Perhatian–perhatian cerita ini beralur lambat. Harap bersabar menanti ceritanya ya .... 😁
Gea Agatha adalah seorang wanita berusia 21 tahun yang hidup mandiri. Gea berusaha hidup menjauh dari keluarganya yang membencinya. Wanita mandiri itu memiliki seorang kekasih bernama Davin Angkara.
Suatu hari, mereka mengikrarkan janji sehidup semati. Namun naas, Gea malah dikhianati oleh kekasihnya di hari pernikahannya yang membuatnya harus berada pada keadaan yang lebih mengecewakan. Hari itu juga, ia bertemu dengan Briel, seorang laki-laki yang juga harus menikah di hari itu juga yang sama sekali tidak Gea kenal, memaksa Gea untuk menikah dengannya karena suatu kesalahpahaman.
Mereka berdua mengarungi bahtera rumah tangga yang diterpa berbagai macam musim.
Akankah Gea dan Briel bisa melewati semuanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asabernisletih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Lagi-Lagi Diledek (Sahabat)
Hari demi hari telah terlewati. Persiapan-persiapan untuk pernikahan Briel dengan wanita yang akan dijodohkan dengannya telah selesai, tinggal dekorasi tempat. Dekorasi tempatnya pun sederhana, karena Briel benar-benar ingin menggelar pernikahannya secara tertutup, privat wedding. Pernikahannya hanya akan dihadiri oleh kedua belah pihak keluarga saja. Tentunya dengan pengantinnya.
"Semua keperluan Anda sudah saya siapkan, Bos. Setelah kita menghadiri acara syukuran pewaris keluarga Remanov, anak dari Tuan dan Nyonya Xavier, kita langsung melanjutkan perjalanan kita pulang ke Indonesia," ucap Adam. Briel hanya mengangguk. Ia masih disibukan dengan mencari dasi yang akan ia pakai. Sebelum memakai pakaiannya ia menata rambutnya.
"Tampan" gumam Briel. Ia memegang dagunya sambil tersenyum melihat pantulannya sendiri di cermin. Ia juga memotret dirinya sendiri yang masih memakai bath robes.
Adam hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tuannya yang sangat narsis itu.
Xavier adalah sahabat Briel di waktu kuliah. Bahkan sampai saat ini pun mereka masih sering berkomunikasi. Sehingga Xavier mengundang Briel untuk menghadiri acara syukuran anaknya, Arthur dan Aurelie.
Ini dia foto mereka berdua
"Bos, sebentar lagi kita akan segera berangkat," ucap Adam agar Briel segera berangkat menuju dimana jet pribadi diparkirkan.
Jet Pribadi milik Briel adalah jet pribadi model Bombardier Global 7000. Ia memilih jet pribadi model ini karena jarak yang bisa ditempuh pesawat lebih dari 8.500 mil. Dan pesawat itu cocok untuk Briel yang sering bolak balik dari Jerman ke Indonesia dan sebaliknya.
"Baiklah."
Briel segera mengganti pakaiannya dengan stelan jas ketika Adam keluar dari kamarnya.
🍂
Perjalanan kali ini menempuh jarak kurang lebih 105 menit. Briel dan Adam sampai di Hotel Sultan, tempat dimana acara itu dilaksanakan. Briel dan Adam berjalan masuk. Banyak pengusaha-pengusaha muda yang menghadiri acara itu. Dan ternyata ia terlambat beberapa waktu. Sesampainya di sana, ia telah melihat sahabatnya itu berdiri di podium bersama istrinya. Mereka juga memperkenalan baby twins dan presdir baru perusahaan Miller Group.
Suasana yang begitu meriah dan membahagiakan seakan menghipnotis Briel untuk ikut tersenyum. Di sana ia bisa melihat beberapa pengusaha yang ia ketahui seperti Alexander Kemal Malik beserta istri dan anaknya, Arka dan Nayla, Rafka dan Alea, Leon dan Ivanka dan masih banyak lagi pasangan pengusaha muda yang sukses hingga aktor dan artis cantik papan atas, Ansel dan Angela turut hadir di sana.
Briel juga melihat ada bodyguard Tuan Frans Wijaya, Zeno, yang wira wiri disana.
Tak lupa dia juga meyapa sahabatnya, Xavier yang sedang berbahagia saat ini. Lagi-lagi dia diejek karena kejombloannya yang bertahan sampai saat ini. Bahkan ia dikira penyuka sesama jenis, dengan teman affair, Adam, asistennya sendiri.
Sungguh malang nasibmu Briel 😂😂😂
"Sialan kau!" Briel memukul bahu Xavier. Sedangkan yang dipukul hanya terkekeh melihat wajahnya yang kesal.
Selepas acara, Briel masih menyempatkan ikut hadir pada acara berikutnya yang diadakan di club malam yang ada di hotel itu. Yang hadir disana hanyalah Edward Julio Miller dan orang terdekat serta orang kepercayaan Xavier saja.
Tiba-tiba datanglah seorang pria yang menghampiri meja mereka. Dia adalah pria yang sebelumnya adalah musuh sahabatnya, Zayn. Briel mengetahui fakta itu karena Xavier pernah mengatakan hal itu padanya.
Ia tertawa melihat tingkah laku mereka. Mereka adalah musuh yang beralih jadi teman, bahkan lebih dekat lagi namun kelakuan mereka seperti tom and jerry di matanya. Yang satu suka menggoda dan yang satu gampang sekali digoda oleh Zayn.
Bunyi dentuman musik dari DJ terdengar. Xavier menghampiri istrinya yang menari disana. Briel memilih untuk tetap duduk sambil mengamati Xavier dan Elle yang tengah menari. Ia tersenyum melihat kebahagiaan mereka. Terbesit rasa iri di dalam hatinya.
"Beruntung sekali kau Vie bisa menemukan pendamping hidup yang cantik dan serasi dengan kau. Dan sekarang kau dikaruniai sepasang anak kembar yang tampan dan cantik. Bahkan kalian benar-benar saling mencintai dan dilimpahi kebahagiaan."
Senyum Briel mengembang namun memiliki arti ganda. Bahagia untuk kebahagiaan sahabatnya, dan miris yang melihat hidupnya ditinggal punya anak sama sahabatnya sedangkan dia, pasangan aja dijodohkan sama orang tuanya.
"Bos," ucap Adam yang menangkap senyum Briel yang terlihat menyedihkan namun bahagia. Ia menatap Briel iba.
"Mirisnya hidupmu, Bos. Sekali dapat pasangan saja dijodohkan."
"Aku baik-baik saja Dam. Jangan khawatirkan aku." Briel masih menatap aktivitas Xavier dan Elleana yang masih asik menari.
"Bukan itu Bos, percaya diri sekali kau Bos," kilah Adam yang membuat Briel malu. Namun bukan Briel namanya kalau tidak bisa menyembunyikan rasa malu.
Edward yang duduk di sebelah Briel dan Adam pun tertawa melihat tingkah laku antara atasan dan bawahan itu. Briel pun melayangkan tatapan malas ke arah Edward yang membuatnya semakin tertawa.
"Ck, apakah Anda sudah puas Tuan Edward yang terhormat?" sindir Briel yang di dalamnya terdapat kekesalan yang luar biasa.
"Okeoke Tuan Briel." Edward mengangkat tangannya dan berusaha meredakan tawanya.
"Sudah waktunya kita pergi, Bos." Adam melanjutkan ucapannya dengan nada yang lebih serius.
"Baiklah."
Briel mengalihkan pandangannya kepada Xavier dan Elleana yang berjalan menghampiri dimana ia berada.
"Sepertinya aku harus kembali," ucapnya pada Xavier yang tengah mendudukan diri di kursi.
"Secepat ini? "
"Ya, karena pesawatku take of 2 jam lagi."
Xavier pun memahami kesibukan sahabatnya ini. Ia juga mengucapkan terimakasih pada Briel karena telah menyempatkan hadir ke acaranya.
Briel dan Adam pun berjalan meninggalkan tempat itu. Hingga lagi-lagi ia cukup kesal karena mendengar suara ledekan dari belakang.
"Jangan lupa kalau bertemu lagi bawalah istrimu! Jangan hanya Adam yang selalu kau bawa!" teriak Xavier.
"Ck," Briel berdecak malas.
"Tunggu saja. Istriku akan lebih cantik dari istrimu dan anakku akan lebih cantik dan tampan dari anakmu!" balasnya.
"Kutunggu waktu itu, Brother!"
Briel hanya menggelengkan kepala sambil terus berlalu.
🍂
//
Untuk informasi tentang pesawat jet, Asa hanya menggabungkan informasi yang Asa dapat dari "simbah". Jika ada kesalahan, maafkanlah kelalaian Asa 🙏
🍂
//
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kisah Xavier, Elleana dan juga baby twins, kalian bisa menemukan secara detail di novel kece kakak online Asa 😁😁
Elleana And The King Of Mafia - Ranty Yoona
Happy reading all 💕💕
Makasi thor ceritanya bagus, meski up nya lama tapi gpp
ditunggu karya selanjutnya
tetap semangat berkarya