Halo Teman - Teman Sekalian ini novel pertama saya semoga banyak dukungan dan menghibur teman2 sekalian terimakasih
Di sebuah desa terdapat seorang anak berumur 12 tahun yang sudah tidak mempunyai keinginan untuk hidup setelah milihat orang tua nya tewas di depan mata nya tapi ketika merasa putus asa dia pun bertemu seorang yang menjadikan nya seorang pendekar
Kira kira bagai mana kelanjutan nya ikuti terus novel saya jangan lupa Like/Komen
Foloww IG @eri.hermawan14
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DisconnectID, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyelamatkan Yui
Huang Zi pun memberi tahukan keadaan di sakte itu terdapat banyak penjaga dan di luar gerbang ada puluhan pendekar kelas I Dan Kelas II sedangkan di luar pintu penjara bawah tanah ada enam orang penjaga tingkat pendakar raja
Huang Zi pun memberi tahu guru nya agar tetap pura pura tidur dia akan memanggil semua penjaga yang berjaga di pintu luar untuk masuk dan ketika mereka masuk Huang Zi berniat membunuh mereka semua
"Senior tahanan di dalam sel tidak bergerak sama sekali apa mungkin dia mati" Ucap Huang Zi dengan rasa panik yang di buat buta
"Apa kau tak salah liat"
"Sebenar nya apa yang kau lakukan di dalam jika dia mati kita pun akan bernasih sama" Ucap pernjaga yang tak kalah panik nya
"Aku tidak melakukan apa apa saat aku sudah di dalam aku melihat nya sudah seperti itu" Ucap Huang Zi
"Baiklah ayo kita periksa jangan sampai dia mati kalo dia mati tamat riwayat kita" Ucap penjaga sebari berjalan ke areh sel itu
Huang Zi hanya tersenyum melihat para penjaga percaya apa yang dia katakan dengan cepat Huang Zi mngeluarkan pedangnya dari dalam Cincin Ruang
Dengan menggunakan Jurus pedang dewa petir dan langkah naga membelah awan mereka pun satu per satu dari mereka tumbang ke tanah dengan kepala terpisah dari tubuh nya
setelah semua beres Huang Zi pun pun memberikan baju sama seperti Huang Zi pakai dia mendapatkan nya dari penjaga yang dia bunuh sebelum masuk ke sakte itu yang sangaja dia simpan di cincin dimensi nya
tanpa menunggu lama Yui pun melapisi baju nya dengan baju penjaga pintu itu
dan ketika sudah keluar mereka pun melangkah dengan cepat
karna malam hari jadi tidak banyak orang yang beraktivitas di dlam sakte iblis biru mereka kebanyakan hanya penjaga yang sedang berpatroli
Tanpa ada yang merasa curiga mereka pun bisa keluar sakte iblis biru tanpa hambatan tapi ketika melangkah ke depan gerbang mereka di hentikan oleh seorang penjaga
"Tunggu mau kemana kalian bukan kah kalian beetugas berjaga di dalam" Ucap penjaga gitu sambil memperhatikan dengan detail
"maaf tugas kami di dalam sudah selesai kami di suruh ber patrolu di luar" Ucap Huang Zi dengan tenang
Tanpa di duga penjaga itu lansung menhunuskan pedang nya ke leher Huang Zi
Tidak mau memancing para tetua dan ketua sakte iblis biru serta keributan lebih beras Yui pun bergerak dan memotong leher penjaga itu sontak membuat para penjaga kaget dan mengepung mereka
"Aih Guru kau sangan ceroboh sekali liat karna ulah mu kita dalam maslah, Hhhaauh merepotkan" Ucap Huang Zi sambil membuang napas kasar
Dia pun tak punya pilihan lain dan mengambil pedang milik nya dengan teknik langkah naga membelah awan dan di bantu Yui dalam waktu singkat puluhan penjaga pun tumbang ke tanah
karna bagai mana pun penjaga itu hanya tahap pendekar Kelas I Kelas II sedang kan Yui sudah menjadi pendekar Suci dan Huang Zi sudah menjadi pendekar Kaisar
Setelah menghabisi semua penjaga Huang Zi pun menarik tangan Yui dan bergerak cepat meninggalkan lembah neraka, setelah lima jam berlaru Huang Zi pun berhenti di sebuah hutan
"Guru sebaik nya kita beristirahat sebentar di sini kita sudah cukup jauh dari lembah neraka" Ucap Huang Zi tapi Yui tidak menjawab dia hanya dia dengan pipi merona merah
"Guru kenapa wajah guru memerah apa masih ada yang sakit apa yang mereka lakukan terhadap guru" Ucap Huang Zi dengan panik bercampur marah
Kepanikan Huang Zi pun membuyarkan lamunan Yui
"Ah aku tidak sakit aku hanya kelelahan saja" Ucap Yui dengan nada pelan
"Baik lah guru istirahat lah dulu aku akan mencari hewan untuk kita makan" Huang Zi pun pergi mencari hewan kedalam hutan
Tanpa di ketahui Huang Zi, Yui pun menangis tapi di sela tangisan nya tersenyum karna bisa bertemu kembali dengan murid satu satu nya itu dimana tadi nya dia sudah pasrah karna tak akan ada yang bisa menyelamatkan nya
tanpa di sangka malah murid nya yang bahkan berani mempertaruhkan nyawa demi menolong dirinya
tak lama Huang Zi pun datang membawa dua ekor ayam hutan dan melihay guru nya sedang tidur Huang Zi pun membuat api unggun dan membakar ayam itu ketika sudah matang dia pun membangunkan guru mya untuk makan
"Guru bangun makanan sudah matang" Ucap Huang Zi yang menggerak gerakan badan YuI
Yui pun bangun dan memukul kepala Huang Zi
"Apa kau tak bisa membangunkan gurumu dengan sopan" Ucap Yui dengan emosi
Tapi bukan nya marah Huang Zi malah tersenyum akhirnya dia bisa kembali melihat guru nya setelah belakangan ini di selalu cemas dan hawatir akan kondisi guru nya
"Apa pukulan ku terlalu keras hingga membuat mu jadi tidak waras" Ucap Yui yang melihat reaksi Huang Zi setelah di pukul nya malah tersenyum
"Tidak guru murid masih waras murid hanya senang bisa bertemu guru lagi" Ucap Huang Zi dengan temang sambil menyantai daging yang dia bakar
Yui tidak menanggapi apa apa karna dia sendiri pun sama senang nya bisa bertemu murid nya kembali tapi dia terlalu naif jadi dia memilih diam sambil memakan daging yang di berikan Huang Zi
"Guru setelah makan sebaiknya kita bergegas sebelum merka sadar dan meyusul kita kesini" Ucap Huang Zi sambil berdiri dan hendak memagang kembali tangan Yui
"Cih, jangan mencari kesempatan memegang tangan ku aku sudah bisa berlari tenaga dalam ku sudah pulih" Ucap Yui dengan berlari terlebih dahulu
Huang Zi tak mempermasalahkan nya dia pun mrngikuti guru nya
Pagi hari nya Ketua Sakte dan Tetua Sakte Iblis biru terlihat murka karna banyak nya jasad para penjaga dan salah satu tetua memberi tahukan kalau tahanan mereka telah kabur
"Siapa yang berani menyusup kemari" Ucap kepala sakte dengab amarah yang menggebu gebu
Para Tetua sebenar nya sama marah nya tapi mereka hanya memilih diam
"Kalian cari siap yang berani menyusup ke sakte ku bawa dia kehadapan ku akan ku penggal kepala nya" ucap ketua pada Tetua sakte
Seketika Tetua sakte pun menghilang
"Sebenar nya siapa yang berani menyusup ke sakte kita kenapa kita tak bisa merasakan nya semalam" Ucap salah satu tetua
"aku pun penasaran dan seberapa tinggu ilmu nya hingga berani menyusup sakte kita kalo aku ketemu dia akan ku cabi cabik tubuh nya" Ucap Tetua satu lagi sambil mengepalkan tangan nya
Sementara di sisi lain Huang Zi dan Yui sudah keluar dari hutan dan mereka pun terua berlari menjauhi lembah neraka
Ketika sedang berlari mereka melihat puluhan perampoh yang sedang menghadang kereta kuda dengan lambang kerajaan disana pun sudah terjadi pertempuran
"Guru seperti nya di depan sama ada yang sedang di rampok mari kita tolong" Ucap Huang Zi
"Aku sudah tau" Ucap Yui walau pun terlihat cuek tapi dia sebenar nya bangga pada murid nya walau pun masih muda tapi selalu memperdulikan orang yang membutuhkan pertolongan
ngintilinbgurunya gurunya mulu thor
jgn ngikutin gurunya mulu
terlalu lebay