Jika ada yang mengatakan cinta pada pandangan pertama itu mustahil, itu tidak benar, karena Flora memang mengalaminya, saat ia di jodohkan dengan seorang pria yang berada di kursi roda dan tidak dapat berbicara, Flora tidak perduli, senyuman manis dan tatapan mata yang lembut tetapi tajam dibalik kaca mata minusnya, membuat Flora langsung jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. apakah rasanya seperti yang kau bayangkan ?
Flora keluar dari kamar mandi dengan kaki yang tidak bisa menopang tubuhnya , ia merasa seluruh tubuhnya seperti jeli. karakter Ginta yang terlihat kalem ternyata itu hanya kamuflase , Flora yang terlihat manja , sedikit centil dan terlihat mesum ternyata cuma tahu teori dan permukaannya saja , prakteknya nol besar .
sangat jauh berbeda dengan Ginta,kalem dipermukaan ternyata lebih garang dan liar soal urusan yang dibawah tubuhnya .
Flora dimandikan seperti bayi besar karena terlalu lelah ,bahkan untuk menggerakkan jemari tangannya saja ia membutuhkan begitu banyak tenaga .
setelah membalutkan handuk ditubuh istrinya , Ginta menggendong Flora seperti bayi ke arah ranjang , dan mendudukkannya ditepi kasur.
" bagaimana ? apakah rasanya seperti yang kamu bayangkan selama ini ? " Ginta bertanya sangat dekat di wajah Flora , lebih tepat berupa desahan sehingga napas hangat Ginta menyapu seluruh permukaan wajah Flora , membuat seluruh permukaan kulit Flora meremang ,apa lagi Ginta mengucapkannya tepat diatas belahan bibir Flora yang sedikit terbuka.dada Flora bergerak naik turun , ia merasakan gelenyar aneh pada tubuhnya tetapi terasa nikmat dan membuat penasaran.
bibir Ginta yang terus antara menempel dan tidak membuat jantung Flora berdegup dengan kencang , hasrat Flora ingin mengecup bibir suaminya sangat kuat , tetapi malu , wajahnya memerah. matanya terus menatap pada manik mata suaminya. mata yang teduh ,ingin rasanya Flora tenggelam ke dalamnya.
wajah yang tampan dan senyumannya yang manis , apa lagi ciumannya yang sangat memabukkan .
Ginta sengaja menggoda istrinya dengan tindakan yang dilakukannya.
tangan Flora bergerak perlahan lalu mengalungkan keleher Ginta , otomatis tindakan Flora membuat bibir Ginta jadi semakin menempel , tetapi Ginta tidak menggerakkan bibirnya , tatapannya terus menggoda istrinya .
Flora menjadi gemas sendiri .andai ia tidak mengingat ejekan suaminya yang mengatakan dia istri yang mesum , ia pasti sudah mengecup bibir Ginta sepuasnya dan meluapkan fantasi Liarnya selama ini akibat obrolan obrolan panasnya dengan Dewi.
" Flo, tidakkah kamu mendengar suara adzan ? kita tidak bisa melanjutkannya " ucap Ginta berbisik sembari melepaskan tangan Flora dilehernya perlahan . dan membuyarkan pikiran serta niat Flora yang berputar di kepalanya.
Flora berpaling malu .
Ginta sudah berpakaian lengkap dan sudah berwudhu bersiap melaksanakan Sholat Magrib .
" cepatlah berwudhu , Flo ! kita akan segera sholat " Ginta mengingatkan istrinya yang masih duduk diam ditepi ranjang.
dengan berjalan perlahan karena badannya terasa remuk semua , menuju lemari untuk mengambil pakaian lalu melaksanakan apa yang diperintahkan oleh suaminya.
*
*
saat makan malam Flora tidak banyak bicara , ia hanya diam menyimak pembicaraan antara Kek Johan dan Nek Sarah serta Ginta.
" Gin, Kakek dan Nenek besok pagi akan kembali ke perkebunan , untuk sementara pak Budi akan ikut Kakek , bagaiman ? kamu tidak keberatan bukan ? " tanya Kek Johan menatap Ginta yang dengan tenang makan .
" enggak , kek , Ginta bisa menyetir sendiri kok ? sampai kapan pun Kakek membutuhkan pak Budi , tidak masalah . Bik Siti ikut juga ? " tanya Ginta melirik kearah Bik Siti yang sedang melintas .
Kek Johan menggeleng .
" tidak , mungkin sebulan atau tidak sampai , kami kemari lagi , sekedar bertukar suasana , perkebunan kan juga ada yang mengelolanya " saut Kek Johan.
" baiklah kek , semua terserah kakek "
" Flo, kenapa dari tadi diam saja ? kamu tidak apa apa ? atau kamu sedang tidak enak badan ? " tanya Nek Sarah sembari meletakkan punggung tangannya ke dahi Flora.
" enggak nek , Flo baik baik saja , hanya sedikit lelah karena tadi di kantor banyak nasabah " ucapnya memberi alasan .
Ginta cuma tersenyum tipis .
Kek Johan melirik pada cucu laki lakinya yang tepat berada di depannya .
Kek Johan tergelak dalam hati , ia tahu apa yang sudah terjadi , wajah cucunya yang cerah dan selalu tersenyum dan cucu menantunya yang kelelahan , ia juga pernah muda .tentu saja lelaki yang sudah tidak muda lagi dan masih terlihat bugar cukup faham .
jadi Kek Johan tidak berkomentar apa pun.
"setelah ini ,istirahatlah ! " ucap Nek Sarah menatap Flora dengan iba.
" iya nek " jawab Flora tidak berani balik menatap Nek Sarah .
ini semua gara gara cucumu yang menerkam ku habis dikamar mandi tadi ,nek , ia seperti singa yang kelaparan di balik pembawaannya yang kalem seperti pria lugu . jawab Flora dalam hati .
setelah makan malam dan obrolan tentang rencana rencana Kek Johan tentang perkebunannya , Flora dan Ginta kembali ke kamarnya ,sementara Kek Johan dan Nek Sarah bergeser keruang tengah untuk menonton TV .
▫️
▫️
▫️
💞💞💞💞💞
boleh juga di intip disini