“Ivory Esmeralda, apakah kau sedang mencoba untuk menguji kesabaranku sekarang? Bukankah sejak awal kau sudah menyetujui semua perjanjiannya?”
“Apa maksudnya Ivory Esmeralda? Namaku jelas-jelas Ivory Asteria, lalu kenapa … Sial, jangan katakan kalau dugaanku benar-benar menjadi kenyataan. Aku memasuki dunia lain?”
“Ingatlah, pernikahan ini hanya akan berlangsung selama 6 bulan lamanya. Jangan berharap aku akan memperlakukanmu sebagai seorang istri karena kau tahu sendiri bahwa aku telah memiliki seorang kekasih yang sangat aku cintai.”
Kalimat yang sama, ekspresi raut wajah dan nada bicara yang sama seperti yang di gambarkan oleh penulis dari novel yang berjudul ‘Kematian Tragis Permaisuri Raja Vampir’ yang Ivory baca sebagian sebelum dia terjatuh dari tangga begitu mendengar kabar tentang kecelakaan kedua orang tuanya.
“Benarkah aku memasuki dunia novel? Pengangguran menjadi Ratu, apakah mungkin? Bahkan Ratu Vampir, bagaimana jadinya nanti?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Malam Yang Mendebarkan
“Enak saja mengataiku bodoh! Kau—”
“Hai, siapa kalian!”
Teriakan Denzel lantas mengalihkan perhatian Ragnar dan membuat Ivory menggantungkan ucapannya. Dorian yang berjaga tidak jauh dari Ragnar dan Ivory berada, lantas segera memerintahkan beberapa prajuritnya untuk memeriksa yang terjadi. Dorian sendiri bersama dengan beberapa prajurit yang tersisa mulai bersiap untuk melindungi Raja dan Ratunya.
“Dorian, apa yang terjadi?” tanya Ragnar mencoba mencari tahu.
Dorian segera menghampiri dan memberikan jawaban, “Yang Mulia, beberapa prajurit sedang mencoba memeriksanya. Jadi, saya juga belum mengetahui apa yang terjadi.”
Betapa terkejutnya prajurit yang diperintahkan oleh Dorian untuk memeriksa, ketika melihat sekelompok vampire pembunuh sedang menyerang Denzel dan Elias dengan menggunakan sihir hitam. Mereka berniat bergegas untuk melaporkan, tapi siapa sangka begitu berbalik seorang vampire pembunuh langsung memenggal kepalanya.
“Jangan mengacaukan rencanaku lagi kali ini,” ujar Grover, vampire pembunuh yang menebas kepala para prajurit yang Dorian kirimkan.
Grover lantas menyeringai puas, melihat rencananya yang bisa dikatakan sesuai dengan harapannya. Membuat Denzel dan salah satu pengawal Raja vampire terjebak dengan pertarungan yang sudah dia rencanakan, sehingga tidak memiliki kesempatan untuk membantu Raja Ragnar melindungi Ratunya dari kelompok vampire pembunuh lainnya yang sudah dia persiapkan.
“Kali ini aku tidak akan membiarkan dia tetap hidup sebagai ratu vampire lagi. Semuanya akan berakhir hari ini.” Grover tampak penuh percaya diri dengan rencananya.
Grover terdiam beberapa saat mengamati pertarungan antara Denzel dan Elias dengan para vampire pembunuh suruhannya. Setelah memastikan bahwa keduanya akan memerlukan waktu lama untuk membereskan anak buahnya, Grover lalu melesat untuk melakukan tugas utamanya yaitu melenyapkan sang ratu vampire.
...****************...
Kembali beralih pada Ragnar dan yang lainnya, dimana tak lama kemudian muncul banyak sekali vampire pembunuh di taman mawar yang berhasil mengejutkan Ragnar dan Dorian. Bahkan bukan hanya para vampire pembunuh yang muncul, tetapi kawanan Rogue juga ikut di dalamnya.
Rogue merupakan istilah bagi para werewolf yang keluar dari kawanannya karena tidak mengikuti aturan sang pemimpin. Beberapa vampire bangsawan atau yang miliki kekuataan cukup besar memang bisa merasakan keberadaan bangsa tertentu mahluk abadi lainnya.
Sebab Taman mawar masih berada di wilayah Istana Emerald, dimana menjadi satu-satunya istana yang memiliki penjagaan ketat mengingat istana itu ditinggali oleh sang Raja vampire. Jelas Ragnar dan Dorian bertanya-tanya mengapa para vampire pembunuh bisa dengan mudah masuk ke wilayah sang Raja vampire tanpa kenal takut sama sekali.
“Yang Mulia, tetap dibelakang saya!” Dorian dengan sigap menjadikan dirinya sendiri sebagai tameng.
Ragnar mundur mendekati Ivory lagi dan berbisik, “Apapun yang terjadi jangan gunakan kekuatanmu lagi yang belum terbangkitkan secara paksa. Kau tenang saja, aku pasti akan melindungimu.”
“Melindungiku? Ragnar berusaha melindungku dari para pembunuh itu? Bagaimana mungkin? Bukankah dia tidak akan peduli bahkan jika aku ditemukan mati mengenaskan. Lalu kenapa situasi saat ini benar-benar sangat berbeda dengan isi cerita novelnya? Sebenarnya apa yang salah dan apa yang sudah aku lewatkan?” batin Ivory yang seketika itu juga muncul berbagai pertanyaan dalam benaknya.
“Dengar, carilah tempat berlindung yang aman! Karena aku tidak bisa fokus bertarung sembari melindungimu,” imbuh Ragnar yang membuat Ivory menatapnya dengan tatapan tidak percaya.
Ketakutannya akan para pembunuh itu bahkan tidak bisa mengalahkan rasa penasarannya dengan perubahan isi cerita yang jelas jauh berbeda dengan isi cerita novel aslinya. Ragnar berusaha melindunginya dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri, hal yang sama sekali tidak pernah terjadi atau bahkan dituliskan di dalam cerita novel yang dia baca sebelumnya.
“Beraninya mahluk rendahan seperti kalian menginjakkan kaki di Istanaku?” ujar Ragnar yang mencoba bersikap tenang, meski dirinya benar-benar terkejut akan fakta para vampire pembunuh dan kawanan Rogue itu bisa sampai di istananya.
“Apapun alasannya, kematian adalah hukuman yang pantas untuk kalian semua,” lanjut Ragnar sebelum mulai menyerang musuh dihadapannya.
Pertarungan pun tidak bisa Ragnar hindari lagi, apalagi dia hanya bersama Dorian dan beberapa prajuritnya saja. Salah satu prajurit segera melepaskan sinyal tanda bahaya, berharap bantuan segera datang. Ivory sendiri sudah menyingkir, menghindari pertarungan menggunakan kekuatannya seperti yang Ragnar katakan.
Satu persatu para pembunuh itu berhasil dilenyapkan oleh Ragnar yang melesat cepat sembari menyerang tanpa ampun kepada para musuhnya itu. Begitu juga dengan Dorian yang berusaha keras untuk melindungi Raja dan Ratunya. Pertarungan itu sangat sengit, bahkan Ivory tidak bisa melihat pergerakan dan serangan Ragnar dan Dorian yang sangat cepat.
Tanpa Ivory sadari, Grover sudah berdiri tidak jauh darinya dengan memegang senjata pembunuh vampire di tangannya. Inilah rencana yang Grover persiapkan, disaat semua orang teralihkan dalam pertarungan yang tengah terjadi dia sendiri yang akan membunuh sang Ratu vampire dengan tangannya sendiri. Rencana yang sangat sempurna, bukan? Ragnar dan yang lainnya bahkan tidak akan menyadari rencana tersebut dan membiarkan Ivory untuk bersembunyi untuk menghindari pertarungan.
Denzel mengharapkan Ragnar dan Ivory melalui malam yang romantis di taman mawar, tapi malah berakhir dengan malam mendebarkan karena kedatangan para pembunuh itu.
...****************...
Disisi lain, Rend yang baru saja meninggalkan wilayah kekuasaan bangsa vampire langsung disambut oleh anak buah kepercayaannya yang bernama Draven Zarion yang merupakan pengawal pribadinya sekaligus sahabat baiknya. Hingga tiba-tiba Rend teringat hal penting yang lupa dia beritahukan kepada Ragnar dan orang kepercayaannya.
“Entah mengapa aku merasa ada sesuatu yang masih mengganjal di hatiku,” gumam Rend.
“Tuan Rend!” Tiba-tiba saja Draven muncul dan langsung berlutut memberi hormat.
“Astaga, apakah kau terus menungguku di sini?” tanya Rend yang cukup terkejut dengan kemunculan pengawal pribadinya.
“Tentu, Tuan Rend! Dan syukurlah anda sudah kembali tepat disaat Danny mengirimkan informasi terbaru yang anda minta sebelumnya,” ujar Draven masih tetap berlutut memberi hormat dan menyampaikan kedatangan Danny Aquilero, orang kepercayaan Rend lainnya yang menjadi sumber informasi terbaiknya.
“Aish, mengejutkan aku saja,” gerutu Rend, “Cepat berikan padaku!” lanjutnya.
Draven pun segera menyerahkannya, dimana Rend langsung membaca dan membukanya saat itu. Informasi yang berisikan tentang kepastian yang Rend lupa sampaikan kepada Ragnar, “Tuan Rend, saya berhasil memastikannya bahwa Ratu vampire dalam buku ramalan ternyata memang benar memiliki jantung seperti manusia pada umumnya. Jika jantungnya berhenti berdetak, maka Ratu vampire itu akan mati sebagaimana manusia pada umumnya. Itulah salah satu ciri-ciri Ratu Vampir yang tertulis di buku ramalannya.”
“Haish, sial! Jadi, inilah alasan para pembunuh itu menargetkan jantungnya. Padahal sebagai sesama bangsa vampire mereka tahu bahwa para vampire tidak akan memiliki jantung seperti para Werewolf ataupun manusia. Aku bahkan lupa memberitahukan Ragnar tentang ini,” umpat Rend akan kesalahan yang dia buat sendiri.
Bersambung ….