NovelToon NovelToon
Found Love In My Darkness

Found Love In My Darkness

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wachid Tiara

Ray... Seorang pria dengan masa lalu percintaan yang kelam karena harus ditinggalkan oleh wanita yang dicintainya untuk selama-lamanya, karena demi melindunginya, Bella kekasihnya rela mengorbankan nyawa sendiri untuk melindunginya, dan kini hadir Anna, wanita cantik yatim-piatu yang dijodohkan dengan nya oleh orang tuanya... bagaimana perjalanan kisah cinta mereka, dan bagaimana Anna menarik Ray dari kegelapan hati Ray yang sudah menguasai seluruh dunianya...?

Yuk ikuti kisahnya...😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24

24

"Eummm..." Anna menggeliat dan perlahan membuka matanya, dia mencoba mengingat kembali kejadian semalam, wajahnya kembali memerah dan terukir senyuman di sudut bibirnya.

Anna melihat ke sebelahnya dan terlihat wajah tampan suaminya yang semalam sudah membuatnya kelelahan, pasalnya bukan hanya sekali tapi Ray benar-benar membuktikan ketangguhannya.

Anna bergerak untuk turun dari ranjangnya untuk ke kamar mandi, namun tubuhnya meluncur kebawah begitu saja, karena kakinya tidak bisa menopang berat tubuhnya.

"Awww...!!!"

Teriak Anna yang membuat Ray terbangun.

"Ada apa?" Tanyanya.

"Sakit mas Ray..." Jawab Anna yang masih terduduk di lantai.

"Astaga Anna... Apa yang kamu lakukan?" Tanya Ray sembari mengangkat tubuh Anna untuk kembali ke atas kasur empuk yang semalam mereka gunakan untuk bercinta.

"Anna pengen pipis mas, mau ke kamar mandi" jawab Anna.

Ray yang juga sama dengan keadaan Anna yang masih tanpa busana, mengangkat tubuh Anna untuk ke kamar mandi.

"Kalau udah selesai panggil aku" ucap Ray yang sudah tidak terdengar datar seperti biasanya, karena kali ini Ray mengucapkannya dengan intonasi yang sama seperti manusia pada umumnya.

Anna tersenyum dan mengangguk padanya, sebelum Ray pergi keluar dari kamar mandi.

"Aku mandi sekalian aja" ucap Anna sembari melangkahkan kakinya perlahan menyalakan kran dan membasahi seluruh tubuhnya menghilangkan sisa-sisa semalam.

Setelah beberapa lama Anna juga sudah selesai dengan ritual mandinya, Anna memakai handuk Ray yang ada di kamar mandinya.

Anna meliliti tubuhnya dengan handuk kecil Ray yang hanya bisa menutupi bagian penting dari tubuhnya.

Perlahan Anna keluar dari kamar mandi dan berjalan dengan sangat pelan karena rasa sakitnya masih terasa saat digunakan untuk berjalan.

"Anna, bukankah sudah kubilang untuk memanggilku saat kamu sudah selesai?!" Kata Ray yang terlihat sedikit khawatir.

"Iya mas Ray, maaf tadi rasanya juga udah enggak sakit banget" jawab Anna yang sekarang sudah berada di dalam gendongannya.

Ray kali ini benar-benar berbeda tidak seperti Ray yang dingin dan menyebalkan, dia terlihat lebih hangat walaupun nada bicaranya masih sedikit datar.

Anna merasa sedikit lega karena bisa melihat ada kekhawatiran di mata Ray untuk nya "Mas, Anna mau ambil baju ganti ke kamar Anna".

"Tidak perlu, pakailah pakaian ku, kamu akan lelah jika harus turun kebawah, nanti anakku tidak jadi-jadi, aku bisa kalah sama Sinta" jawab Ray pada Anna.

Anna menatap nanar pada Ray yang masih saja mengingat tentang taruhannya dengan Sinta yang melibatkan dirinya "mas Ray, bisakah kita melupakan itu? Kita sudah menikah, kita juga sudah melakukan hal itu, layaknya suami istri yang sesungguhnya, bisakah kita menjadi keluarga sebenarnya, maksudku, tidak lagi ada taruhan seperti itu pun kita bisa tetap seperti ini, kita akan mempunyai keluarga kecil kita yang bahagia" ucapnya.

"Apa maksudmu Anna? Kita melakukan ini hanya untuk kepentingan kita masing-masing, dan lagi aku melakukannya semalam hanya karena taruhanku pada Sinta, selain itu tidak ada alasan lain lagi, dan seperti yang kamu bilang 'keluarga kecil yang bahagia' itu tidak ada Anna, jangan berharap lebih,aku tidak pernah mencintai mu, dan tidak akan pernah" jawab Ray.

Tanpa sadar air mata Anna mengalir membasahi wajahnya, ucapan Ray begitu menyakitkan, dia berharap berlebihan, kekhawatiran yang Ray berikan tadi hanya karena dia tidak ingin Anna kelelahan dan kalah dengan taruhannya dengan Sinta.

Anna menghapus air matanya dan tersenyum pahit pada Ray.

"aku mengerti, aku akan mengikuti semua perintahmu, apapun itu... tapi dengan satu syarat"

"Syarat?"

"Iya, sampai aku dinyatakan positif hamil biarkan aku mencoba membuatmu bisa jatuh cinta padaku"

"Itu tidak mungkin Anna...kamu hanya akan..."

"Tidak, aku hanya perlu mencobanya bukan" jawab Anna memotong pembicaraan Ray.

"Jika setelah aku positif hamil kamu tidak juga mencintaiku maka aku akan segera pergi dari sini dan tidak akan pernah kembali, dan kamu harus tetap memberikan uangmu kepada adik-adik ku di panti asuhan untuk biaya sekolah mereka hingga mereka semua menjadi sarjana, lagipula itu sangat mudah karena keluargamu juga memiliki sekolah dari playgruop sampai universitas bukan?"

"Hanya itu, kamu tidak menginginkan uang untuk anakmu?" Tanya Ray yang kembali pada nada datarnya.

"Tidak perlu, aku bisa memberikan kehidupan yang layak untuknya walaupun tanpamu, lagipula bukankah kamu hanya ingin membuktikan jika dirimu sangat tangguh bukan?" Tanya Anna yang sudah tidak bisa lagi menahan air matanya yang mulai turun dan dengan segera Anna mengusapnya.

"Terserah saja jika itu mau mu!" jawab Ray yang kemudian berjalan ke kamar mandi dan masuk kedalamnya.

Anna terduduk di lantai dan air matanya kembali membanjiri wajahnya, dadanya terasa begitu sesak dan rasanya begitu penuh hingga sakit nya mendorong dan menggerogoti hatinya.

Anna mengusap air matanya dan segera bergerak keluar dari kamar Ray dan turun ke kamarnya, disana Anna kembali meratapi nasibnya.

Anna mengingat cerita ibu pantinya yang mengatakan jika orang tua Anna meninggalkan nya di depan pintu masuk panti asuhan dan hanya ditinggali selembar kertas berisikan namanya.

"Brilianna Octarina Syam" ucap Anna pada namanya sendiri.

"Nama yang indah, tapi kenapa nasibku begitu buruk" ucapnya lagi dengan diiringi derai air matanya.

Anna memakai pakaiannya dan segera keluar dari kamar nya, Anna terkejut saat melihat Ray sudah berdiri tepat di depan pintu kamarnya.

"Ada apa mas Ray?" Tanya Anna memaksakan senyumnya.

"Ini sudah siang, aku lapar" jawab Ray

"Iya mas Ray, bentar Anna bikinin sarapan" jawab Anna seraya melangkah menuju ke dapur dan segera menyiapkan sarapan untuk Boss nya yang kini menjadi suaminya.

"Anna... Nanti malam tidur lagi di kamarku" perintah Ray pada Anna.

Anna menghentikan tangannya yang sedang mengupas kulit bawang dan menatap wajah Ray yang sedang menatapnya.

Anna tersenyum padanya dan mengangguki permintaannya "iya" jawabnya dengan terus mengembangkan senyumnya.

"...." Ray tidak mengatakan apa-apa lagi, entah kenapa melihat reaksi Anna yang tersenyum padanya Malah membuatnya merasakan ada sesuatu yang seperti menyakiti hatinya.

Anna kembali melanjutkan pekerjaan memasaknya dan segera menyelesaikan semuanya, sementara Ray dengan sabar duduk menunggu sembari memainkan ponselnya.

Setelah sekitar 30 menitan Anna sudah bisa menyelesaikan semuanya, dia membuat ayam goreng mentega dan tumis pare udang ditambah tempe goreng tanpa tepung dan tidak lupa menyiapkan jus buah segar, kali ini dia menyiapkan jus wortel tomat.

Anna menyiapkan semuanya di meja makan dan segera menyiapkan untuk Ray, yang menatap makanan di hadapannya terlihat kurang cocok untuk sarapan.

"Kamu bikin ini Anna?" Tanya Ray sambil terus melihat menu yang ada di atas meja.

"Iya mas Ray, Anna lagi pengen makan sesuatu yang pahit" jawab Anna tanpa panjang lebar, dia memang sengaja menyiapkan pare karena dia sedang merasakan kehidupannya yang sangat pahit.

Ray tidak mengatakan apapun lagi, dia mencoba makanan yang sudah Anna siapkan di piringnya dan perlahan memasukkan ke dalam mulutnya.

'rasanya tidak buruk, ini enak' batin Ray namun dia berusaha untuk tetap tenang.

Sementara Anna tidak peduli sama sekali, dia hanya ingin segera hamil dan pergi dari sana, hatinya terasa sakit setiap ada didekat Ray yang sama sekali tidak bisa disentuh hatinya.

"Mas Ray, hari ini ada meeting sama pemilik perusahaan 'Liebra group' di hotel milik keluarga mas Ray" ucap Anna sebelum akhirnya dia berdiri dan mulai membereskan semua piring kotor di meja makan.

"Iya" jawab Ray singkat.

Anna segera bergegas menuju ke dapur untuk mencuci piring dan membereskan semua yang ada di meja makan, sementara Ray duduk di sofa panjang di depan tv untuk kembali mengerjakan pekerjaannya.

"Anna bantu aku menyelesaikan ini untuk meeting kita nanti siang" pinta Ray pada Anna yang baru saja menyelesaikan membereskan dapur dan ruang makan.

"Iya mas Ray" jawab Anna dan segera duduk disebelah Ray untuk membantu Ray menyelesaikan pekerjaan untuk meeting nanti siang.

Dengan serius dan cepat Anna mengerjakan pekerjaan itu dan segera bisa menyelesaikannya.

"Yeeeess...!!! akhirnya selesai juga" ucap Anna senang dan tersenyum lebar pada Ray yang ada disebelahnya dan tengah menatapnya.

"Kenapa mas Ray?" Tanya Anna yang merasa heran kenapa Ray menatapnya seperti itu.

Ray sedikit menyunggingkan bibirnya dan menggelengkan kepalanya pada Anna.

"Oh ya udah, Anna mau ke kamar dulu, mau siap-siap berangkat nanti" ucap Anna yang sudah mulai bergerak untuk berdiri namun Ray menahannya dengan memegang tangan Anna.

"meeting-nya masih lama, kita lakukan yang lain dulu" ucapnya.

"Lakukan yang lain?"

Ray tidak menjawab pertanyaan Anna, dia yang kini sudah siap untuk kembali menggagahi dirinya di sofa ruang tengah yang berisi tumpukan beberapa berkas, namun tidak menjadikan penghalang bagi mereka berdua, yang sudah sama-sama terbakar api gairah.

.

"Ray.....aku... akan mencintaimu jika kamu terus melakukan ini padaku...." Ucap Anna setelah Ray melakukan hal 'itu' kembali dengannya.

"Jangan Anna...aku takut....." Jawab Ray yang kini sedang duduk di sofa panjang yang tadi mereka pakai untuk bercinta.

"Aku... tidak peduli....Ray... Aku juga akan membuat mu bisa mencintai ku...." Ucap Anna.

"Terserah kamu Anna... lakukan saja jika kamu bisa." Jawab Ray tidak peduli.

"Anna akan membuat mas Ray jatuh cinta sama Anna" jawab Anna

"Aku akan berusaha terus agar aku bisa membuatmu hanya bisa memanggil nama ku Ray....bahkan dalam tidurmu." tambah Anna.

"Terserah padamu Anna...." Jawab Ray yang masih tidak bisa menerima apa yang Anna katakan padanya.

"Ray.... Aku mulai menyukai mu..." ucap Anna yang mulai memejamkan matanya menuju ke dunia mimpinya.

Ray mendengar suara nafas Anna yang mulai teratur, dia perlahan bergerak untuk duduk, dia memegangi tubuh Anna yang bersandar lemas di tubuhnya, dengan perlahan Ray mengubah posisinya, dia membaringkan tubuh Anna perlahan.

Ray menatap wajah damai Anna yang masih terlihat kelelahan, perlahan Ray membelai lembut pipinya dan tersenyum manis saat mendengar Anna memanggil namanya saat tertidur pulas sekarang ini

"Ray..." Panggilnya.

Ray mendekatkan wajahnya untuk mengecup keningnya sekilas sebelum dirinya berdiri dan tidak lupa menutupi tubuh Anna dengan kemejanya yang tadi dia pakai dan setelahnya dia kembali ke kamarnya untuk kembali membersihkan dirinya.

...

1
Rini Yulinda
emang boleh...... anak SMA sepolos itu
Suliyati
mas Ray mau bikin anak apa mau bikin bakwanma mendoan🤣🤣🤣🤣
han min jee xio
dah lah maap ngomong kasar
MATAMU🤣
han min jee xio
Hurry go anna 🤣🤣
Narsi Tone Ringan
aduhh sakit perutku ketawa terus😂😂😂😂😂😂
Tuti Setiawati
br mulai bc.. bagus thor ... smangat
Zakiya Rahmania
nyesek bnget thor klau inget Bella nglindungin Ray wktu kcelakaan, smpe Bellanya meninggal,,,
Henny Enny
tapi ricky juga salah,dia uda mnikah,tapi masi juga pakek foto liam n indah d wallpapper nya,,binik mna yg gk berang....ck..ck..ck
Henny Enny
untung cuma film...aq udah greget diluan....
Priatin Ningsih
Halalin dulu Dio
°kia°>_<
kalo ngomong seenak jidat
Rey...rey
💖ArRayRash🌟
sumpah ketawa jungkir balik aku 🤣🤣🤣
💖ArRayRash🌟
🥺🥺🥺
Anna Aqila 🏚️ 🌺
semua yg berhubungan dengan keluarga besar Darma,tidak aku lewat kan,
Anna Aqila 🏚️ 🌺
terharu
Anna Aqila 🏚️ 🌺
hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks
Anna Aqila 🏚️ 🌺
Bara ternyata jahil juga 😄
Anna Aqila 🏚️ 🌺
dewa dari segala dewa muncul 🤣🤣🤣
Anna Aqila 🏚️ 🌺
aku juga ikutan lega Bara
Anna Aqila 🏚️ 🌺
rasakan itu Arya 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!