Florentina Queensha (16 tahun) seorang gadis yang di tinggal di panti asuhan sejak kecil,tanpa dirinya tau jika dia satu satunya keturunan perempuan di keluarga Pratama dan memiliki 5 kakak cowok yang sangat possesive ,baik kakak kandung maupun kakak sepupunya.
(minim konflik) karena saya tidak menyukai konflik apalagi di dunia nyata penuh dengan konflik jadi cerita di buat seringan mungkin.
(Disclaimer ini hanya sebuah cerita novel penuh halu jangan terlalu di bawa ke real ya. Karena cerita ini hanya bersifat menghibur🙏🙏)
selamat membaca!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ottechan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 24
MAMA ZAILINE : send picture**
Lihat mas anak anakmu pada
bolos***.
"Mama sudah kirim foto kalian di grup keluarga biar Papa dan papi serta Abang kalian pada melihat kelakuan kalian hari ini."
Serempak keempat remaja laki-laki kecuali Marvin melihat sebuah pesan di hp mereka seperti yang diucapkan oleh Mama mereka.
"loh kok malah dimasukin di grup sih Mam aduh bisa-bisa kena hukum sama Abang nih. Mana Abang kalau masih hukuman selalu berat lagi?"Al memprotes kepada mamanya.
"Ya itu resiko kalian sudah berani bolos sekolah. Malah ikutan nyusul ke mall segala."
Benar saja tak lama dari mama Zailine mengirim pesan di grup keluarga serempak HP keempat remaja berbunyi bersama di mana ada panggilan telepon di grup. Nama yang muncul atas panggilan telepon tersebut adalah sang Abang sulung yaitu William.
Untuk masalah hukum menghukum biasanya Papa Hendra dan Papi Aryan menyerahkan sepenuhnya kepada William karena menurut kedua orang tuanya, adik-adiknya tersebut sangat takut kepada William.
"Alamak bang William telepon nih!! angkat nggak angkat nggak??"Kenzie dan Kennard panik melihat caller ID yang muncul di HP mereka.
Al dan Ken sudah mengangkat telepon tersebut pada dering pertama.
Sedangkan Kenzie dan Kennard tidak berani mengangkat telepon tersebut hingga nada panggilan terakhir berhenti. Namun setelahnya ada pesan masuk di ponsel Kenzie dan Kennard.
ABANG WILLIAM : ANGKAT TELEPON ABANG SEKARANG JUGA!! JANGAN MENGHINDAR KALIAN BERDUA!!
"Angkat teleponnya Zie kalau dibiarin malah menambah keluar tanduknya bang William."
"Tau sendiri kan bang William kalau udah marah kayak gimana?"
Kenzie dan Kennard menarik nafas panjang sebelum mengangkat panggilan dari Abangnya tersebut. Sudah dapat dipastikan jika keduanya akan mendapatkan wejangan paling lama dari pada kedua sepupunya.
Panggilan telepon grup tersebut memakan waktu yang cukup lama karena bang William ,papa Hendra, serta papi Aryan bergantian memarahi keempat remaja tersebut. Namun yang paling banyak kena omelan adalah Kenzie dan Kennard tentu saja karena laporan dari guru BK di sekolahan mereka yang baru saja diterima oleh bang William.
Mama Zailine,Mami Priscillia,Kania ,Queen serta Marvin hanya memperhatikan saja, tidak ingin ikut campur dalam memberi omelan kepada keempat remaja yang membolos tersebut.Karena menurut mereka, keempat remaja tersebut cukup dimarahi oleh Abang serta Papa Hendra dan Papi Aryan saja.
Panggilan telepon pun berakhir, terlihat ekspresi wajah dari keempat remaja tersebut sangat masam karena sudah dipastikan mereka mendapat hukuman berat dari Abang mereka.
Marvin menggoda keempatnya "dapat hukuman ya. Pasti hukumannya berat banget. Sparing atau potong uang bulanan nih. Atau kartu ajaibnya diambil nih."
"Diem deh Vin, seneng banget lu, kita kena hukuman dari bang William. Harusnya kan lu juga ikutan dihukum Vin."sewot Ken saat digoda oleh Marvin.
Ken terkadang selalu menggunakan bahasa gaul ketika dirinya kesal kepada sahabat nya tersebut atau berada di luar rumah.
"Oh ya tidak bisa ! kan memang dari awal Daddy sudah meminta izin ke sekolahan karena aku harus ngecek lokasi kantor pusat perusahaan Daddy. Lagi pula tadi aku juga sempat ketemu sama papa Hendra. Kan Papa Hendra diminta Daddy untuk bantu ngawasin juga. Papa Hendra juga tahu kalau aku ada rencana mau nyusul ke sini. Makanya aku kaget melihat kalian di parkiran basement tadi, bisa-bisanya kalian bolos padahal kan ini yang pergi mama Zailine dan Mami Priscillia s Queen serta Kania. Ya pasti bakal dilaporin ke bang William lah kalau mama dan mami tahu kalian bolos sekolah."Marvin membela dirinya karena Ken ingin dirinya dihukum juga.
"Haissh muka ganteng gue besok ternodai....."Kenzie dan Kennard mengacak-acak rambut mereka membayangkan wajah tampan mereka babak belur karena tinju yang dilayangkan oleh William saat mereka sparing nanti.
"Nia emang biasanya kalau bang William ngasih hukuman itu seperti apa sih?"
"Kalau ngelihat dari ekspresinya si kembar yang kayak orang frustasi kayak begitu biasanya bang William kasih hukuman untuk sparing tinju. Nah di antara bang Ken, bang Marvin, Al dan si kembar ,yang paling lemah itu si kembar. Karena Kenzie dan Kennard paling males kalau disuruh latihan tinju sama bang William. Istilahnya mereka sering kabur setiap ada latihan bersama gitu. Makanya mungkin ini dijadikan momen paling di tunggu bang William untuk sekalian hukum si kembar."
"Wah tinju ya. Queen jadi pengen latihan juga. Udah lama sih Queen pengen nyoba latihan tinju. selama ini kan Queen cuma ikut judo sama taekwondo aja di sekolah."
"Loh Cha Kamu di sekolah yang dulu ikut taekwondo sama judo??"Kania kaget mendengar pernyataan dari Queen yang mengatakan jika bisa beladiri Judo dan taekwondo.
"Hehehe iya Nia tapi cuma bisa basic aja sih bukan yang atlet gitu."Queen menjawab sambil tertawa malu-malu.
"Ih nggak mungkin cuma basic aja setahu aku ya anak-anaknya Papa Hendra itu seperti bang Ken sama Al itu jago beladiri loh dari kecil padahal mereka belajarnya otodidak bukan yang dilatih sama pelatih profesional. Baru-baru ini aja sih Papa Hendra nge-hire pelatih profesional untuk kita semua."
"masa sih Nia??"
"Iya beneran karena kan yang latih mereka dari kecil itu daddy Mike, Papa Hendra, serta Papi Aryan sendiri. Karena kata Mama dulunya Daddy Mike, Papa Hendra, serta papi Aryan itu atlet Nasional di negara Korea dalam beladiri taekwondo gitu."
"Wah keren juga ya Nia. Queen tambah bangga setelah tahu Daddy Mike ,Papa Hendra, serta Papi Aryan atlet Nasional."
"Iya sih bener Cha cuma itu kalau Daddy, Papa ,dan papi udah mulai ngelatih kita serem sama galak cha. Tegasnya minta ampun ada kesalahan sedikit digerakkan, kita disuruh lari 10 putaran mansion tahu sendiri kan kalau mansion seluas itu. Kita semua benar-benar digembleng secara ketat kayak melatih prajurit gitu cha."
"Asik dong kalau kayak gitu jadinya ada tantangan gitu Nia. Queen paling suka kalau ada tantangan seperti itu. Semoga penglihatan Queen cepat pulih deh biar bisa ikut latihan bareng-bareng dengan kalian. Udah tidak sabar Queen." Kania menatap tidak percaya kepada Queen yang begitu antusias ingin cepat-cepat bisa berlatih bela diri bersama.
Marvin yang juga mendengar pembicaraan antara adik serta calon tunangannya tersebut cukup kaget karena calon tunangannya tidak sefemine. Bahkan lebih condong ke arah tomboy seperti Kania adik kesayangannya tersebut.
Dalam hati Marvin berharap jika calon tunangannya tersebut tidak sejahil dan barbar seperti adiknya. Namun sepertinya harapan Marvin kedepannya tidak akan terwujud karena sifat Queen lebih barbar dari adiknya juga lebih jahil dari Al, Kenzie serta Kennard. Ditambah pula Queen memiliki sifat keras kepala sekali di mana sifat tersebut menurun dari sang Papa Hendra.