Area 18+
Gadis cantik berumur 20 tahun rela merelakan kesuciannya demi membalas dendam atas hinaan pedih sang suami yang telah tega menjualnya, Claudia meminta bantuan kepada Lorenzo untuk membantunya agar bisa mengandung seorang anak.
Seharusnya ini tak terjadi tetapi keputusan Claudia telah bulat, ia benar-benar sudah tak tentu arah dengan hidupnya yang sangat tragis penuh pengkhianatan.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Simak cerita lengkapnya!!!!...🤗>>>>>>>>>>>>>>
Ig: By_Aryany10
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilla_Nurpasya_Aryany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
Lorenzo tak memperdulikan Cathlin yang meringis kesakitan akan lehernya, ia merebut kunci ruangan itu.
"Bercintalah dengan sepupuku bukankah kau sering melakukannya? untung saja barusan aku tak membunuhmu di tempat!." Dingin Lorenzo penuh penekanan.
"Tega kamu Lorenzo!!." Pekik Cathlin.
Sangat buang-buang waktu sekali bagi Lorenzo jika mengingat ketika dulu ia pernah mencintai wanita yang ternyata j*lang ini.
Lorenzo keluar dari ruangan itu ia menghampiri ibunya yang masih mengobrol dengan ibu Cathlin. "Mama bisa pulang dengan anak buahku sebentar lagi mereka kesini, aku sibuk!.."
Venny hanya bisa mengangguk mengiyakan putranya itu tidak bisa dibantah.
Saat Lorenzo hendak pergi tangannya ditahan oleh ibu Cathlin. "Kenapa buru-buru kamu bisa menunggu ibumu dengan main bersama Cathlin, Lorenzo?."
Lorenzo sontak menepis tangan wanita itu. "Mainannya terlalu murahan bukan standarku..."
Deg!!
Ucapan Lorenzo berhasil membuat ibu Cathlin terdiam ia tahu bagaimana hubungan putrinya dengan Lorenzo berakhir karena apa.
Venny hanya menghela nafas ia sontak berdiri menghampiri mereka. "Haha, karena ini sudah siang aku akan pulang dengan putraku."
"Baik silahkan terimakasih sudah mau bertemu denganku mrs Venny ini suatu kehormatan." Jawab ibu Cathlin berusaha tenang.
"Tentu..."
Lorenzo dan Venny pergi dari kediaman Cathlin mereka melaju membelah jalanan raya untuk pulang.
"Apa tadi terjadi sesuatu antara Cathlin dan kamu?..." Tanya Venny yang menyadari perubahan mood putranya.
"Wanita itu menjijikkan, lagian mama mau apa ketemu mereka?.."
"Tidak ada dia hanya ingin bertemu dengan mama saja.."
"Buang-buang waktu!." Timpal Lorenzo.
"Mama tak enak dia sahabat mama apalagi setelah kamu membatalkan pertunangan itu, jaga-jaga untuk nama baik saja." Jawab Venny.
"Baiklah terserah..."
Tidak lama mobil itu sampai di kediaman Venny, setelah mengantar ibunya Lorenzo menancap gas kembali menuju perusahaan.
Sesampainya ia langsung menuju ruangan CEO utama, di sana ada Raymond yang sibuk dengan pekerjaan.
"Ada kabar baik untukmu tuan, Claudia dan Andrean sudah resmi bercerai." Ujar Raymond.
Terdapat senyum menyeringai dari sudut bibir Lorenzo apa yang diinginkannya sekarang terjadi. Sontak Lorenzo melihat handphonenya
"Tapi tidak ada panggilan darinya sama sekali?."
Ia memilih menghubungi wanita itu tapi sudah berkali-kali Claudia menolaknya, pikiran Lorenzo kemana-mana. "Kenapa dia menolak panggilanku!."
"Mungkin kau melakukan sesuatu yang membuatnya marah.." Timpal Raymond.
"Tidak!..."
Seketika Lorenzo tersadar mungkin Cathlin melakukan sesuatu terhadap Claudia lewat handphonenya.
"Ck! ayo kita kesana aku tak sabar untuk menemuinya..." Timpal Lorenzo tanpa basa-basi.
"Ternyata wanita itu lebih penting dari perusahaan, sekarang kau benar-benar bucin melebihi apapun tuan Lorenzo." Kekeh Raymond.
Seketika raut wajah Raymond kembali seperti semula saat tuanya itu menatap tajam layaknya ingin membunuh. "Baiklah maafkan aku.."
Keduanya berangkat menggunakan jet pribadi untuk menemui Claudia.
"Menurut anak buahku Claudia sekarang memilih tinggal dulu dengan Rayny, jadi dia meninggalkan rumah pemberian Andrean." Ujar Raymond menjelaskan.
"Hmmm..." Jawab singkat Lorenzo.
...***...
"Audi kenapa kau tidak menerima panggilannya?." Tanya Rayny heran.
"Dia sedang bersama wanita lain aku tak mau mengganggunya Ray.." Dingin Claudia.
"Mungkin dia memang bersama wanita lain tapi tidak mungkin juga dia berpaling Audi, aku merasakan keseriusan cintanya saat menatapmu, mungkin dia sedang ada kepentingan."
"Bukan masalah Lorenzo, yang membuatku kepikiran adalah ucapan wanita itu ia bilang sedang berduaan dengan Lorenzo! aku sendiri juga kesal kenapa memikirkannya terus.." Timpal Claudia.
"Kau cemburu..."
Tidak ada jawaban dari Claudia moodnya sekarang sedang tidak baik.
"Lebih baik terima dulu panggilan itu siapa tahu penting." Saran Rayny.
Claudia menghela nafas setelahnya ia menerima panggilan. "Iya hallo?.."
"Aku di depan rumah Rayny.."
Claudia dan Rayny sontak terkejut mereka bertatapan. "Ah baiklah..."
Panggilan diakhiri.
"Tuh kan, sekarang temui dia dan beritahu kabar baik ini." Ujar Rayny.
Claudia turun dari kasur ia melangkah keluar kamar untuk membuka pintu depan, di sana sudah tampak Lorenzo dan Raymond.
"Kenapa kau menolak panggilanku berkali-kali?." Tanya Lorenzo yang menatap lekat wajah cantik itu.
"Tidak ada hanya ingin saja." Sengaja Claudia dengan nada sedikit ketus.
"Baiklah sekarang sudah jelas, kita akan menikah seminggu lagi!.." Ujar Lorenzo yang membuat mata Claudia membulat..
Claudia Ruby Alesha
Lorenzo Scottbryan Abraham
Raymond William
Rayny Natasya
Andrean Jordystion
Seera Tamara
Cathlin Aurora Ghisa.
Bersambung...
Tinggalkan jejaknya ya kakak-kakak!..🤗
Ditunggu dukungannya di bawah!
👇
👇
👇
👇