NovelToon NovelToon
Ketika Dukun Bertindak

Ketika Dukun Bertindak

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Gledekzz

🍂🍂🍂🍂🍂

Napas gadis itu hangat menyentuh lehernya. Bulu mata Yura tampak basah, alisnya berkerut seolah tengah menahan sesuatu bahkan dalam keadaan tidak sadar.

"Tolong…" suara Yura terdengar lirih, matanya tetap terpejam. "Siapa pun… tolong aku…"

Langkah Alexa terhenti.

"Aku sudah membuat masalah besar… aku malu… seharusnya aku tidak melakukan itu…" gumam Yura terputus-putus. "Sampai Pak Bos mengira dia menyukaiku… padahal itu akibat ajimat… aku salah meletakkannya."

Tubuh Alexa menegang.

🍃🍃🍃🍃🍃

Next.... 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gledekzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Umpatan

...🍂🍂🍂🍂🍂🍂...

Mobil mewah berwarna hitam pekat itu berhenti tepat di depan sebuah butik pakaian dengan kaca tinggi dan lampu kristal yang berkilau bahkan di siang hari.

Nama butik terpampang besar, elegan, dan terasa terlalu mahal hanya untuk sekadar dibaca.

Alexa turun lebih dulu tanpa ragu, diikuti Yura yang melangkah beberapa detik kemudian. Ia menarik napas pelan, pasrah, sembari membayangkan kartu ATMnya menjerit minta ampun sebelum benar-benar tak bernyawa.

Ia memilih mengikuti langkah Alexa tanpa protes. Melawan hanya akan menghabiskan tenaga, sementara hasilnya hampir pasti sama.

Begitu memasuki butik, Yura langsung merasa asing.

Ruangan itu tampak mewah sekali di matanya. Lampu-lampu terang memantul di lantai marmer mengilap, rak-rak pakaian tersusun rapi seperti galeri seni, dan aroma lembut parfum ruangan menggantung di udara.

Yang lebih membuat Yura kikuk, para karyawan di sana menoleh hampir bersamaan begitu melihat Alexa.

Tatapan mereka berubah drastis.

Ada yang terlihat gugup, ada yang menelan ludah, bahkan beberapa tampak seperti menahan napas, seolah keberadaan Alexa membuat mereka mendadak lupa jalan kehidupan.

Alexa melangkah mantap ke arah seorang wanita yang tampak profesional, mengenakan setelan kerja rapi dengan rambut tersanggul sempurna.

"Tolong permak dia sampai bersih," ujar Alexa datar sambil melirik Yura sekilas. "Jangan sampai ada noda membandel yang masih melekat di tubuhnya."

Yura sontak menegang. Di dalam benaknya, umpatan demi umpatan berbaris rapi. Namun wajahnya tetap tenang. Ia hanya berdiri diam, menahan kesal dengan senyum tipis yang nyaris tidak tulus.

Wanita itu tersenyum profesional. "Baik, Tuan. Serahkan saja pada saya. Saya yakin hasilnya akan sesuai dengan selera Anda. Karya saya yang satu ini tidak akan mengecewakan."

Alexa tidak memberi tanggapan apa pun. Ia langsung meraih kedua bahu Yura dan menyerahkannya pada wanita tersebut tanpa basa-basi.

Beberapa pasang mata di sekitar langsung tertuju ke arah Yura. Ada tatapan iri, ada yang terang-terangan kesal, dan ada pula yang memandangnya dengan campuran kagum serta penasaran.

Namun Yura memilih tidak memikirkan semuanya.

Dengan langkah setengah dipaksa, ia mengikuti wanita itu ke bagian dalam butik.

Dalam hati, Yura hanya bisa menghela napas panjang. Sepertinya, ini benar-benar bukan hari yang baik.

"Silakan kemari, Tuan. Saya akan mengantarkan Anda ke ruang tunggu," ujar salah seorang wanita dengan nada sopan, meski kilat kekaguman jelas terpancar di wajahnya saat menatap Alexa.

Alexa menoleh sekilas, lalu mengangguk singkat tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ia segera mengikuti langkah wanita tersebut, meninggalkan area utama butik yang masih dipenuhi tatapan penasaran.

Ruang tunggu itu berada di sisi dalam butik, terpisah oleh dinding kaca buram dengan ornamen keemasan.

Suasananya jauh lebih tenang, dengan sofa kulit berwarna gelap, meja rendah berlapis marmer, serta pendingin ruangan yang membuat udara terasa sejuk dan nyaman.

Alexa duduk santai di salah satu sofa. Ia menyandarkan punggungnya dengan sikap tenang, lalu meraih selembar majalah koleksi terbaru yang tergeletak rapi di atas meja di dekatnya.

Tanpa ekspresi berarti, ia mulai membalik halaman demi halaman, seolah waktu bukanlah sesuatu yang perlu ia khawatirkan.

Namun di sela-sela ketenangannya, sesekali pandangannya beralih ke arah pintu bagian dalam butik tempat Yura menghilang beberapa saat lalu.

Sementara itu, Yura berada di sebuah ruangan perawatan yang tertutup rapat.

Tubuhnya terendam di dalam bathtub besar berisi air hangat berwarna keruh seperti susu, menguarkan aroma vanila yang lembut.

Kelopak-kelopak bunga mawar mengapung di permukaan air, tampak indah jika saja ia berada dalam suasana yang tepat untuk menikmatinya.

Sayangnya, yang Yura rasakan justru sebaliknya.

Alih-alih rileks, ia merasa penderitaannya semakin lengkap.

Ia menggigit bibir dan menahan teriakan ketika seseorang dengan cekatan mencabut bulu-bulu halus di kakinya menggunakan kertas dan lem khusus kulit. Dalam satu tarikan cepat,

Krakk.

Bulu-bulu itu tercabut seketika. Tangan Yura mencengkeram sisi bathtub dengan kuat, sementara rahangnya mengeras menahan rasa perih yang membuat napasnya tersengal.

Belum sempat rasa itu reda, kuku-kuku kakinya kembali diperlakukan seolah-olah digelitik tanpa ampun.

Yura mengernyit, berusaha menahan diri agar tidak menendang siapa pun yang berada terlalu dekat dengannya.

Kepalanya kemudian diputar perlahan ke kanan dan kiri. Awalnya ia sempat panik, tetapi ternyata itu hanyalah pijatan lembut di kulit kepala. Meski bertujuan membuatnya rileks, Yura justru merasa semakin tidak berdaya.

Di dalam hatinya, umpatan demi umpatan kembali tertuju pada Alexa. Ia menyumpahi pria itu dengan berbagai kalimat yang bahkan tidak pantas ia ucapkan keras-keras.

Sedangkan Alexa tiba-tiba berdehem pelan.

Ia merasakan tenggorokannya mendadak terasa tidak nyaman, seolah ada udara yang tersangkut. Ia menutup majalah di tangannya dan menghela napas pendek, lalu menyandarkan punggungnya kembali.

Seorang wanita mendekat sambil membawa secangkir kopi hitam. "Apa Anda membutuhkan sesuatu, Tuan?" tanyanya sopan, sembari meletakkan cangkir itu di atas meja.

Pandangan Alexa jatuh sekilas pada kopi tersebut. Ia menimbang sejenak, lalu menggeleng pelan.

Dengan kondisi tenggorokannya yang terasa kering dan kurang nyaman, minuman itu tampak tidak terlalu menggugah selera.

"Ambilkan air putih saja," perintahnya singkat.

"Baik, Tuan," jawab wanita itu cepat. Ia segera berbalik dan melangkah tergesa-gesa meninggalkan ruang tunggu.

Alexa kembali menyandarkan tubuhnya, menatap lurus ke depan tanpa fokus. Entah mengapa, ia merasa seolah ada seseorang yang sedang mengumpatinya tanpa henti.

Tidak lama kemudian, wanita yang tadi pergi kembali dengan membawa segelas air putih. Ia meletakkannya perlahan di atas meja dekat Alexa.

"Silakan diminum, Tuan," ujarnya sopan.

Alexa mengangguk singkat. Ia segera meraih gelas itu dan meminumnya beberapa teguk. Air tersebut terasa langsung menenangkan tenggorokannya yang sejak tadi tidak nyaman.

Wanita itu tetap berdiri dengan sikap profesional, lalu kembali membuka pembicaraan, "Tuan, tadi Nyonya Ambrel menanyakan satu hal. Untuk keperluan apa Nona Yura akan mengenakan pakaian tersebut? Dengan begitu, beliau dapat memilihkan busana yang paling sesuai dan terbaik dari koleksi butik kami."

Alexa terdiam sejenak. Pandangannya beralih ke arah lantai, seolah sedang mempertimbangkan jawabannya dengan cermat.

"Gunakan pakaian santai saja," ujarnya akhirnya. "Ini bukan acara resmi. Hanya jalan-jalan biasa."

Ia tidak mungkin mengungkapkan tujuan sebenarnya. Lagipula, selama Yura terlihat rapi dan pantas, itu sudah lebih dari cukup baginya.

Wanita itu tersenyum kecil dan mengangguk mantap. "Baik, Tuan. Kami pastikan hasilnya tidak akan mengecewakan dan sesuai dengan selera Anda."

Alexa kembali mengangguk tanpa menambahkan apa pun. Wanita itu pun berpamitan singkat sebelum melangkah pergi, meninggalkan Alexa sendirian di ruang tunggu yang kembali hening.

Alexa menyandarkan tubuhnya, menatap lurus ke depan dengan ekspresi datar. Sambil menunggu, ia kembali meraih majalah di meja.

1
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: terimakasih kak atas semangatnya.
total 1 replies
ari sachio
memang rendra dah stres mar...stres krn disguhi wc umum jd otaky g berfungsi dg bk lg.g bs bedain yg kotor d yg bersih.

ku harap rose kena karma dr perbutany sdri.trus rendra jg bs kebka mata hatiy d sukur2 sadar d bs ninggalin rose.
Eva Karmita
aku kira Alexa mencari pacar atau tunangan nya di masa lalu ternyata sodara perempuan nya tooooo....
ari sachio
syukurlah klo rani adik alexa...kirain...rani sosok orng yg pernah alexa cintai...ak hmpir aj melancarkan serangan11 jari di pagi hari😁😁😁😁
ari sachio
astogehhhh🤣🤣🤣🤣 tak kira dipikiran dia yura hbs dilecehin...gatauny.....🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️ kek bayi baru lahir😅😅😅😅😅
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Diusahakan mak...
total 1 replies
ari sachio
ren jgn sampai y...seblm km sadar
km dilepeh ros km menyesal tlh bersikap kejam ma yura stlh tau kebenarany ...trus km mlh pindah haluan ke yura....siap2 aj km dislepet ma alexa🤭
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
ari sachio
mulut bilang tidak tp sama2 ganas ternyatahhh y....wlpn berkah bantuan obat sih...tp mg aj hamil y...krn g ad y g mungkin klo it buatan manusia...yg steril aj bs hamil loh...segala bentuk kb tak ad yg tdk mgkn terjd krn sdh byk buktiy...🤭
Eva Karmita
Alexa kenapa kamu ngomong seperti itu ke Yuka.... harusnya kamu jgn bersikap seperti itu kasihan Yuka pasti tersinggung dgn omongan mu yg tidak mau punya keturunan dgn Yuka 🥺💔
Eva Karmita
ni pasti dikasih yg ehemmm...ehemmmm sama bapaknya Yura 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97
Manteman, aku mendadak tak semangat untuk menulis.
IG : Gledekzz97: Terimakasih, aku usahakan pokoknya🥰
total 3 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Semngat💪💪💪
total 1 replies
Eva Karmita
baru tahu ada adat seperti itu tidur beralaskan jerami untuk pengantin baru 😁
ari sachio
berada di negri tirai bambu tp yg ada di pelosok yg masih kental dg tradisiny....


jadi kangen si cipit😁😁😁😁
ari sachio: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
IG : Gledekzz97
Bantu like-like ya manteman.. biar aku semangat update... 🥰, jangan lupa setangkai bunga untukku☺
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Semangat tttt💪
total 3 replies
Eva Karmita
kasih vote untuk Yura 🥰

Semangat ya otor update nya 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Terima kasih kak. 🥰
total 1 replies
ari sachio
wuaduhh....ternyata rose pya kelainan....mgkn bkn krn ingn hdp sbg pasangan. cm mgkn si rose ini hya ingin yura hanya baik pdnya. slalu bersamanya. semacam seorang yg terlalu terobsesi pd sdra sdiri.mgkn krn dulu hdp rose tk ad yg mo bk pdy trmsk ibuny sdri.jd pas yura dtg dgk kebaikan untkny rose tdk mau melepaskany.tkt yura tdk baik lg sama dia
Eva Karmita
maksud Rose apa....??
Apa Rose punya kelainan yg menyimpang ... seperti menyukai sesama jenis 🤔🤔 kalau itu benar sungguh menjijikan dan Rendra akan benar-benar dapat kejutan yang besar dan akan menyesal sudah menolak Yura 😩 demi seorang Rose wanita jadi"an 😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!