NovelToon NovelToon
Pesona Pria Patah Hati

Pesona Pria Patah Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Trauma masa lalu / Healing / Cintamanis / Romansa pedesaan
Popularitas:31.5k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Y

Sebuah kisah pertemuan tak terduga, jauh dari hiruk-pikuk ibu kota, takdir mempertemukan mereka di desa Tabebuya.

Dua hati yang sama-sama remuk, oleh cinta pengkhianatan. Waktu seolah tak cukup menghapus luka, hanya menyisakan rapuh dan senyum yang disembunyikan.

Namun cinta yang perlahan tumbuh dari luka tak pernah berjalan mulus. Masih ada bayang-bayang masa lalu, ketakutan untuk kembali percaya, dan dilema antara bertahan dalam trauma atau berani membuka hati.

Sebuah kisah tentang perjalanan menyembuhkan diri, tentang pesona seorang pria yang hancur hatinya namun tetap berusaha mencintai dengan tulus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Badut untuk Hatimu yang Patah

“Jangan kejar aku! Dasar kamu laki-laki murahan!”

“Yaya! Tunggu! Kamu jangan salah paham dulu!” teriak Arya, langkahnya cepat mengikuti jejak Yaya.

Yaya menoleh sebentar, mata menyipit, lalu menambah kecepatan. “Aku bilang jangan dekat-dekat! Aku alergi sama buaya kayak kamu!”

Arya menahan napas, hatinya berdegup kencang, tapi ia tak ingin menyerah. “Yaya… tolong, dengarkan aku dulu!”

“TIDAK MAU! Aku tidak mau dengarkan penjelasan apapun dari kamu!” sahut Yaya keras, sambil terus berlari.

“Tunggu! Awas di depan ada angsa!!” teriak Arya tiba-tiba.

"Hah! Pembohong, mana mungkin!” katanya sambil melangkah maju… dan ternyata benar—sekumpulan angsa putih sedang menyeberang jalan tepat di depan mereka.

Yaya tak sempat mengerem dan…

Bam!

“Kyaa!!” Yaya menjerit, ia menabrak seekor angsa putih besar. Tubuh terhuyung ke belakang hampir jatuh ke tanah. Untung saja Arya segera menangkapnya, agar tak terjatuh.

“Angsa… Itu binatang berbahaya kalau marah loh!” kata Arya sambil menyingkirkan hewan itu dengan sigap, memastikan Yaya aman.

Khhhrrrkk! Honkk! 🪿💢

Suara angsa itu melengking tajam, sayapnya diangkat tinggi, siap menyerang kapan saja.

“Awas! Mas Arya! Dia mau nyerang!”

Angsa itu maju, mematuk udara sambil mengibaskan sayapnya. Arya spontan memetik daun talas di dekatnya, menahannya di depan wajah seperti tameng.

“Pergi! Hus hus sana pergii!! Burung!" teriaknya sambil mengibaskan daun itu ke udara.

HOOONK! HOOONK! 🪿💢💢

Dengan cepat, ia menempelkan daun talas itu di kedua tangannya, menjadikannya seperti sayap raksasa. Arya menirukan gerakan angsa yang hendak menyerang, mengepak dan menunduk seolah siap terbang.

Angsa itu menatapnya dengan mata melotot… lalu terhenti sejenak. Dimata si angsa Arya tampak seperti “angsa raksasa” membuatnya ketakutan.

HOOONK! HOOONK! 🪿💨

Angsa itu akhirnya mundur perlahan, lalu pergi meninggalkan mereka.

Yaya menatap Arya dengan mulut terbuka. “Kamu… kamu baru saja… menakuti angsa pake daun talas?!”

Arya menjatuhkan daun itu, tersenyum malu. “Siapa bilang heroik itu harus serius? Kadang perlu… kreatif di situasi genting juga kan,”

Yaya menahan tawa, pipinya memerah. “Pfftttt.... Kamu tuh hampir mati kocak,” akhirnya Yaya tertawa keras.

Arya tersenyum miring. “Selama kamu aman, mati kocak pun aku rela.”

Yaya langsung terdiam sebentar… namun pipinya berubah merah. “Idih, kamu mah kok malah gombal!” ucapnya sambil cemberut.

Arya melangkah lebih dekat dan menggenggam tangan Yaya. “Jika aku harus menjadi badut, maka dengan sepenuh hati aku rela. Aku rela bertingkah konyol, bahkan terlihat bodoh di depanmu, asalkan bisa membuatmu tersenyum dan bahagia." ucapnya tulus.

Yaya menatapnya, jantungnya berdebar kencang. Senyum kecil tak bisa ia sembunyikan. “Kamu… ngeselin sih, tapi juga bikin gemes,” gumamnya pelan.

“Aku? Bikin gemas gimana? Memangnya aku bayi,” balas Arya sambil terkekeh.

Namun seketika, ingatan Yaya terseret kembali ke kejadian tadi—melihat Arya berduaan dengan Maimunah. Marahnya muncul begitu saja. Tanpa pikir panjang, ia mencubit lengan Arya dengan cepat.

“Aww! Aduh! Hei, sakit! Cubitanmu lebih sakit daripada serangan angsa tadi!” teriak Arya sambil meringis.

“Iiihh!!” Yaya makin kesal, tak mau berhenti mencubitnya.

Akhirnya, Arya menahan kedua tangan Yaya, menatapnya dengan mata tajam tapi ada sedikit senyum menahan amarah.

“Yaya… cukup, deh. Kamu ini minta diserang balik ya,” ucapnya tegas, tapi nadanya tetap hangat.

Mata Arya terbelalak melihat Yaya yang berkaca-kaca. Yah, wanita itu mau menangis, airmatanya akan jatuh.

Spontan, Arya melepaskan genggamannya dan mundur sedikit, panik. “Sorry! Gak sengaja bentak kamu… aku nggak maksud,” ucapnya tergagap, wajahnya cemas.

Yaya memalingkan wajahnya yang basah oleh air mata. “Udah… jangan pedulikan aku. Kamu kan… lebih suka punya hubungan sama istri orang kan,” ucapnya ketus, suaranya bergetar.

“Astagaaa… kamu itu salah paham. Apa yang kamu lihat gak seperti yang kamu pikirkan! Itu yang sejak tadi pingin aku jelasin ke kamu, tapi kamu terus lari,” balas Arya, panik, berusaha mendekat.

Yaya mendorongnya lemah, tapi Arya tanpa ragu memeluknya dari belakang, menahan Yaya dengan pelukan hangat.

“Aku pilih kamu, Yaya… sejak pertama kita ketemu, hatiku selalu memilihmu."

Mata Yaya terbelalak, tak percaya mendengar pernyataan cinta Arya. Akhirnya… momen ini tiba juga, setelah semua waktu yang mereka habiskan bersama di desa Tabebuya.

Untuk pertama kalinya, keduanya benar-benar merasakan… detak jantung mereka berpadu, seirama dalam satu irama yang hangat.

Yaya menutup wajahnya dengan tangan, pura-pura kesal. "Akhirnya kamu ngomong juga… tapi jangan kira aku gampang luluh!” ucap Yaya ketus.

Arya tertawa geli melihatnya, sementara Yaya mengintip dari celah jari-jari tangannya, mata berbinar penuh kebahagiaan. Walaupun ucapannya jutek, jelas sekali hatinya sedang meleleh.

Ting! Ting! Ting!

Tiba-tiba, bel makan siang sekolah berbunyi nyaring.

“Ya ampun, udah jam makan siang!” teriak Yaya panik.

“Aduh, kelasku!” Arya ikut panik.

Keduanya segera berlari, dari kebun belakang sekolah menuju kantin.

Di tengah lari, Arya menoleh sambil tersenyum nakal.

“Jadi sekarang kita resmi sepasang kekasih, kan?”

“Jangan ngomong gitu sekarang!” protes Yaya, masih tersengal.

“Aku mau dengar sekarang! Terima aku jadi pacarmu!” goda Arya, menambah langkah larinya.

“Aduhh, Arya!” Yaya menutup wajahnya dengan tangan, pipinya merah.

“Ayank! Panggil aku ayank mulai hari ini!” Arya terkekeh usil, membuat Yaya hampir tersandung karena menahan malu.

“Iya, ayank!” teriak Yaya, wajahnya memerah.

Tak lama kemudian, mereka tiba di kantin, nafas keduanya masih tersengal-sengal karena berlari.

“Ya ampun, lihat murid-murid, udah antri buat makan siang,” kata Arya sambil, tersenyum sumringah melihat suasana kantin.

Yaya membuang napas panjang, menatap Arya setengah kesal tapi matanya berbinar.

“Kamu ini… Bisa-bisanya disaat genting ngajak jadian! Ngeselin banget, tahu nggak?” gumamnya, tapi senyum bahagia tak bisa ia sembunyikan.

Arya meraih tangannya, menggenggam lembut. “Aku rela jadi konyol… Demi pacarku yang paling manis dan paling jutek di dunia,” godanya.

Yaya menatap Arya, menahan tawa, dan akhirnya ikut tersenyum lebar. Di tengah hiruk-pikuk suasana kantin, mereka berdiri saling menggenggam tangan, nafas masih tersengal, tapi rawut wajah bahagia.

“Cie cieee… kiw kiw! Ada yang resmi jadian.” suara kakek Abi tiba-tiba terdengar dari belakang.

Arya dan Yaya langsung kaku.

Keduanya salting parah—Yaya buru-buru melepaskan tangan Arya, sementara Arya cuma bisa nyengir kuda.

Kakek Abi menghela napas panjang, menatap mereka berdua sambil menyilangkan tangan di dada. “Sudah jam makan siang, kalian makan dulu sana. Habis itu balik kerja yang bener. Kalau mau kasmaran, nanti sore aja, di bawah pohon Tabebuya.”

Arya menatap Yaya dan terkekeh pelan. “Wah ide bagus kan yank, habis kerja kita kencan dibawah pohon.” 🤡

Yaya menatapnya kesal. “Diam, ah, Ayank!” 😫

.

#Gambar mereka berkencan sore-sore di bawah pohon Tabebuya.

.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

#TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA ❤️❤️❤️

**Jangan lupa meninggalkan jejak kebaikan dengan Like, Subscribe, dan Vote ya...~ biar Author makin semangat menulis cerita ini, bentuk dukungan kalian adalah penyemangat ku...😘😘😘**.

1
☕︎⃝❥ z̶e̶v̶a̶𝟏
ini kakek ada penyakit yang serius bener ya😔
Capt Blacksheep TUAN PERAMAL🐑
hidup bukan perlobaan, jadi penasaran hidup si arya ini apa ya
Capt Blacksheep TUAN PERAMAL🐑
bule yg satu itu emang anomali takut hantu😁😁😁
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
wahhhh untung Yaya datang tepat waktuu dan menggagalkan rencana mbak Maimunah yg jelas-jelas sengaja membuat suaminya marah karena salah paham 🙄
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
wahhh Yaya keliatan cemburuu gituu yaa jika mbak Maimunah mendekati arya🤭🤣
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
heemmmm jadii kepinn 🤤🤤 kayaknya eenak banget ituu ramennya🤤🤤
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
pengalaman pertama ngadepin anak SD sama aja dengan ngadepin anak TK, banyak sabarnya yaa aryaa🤭
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
wahhh ternyata aryaa menerima tawaran Klara untuk jadi guru seni tohh🤭
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
ihhhh mbak mai kok sengaja bikin salah paham sihhh🙄
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
nahlooo apa maksudnya mbak Maimunah yaaa🙄🙄kok bisa ngomong gituu🙄
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
ahhh jadi penasaran akankah Arya menyetujui tawarannya Klara🤔🤭
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
inii klaraa pinter banget cara mengambil hati penduduk desaa biarr bisaa memilih dirinya menjadi kepala desaa 🙄🤭
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
desa dijadikan destinasi wisata memang banyak untung nya karena bisa membantu perkembangan lapangan pekerjaan bagi orang kampung yang memang membutuhkan kerjaan
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
dititik inii Arya hati nya udah benar-benar dilevel legowo ikhlas pasrahkan sama sang pemberi nafas🤭
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
bisaa gawat kaloo Klara yang jadii kepala desaa🥹🙄
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
wahhh si Klara udah mauu beraksii inii
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
mungkin aku akan menetap lama disini, karena ada kamu yaya🤭,, uhuuuuyyyy 🤣 cieciecieeeeeee🤭🤣
☕︎⃝❥ z̶e̶v̶a̶𝟏
kesel, marah, dan bahagia jadi satu wkwk
☕︎⃝❥ z̶e̶v̶a̶𝟏
kayak mak lampir anjirr jatuhnya gak ada lucu²nya
☕︎⃝❥ z̶e̶v̶a̶𝟏
dasar bermuka 2 nih orang seneng bener kalau liat hubungan adiknya hancur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!