NovelToon NovelToon
Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos

Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos

Status: tamat
Genre:Poligami / One Night Stand / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Office Romance / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rositi

“Laki-laki mana yang mau menikahi wanita mandul?” sinis ibu Mimi, selaku ibu mertua Alina.

Dituduh mandul lantaran tak kunjung hamil setelah lima tahun pernikahan. Kemudian dipoligami, tapi berakhir dicerai karena menolak menjadi pembantu untuk sang madu yang lagi-lagi hamil. Alina Princesela Kalandra, merasakan semua itu. Namun setelah resmi menjadi janda, Alina yang sempat terjebak ‘cinta satu malam’ dengan Dharen sang bos, justru dinyatakan hamil!

Sebenarnya, apa yang terjadi? Kenapa wanita tangguh yang dianggap hina oleh mantan suami, mantan ibu mertua, bahkan pihak dari madunya hanya karena Alina orang kampung sekaligus dianggap mandul, justru hamil? Parahnya, Alina terancam menjadi nyonya besar. Sementara Dharen yang berasal dari keluarga kaya raya, merupakan bos Yusuf—mantan suami Alina.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24 : Undangan Pernikahan

“Sus, barusan aku kepo ke kakakku. Kata kakek, kalau kita kondangan ke undangan tadi itu yang hari Sabtu, kita bakalan ketemu suami sama mertuamu.”

Apa yang Dharen kabarkan barusan melalui sambungan telepon, membuat Alina lemas. Alina refleks menjatuhkan ponselnya begitu saja. Alina hilang arah tak ubahnya orang linglung. Namun, fokus Alina dengan sendirinya mencari undangan yang dimaksud. Undangan yang masih di tas bahu Alina dan biasa Alina pakai untuk bekerja. Undangan yang juga masih kelihatan karena tas kerja Alina terlalu penuh.

Tanpa harus melangkah mendekati meja nakas sebelah tempat tidur tas berada, Alina berhasil meraih undangan yang dimaksud. Dengan kedua tangan gemetaran, tubuh tak ubahnya dipanggang, juga dada yang bergemuruh hebat, Alina membulatkan tekad.

Benar, nama mempelai di undangan memang nama Yusuf, suami Alina. Nama yang bersanding dengan nama calon madu Alina.

“Kalian penjah.at! Bedeb.ah! Tunggu kesuksesan sekaligus kebahagiaanku sebagai balasan yang pantas untuk kalian!”

“Ya Allah, ... Ya Allah biarkan kali ini saja hamba menangis! Ya Allah rasanya sakit banget kayak ditusu.k-tus.k dari belakang. Meski aku sudah tahu ini akan terjadi, cara mereka beneran enggak manusiawiiiiii!”

Setelah sampai terduduk di lantai, Alina meraung-raung. Kedua tangannya mengelap erat di pangkuan. Andai Yusuf, ibu Mimi, atau Rita ada di hadapannya, tentu Alina sudah menggunakan kedua tangannya untuk menin.ju ketiga manusia bi.adab itu.

“Apa yang kalian lakukan bukan hanya jahat. Apa yang kalian lakukan sudah tergolong biada.b! Namun, aku tidak akan menghalangi kebersamaan kalian. Aku justru akan membuat kalian bersatu, agar kalian sama-sama mend.erita. Agar kalian merasakan nerak.a sebelum kematian!”

Alina melepaskan semua rasa sakitnya melalui tangis. Namun Alina berjanji, besok saat menghadiri pernikahan suaminya sendiri, ia akan tampil sangat cantik. Alina akan bahagia dan membuat manusia biad.ab di sana menyesal seumur hidup.

Beberapa kali, ponsel kentang Alina bunyi. Itu merupakan dering telepon masuk dari Dharen. Ponsel Alina sampai sekarat karena terlalu sering ditelepon Dharen. Namun, Alina tidak berniat menjawab telepon Dharen. Alina mengabaikan pemuda yang di beberapa kesempatan, kerap Alina minta untuk menikahinya.

“Har.am hukumnya sedih-sedih apalagi terpuruk buat mereka. Bangun, Na! Mandi, perawatan, siap-siap buat besok sore kondangan ke pernikahan kudanil!”

Alina bahkan meninggalkan ponselnya begitu saja di lantai. Alina memutuskan mandi dan melakukan serangkaian perawatan kecantikan di dalam kamar mandi.

Sekitar dua jam kemudian, seseorang menggedor pintu dengan sangat tak sabar. Gedoran khas orang marah. Alina yang tengah mengeringkan rambutnya sambil duduk di pinggir tempat tidur, jadi terusik.

“Siapa? Padahal harusnya mas Yusuf dan ibu Mimi enggak tahu aku di sini. Kecuali, ... kecuali jika mereka mengikutiku secara diam-diam.” Alina memilih merampungkan kesibukannya. Bahkan meski dari luar, pintu kamarnya terus digedor.

“Lagi mode berusaha menikmati hidup, meski sebenarnya memang sedang enggak ada yang bisa dinikmati,” lirih Alina benar-benar malas.

“Brag! .... Bragggg!”

Namun, pintu tak lagi hanya digedor. Melainkan sampai didobrak.

“Cari gara-gara tuh orang! Enggak tahu kalau aku lagi marah, jiwa ibu-ibuku bisa bikin aku mirip Mahakalee! Jan.cuk, emang!” kesal Alin.

Setelah buru-buru mematikan hair dryer-nya, Alina segera membuka pintunya. Namun, Alina melakukannya dengan trik. Hingga siapa pun di luar sana yang sudah menggedor kemudian berusaha mendobrak pintunya, akan kebablasan masuk kamarnya.

“Eeeeeh!?” keluh seorang pria selaku pelaku di balik pintu kamar yang Alina tempati.

Alina yang mengenali pria bertubuh tinggi itu justru Dharen, buru-buru menarik sebelah tangan Dharen. Pemuda itu nyaris terban.ting. Bisa kiamat dunia Alina andai Dharen benar-benar terbant.ing.

“Jangan, ... jangan sampai terluka. Yang ada aku bisa dipinalti sama dia!” batin Alina yang mengerahkan kekuatan ibu-ibu dalam dirinya untuk merengkuh Dharen.

Meski pada akhirnya tubuh Alina berakhir menghanta.m tembok di belakangnya kemudian dipepet Dharen. Alina merasa jauh lebih lega ketimbang Dharen sampai lecet atau setidaknya terkilir.

“Wangi banget, ya? Si Sus kalau sedang mode begini memang wanita tulen. Asli, aku makin penasaran sama madunya. Masa enggak lebih baik dari Sus. Tuh suami idi.ot apa memang kesurupan?” batin Dharen sengaja membenamkan wajahnya ke kepala Alina. “Ya Allah, rezeki nomplok. Marahnya di—paus dulu!” batinnya.

Beberapa saat kemudian, Alina agak mendorong Dharen. Alina melepaskan diri dari dekapan Dharen. “Si embrio kayaknya lagi kurang waras deh,” batin Alina yang kemudian menatap heran wajah Dharen.

Selain jadi celingusan khas orang gugup, pipi Dharen juga jadi bersemu. Padahal harusnya jika Dharen marah layaknya gedoran yang dilakukan. Yang mana Dharen juga sampai berusaha mendobrak pintu kamar Alina. Harusnya wajah Dharen merah padam, bukan merah merona.

Namun, Dharen yang sadar sudah dicurigai oleh Alina, buru-buru mendorongkan sebuah kantong berisi kotak, di tangan kanannya.

“Gedeg aku, telepon kamu saja susah banget! Memangnya kamu belum ganti hape? Kamu bilang mau beli hape baru, biar hapemu enggak kentang?!” marah Dharen sudah dalam mode kembali marah. Setelah kecantikan Alina membuatnya khilaf dan diam-diam memanfaatkannya.

“Ini, ... potong gaji?” tanya Alina berangsur meraih kantong yang Dharen hanta.mkan ke wajahnya. Kantong yang ia yakini berisi ponsel baru.

“Ya iya ... masa iya aku potong leher kamu. Yang ada aku berurusan dengan polisi!” balas Dharen mengomel.

Alina yang sudah terbiasa dengan mulut keji tak manusiawi Dharen, menganggap balasan barusan sebagai angin lalu.

Ketika Alina membuka kantong bahan pembungkusnya, Dharen berkata, “Ponselmu enggak boleh lebih bagus dari punyaku!” Ia juga sengaja memamerkan ponsel barunya.

“Bos beli ponsel lagi? Boros banget. Kalau jadi suamiku, sudah aku suruh tidur di luar!” Kali ini Alina tak segan mengonel.

Namun Dharen yang paling anti ada yang lebih darinya berkata, “Kalau kamu sampai nyuruh aku tidur di luar, aku bakalan tidur sana tetangga!”

Untuk kali ini, Alina tidak bisa untuk tidak tertawa. Tawa yang benar-benar pecah diakhiri dengan Alina yang sampai bilang amit-amit.

Dari yang Dharen amati, semuanya tampak baik-baik saja. Namun selain mata Alina yang memang sangat merah sekaligus sembab, ponsel kentang Alina juga ada di lantai.

“Suami kamu, ke sini?” tanya Dharen kepo ketika Alina memintanya menunggu di luar kamar. Sedekat apa pun hubungan mereka, juga kenyataan Dharen yang merupakan bos Alina, Alina selalu membatasi hubungan mereka.

Disinggung sang suami, Alina jadi ingat undangan pernikahan Yusuf dan Rita. Undangan yang ternyata akan menjadi agenda mereka.

“Besok juga aku akan bikin hiburan tak terlupakan di pernikahan kalian!” batin Alina.

1
Saya Sayekti
gugurlah itu sibunting, rasakan mantu idaman
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙣𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙪𝙡𝙪𝙩 𝙖𝙡𝙞𝙣𝙖 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙞 𝙥𝙖𝙝𝙞𝙩 𝙡𝙞𝙙𝙖𝙝 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙗𝙚𝙣𝙚𝙧𝙖𝙣 𝙠𝙬𝙟𝙖𝙙𝙞𝙖𝙣, 𝙖𝙪𝙛 𝙨𝙪𝙛 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙠𝙚𝙣𝙖 𝙜𝙚𝙩𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙣𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣𝙮𝙖.. 🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙮𝙖 𝙖𝙢𝙥𝙪𝙪𝙣𝙣𝙣 𝙩𝙤𝙠𝙤𝙝 𝙮𝙪𝙖𝙪𝙛 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙖𝙠𝙪 𝙜𝙚𝙡𝙞... 𝙗𝙚𝙜𝙤 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙜𝙤𝙗𝙡𝙤𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙣𝙜𝙚𝙩𝙖𝙣, 𝙣𝙜𝙤𝙢𝙤𝙣𝙜 𝙖𝙟𝙖 𝙨𝙪𝙡𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙣𝙚𝙧 𝙎𝙪𝙛, 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙗𝙖𝙩𝙞𝙩𝙖 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙧𝙞𝙖 𝙙𝙚𝙬𝙖𝙨𝙖.. 😆😆
𝙮𝙖 𝙖𝙡𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙣𝙜𝙪𝙢𝙥𝙖𝙩, 𝙠𝙧𝙣 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖𝙖𝙣 .𝙖𝙨𝙩𝙖𝙜𝙛𝙞𝙧𝙪𝙡𝙡𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙖𝙙𝙯𝙞𝙢.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙤𝙤𝙙 𝙖𝙡𝙞𝙣𝙖.
𝙩𝙮𝙥𝙤 𝙩𝙝𝙤𝙧 𝘾𝙚𝙤 𝙙𝙖𝙧𝙧𝙚𝙣 𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙥𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙨𝙚𝙠𝙚𝙧𝙩𝙖𝙧𝙞𝙨.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙨𝙩𝙖𝙜𝙛𝙞𝙧𝙪𝙡𝙡𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙖𝙙𝙯𝙞𝙞𝙢... 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙗𝙖𝙗 𝙞𝙙𝙖𝙝 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙙𝙖𝙧𝙩𝙞𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙮𝙪𝙨𝙪𝙛 𝙙𝙖𝙣 𝙞𝙗𝙪𝙣𝙮𝙖, 𝙝𝙖𝙙𝙚𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙖𝙡𝙞𝙣𝙖 𝙩𝙚𝙜𝙖𝙨 𝙜𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚2 (𝙡𝙚𝙢𝙖𝙝 𝙡𝙚𝙢𝙗𝙪𝙩 𝙢𝙚𝙨𝙠𝙞 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙧𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙧𝙪𝙠 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙙𝙞 𝙨𝙞𝙠𝙨𝙖 𝙗𝙖𝙩𝙝𝙞𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖2 𝙗𝙖𝙚 𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙚𝙝 𝙡𝙤𝙜𝙞𝙠𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙖𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙗𝙚𝙜𝙤)🤭
Netty Netty
aku suka semua novel mu thorr, wanita tangguh, ketimbang sdh disiksa tp masih balik lagi sm pasangan nya, emang gk ada pasangan laen apa🤣🤣🤣
Netty Netty
semangat thorr💪💪💪
Netty Netty
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Netty Netty
semangat berkarya thorr💪💪💪💪💪
Nik momRiz&Ga
bener2 wonder women mb alina ini,,,
mboll
terbaik
mimief
nice ending
beautiful story'

mang beda karakter perempuan nya Thor sama novel lain
tapi jujur aku suka
jadi perempuan jangan lah mau terus di sepelekan

ngutip kata katamu Thor
sebenarnya kita yg bisa mengubah jalan cerita kita secepatnya
jgn lah egois mengatas namakan semuanya akan baik-baik saja..
buulsyit
ga akan itu terjadi

ayoooo.... semangat buat othor nya menciptakan karakter wanita lainnya
dan semangat buat para readers juga buat bantu ngehujat🤣🤣
mimief
lagi bingung masalah Akina
jadi outo ngakak...dasar Darren
mimief
semangat berkarya Thor
tenang aja masih banyak yg menanti
mimief
wkwkwkwk
othor paling keren lah..pokoke
mimief
lah..kok masih pada komplain ya
padahal di awal pembukaan cerita udah dijelasin
hayoooo ..para readers
jangan lupa yaaa☺️🤣🤣
mimief
yah.. begitulah Lin cara Tuhan menempa kita sebegitu keras nya
anggep aja ujian mau naik kelas
mimief
wkwkkwk
mana bener lagi
aku selalu suka deh kata kaya dia
mimief
mudah mudahan k3baikan mereka yg tak terbatas ga di salah guna6ya sama orang lain
mimief
ah..bahagia nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!