Sequel dari Menikahi Mr. Rajendra
_________________________________
"Mencintaimu adalah luka paling hebat dalam hidupku, yang dimana hadirnya tidak bisa aku hindari."
-Azizah Ghaffara Dananjaya-
Zizi harus menerima kenyataan pahit dalam hidupnya yaitu melihat secara langsung laki-laki yang ia cintai menyatakan perasaannya pada wanita lain. Apalagi saat mengetahui wanita itu adalah sahabatnya sendiri.
Namun, disaat Zizi ingin memulai kehidupan barunya dengan laki-laki yang dijodohkan oleh orang tuanya. Tristan malah menyadari perasaannya terhadap Zizi.
"Aku terlambat menyadari siapa yang sebenarnya diinginkan oleh hatiku," ucap Tristan dengan frustasi.
Permainan takdir apa yang akan dihadapi oleh Zizi kedepannya ? Dan siapa yang akhirnya akan menjadi pendamping hidup Zizi ?
Jangan lupa ikuti ceritanya ya 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INRA KHAIRUNNISA JEOMI YUSUF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permainan Takdir Apalagi Ini ??
^^^~ Rencana Tuhan itu seperti kisah di film. Semua cerita baik dan buruk di rancang dengan baik untuk sebuah akhir yang bahagia ~^^^
Happy Reading !!!
Takdir adalah suatu ketetapan Tuhan kepada segala ciptaannya, termasuk manusia. Tidak ada suatu kejadian pun didunia ini melainkan telah ditetapkan oleh Allah SWT.
Setiap insan yang bernyawa telah memiliki takdirnya masing-masing. Ada yang ditakdir hidup dengan penuh kebahagiaan dan ada pula yang ditakdirkan memiliki kisah hidup yang rumit. Dan saat takdir itu datang, maka tidak akan ada satu orang pun yang bisa menolaknya. Termasuk gadis cantik yang berprofesi sebagai dokter kandungan ini.
Pagi ini, langit tampak cerah dengan awan-awan yang membentuk indah. Belum lagi kicauan burung-burung yang bersahutan. Angin pun ikut berhembus dengan lembut.
“Tristan Xavier Wardana.”
“Iya saya.”
“Saya nikah dan kawin kan engkau dengan anak kandung saya yang bernama Azizah Ghaffara Dananjaya dengan maskawin berupa perhiasan sebanyak 20 gram ditambah dengan uang 100 juta rupiah dan seperangkat alat sholat dibayar tunai.”
“Saya terima nikah dan kawinnya Azizah Ghaffara Dananjaya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.” Hanya dengan satu kali tarikan nafas, Tristan berhasil mempersunting Zizi sebagai istrinya.
“Bagaimana para saksi ?” Tanya sang penghulu.
“SAHHH !!!”
“Alhamdulillah hirobbil a’alamin.”
Tristan menghela nafasnya dengan lega. Beribu syukur ia ucapkan pada Allah SWT karena telah memberikannya kesempatan untuk menikahi gadis yang ia cintai. Begitu pun dengan orang tua Zizi yang terlihat lega karena putrinya telah menikah meski bukan dengan laki-laki yang mereka jodohkan.
Flashback On…
Serangkaian acara telah disusun dengan sangat matang. Semuanya juga telah disiapkan sesuai rencana awal. Para tamu mulai berdatangan ingin menyaksikan janji suci antara dua anak cucu adam.
Pengantin wanita telah dihias dengan sangat cantik oleh MUA ternama. Namun sayang, hingga sampai detik ini, pengantin pria belum juga menunjukan tanda-tanda kedatangannya.
“Dimana Kavindra ?” Tanya papa Radith dengan wajah yang tampak memerah menahan amarah. Laki-laki paruh baya itu terlihat sangat emosi karena sang pengantin pria tak kunjung datang sejak tadi. Sementara para tamu telah bosan menunggu acara yang tak kunjung dimulai.
“Tenang dulu Radith. Aku yakin sebentar lagi Kavindra akan segera datang. Tadi aku sendiri melihat, dia sudah berangkat dari rumah menuju kesini,” jawab Varell mencoba menenangkan calon besannya.
“Tapi mana ? Sudah satu jam tapi dia belum datang juga,” teriak papa Radith. “Apa kalian sengaja ingin mempermalukan ku dihadapan banyak orang hah ?” Emosinya saat ini sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Bagaimana mungkin ada orang yang berani mempermalukan keluarganya seperti ini ? Bagaimana nasib putrinya jika pernikahan ini batal ? Semua orang pasti akan membicarakan tentangnya nanti.
Sementara Jihan – Mamanya Zizi hanya bisa menangis membayangkan nasib putri semata wayangnya. Ia tidak sanggup melihat putri nya hancur jika tau calon suaminya tidak datang di hari pernikahannya.
“Bukan. Kami sama sekali tidak berniat mempermalukan keluarga kalian. Sungguh ini semua terjadi diluar kendali kami,” ucap Varell – Papanya Kavindra. “Tunggu lah sebentar lagi, aku yakin Kavindra akan segera datang. Sementara itu, aku akan minta anak buah ku mencarinya,” sambungnya masih membujuk Radith untuk bersabar.
“Huh… Bagaimana aku menghadapi para tamu diluar sana. Aku sungguh malu gara-gara kalian,” kesal Radith. “Jika saja aku bisa memutar ulang waktu, aku tidak sudi menjodohkan putriku dengan putra kalian.”
Nana yang tahu dengan keadaan sekarang ini pun langsung menghampiri sahabatnya didalam kamar. Disusul oleh Shakira dan juga Alexa. Sebelumnya mereka telah diberi pesan untuk tidak memberi tahu Zizi dulu tentang hal ini. Karena orang tuanya tidak mau melihat putri mereka syok.
Suasana semakin lama semakin gaduh. Dan hingga sampai detik ini, Kavindra belum juga menampakkan dirinya. Entah kemana perginya laki-laki satu itu. Tidak ada kabar apapun dan nomornya pun tidak bisa dihubungi.
Tidak ada yang tahu kemana dan dimana dia saat ini. Termasuk kedua orang tuanya. Radith – Papanya Zizi sudah sangat murka dengan semua ini. Apalagi saat melihat putrinya begitu hancur setelah mengetahui semua ini. Bahkan Zizi sempat pingsan setelah mendengar bahwa pernikahannya terancam batal.
Sementara disebuah ruangan, papa Radith sedang memikirkan tindakan apa yang harus ia ambil sekarang. “Apa yang harus kita lakukan sekarang, mas ?” Tanya mama Jihan pada sang suami dengan air mata yang terus saja menetes.
“Tidak ada pilihan lagi, aku akan batalkan pernikahan ini.” Putus papa Radith. Ia baru saja hendak melangkahkan kakinya keluar, namun terhenti ketika seorang laki-laki masuk kedalam ruangan itu.
“Tunggu om. Izinkan aku untuk menikahi Zizi.” Mendengar itu tentu saja Radith dan istrinya sangat kaget. Bagaimana mungkin laki-laki dihadapan mereka saat ini bisa mengatakan itu dengan sangat lantang.
Cukup lama terdiam hingga akhirnya papa Radith membuka suara nya kembali. “Kenapa kamu ingin menikahi, Zizi ?” Tanya papa Radith.
“Karena aku mencintainya. Aku janji akan selalu berada disampingnya dan membuat nya selalu bahagia,” ucap laki-laki itu.
“Tapi bukannya kalian berdua adalah sahabat ? Lagi pula kamu saat ini sedang menjalin hubungan dengan keponakan saya,” jawab papa Radith.
Tristan. Pria itu adalah Tristan Xavier Wardana. Awalnya ia memang sengaja tidak ingin hadir di acara ini karena tidak sanggup melihat gadis yang ia cintai menikah dengan laki-laki lain.
Ya. Saat ini ia telah menyadari perasaannya terhadap Zizi. Namun sayang semuanya telah terlambat. Ia yang bodoh karena tidak menyadari pentingnya Zizi dalam kehidupannya. Ia yang bodoh karena tidak bisa memahami apa yang diinginkan oleh hatinya. Hingga sekarang hanya akan ada penyesalan dalam dirinya.
Namun, seakan mendapat dukungan dari semesta. Ia pun diberi tahu oleh seseorang bahwa Kavindra tidak datang diacara pernikahannya. Tentu saja Tristan tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Mungkin saja, ini adalah petunjuk dari Allah SWT agar dirinya bersatu dengan gadis pujaan hatinya.
“Iya. Kami memang bersahabat, tapi apa salah jika aku mencintai sahabat ku sendiri ? Lagipula Zizi juga mencintai ku, om. Dan tentang hubungan ku dan Chika, kami sudah berpisah atas kemauannya sendiri,” ujar Tristan. Ia menjelaskan semua alasan kenapa ia mau menikahi Zizi dan kenapa hubungannya dengan Chika berakhir.
Setelah memikirkan dan mempertimbangnya ucapan Tristan, akhirnya papa Radith menyetujui niat baiknya untuk menikahi putri semata wayangnya.
Flashback Off…
Sementara didalam kamar, Zizi terlihat kaget dengan apa yang ia dengar barusan. “A.. Apa yang menikahi ku barusan adalah Tristan ?” Tanyanya dengan gagap.
Nana mengangguk lalu memeluk sahabatnya dengan erat. “Iya, dia adalah Trisan. Apa lo senang sekarang ? Keinginan lo selama ini telah dijawab oleh Allah SWT. Kesedihan dan air mata lo telah dibayar lunas hari ini,” jawab Nana.
Namun, Zizi tetap tidak bergeming. Ia masih berusaha memahami apa yang baru saja terjadi dalam hidupnya. Kenapa semuanya jadi begini ? Disaat ia sudah merelakan cintanya untuk pergi, kenapa Tuhan malah menyatukan mereka dengan cara seperti ini ? Pikir Zizi.
Tiba-tiba saja Zizi terisak dalam pelukan sahabatnya. Sungguh ia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi. “Hiks… Hiks… Permainan takdir seperti apa lagi ini ?” gumam Zizi disela tangisnya.
Nana melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata Zizi. “Kenapa lo jadi nangis ? Bukan nya ini yang lo mau ? Menikah dengan orang yang lo cintai dan mencintai lo ?” Tanya Nana.
“Tapi dia ngak mencintai gue ! Lagipula dia adalah kekasihnya adik gue !” Bantah Zizi. “Lalu kenapa dia malah nikahin gue ?” Tangis Zizi kembali pecah setelah mengatakan itu. Ia merasa menjadi orang jahat dengan menikah dengan laki-laki yang dicintai oleh adiknya.
Nana memengang kedua pipi sahabatnya itu lalu menggelengkan kepalanya. “Lo pengen tahu alasan sebenarnya Tristan menikahi lo ?” Tanya Nana.
Zizi tidak menjawab tapi hanya menganggukkan kepalanya pelan. “Karena dia mencintai lo. Lo salah kalau menganggap dia ngak mencintai lo selama ini. Karena sebenarnya ia hanya tidak peka terhadap perasaannya sendiri,” jawab Nana.
Nana kembali menghapus air mata Zizi. “Lo bisa tanyakan sendiri pada suami lo nanti. Karena dia berhak menjelaskan semuanya sendiri sama lo,” ucap Nana lagi. “Tapi sekarang lo ngak boleh nangis karena lo harus menyambut para tamu dulu,” sambung Nana sembari merapikan make up sahabatnya itu.
Setelah menunggu sekian lama, akhirnya Nana membawa Zizi ke tempat acara untuk bertemu Tristan dan semua orang. “Ayo senyum dong Princess,” bisik Nana. Dengan terpaksa Zizi pun tersenyum pada semua orang.
Hari ini, ia tampak cantik dengan gaun pengantin yang ia kenakan. Bahkan kecantikkannya terpancar berkali-kali lipat dari biasanya. Nana langsung menggiring sahabatnya itu menuju tempat Tristan yang saat ini sedang menunggunya.
Tristan tampak terpesona dengan kecantikkan sahabat yang kini telah menjadi istrinya itu. Bodoh sekali dia tidak menyadari semua itu sejak awal.
“Cantik,” gumam Tristan. Lamunannya pun tersadar setelah mendengar suara dari Mc yang memandu acara pernikahannya.
“Silakan kedua pengantin untuk saling memasangkan cincin dijari pasangannya,” titah Mc itu. Seseorang datang membawa sebuah kotak berbentuk love yang didalamnya terdapat dua buah cincin yang sangat indah.
Dengan segera Tristan langsung mengambil salah satunya lalu memasangkan dijari manis Zizi. Begitupun sebaliknya. Semua orang bertepuk tangan setelah cincin itu tersematkan di jari manis Tristan dan Zizi.
“Sekarang silakan untuk pengantin wanita mencium pungung tangan suaminya dan pengantin pria mencium kepala istrinya,” ucap Mc itu memberikan arahan. Tristan dan Zizi melakukan apa yang di ucapkan oleh Mc itu hingga suara tepuk tangan kembali menggema.
Hari ini, Tristan tampak bahagia karena telah menikahi gadis yang ia cintai. Namun Zizi terlihat murung dan hanya diam karena masih belum menerima semua ini.
Para tamu digiring menuju tempat yang telah disediakan. Begitupun juga dengan kedua pengantinnya, mereka digiring menuju pelaminan yang telah disiapkan diiringi dengan alunan music instrumental yang sangat lembut.
Ingatan Zizi kembali berputar mengingat terakhir kali ia berbicara dengan Kavindra. Saat itu ia menunjukan dimana mereka akan duduk bersanding hari ini. Namun, takdir malah membalikkan semuanya. Bukan Kavindra yang akan duduk disana tapi malah Tristan.
Zizi tersenyum getir mengingat bagaimana perjalanan hidup dan perjalanan cintanya yang tidak mudah. Setelah ini, entah permainan takdir apa lagi yang akan dilewatinya.
Tristan memandang sang istri yang hanya terdiam dengan tatapan kosongnya. Menatap iba pada cinta yang telah lama ia abaikan. Gadis itu terlihat sedih di hari yang seharusnya mereka bahagia.
“Kenapa dia terlihat begitu sedih ? Apa dia tidak bahagia menikah dengan ku ? Atau dia sudah mulai mencintai Kavindra ?” Tristan hanya bisa membatin saat ini.
“Kamu kenapa ? Kok mukanya sedih gitu ?” Tanya Tristan. Ia sengaja menganti kata lo menjadi kamu saat ini. Karena tidak mungkin lagi bagi mereka menggunakan kata itu setelah menikah.
Zizi mendongak masih dengan wajah datarnya. “Ngak apa-apa,” jawab Zizi singkat.
Tristan menghela nafasnya. Lalu melambaikan tangan pada Mc. Laki-laki itu berniat untuk menghibur Zizi dengan menyanyikan sebuah lagu untuknya.
Setelah mengatakan niatnya, sebuah musik instrument pun dihidupkan. Tristan mulai menyanyikan setiap lirik dengan penuh penghayatan apalagi suara merdunya membuat semua orang terpesona.
...[Beutifull In White ~ Shane Filen ]...
...Not sure if you know this...
...Tak yakin apakah kau tahu ini...
...But when we first met...
...Tapi saat pertama kita berjumpa...
...I got so nervous I couldn't speak...
...Aku sangat grogi hingga tak dapat berkata apa-apa...
...In that very moment...
...Pada saat itu...
...I found the one and...
...Kutemukan seseorang dan...
...My life had found its missing piece...
...Hidupku tlah temukan kepingannya yang hilang...
...So as long as I live I love you...
...Maka selama aku masih hidup, aku kan mencintaimu...
...Will have and hold you ...
...Aku kan miliki dan mendekapmu...
...You look so beautiful in white...
...Kau tampak sangat cantik berpakaian putih...
...And from now to my very last breath...
...Dan mulai kini hingga hembusan nafas terakhirku...
...This day I'll cherish...
...Hari ini kan kukenang...
...You look so beutifull in white...
...Kau tampak sangat cantik berpakaian putih...
...Tonight...
...Malam ini...
...What we have is time...
...Yang kita punya adalah waktu...
...My love is endless...
...Cintaku tak lekang oleh waktu...
...And with this ring I...
...Dan dengan cincin ini aku...
...Say to the world...
...Kukatakan pada dunia...
...You're my every reason ...
...Engkaulah alasanku...
...You're all that I believe in...
...Engkaulah yang kupercayai...
...With all my heart I mean every word...
...Dengan sepenuh hatiku, tiap kataku ini yang sebenarnya...
...oooh oh...
...You look so beautiful in white...
...Kau tampak sangat cantik berpakaian putih...
...Na na na na...
...So beutifull in white...
...Sangat cantik berpakaian putih...
...Tonight...
...Malam ini...
...And if our daughter's what our future holds...
...Dan jika anak perempuan kita akan hadir...
...I hope she has your eyes...
...Kuharap matanya seperti matamu...
...Finds love like you and I did...
...Temukan cinta sepertimu dan kulakukan...
...Yeah, I wish she falls in love and I will let her go...
...Yeah, kuharap dia kan jatuh cinta dan kan kulepaskan dia...
...I'll walk her down the aisle...
...Kan kuiringi dia di lorong gereja...
...She'll look so beautiful in white...
...Dia kan tampak sangat cantik berpakaian putih...
...You look so beautiful in white...
...Kau tampak sangat cantik berpakaian putih...
...You look so beutifull in white...
...Kau tampak sangat cantik berpakaian putih...
...Tonight ...
...Malam ini...
Suara terpukan tangan terdengar saling bersahutan diruangan itu. Diam-diam Zizi ikut tersenyum mendengar lagu yang dibawakan oleh suaminya itu. Apalagi lagu itu dinyanyikan untuk nya.
Setelah menyumbangkan sebuah lagu untuk istri tercintanya. Para tamu mulai memberikan selamat pada mereka satu persatu. Hingga saat ini tibalah giliran sahabatnya yang memberikan selamat.
“Selamat ya, akhirnya kalian nikah juga. Gue bahagia banget lihatnya,” ucap Nana langsung memeluk Zizi dan Tristan secara bergantian.
“Makasih ya, Queen,” jawab Tristan. Sementara Zizi hanya tersenyum pada sahabatnya itu.
“Selamatnya Zi, Tris. Gue ikut bahagia atas pernikahan kalian. Semoga bahagia selalu,” ucap Zayyan.
“Makasih kak.”
“Makasih bro.”
Setelah Nana dan Zayyan. Kini giliran Alexa dan Raka yang memberikan selamat pada kedua pengantin itu. Baru setelah itu giliran Juna dan Shakira yang ikut memberikan selamat.
“Ayo, ucapkan selamat pada aunty Zi dan uncle Tris,” titah Shakira pada putrinya.
“Happy wedding aunty, uncle,” ucap gadis itu dengan suara cadelnya.
Zizi tertawa melihat kelucuan dari putri Shakira itu. “Makasih sayang. Kamu lucu banget deh, gemas aunty jadinya,” jawab Zizi mencubit pipi Olive.
“Makasih cantik,” jawab Tristan.
Setelah semua mendapat giliran untuk memberikan selamat. Baru mereka memutuskan untuk foto bersama. Ada banyak gaya yang mereka lakukan hingga membuat heboh tempat itu.
“Sayang, kamu turun duluan aja gih bawa anak kamu. Aku mau foto bertiga dulu sama sahabat aku,” seru Nana pada suaminya.
Zayyan melongo karena diusir oleh istrinya sendiri. “Kamu ngusir aku ?” Tanya Zayyan polos.
“Ngak, bukan ngusir. Tapi Cuma minta kamu turun duluan aja,” bantah Nana.
“Apa bedanya coba,” jawab Tristan menggerutu sembari membawa putranya turun dari pelaminan.
Tak terasa, waktu berjalan dengan sangat cepat. Semua para tamu telah bubar dan kembali kekediaman mereka masing-masing. Begitu pula dengan para sahabat yang juga ikut kembali ke rumah mereka masing-masing.
To Be Continue…
Hallo Gengs !!!
Hari ini author kembali update yups.
Jangan lupa untuk tetap dukung karya author dengan cara Vote, Like dan Koment.
Terima Kasih.
Oh ya, sebelumnya author mau minta maaf karena mungkin part kali ini tidak sesuai dengan harapan kalian. Bukan nya author ngak mau dengerin pendapat kalian, tapi memang dari awalkan Zizi memang dipasangkan sama Tristan. Kalau seandainya tiba-tiba author pasangkan sama Kavindra, nanti malah author sendiri yang pusing buat ceritanya.
Karena dari awal author udah tetapkan alurnya seperti ini. Jadi maaf ya, sekali lagi. Dan untuk yang penasaran kemana perginya Kavindra nanti akan ada part khusus untuk author jelasin disana. Tapi yang jelas, Kavindra baik-baik aja dan ngak ada adegan meninggal dunia.
Jadi, dimohon untuk pengertiannya ya…
Sekali lagi, Maaf dan Terima kasih karena udah meluangkan waktunya untuk baca karya-karya author sampai sejauh ini.
..."2504 - Words"...
15 Agus 2020
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu