menenangkan kekasihnya.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA MAMAKU, TIDAK MUNGKIN MAMA KU PERGI JIKA BUKAN KARENA KEHADIRAN KALIAN DAN JUGA WANITA MENJIJIKAN ITU." teriak Sophia yang mengarah pada Mia. Emma jelas tidak terima, dengan spontan dia berdiri lalu mendorong tubuh kecil itu hingga tidak sengaja kepala Sophia membentur tiang rumah di belakangnya hingga anak itu tidak sadarkan diri.
Tangan Emma bergetar dia menatap kekasihnya dengan panik. "Sayang.". panggilnya yang membuat Jesper segera menghampiri Sophia, di belakang kepala anak itu terlihat darah yang mulai mengalir keluar.
"PANGGIL AMBULANCE."
.....
"Sayang." Hary dengan tergopoh-gopoh masuk ke dalam restoran milik sang istri dia tertegun saat melihat keberadaan Mia yang dia tahu sebagai mantan tunangan Marcus.
"Bagaimana dia ada disini?" tanyanya penasaran. Sarah menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu.
"Ada apa?" tanya Sarah saat suaminya malah diam mematung didepannya.
tersadar, Hary langsung mengeluarkan ponselnya dan menyerahkannya pada sang istri.
Sarah segera mengambil ponsel itu. Matanya membola saat melihat status sosial media milik temannya yang merupakan mertua Rose.
Dia segera berlari menuju dapur dimana Rose tengah sibuk mencuci piring.
"Rose anakmu masuk rumah sakit."
"Apa!"
Rose dengan cepat melepas sarung tangan cucinya dengan cepat dia berlari keluar pas sekali Mia selesai dengan sarapannya.
"Aku harus ke rumah sakit.". ucapnya pada Mia yang membuat Sarah syok karena Rose malah memberitahu Mia.
"Kita jemput Noah lalu ke rumah sakit." putus Mia yang diangguki Rose.. Sarah menarik tangan suaminya dia harus ikut melihat keadaan anaknya Rose karena mau bagaimana pun anak itu adalah karyawannya.
Mereka semua masuk kedalam mobil Mia dan wanita itu segera mengemudikan mobilnya untuk pergi ke rumah sakit yang alamatnya sudah didapat oleh sarah.
....
Marcus berlari kencang menuju ruangan dimana anaknya di rawat, ini pertama kalinya dia merasa takut, padahal selama ini dia tidak pernah menganggap Sophia sebagai anaknya, tapi dia sudah berjanji dan berusaha untuk memperbaiki hubungan mereka.
"PERGI, AKU HANYA BUTUH MAMA KU." teriak Sophia yang membuat Emma dan Jesper kesal. Anak itu bukannya berterima kasih pada mereka malah mengusir.
"Iya nanti nenek akan membawa mama mu kesini." ucap Catherine yang membuat anak itu terkekeh geli. Sejak kapan wanita itu menganggap dirinya sebagai cucu. kemana tatapan tajam yang biasanya wanita itu layangkan kepadanya. Apa semuanya sedang berakting.
Sophia menatap tajam Marcus yang baru saja sampai.
"PERGI."