Jansen pemuda yang memiliki wajah tampan dan blasteran Indo-Belanda itu yang sangat menginginkan menghabisakan liburannya untuk mendaki Gunung yang belum terjamah. Dia memiliki kekasih yang begitu cantik yaitu Amanda Prisila.
Jansen sedang mencoba membujuk kekasihnya itu untuk pergi menghabiskan liburan mereka ke puncak gunung perawan. tetapi orang tua Amanda tidak mengizinkanya.
Apakah akhirnya Jansen dapat membujuk orang tua Amanda? dan apakah liburan Jansen dan Amanda akan menggembirakan atau malah berujung kematian?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afionita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab XXIV
Enjoy reading !
" Apa saja larangan-larangan itu ? " Rama bertanya.
" Akan aku katakan. Pertama aku akan membantu kalian untuk berjalan turun gunung, yang kedua selama perjalanan berlangsung kalian dilarang untuk berjalan menengah karena nanti kalian akan tertabrak, dan terakhir kalian tidak boleh membunuh maupun merusak alam maupun hewan yang ada di sini " jelas Danang memberitahu mereka.
" Bagaimana apakah kalian setuju dengan permintaanku ? " Tanya Danang kepada mereka
Akan tetapi Mereka semua saling tatap menatap tak memberikan jawaban.
" Baiklah akan aku anggap semua setuju saja " ucap perkataan Danang.
" Hey tunggu dulu " henti Alex panik.
" Amanda dimana Gita ? " tanya Al
" Gita dari tadi ada di belakang ku Al. lho kemana dia .." ucap Amanda.
" Mana manda ? " tanya Al lagi .
" Beneran aku nggak bohong dia ada di belakangku dari tadi " jawab Amanda.
" Bisa mati aku kalau dia hilang. bisa-bisa bapaknya gantung leher gue " ucap Alex.
" Oke.. oke kalau begitu kita semua cari Gita dulu, mungkin dia masih berada di sekitar sini " kata Rama.
Saat mereka sedang panik mencari Gita, Al melihat Danang dan Dita hanya terdiam dan tidak mau membantu mereka. pada saat itu juga Al merasa bahwa Danang sedang tersenyum ke arahnya.
" Sial kau ! ini semua pasti ulah mu " batin Alex.
" Heiiii.. Al.. dan semuanya. kemari aku menemukan ini " teriak Rama keras di seberang sana.
" Ada apa ma ? Apa kamu menemukan Gita ? " Alex bertanya.
" Tidak Al. tapi aku menemukan ini " kata Rama sambil memberikan sobekan kain yang tersangkut di ranting pohon.
" Ini kain baju yang sama persis di pakai oleh Gita. " ucap Alex lalu dia melihat ke arah jurang itu.
" Bagaimana ini bisa terjadi. dari tadi Gita selalu di belakang ku " ucap Amanda sedih.
" Bagaimana ini ma ? " Alex bingung.
" Kita tidak bisa turun Al. ini terlalu berbahaya dan sudah tidak ada harapan lagi " saran Rama kepada Al.
" Percuma juga kamu turun paling cewekmu itu sudah di makan binatang buas " sahut Roy.
" Eh jaga kata-kata loe itu ya " ucap Al tidak terima.
" Ya sudah lebih bik kita segera mencari jalan untuk kembali dan segera melaporkan teman-teman kita yang hilang " ucap Rama.
" Kamu harus sabar Al " kata Rama sambil menepuk bahu Alex.
Mereka semua akhirnya melanjutkan kembali perjalananya. Dimulai lagi dari barisan terdepan ada Danang, Rama , Dita, Amanda, Jansen, Alex dan barisan terakhir Roy.
Perjalanan untuk turun ke gunung mereka tempuh dengan sedikit sisa tenaga mereka, karena mereka sudah begitu kelelahan.
Disaat perjalanan mereka menuju hutan yang belum perah mereka lalui saat naik ke atas gunung. terdengar suara burung gagak yang gemuruh.
" kwak..kwak..kwak.. kwakk..kwakk..kwak... " Suara itu terdengar banyak dan semakin dekat seperti melintas di atas kepala mereka.
" Ini seperti suara burung Gagak " Kata Rama heran.
" Kwak .. kwak.. kwakk.. kwak... kwaak.. " suara gagak
" Aaaaaahhhhhhhhhhhhhhkkkkkkkkk..... sial.... ahhhkkkkk... tidak... sakit. Burung sialannnn " teriak umpatan Roy dari belakang yang di serang oleh segerombolan burung gagak.
" Roy " teriak teman-temanya kaget melihat Roy.
Kemudia teman-temanya membantu mengusir burung gagak itu, akan tetapi burung gagak itu sangat sulit untuk mengusirnya dan masih meyerang tepat di wajah Roy. Rama tak tinggal diam melihat itu walapun Roy tidak terlalu menyukainya akan tetapi dia akan tetap membantu temanya. lalu Ramanmengambil ranting kayu dan di arahkan ke burung gagagk itu yang akhirnya mereka pergi. tapi sangat di sayangkan akibat perbuatan burung gagak itu membuat wajah Roy rusak, sobek, dan berdarah.
" Akkkkhhhh.. wajahku, sakit sekali ... perihhh " teriak Roy.
" Kamu tidak apa-apa Roy " Rama bertanya.
" Apa matamu tidak bisa lihat ! bagaimana aku bisa baik-baik saja " umpat Roy kasar.
" Kamu biasa saja. Rama hanya bertanya kenapa seperti itu. sudah baik dia mau menolongmu untuk mengusir burung-burung itu " sahut Alex marah.
" Sudah lebih baik kita tangani lukanya itu dulu. Amanda bisa minta tolong ? " Tanya Rama.
" Iya ma, ini aku membawa beberapa barang penting yang ada di kotak pertolongan " ucap Amanda.
" Sepertinya luka ini begitu serius kalau tidak segera di tangani " kata Amanda.
" Aaaaakkhh.... ssssshhhhhhh....sakit sekali wajah ku .. " teriak Roy kesakitan.
" Permisi Roy, aku akan membersihkan luka mu ini, jadi kamu harus sediki tahan mungkin ini akan sangat menyakitkan " Kata Amanda pelan-pelan.
" Iya, cepat sedikitlah " jawab Roy.
" Akkkhh sakit.. perih sekali.. " teriak Roy.
" Aku sudah membersihkan sedikit muka mu. dan aku sekarang akan memberikan balutan perban di wajahmu " Kata Amanda memberi tahu.
Amanda lalu memakaikan perban di seluruh muka Roy kecuali di kedua matanya dan hidungnya.
" Sudah selesai " ucap Amanda.