Seorang gadis kampung yatim piatu yang terpaksa tinggal bersama pamannya di kota Jakarta karena dia ingin melanjutkan pendidikannya. Hidupnya begitu sulit karena istri dari pamannya menjadikan Naomi layaknya seorang pembantu sampai akhirnya dia diusir tanpa sepengetahuan pamannya.
Naomi terpaksa bekerja sebagai pelayan restoran untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang tinggal sebatang kara di Kota Jakarta. Disaat yang sama, dia bertemu dengan seorang CEO tampan nan sombong.
Mampukah dia melanjutkan cita-citanya? Mungkinkah sang CEO jatuh cinta kepadanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24
💕Jangan lupa untuk selalu like dan komen ya. Happy reading dan terima kasih. 💕
Tanpa Naomi sadari, Kenzo sudah berdiri persis di depan Naomi yang sedang duduk di sofa hanya dengan menggunakan handuk. Kenzo sengaja lagi ingin membuat gadis it panik melihatnya hanya dengan segelas handuk yang dililitkan di pinggangnya.
"Buka matamu!" perintah Kenzo kepada gadis tersebut yang spontan membuka matanya.
"Aaaaggghhh kamu cabul." ucap Naomi kembali menutup wajahnya.
"Hei gadis kampung, kalau ngomong itu dipikir terlebih dahulu, jangan asal bunyi kayak kereta api! Gue ini bukan cabul, lihat baik-baik dan buka matamu! Ada aurat gue sebagai laki-laki yang terlihat sama Lo tidak?" tanya kenzo bergaya ustadz.
Naomi pelan-pelan kembali membuka matanya.
Auratmu sebagai muslim memang tak ada yang kelihatan tetapi roti sobek yang ada di dada mu, ingin sekali aku mengggitnya. Aaaaggghhh aku jadi mesum sendiri, Naomi kesal bercampur senang di dalam hatinya.
"Carikan baju gue cepat! Apa Lo sengaja hanya ingin memandang dada gue yang sangat indah dan juga wajah gue yang sangat tampan?" tanya Kenzo menggoda gadis tersebut.
"Siapa juga yang terpesona melihat cowok yang udah Om-om sedang berdiri seperti ini, tidak ada tanpanya sama sekali kok, dasar kepedean," jawab Naomi tanpa melihat ke arah Kenzo lalu berdiri dan ingin mengambil pakaian yang diminta.
Kenzo langsung menarik tangan Naomi dari belakang, sehingga gadis itu terjatuh ke arah belakang yang langsung dipeluk oleh Kenzo. Laki-laki itu langsung melingkarkan kedua tangannya ke arah pinggang Naomi yang membuat gadis itu tidak bisa bergerak sama sekali, karena tangan kekar yang melingkar di pinggangnya.
Seketika Naomi terdiam kaku dan membisu, merasakan seluruh bulu kuduknya berdiri karena merasakan ada arus listrik yang tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuhnya, membuat kakinya sedikit bergetar dan tubuhnya terasa sangat lemas sehingga tidak mampu bicara ataupun bergerak.
Dengan sangat berani Kenzo meletakkan kepalanya di atas bahu gadis tersebut, sehingga Naomi kaget merasakan sensasi yang seumur hidupnya belum pernah ia rasakan. Ia sadar dan terkaget, lalu langsung mencoba untuk melepaskan diri dari pagutan laki-laki tersebut. Ternyata dia baru saja terpesona di luar kesadarannya dengan laki-laki yang sedang memeluknya dari belakang.
Dengan gaya yang begitu kaku, Naomi dengan cepat menginjak kaki kanan laki-laki sombong itu dengan sekuat tenaganya, sehingga spontan Kenzo melepaskan pelukan yang ada.
Aaaaaaggghhh.
Pekikan tertahan ke luar dari bibir seksinya Kenzo.
"Helleeeh, masa orang kayak Tuan Kenzo bisa menjerit kesakitan, hanya diinjak sedikit sama cewek kampung hahaha," Naomi sambil menjulurkan lidahnya ke arah Kenzo berlari menuju lemari Rumah Sakit tempat penyimpanan pakaian kenzo.
Kenzo merasa kakinya lumayan sakit, jadi dia berjalan sambil berjingkrak-jingkrak ke arah tempat tidur dan tanpa dia sadari lilitan handuk yang dipakainya melorot ke bawah.
Waktu yang bersamaan, terlihat Naomi membalikkan badan ingin memberikan baju yang diminta oleh Kenzo.
Aaaaaaggghhh.
Giliran pada Naomi yang menjerit tertahan sambil menutup mulutnya, matanya melotot melihat ke arah bawah perut Kenzo yang tanpa busana sehelai benang pun karena handuknya yang sudah jatuh ke lantai.
"Hei cowok mesum cepat pakai handuk mu! Dasar nggak tau malu, dasar om-om gatel," sewot Naomi bicara marah.
"Hahaha, Lo ya bilangin gue mesum tetapi menikmatinya saat dia nongol," jawab Kenzo sambil cengengesan.
"Apaan siih tuh mulut mau aku kasih cabe yaa? pedes bener kayak ibu-ibu rempong," ejek Naomi dengan nada kesal.
"Kan yang gue bilangin bener, jika kamu tidak menikmati, harusnya yang kamu tutup itu wajahmu bukan menutup mulutmu, hahaha. Berarti itu rezekimu melihat kegagahan junior gue," jawab Kenzo tanpa ada rasa sungkan dan rasa malu terhadap gadis tersebut.
"Astaghfirullahal'adzim ini orang terbuat dari apa sih otaknya, omongannya nggak ada yang benar sedikitpun. selalu saja berpikiran kotor terhadap orang lain Pantas aja udah tua nggak laku-laku," Celoteh Naomi tanpa memikirkan efek dari ucapannya.
Kenzo mengambil pakaian yang ada di tangan dengan cepat lalu dia memakainya tanpa ada rasa malu di depan Naomi titik Untung saja Gadis itu segera membalikkan badannya karena merasa jijik dengan apa yang dilakukan oleh laki-laki sombong tersebut.
"Balikkan badan Lo!" perintah Kenzo dengan lantang.
Naomi membalikkan badannya sambil menutup mata karena dia khawatir kalau laki-laki itu masih belum selesai memakai bajunya.
Melihat Naomi yang menutup mata, membuat Kenzo merasa gemes. Dia langsung memegang kedua pipi gadis tersebut lalu mengecup bibir Naomi dengan cepat bagaikan kilat.
Naomi membelalakkan matanya dengan sangat bulat dan besar lalu spontan dia merasa sakit hati karena apa yang selalu dijaga nya dicuri tanpa dia sadari.
"Kamu yaa ... dasar laki-laki bujang lapuk tak laku, beraninya mencuri keperawanan bibirku, rasakan ini!" ucap Naomi langsung menumbuk pipi Kenzo yang masih berada sangat dekat dengannya, sehingga pipi kanannya pun langsung terlihat biru akibat Pukulan Maut dari tangan kanan Naomi.
"Kamu laki-laki jahat, aku nggak mau lagi melihatmu. Aku pergi hiks hiks."
Gadis itu pergi meninggalkan Kenzo sambil menangis. Dia mengambil tasnya yang ada di atas tempat tidur laki-laki tersebut, lalu melangkahkan kaki ingin ke luar dari ruangan inap rawat sang tuan sombong bernama Kenzo.
Saat Naomi sudah hampir sampai di luar pintu ingin keluar, Kenzo berlari dan berhasil meraih tangan perempuan tersebut. Dia bertekuk lutut sambil memohon maaf karena spontan telah melakukan hal yang tidak seharusnya terhadap gadis itu.
"Maaf tadi gue khilaf," ucap Kenzo sambil menundukkan kepala namun tetap tidak melepaskan tangan Naomi yang membelakangi nya.
Naomi berusaha menyentakkan tangannya yang dipegang erat oleh Kenzo, namun hal itu tidak membuahkan hasil. Kenzo bukanlah laki-laki yang lemah seperti bayangan Naomi, namun dia adalah laki-laki yang sangat kuat apalagi hanya untuk melawan kekuatan Naomi untuk melepaskan tangannya.
"Lepaskan tanganku!" ucap Naomi dengan nada yang masih marah.
"Aku tidak akan pernah melepaskan tanganmu ini dan aku juga akan tetap berlutut dihadapkan mu. Sampai kau benar-benar mau memaafkan kesalahan yang tanpa sengaja telah mengecup bibirmu," ucapkan Kenzo tanpa merubah posisi berlutut nya di belakang Naomi.
Naomi masih berusaha menarik tangannya agar dilepaskan oleh laki-laki tersebut, namun hal itu hanya sia-sia saja. Akhirnya dia membalikkan badan melihat laki-laki tersebut yang tertunduk sambil melihat lantai tanpa suara dan tanpa bergerak.
"Kamu benar-benar laki-laki brengsek yang keras kepala, Ayo cepat berdiri nanti dilihat sama orang dikiranya aku ini gadis apaan membiarkan laki-laki bertekuk lutut di depanku."
Naomi menyuruh Kenzo agar segera berdiri karena dia tidak mau dilihat oleh orang lain, apalagi pintu sudah hampir terbuka semuanya.
"Aku tak perduli biar saja orang-orang tahu kalau aku melakukan semua ini karena ingin minta maaf padamu," jawab Kenzo tetap dalam posisi semula.
Tiba-tiba saja dua orang perawat melewati kamar Kenzo, mereka sempat berhenti sambil mengatakan sesuatu.
"Ayo dong Mbak, kasihan itu cowoknya sampai berlutut. Cepatlah terima cintanya, Mbak seharusnya bersyukur dapat cowok ganteng kayak Tuan ini," ucap salah seorang perawat yang berhenti di depan ruang rawat Kenzo.
Naomi masih diam tanpa berbicara apa-apa. Ternyata orang yang melihat bertambah banyak di dekat pintu dan salah seorang mereka membuka daun pintu lebar-lebar sehingga terlihat keadaan di dalam ruangan tersebut dari luar.
"Terima ... terima ... terima," ucap mereka yang kebetulan beberapa perawat jaga yang sedang bertugas saat itu. Mereka semua tidak mengetahui kejadian apa yang sebenarnya menimpa kedua insan yang ada di dalam kamar tersebut.
Kenapa suasananya Malah jadi begini, aku sepertinya terjebak dengan laki-laki songong ini, in ikan tidak seperti pikiran mereka. Pasti yang melihat mengira Tuan Kenzo sedang menyatakan cintanya. Gumam Naomi merasa kesal sendiri di dalam hatinya.
Wahahaha, sepertinya keadaan ini bisa kumanfaatkan untuk menekan gadis kampung ini, hati Kenzo bicara.
Apakah yang terjadi kira-kira selanjutnya?
Baca juga karyaku yang lain.