Bisakah seorang bad boy mendapatkan wanita yang ia cintai saat pandangan pertamanya? Bahkan akankah wanita itu memperjuangkan cinta mereka hingga ke jenjang penikahan?
Adriel Dary Raymond, pria tampan yang terkenal dengan julukan bad boy serta sikap cuek dan dinginnya. Tiba-tiba di pertemukan dengan seorang wanita. Jovanka Lovta Orlando, merupakan wanita yang mencuri hati pria bda boy itu. Wanita pindahan ini memiliki paras cantik dengan pesona serta rahasia tak terduga.
Mereka berdua memiliki masa lalu yang menggoreskan rasa trauma akan cinta dalam suatu hubungan. Akankah mereka saling mencintai? Dan apakah mereka bisa melalui badai dan memperjuangkan hubungan cinta mereka?
WARNING !
Maaf karena terdapat kata-kata kasar dan adegan dewasah. Harap bisa lebih bijak untuk membaca, dan yang belum cukup umur jangan baca 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ins.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Camer (calon mertua)
Meja tamu keluarga Raymond
Selepas bersalaman dengan kedua mempelai. Adriel menggandeng tangan Jovanka erat dan membawanya menemui kedua orang tuanya. Jovanka pun tak mempedulikan tatapan sang ayah dan mantan tunangannya. Wanita itu benar-benar sudah tidak peduli lagi.
Sesungguhnya Jovanka mulai panik dan sedikit gugup seakan ia akan menghadapi sidang untuk kelulusannya. Namun, ia mencoba tenang, ia berjalan dengan santai tapi tetap elegant di samping kekasih hatinya tersebut.
"Mom, Dad, maaf membuat kalian menunggu lama. Malam ini Adriel bawakan kado menantu cantik idaman kalian. Perkenalkan Mom, Dad, dia adalah Jovanka. Dan Jo, dia adalah mama, papa, kesayanganku!" ucap Adriel pada Jovanka serta orang tuanya.
"Selamat malam, Om, dan Tante. Perkenalkan Saya Jovanka Lovta anak bungsu dari tuan Orlando. Saya adik dari Kak Sebastian, semoga Tante dan Om menikmati pesta yang sederhana ini," ucap Jovanka hormat dan halus.
Terlihat sekali bahwa kedua orang tua Adriel ini merupakan keluarga yang harmonis. Mereka adalah kedua orang tua yang sangat hangat terhadap anaknya. Papa dan mama Adriel pun tersenyum dan menatap penuh takjub pada kecantikan dan keramahan Jovanka.
"Ha-ha-ha, perkenalkan juga saya Maxim Raymond, dan ini istri saya Avanti Raymond. Oh iya, apakah kau dibikin susah berhubungan bersama anak ini? Tinggalkan saja dia jika tak menurut nanti, Jovan!" goda Papa Adriel.
"Kau manis sekali, apakah Adriel bersikap dingin, kasar atau menyakitimu, Sayang? Aku harap kau bisa memaafkannya, ya. Terkadang dia memang sedikit menyebalkan!" ujar Mama adriel
"Tidak, Om, Tante, ia sangat manis dan penurut, kok. Dia selalu ada dan membuat diriku nyaman. Ia anak yang sangat hangat dan pengertian tentunya. Ia juga sangat penurut," ujar Jovanka singkat.
"Aku sangat penurut pada wanita ini. Hingga bisa dikatakan aku menjadi budak cintanya, ha-ha-ha," kata Adriel.
"Tapi, aku tak mau menjadikan kamu budak cintaku. Aku mau kita satu sama lain bisa menghargai. Tau nggak?" Kesal Jovanka.
"Iya, tuan putri. Baiklah, Kesayanganku!" jawab Adriel.
"Apa kalian telah resmi berpacaran sekarang?" tanya mommy Adriel.
"Iya, Mom, dia sudah menerimaku. Jadi, dia sekarang menjadi milikku. Aku sudah melamarnya dan ia setuju, tinggal menunggu restu dari ayahnya saja. Dan aku harap secepatnya Mommy dan Daddy harus segera melamarkannya untukku. Rasanya aku ingin dia cepat menjadi istriku. Karena terlalu banyak saingannku diluar sana," ungkap Adriel
Sedangkan Jovanka dan orang tua Adriel hanya tersenyum mendengar penuturan pria itu.
"Kayaknya kau ingin menyegel wanitamu ini, Nak? Maklumi dia yang terlalu posesif, Jovan. Begitulah Adriel, anaknya sangat suka memaksa kehendaknya sendiri" tegas daddy Adriel.
"Iya, Om, Tante, aku sedikit banyak sudah mulai mengerti Adriel luar dan dalam kok.
Kami pun tetap mencoba saling mengerti dan terbuka satu sama lainnya," jawab Jovanka.
Akhirnya mereka berbincang-bincang dan tertawa lepas bersama sampai akhirnya pesta berakhir dan Jovanka memutuskan untuk bermalam di hotelnya tersebut.
******
Apartemen
Keesokan harinya, karena dirasa Jovanka sudah cukup fresh kembali. Dia memutuskan untuk kembali ke apartemennya tanpa mampir terlebih dulu ke Mansion Orlando.
Tak lupa ia mampir untuk membeli perlengkapan dan bahan makanannya yang telah habis di supermarket mini di dekat apartemennya. Setelah keluar Jovanka terlihat telah menenteng tiga kantong putih berukuran besar berisi berbagai macam makanan dan perlengkapannya di apartemen.
Setelah sampai di parkiran, ia nampak mobil sport berwarna merah bertengger manis terparkir dia apartemennya itu. Dan ia mengenal dan sangat ingat akan plat mobil dari mobil tersebut.
Dari mana dia tau alamat apartemenku ini? Bukannya yang tau alamat ini hanya aku dan Kakak saja, ya? Aku juga belum memberitahunya. Tapi, kenapa tidak ada notif apapun di ponselku jika memang ia tau? Apa hanya mirip, ya? Atau aku yang mulai merindukannya? Gumam Jovanka dalam hati.
Akhirnya ia pun tak peduli dan tetap masuk menenteng kantong belanjaannya. Jovanka pun memasuki lobi dan masuk ke dalam lift. Setibanya di depan pintu ia memasukkan sandinya dan pintu kediamannya pun terbuka. Jovanka tak sadar jika di sebelah ruangannya itu merupakan tempat tinggal si cowok mesum kesayangannya itu.
Tiba- tiba, entah kenapa ia mulai merindukan prianya itu. Tapi, ia menyadari bahwasanya ia tak memiliki nomer kekasihnya.
Bodoh! Bodoh sekali kau Jovanka, sejak kapan sepasang kekasih tak memiliki nomer pribadi kekasihnya. Bagaimana jika begini? Malu dong! Mau tanya ke Kak Sebastian pasti dia ledek, lagian dia pasti juga udah berangkat honeymoon. Gimana dong? ujar Jovanka berbicara sendiri mengerutuki kebodohannya itu.
Namun, tak berselang lama.
Ting,, ting,,
Pesan masuk dari nomer baru masuk ke ponsel Jovanka, dengan malas Jovanka mengusap layar ponselnya dan membuka pesan dari nomer baru tersebut.
Selamat pagi, Dear! Dimana kamu? Aku merindukanmu bisakah hari ini kita bertemu?
Jovanka pun langsung nampak kaget membaca pesan itu, ia tak membalas pesannya. Dia masih takut itu merupakan nomer Georgio yang baru. Ia berfikir pasti Sehun masih di sini dan bisa saja ia mengikuti Jovanka dari semalam.
Sekitar tiga menit dari pesan di terima. Tiba-tiba, ponselnya berdering tanda adanya panggilan telefon
"Halo, Sayang! Kau kemana? Kenapa tak membalas pesanku, hmm? Apa kau tak merindukan aku?" tanya seseorang di dalam panggilan itu.
Jovanka pun langsung ingat pemilik suara tersebut. Ternyata itu merupaka nomer si pangeran bad boynya.
"Kau kah ini, Sayang? Maafkan aku, bukan aku bermaksud menghindarimu. Sungguh, itu karena aku belum menyimpan nomer kontakmu saja. Makanya aku takut membalas pesan itu, aku takut itu dari Georgio!" ujar Jovanka.
"Baiklah, sekarang kau dimana? Apa bisa kita bertemu, karena aku sudah rindu?" tanya Adriel.
"Hmm, baiklah nanti kita bertemu di club saja, ya. Karena aku ada perform malam ini" ujar Jovanka.
"Apa ku boleh menemanimu, Sayang? Kabari aku lagi nanti kau perform di club mana, okey! I miss you!" ucap Adriel.
"Harus, mulai sekarang kamu harus menemani setiap aku perform. Baiklah, aku kirim alamat club nya padamu. I miss you more, Babe!" balas Jovanka.
Tut,, tut,, tut,,
Panggilan diakhir dan terputus
*******
Padahal pacarnya hanya 5 langkah, guys . Gak perlu telfon tinggal nongolin kepala udah ketemu, wkwkwkwkwk.
Readers ada yang punya pacar tetangga gk???
Kalo ada pasti ngirit ya buat biaya ketemunya
hehehe
Oh iya, tetap jangan lupa teman teman, tinggalkan jejak kalian dengan coment, like, favorite novel ini dan tip jika berkenan.
Thank you so much teman-teman!
Masih setia dan berkenan luangin waktu buat baca novel ini, see you!