NovelToon NovelToon
My Little Actress

My Little Actress

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Selingkuh / Cinta setelah menikah / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Kemungkinan ada narasi adegan nyerempet 21th+
Pembaca mohon lebih bijak dalam memilih bacaan yang sesuai usia! Cerita cuma fiksi jgn terlalu baper

Setelah mengetahui perselingkuhan tunangannya dengan saudara tirinya, Beatrice justru dipertemukan dengan Alexander, seorang CEO ganteng, kaya, dingin yang sangat menyayangi dan memanjakannya. Awalnya Alex hanya penasaran terhadap Beatrice, pasalnya penyakit alerginya terhadap wanita sama sekali tidak kambuh saat bersentuhan dengan Beatrice. Sahabat sekaligus dokter pribadinya, Harris menyuruhnya terus bersentuhan dengan Beatrice sebagai upaya terapi untuk kesembuhan alergi yang diderita Alex. Namun lama-lama sikap posesif dan cemburuan Alex terhadap Beatrice semakin menjadi, membuatnya sadar bahwa dia telah jatuh hati pada Beatrice. Alex ingin pernikahan kontrak mereka menjadi pernikahan sungguhan. Akankah hati Beatrice terbuka untuk Alex?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Rencana Busuk Rosela

Beatrice melangkah keluar dari ruang ganti, dan seketika suasana butik itu seolah terhenti.

Gaun sutra berwarna soft pink yang melekat di tubuhnya tampak begitu sempurna, menonjolkan lekuk tubuhnya yang elegan dan kulitnya yang seputih porselen.

Para sales langsung menghampirinya dengan senyum paling ramah.

"Luar biasa, Nona! Gaun ini seolah memang diciptakan hanya untuk Anda," puji salah satu pramuniaga dengan tulus.

Mereka tahu betul, siapa pun yang datang dengan pengawalan Manajer Mall adalah tamu kasta tertinggi. Meskipun terkesan menjilat tapi sebenarnya pujian mereka memang tulus dari hati. Sementara itu manager mall tengah menerima telpon di luar butik.

"Aku ambil yang ini," ucap Beatrice tenang sambil menatap pantulan dirinya di cermin.

"Pilihan yang bagus! Tapi sayang, gaun itu lebih cocok untukku. Lepaskan dan berikan padaku!"

Suara melengking itu membuat Beatrice memutar bola matanya.

Rosela berdiri tak jauh dari sana, menatap Beatrice dengan tatapan penuh kebencian. Di sampingnya, berdiri seorang pria tua berperut buncit dan berkepala botak yang mengenakan jam tangan emas yang mencolok.

"Maaf, Nona," sela salah satu sales dengan sopan kepada Rosela. "Gaun ini adalah koleksi terbatas dan hanya tersedia satu buah dan satu ukuran. Nona ini sudah memilihnya lebih dulu. Tapi kami masih punya koleksi gaun baru lainnya, bagaimana kalau anda melihat-lihat dulu?"

"Aku tidak peduli!" seru Rosela sombong. Ia beralih menatap Beatrice dengan hina. "Apa kau tahu berapa harga gaun ini? Kau tidak akan mampu membayarnya hanya dengan mengandalkan uang saku dari sugar daddymu!"

Rosela yakin pria kemarin tidak mungkin seroyal itu pada Beatrice. Lebih tepatnya, Rosela menyangkal kalau pria yang tertarik pada Beatrice lebih kaya dan berkuasa daripada pria-pria yang menjadi sponsornya.

"Lebih baik lepas sekarang sebelum kau mempermalukan dirimu sendiri saat menggesek kartu yang ternyata isinya kosong!" ucap Rosela dengan lantang.

Beatrice hanya diam, menatap Rosela dengan tatapan acuh tak acuh yang justru membuat Rosela semakin naik pitam. Namun, sebelum Rosela sempat berteriak lagi, pria tua di sampingnya berdehem.

"Nona yang cantik," ucap pria tua itu, matanya menatap Beatrice dengan pandangan mesum yang menjijikkan, mengabaikan Rosela yang masih merangkul lengannya. "Jika kau memang tidak mampu membayarnya, bagaimana kalau aku yang membelikannya untukmu? Sebagai gantinya... mungkin kita bisa minum kopi bersama setelah ini?"

Wajah Rosela seketika berubah pucat lalu memerah padam. "Tuan Black! Apa yang kau katakan?!"

Pria itu bahkan tidak menoleh pada Rosela. Baginya, kecantikan Beatrice berada di level yang jauh berbeda. Rosela merasa terhina. Setiap kali ada Beatrice, ia selalu merasa menjadi bayangan yang tidak terlihat. Bahkan pria yang ia bawa sendiri pun bisa berpaling dalam sekejap hanya karena melihat Beatrice berdiri di sana.

Beatrice tersenyum tipis, senyum yang sarat akan ejekan. "Aku tidak butuh belas kasihan dari siapapun", ucap Beatrice sambil mengeluarkan black card dari Alex.

Tuan Black dan Rosela membelalakkan mata menolak percaya bahwa Beatrice memiliki black card.

"Tidak mungkin! Bagaimana bisa kau punya black card! Itu pasti palsu!", ucap Rosela dengan nada tinggi, dia masih tidak percaya ada pria yang mau memberikan black cardnya pada Beatrice.

Tepat saat itu, Manajer Mall baru selesai dengan teleponnya dan masuk ke dalam butik. Ia melihat Tuan Black menatap Beatrice dengan tatapan mesum dan kelaparan. Manager mall langsung memasang badan menghalangi pandangan Tuan Black.

"Tuan Black! Apa yang sedang terjadi di sini? Kenapa anda mengganggu tamu VIP kami?" suara Manajer Mall menggelegar, membuat pria tua itu tersentak kaget.

Tuan Black membusungkan dadanya yang tambun, wajahnya memerah karena merasa otoritasnya ditantang. "Apa kau tidak tahu siapa aku?! Beraninya kau membentakku! Aku adalah pelanggan VIP di mall ini!"

Manajer mall sama sekali tidak bergeming. Ia bahkan tidak melirik kartu member butik yang dipamerkan Tuan Black. Pria berseragam rapi itu justru berbalik membelakangi Tuan Black dan membungkuk hormat di hadapan Beatrice.

"Apa mereka mengganggu Anda, Nona Brooks?" tanya Manajer Mall dengan nada yang sangat sopan. "Saya bisa memanggil security untuk mengusir mereka sekarang juga. Tuan Muda sudah memberikan instruksi tegas pada saya bahwa Anda bisa melakukan apa pun yang Anda inginkan di sini. Anda tidak perlu khawatir akan menyinggung siapa pun."

Beatrice melipat tangannya di dada, menatap Rosela dan Tuan Black dengan tatapan datar. "Kalau begitu, usir mereka. Mereka mengganggu pemandangan di sini," jawabnya tenang.

"Baik, Nona." Manajer itu segera memberi kode melalui walkie-talkie-nya.

Dalam hitungan detik, empat petugas keamanan berbadan tegap masuk ke butik. Tanpa banyak bicara, mereka mencengkeram lengan Tuan Black dan Rosela.

"Lepaskan aku! Dasar baj*ngan! Apa kau tidak tahu siapa aku?! Aku ini rekan kerja Tuan Muda Thorne!! Kami punya hubungan dekat!! Aku juga VIP di mall ini!!" teriak Tuan Black sambil meronta-ronta, membuat jas mahalnya tersingkap berantakan.

"Beatrice, kau keterlaluan! Kau akan menyesal memperlakukan aku seperti ini!" jerit Rosela histeris. Ia berusaha menutupi wajahnya saat menyadari puluhan pengunjung mall mulai mengeluarkan ponsel untuk memvideokan kejadian memalukan itu. Mereka diseret keluar butik layaknya pengacau jalanan, menjadi tontonan publik yang memuakkan.

Di dalam mobil mewah milik Tuan Black, suasana terasa mencekam. Tuan Black terus mengumpat, memukul kemudi dengan tangannya yang gempal. "Sialan! Siapa wanita jalang itu sebenarnya? Kenapa manajer mall itu sampai begitu takut padanya?! Kenapa dia memiliki black card! Tapi kalau dia anak dari keluarga terpandang, aku pasti mengenalnya taau setidaknya pernah melihatnya!"

Rosela, yang sedang merapikan rambutnya yang berantakan dengan napas memburu, menyahut dengan nada berbisa. "Dia Beatrice Brooks, kakakku. Tapi jangan tertipu wajahnya yang cantik, dia bukan wanita terhormat. Dia hnaya simpanan pria kaya"

Tuan Black mendengus, matanya menyipit penuh dendam. "Beraninya dia meremehkanku. Tidak ada yang boleh meremehkan aku, seorang Tuan Black seperti itu!"

Melihat celah tersebut, Rosela mendekat dan membisikkan sesuatu dengan suara yang manis namun mematikan. "Kalau begitu, kenapa Anda tidak memberinya pelajaran, Sayang? Wanita seperti dia butuh ditekan agar tahu siapa penguasanya. Bagaimana kalau kita menculiknya? Begitu dia ada di tangan Anda, Anda bisa membalas dendam sepuas hati."

Mendengar kata 'menculik', amarah Tuan Black perlahan lumer menjadi binar mesum yang menjijikkan. Ia menyandarkan punggungnya, mulai membayangkan Beatrice yang terikat dan memohon ampun di bawah kekuasaannya. Bayangan-bayangan kotor mulai memenuhi benak pria tua itu.

Rosela melihat tatapan lapar di mata Tuan Black dan tersenyum licik dalam hati. Ia tahu persis apa yang dipikirkan pria itu.

"Tapi manager mall itu lebih takut menyinggung kakakmu daripada aku! Bisa jadi pria yang melindungi kakakmu itu lebih berkuasa daripada aku??!!" bentak Tuan Black.

"Sayang, dia cuma simpanan, kalaupun terjadi sesuatu padanya, memang kenapa? Pria itu pasti akan mencari wanita baru, apalagi jika tahu Beatrice sudah tidur dengan pria lain. Kamu hanya perlu bersikeras bahwa Beatrice yang merayu kamu, sayang", ucap Rosela manja.

Tuan Black kembali berpikir lalu mengangguk.

"Benar juga, dia cuma mainan, mana mungkin ada yang mau bermusuhan denganku hanya untuk mainan sepertinya", ucap Tuan Black.

"Nikmatilah dia sepuasmu, Tuan Black. Hancurkan dia sampai tidak bersisa", batin Rosela penuh kebencian. "Aku ingin melihat wanita sok suci itu menangis darah karena kesuciannya direnggut oleh pria menjijikkan sepertimu"

Rosela tidak peduli dengan risiko yang ada. Baginya, melihat Beatrice hancur adalah satu-satunya cara agar ia bisa kembali merasa menang.

1
Danella Juanitha
maaf yah sebelumnya karena ini ada miripnya di aplikasi sebelah dan itu sepertinya aku baca sekitar 2 atau 3 tahun lalu, aku bukan mau bilang otornya gimana, aku cuma mengatakan bahwa cerita ini hampir mirip seperti yg pernah aku baca di aplikasi sebelah, maaf yah otor jgn tersinggung 🙏🙏🙏
Danella Juanitha: iya otor ceritanya kurang lebih sama walaupun ada bedanya walaupun beberapa tapi lebih banyak samanya sih menurutku sejauh ini, maaf yah otor bukan mau meruntuhkan mental atau bagaimana, aku gak maksud apa tapi siapa tau selanjutnya akan lain atau otor memang pernah nulis cerita di aplikasi sebelah f***o, soalnya aku tuh tim suka baca tapi jarang tau penulis nya🤭🤭🤣
total 2 replies
Tiara Pratiwi
lupa ngasih keterangan foto terakhir ya, yg rambut agak keriting Colton, yg rambut klimis Alex
jgn lupa subscribe, like, komen, kasih rating dan gift, gift yg free jg gpp nonton iklan aja bentar 🤣
Tiara Pratiwi
Jangan lupa subscribe, like, komen, dan share ya 😍🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!