NovelToon NovelToon
Bayangkan Di Rumah Sendiri

Bayangkan Di Rumah Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Cerrys_Aram

Di balik kemewahan mansion Omerly, Zerya Clarissa Omerly hidup dalam dunia yang tak pernah memberinya hangat. Prestasi dihitung sebagai kewajiban, senyum dihargai sebagai topeng, dan setiap kata bisa menjadi kesalahan.
Hingga suatu malam di sebuah kafe, Zerya bertemu seorang pria yang bertolak belakang dengan dunianya—Javian Arka Talandra, CEO yang dingin namun misterius. Satu pertemuan itu membuat Javian merasakan sesuatu yang jarang ia rasakan di rumahnya yang hangat: rasa ingin tahu… dan rasa ingin melindungi.
Saat kedua keluarga bertemu dalam pertemuan bisnis, topeng Zerya mulai retak. Perlahan, Javian menyadari bahwa di balik penampilan sempurna, ada rahasia dan luka yang selama ini tersembunyi. Kini, di tengah intrik keluarga, ambisi, dan ekspektasi yang menekan, Zerya harus menemukan keberanian untuk menjadi dirinya sendiri—atau terus tersesat di bayangan rumahnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerrys_Aram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: Perjamuan Para Serigala

Sebuah restoran privat di kawasan SCBD yang hanya melayani satu meja per malam menjadi lokasi pertemuan rahasia ini. Zerya datang tanpa pengawalan mencolok. Ia hanya membawa sebuah tas kerja tipis dan ponsel yang terhubung langsung ke telinga Javian melalui earpiece mikro yang tersembunyi di balik rambutnya.

Di dalam ruangan yang remang dan beraroma kayu cendana, tiga pria paruh baya sudah menunggu. Mereka adalah perwakilan dari dana pensiun dan firma investasi kecil yang secara kolektif memegang 7 persen saham Talandra—angka yang krusial untuk menggagalkan hostile takeover.

"Nona Omerly," sambut pria di tengah, Pak Lukman, seorang investor veteran. "Langkah Anda di lobi tadi pagi... sangat berani. Sangat 'Vance-esque'."

Zerya duduk, meletakkan tasnya. "Saya ke sini bukan untuk membicarakan sandiwara pagi tadi. Saya ke sini untuk membicarakan masa depan investasi Anda."

"Hati-hati, Zerya," suara Javian terdengar sangat halus di telinganya. "Pria di sebelah kanan Lukman, yang terus memainkan jam tangannya. Itu Markus. Dia terlalu tenang."

Zerya melirik Markus. Benar. Pria itu tidak menatapnya; dia menatap ponselnya yang tergeletak telungkup di meja.

"Kami menyukai stabilitas, Nona," ujar Markus tiba-tiba. Suaranya dingin. "Vanguard menjanjikan harga saham yang pasti naik 20 persen dalam satu malam jika mosi tidak percaya itu gol. Kenapa kami harus bertahan dengan manajemen Anda yang penuh drama?"

"Karena Vanguard akan memecah Talandra menjadi potongan-potongan kecil dan menjualnya dalam tiga tahun," balas Zerya tajam. "Kalian akan dapat 20 persen sekarang, tapi kalian akan kehilangan dividen jangka panjang yang sudah Talandra bangun selama sepuluh tahun."

Markus tersenyum tipis, lalu ia membalikkan ponselnya. Layarnya menyala.

"Menarik sekali Anda bicara soal jangka panjang," ucap Markus. Ia menggeser ponselnya ke tengah meja. Di sana ada sebuah foto: Zerya yang sedang masuk ke apartemen Menteng, satu jam setelah pengusiran Javian.

Darah Zerya terasa membeku.

"Zerya, jangan bereaksi," suara Javian memperingatkan, nadanya tegang. "Dia memancingmu."

)

"Anda tampak sangat sibuk hari ini, Nona Omerly," Markus melanjutkan dengan nada mengejek. "Mengusir narapidana di pagi hari, lalu mengunjunginya di malam hari? Hendrick Vance benar... Anda memang terlalu emosional untuk memimpin Talandra sendirian."

Dua investor lainnya, Lukman dan rekannya, tampak terkejut. Mereka menatap Zerya dengan curiga.

"Foto itu diambil dari sudut yang salah, Tuan Markus," Zerya men

awab, suaranya kini stabil meski jantungnya berdebar kencang. Ia teringat taktik Javian: Jika rahasiamu terbongkar, jadikan itu senjata baru.

"Saya mengunjungi apartemen itu bukan untuk menemui Javian sebagai kekasih atau sekutu," Zerya mencondongkan tubuh, matanya menatap Markus dengan tatapan predator. "Saya ke sana untuk memastikan dia menyerahkan kunci akses ke akun-akun bayangan Talandra di Swiss sebelum saya benar-benar menghancurkannya. Saya ke sana untuk merampas apa yang tersisa darinya."

Zerya mengeluarkan sebuah dokumen dari tasnya—sebuah draf pengalihan aset palsu yang sudah disiapkan Javian untuk kondisi darurat.

"Hendrick Vance mungkin membayar Anda untuk memata-matai saya, Markus. Tapi apakah dia memberitahu Anda bahwa dia sedang bernegosiasi dengan Vanguard untuk menjual kursi Anda juga?"

Markus tertegun. Senyumnya goyah..

"Hendrick butuh suara kalian hanya untuk menjatuhkan saya. Begitu saya keluar, Vanguard akan melakukan dilusi saham besar-besaran. 7 persen milik kalian akan menjadi tidak berarti," Zerya menatap Lukman. "Pak Lukman, Anda sudah bersama Talandra sejak awal. Apakah Anda lebih percaya pada pria yang mengirim mata-mata, atau pada saya yang membawa bukti bahwa Anda sedang dikhianati oleh orang dalam?"

Keheningan di ruangan itu menjadi sangat pekat.

"Bagus, Zerya," bisik Javian. "Sekarang jatuhkan bomnya."

"Jika kalian mendukung saya di rapat umum bulan depan," Zerya berkata dengan nada final, "saya akan memberikan kursi dewan komisaris kepada salah satu dari kalian. Sesuatu yang tidak akan pernah diberikan oleh Hendrick atau Vanguard."

Analisis Taktis Bab 28:

* The Compromised Secret: Rahasia apartemen Menteng bocor lebih cepat dari dugaan. Ini menciptakan krisis instan yang menguji ketenangan Zerya.

* Quick Thinking: Zerya menggunakan kebohongan taktis (mengambil akun Swiss) untuk menjustifikasi kunjungannya. Ini menunjukkan dia sudah bisa berpikir seperti Javian.

* Divide and Conquer: Zerya tidak menyerang semua investor, tapi hanya Markus, sementara dia menarik simpati Lukman.

* The Offer: Tawaran kursi komisaris adalah "permen" politik yang jauh lebih manis daripada sekadar kenaikan harga saham sesaat.

Bagaimana menurutmu, Editor? Apakah cara Zerya berkelit dari foto apartemen itu terasa cukup "licin" dan meyakinkan? Dan apakah vibe perjamuan serigala ini sudah cukup memberikan ketegangan politik korporasi? 👀🔥

Mau lanjut ke Bab 29 (Langkah balasan Hendrick setelah tahu mata-matanya gagal menekan Zerya)?

1
Iqlima Al Jazira
next thor, kopi & vote untukmu👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!