NovelToon NovelToon
Hadiah Jodoh

Hadiah Jodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Slice of Life
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: PERMATABERLIAN

Bagaimana jadinya saat tiba - tiba ibumu menanyakan saat ini berapa umurmu dan menawari hadiah ulang tahunmu yang ke 21 dengan hadiah jodoh?.

"Nis, Nisa sekarang umurmu berapa?." Tanya Dewi tiba-tiba saat masuk kamar putrinya. Nisa yang ditanya sang ibu pun langsung menjawab tanpa menaruh kecurigaan sedikitpun karena memang sang ibu terkadang sangat random. " Dua puluh tahun sebelas bulan ".

" Berarti sudah boleh menikah, hadiah ulang tahunnya jodoh mau? "Jawab sang ibu yang membuat Nisa kaget dan langsung tertawa.
Nisa yang sudah hafal betul tentang kerandoman ibunya pun berniat meladeni pembicaraan ini yang dia kira adalah candaan seperti yang sudah sudah.

" Boleh... Asal syarat dan ketentuan berlaku, yang pertama seiman, yang kedu-".Belum selesai Nisa bicara dia mendengar ibunya sudah tertawa lepas yang membuat Nisa juga ikut tertawa dan langsung pergi dari kamar putrinya.

Tanpa Nisa ketahui bahwa yang ia anggap candaan itu adalah sesuatu yang serius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PERMATABERLIAN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24.

Ami baru saja akan memejamkan matanya saat tiba-tiba handphonenya berdering.

"Halo pak? baik saya segera kesana."

Setelah panggilan telepon tertutup, Ami segera mengambil jaketnya untuk pergi memenuhi tugas dadakannya. Ya dadakan karena tiba-tiba saja Yuda memintanya untuk menjemputnya.

Sesampainya Ami ditempat dimana Yuda berada ia segera menuju parkiran sesuai dengan mandat yang diberikan oleh bosnya itu tadi melalui sambungan telepon yang mengatakan bahwa posisi dirinya berada di parkiran sebuah club malam.

"Pak Yuda, " ucap Ami setelah ia berada disisi mobil Yuda yang saat itu sedang menelungkupkan tubuhnya pada setir mobil.

"Kamu bisa nyetir mobil?" tanya Yuda saat Ami sudah berada disisinya.

Tadinya Yuda berniat akan pulang sendiri dari club malam itu, tetapi saat ia sudah sampai di parkiran ia merasa bahwa kepalanya semakin berdenyut-denyut yang membuatnya tidak mampu untuk menyetir sendiri sehingga oleh sebab itu ia menghubungi asisten pribadinya Ami untuk menjemputnya.

"Saya tidak bisa menyetir Pak," jawab Ami yang membuat Yuda semakin frustasi.

"Saya pesan taksi online saja ya Pak," usul Ami yang tidak kehabisan ide.

"Iya kamu pesan itu saja."

*

*

Hampir tengah malam saat sebuah taksi online berhenti didepan sebuah rumah berlantai dua.

"Pak tolong saya bawa atasan saya sampai kedalam ya, nanti saya tambahin tipsnya," ucap Ami meminta bantuan kepada sopir taksi online itu untuk membantunya membawa Yuda sampai kedalam rumah.

Karena tidak tahu dimana kamar Yuda berada akhirnya Ami membawa Yuda ke sembarangan kamar yang berada di lantai satu yang sebenarnya itu adalah kamar tamu.

"Makasih ya Pak, ini ongkos dan tipsnya," Ami segera membayar biaya ongkos taksi online beserta tipsnya yang telah ia janjikan tadi setelah sopir taksi itu meletakkan Yuda diatas kasur.

Sopir taksi online itu segera pergi setelah ia mendapatkan bayarannya, apalagi tips yang diperolehnya dari Ami lumayan besar.

"Ami tolong hubungi istri saya," Yuda memberi perintah kepada Ami untuk menghubungi istrinya karena saat ini ia sangat membutuhkan istrinya itu untuk menyalurkan hasratnya.

Awalnya Yuda mengira bahwa tubuhnya merasa aneh karena mabuk sebab minuman yang ia minum walaupun wanita penghibur tadi mengatakan bahwa minumannya sangat rendah alkohol.

Yuda mengira mungkin dirinya saja yang sangat lemah dengan minuman beralkohol walaupun kandungan alkoholnya sangat rendah sehingga mabuk begini, tetapi saat ia merasa bahwa adiknya semakin meronta di balik celananya ia baru sadar bahwa yang ia rasakan ini bukan efek dari minuman beralkohol.

"Maaf Pak istri bapak tidak dapat dihubungi."

"Coba lagi."

Berulang kali Ami mencoba untuk menghubungi istri bosnya itu tetapi hasilnya tetap sama bahkan yang terakhir kali malah nomernya tidak aktif.

"Maaf Pak hasilnya sama saja, bahkan sekarang nomernya tidak aktif."

"Ami ... maaf." ucap Yuda kepada Ami.

Ami mengira bahwa atasannya itu meminta maaf karena telah merepotkan nya malam-malam begini tetapi ternyata ia salah besar.

"Tidak perlu meminta maaf Pak, ini termasuk tugas saya. Kalo begitu saya—" kalimat Ami terpotong begitu saja karena tiba-tiba saja ia terkejut dengan apa yang dilakukan oleh atasnya itu yang menariknya hingga dirinya terjerembap diatas kasur.

"Tolong bantu saya," ucap Yuda saat sudah berhasil mengungkung Ami dibawahnya.

Belum juga Ami dapat mencerna maksud ucapan Yuda tiba-tiba saja dirinya mendapat ciuman yang menggebu-gebu dari Yuda yang langsung membuatnya bungkam dan matanya membulat sempurna mendapatkan serangan itu.

Ciuman Yuda yang awalnya dibibir Ami berpindah di ceruk leher Ami dan meninggalkan jejak disana.

"Pak saya mohon jangan seperti ini," Ami memohon dengan air mata yang sudah tidak terbendung lagi.

Tapi bukannya berhenti Yuda malah semakin berani melakukan aksinya, dengan tergesa-gesa Yuda menarik baju tidur yang dikenakan oleh Ami hingga membuat kancingnya berceceran kemana-mana.

Tangisan Ami semakin kencang saat Yuda berhasil menikmati tubuh bagian atasnya dan meninggalkan banyak jejak kepemilikan disana.

"Saya mohon berhenti Pak," Ami masih berusaha memohon kepada Yuda untuk menghentikan aksinya.

Malam itu dunia Ami seperti runtuh seketika saat Yuda telah berhasil merenggut kehormatan yang ia jaga selama ini.

Bahkan saat Ami mengatakan bahwa ia merasakan sakit Yuda tetap melanjutkan aksinya itu yang merudal pak sa dirinya.

Ami dapat merasakan sesuatu yang hangat mengalir di dalam dirinya saat Yuda telah mencapai puncaknya dan menyemburkan benihnya didalam rahimnya.

Selesai semua sudah selesai, Ami berusaha bangkit setelah Yuda menyingkir dari atas tubuhnya.

Sepertinya kesadaran Yuda sudah kembali setelah ia dapat menuntaskan hasratnya. Yuda dapat melihat Ami mulai bangkit dan tidak menatap kearahnya serta sedang berusaha memakai kembali celananya yang tadi ia tarik hingga sampai ujung kakinya.

Ami tahu bahwa Yuda terus memperhatikannya, tetapi saat melihatnya malah membuka kancing kemejanya Ami bergegas untuk pergi dari kamar terkutuk itu.

"Belum, sekali lagi, " ucap Yuda yang berhasil mencekal pergelangan tangan Ami saat ia baru saja sampai didepan pintu kamar dan hampir meraih gagang pintu kamar itu.

Yuda kembali menghempaskan tubuh Ami diatas kasur dan melucuti semua pakaian Ami tanpa terkecuali.

"Jangan lagi Pak saya mohon, bagaimana jika saya hamil," ucap Ami yang takut jika perbuatan Yuda saat ini akan menghasilkan malaikat kecil di rahimnya.

"Kamu tidak akan hamil saya mandul, susah untuk punya anak," ucap Yuda dengan percaya dirinya.

Entah dari mana Yuda menyimpulkan bahwa dirinya sendiri mandul hingga berucap begitu yakinnya kepada Ami.

Untuk kedua kalinya malam ini Yuda melabuhkan dirinya di dalam diri Ami, dan untuk kali ini tidak ada lagi perlawanan yang berarti dari Ami karena tenaga yang dimilikinya telah habis untuk memberontak tadi.

Malam itu Yuda menggila diatas tubuh Ami, Yuda juga bingung akan kegilaan dirinya sendiri.Ia berpikir apakah itu karena efek obat dalam minumannya yang terlalu kuat apa karena ia yang sudah lama tidak merasakan kenikmatan surga duniawi ini sehingga ia bagaikan orang yang kehausan di tengah padang pasir begini.

Yuda menghentakkan tubuhnya sedalam mungkin di dalam inti Ami saat ia mencapai puncak kenikmatannya dan kembali menyemburkan benihnya di dalam sana.

Tubuh Yuda baru terasa ringan setelah mendapatkan pelepasan untuk kedua kalinya malam ini.

"Terima kasih ... dan maaf," ucap Yuda sebelum dirinya benar-benar terlelap setelah apa yang ia lakukan kepada Ami.

Ami tidak menanggapi lagi semua yang Yuda ucapkan karena pikirannya sekarang hanya ingin segera pergi meninggalkan rumah ini dan andai bisa ia ingin berharap bahwa ini semua hanyalah mimpi buruk semata.

Tapi sepertinya harapannya itu harus musnah seketika karena saat ia baru bangkit dan baru akan mengenakan kembali pakaiannya ia merasakan sesuatu mengalir dari inti tubuhnya.

Ya itu adalah cairan Yuda yang tertinggal di dalam tubuhnya dan jumlahnya sangat banyak. Melihat banyaknya cairan Yuda sebenarnya Ami sedikit ragu dirinya tidak akan hamil dibuatnya, tetapi saat mengingat atasannya itu belum memiliki seorang anak hingga detik ini Ami membuang jauh-jauh pikirannya itu.

1
ZUNAYIRA
lumayan seru lanjut baca
ZUNAYIRA
aku suka
ZUNAYIRA
aku suka nopel inih bagus
EelisazasileE
cocok untuk yang suka konflik-konflik ringan
Berlian
cerita dengan konflik-konflik ringan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!