Ardi Wijaya.
seorang mahasiswa siswa kedokteran berusia 20 tahun. pria tampan. yang memiliki tinggi tubuh 175 cm. kulit putih dan berhitung mancung. pintar dan juga Soleh harus patah hati ketika gadis yang di cintai nya menerima lamaran dari bosnya.
ia juga harus menerima di jodohkan dengan adik dari gadis tersebut. yang bernama Aisah. seorang gadis yang cerdas dan juga ceria. apa kah Aisah bisa mengantikan posisi kakaknya di hati pria tampan itu?
bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 24
Yuda mengantar kan Aisah pulang terlebih dahulu. mobil tersebut sudah berhenti di depan rumah Siti. Yuda melihat mobil Arum masih terparkir di halaman rumah tersebut dan juga mobil pengawal pribadi nya.
ia turun dari mobil begitu juga Aisah, prima dan juga Fitriah. Arum Keluar dari dalam rumah dengan di susul Siti dan juga Habibi.
mereka tersenyum ramah saat melihat Yuda dan juga Prima. Aisah memperkenalkan guru cantik yang bersama nya.
saat semua orang sibuk berbicara, prima menarik tangan Aisah agar sedikit menjauh.
"ada apa mas?" ucap gadis tersebut saat mereka sudah lebih menjauh dan tidak ada yang akan mendengar ucapan mereka.
"ca guru nya ada yang cantik seperti ibuk Fitriah lagi gak?"
prima berbicara dengan nada suara yang sangat kecil.
Aisah memandang wajah Prima.
"mas Prima mau cari pacar atau istri?"
tanya kemudian.
"ya istri lah Ca, Umar mas udah cukup tua mana mungkin mas cari pacar" ucapnya
"ada mas guru seni budaya Ica, ibuk itu cantik, terus lembut banget lagi orang nya. ibuk itu hijabers "ucapnya.
"hijabers, yang pakai hijab besar?"
tanya Prima
"iya mas kalau niat untuk cari istri, Ica bisa bantu. lagi pula ibuk mida itu tidak mengenal sistem pacaran. ia langsung ta'aruf dan kemudian menikah. " ucapnya menjelaskan.
"boleh Ca. mas mau " ucap prima penuh semangat.
setelah mengakhiri pembicaraan nya dengan Aisah. prima kembali bergabung dengan keluarga tersebut. tampak mereka sedang berbincang-bincang di kursi teras depan.
"Ica" suara tersebut membuat gadis itu menghentikan langkahnya yang berusaha untuk menghindar. ia berusaha masuk secara diam-diam. suara kakaknya sudah membuat jantung nya mau lepas dari tempat nya.
ia kemudian sedikit memutar kepalanya melihat wajah orang yang sedang memanggil nya.
"sini" ucap Arum
Aisah berjalan menuju ke arah sang kakak duduk. semua mata tertuju padanya. ia seperti akan di sidang. jantungnya sudah berdegup kencang.
"motor ini mau di kembalikan ke dealer?"
suara Arum terdengar sangat dingin dan bersungguh-sungguh. tidak ada nada menakuti-nakuti. ia berbicara dengan wajah yang serius.
mendengar ucapan kakaknya. mata gadis itu berkaca-kaca. air mata nya siap meluncur di pipinya yang mulus dan putih. ia kemudian menggeleng kan Kepala nya.
"motor Ica jangan di ambil kak" ucapnya dengan nada yang begitu mengiba.
"selama ini gak ada yang kasih tahu kak Arum kalau kamu suka lariin motor Azzam, dan kamu sekarang meminta aak Yuda untuk membelikan kamu motor gede?"
ucap Arum dengan nada yang terlihat marah.
Aisah hanya menangis.
bisa di katakan ini lah kelemahan terbesar Arumi. ia selalu tidak mampu bila melihat adiknya menangis. mengingat adiknya memang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah.
"Ica janji, Ica gak bakalan ngebut, nggak bakalan sering bawa ke sekolah, Ica bakalan hati-hati kak. motor Ica jangan dikembaliin ke dealer ya. itu motor aa Yuda yang beliin."
ucapnya dengan air mata yang sudah menetes
"kalau seandainya Ica ketahuan membawa motor ngebut enggak hati-hati jatuh dan kemudian sering membawa motor itu ke sekolah motornya Kakak kembalikan aa Yuda." ucap Arum.
Dengan cepat Aisah mengangukan kepalanya. "iya kak Ica janji."
air mata yang di pipinya langsung dihapus nya ia kembali tersenyum dengan penuh kegembiraan.
Azzam memberhentikan motor nya dan langsung turun dari atas motornya. ia memandang takjub terhadap motor yang berdiri gagah di halaman rumahnya.
"motor siapa " tanya Azzam
motor Ica bang, jawab gadis itu girang
beneran dek?
tanya Azzam. yang tak henti-hentinya memandang motor tersebut.
dengan cepat gadis itu mengangguk kan Kepala nya.
kok bisa dapat motor yang seperti ini dek?
siapa yang beliin? tanya Azzam yang seakan tidak percaya.
aak Yuda bang. jawab gadis tersebut.
Azzam memandang ke arah Yuda. yang tampak tersenyum kepada nya.
"ini beneran untuk Ica ak?"
tanyanya tidak percaya.
"iya jawab Yuda. PPKB nya akan keluar 1 bulan lagi. PPKB nya langsung nama Ica."
ucap Yuda.
"keren sumpah". ucap Azzam yang masih memutari motor tersebut.
"kita coba ya dek" ucap nya yang mendapatkan balasan anggukan dari Aisah.
"kunci mana dek?"
tanya pria tersebut.
Aisah sedikit berbisik di daun telinga Abang nya. "sama kak Arum". ucapnya.
"kak pinjam kunci, kami mau coba" ucap Azzam sambil menampung tangannya sehingga Arum memberikan kunci motor tersebut.
"dek lusa, Abang pinjam ya. adek pakai motor Abang." ucap nya sambil naik ke atas motor tersebut.
"iya bang. " ucap Aisah yang duduk di belakang Azzam.
"keren dek keren" ucapnya
habibi hanya tersenyum melihat tingkah adik ipar nya.
"aak sih terlalu manjain Ica. " omel gadis tersebut. Yuda hanya tersenyum.
" aak langsung pulang ya. kasihan ibuk Fitriah yang dari tadi ngikutin kami". ucapnya saat di lihat nya sudah jam 9 lewat.
"nak Yuda gak nginap di sini aja" ucap Siti
"gak usah buk. hotel tempat kami ngiap dekat dengan kantor cabang kami. tapi nanti mungkin kami akan nginap di sini kalau urusan kami cepat selesai" ucap nya sambil tersenyum ramah.
Yuda meminta prima untuk mengeluarkan barang belanjaan Aisah. Arum Tampak menggelengkan kepalanya melihat apa yang di berikan pria itu untuk adiknya.
setelah berpamitan mereka pergi meninggalkan rumah tersebut.
Fitriah duduk di sebelah Yuda. ia sedikit memutar kepalanya ke arah Yuda.
"jadi yang tadi kakaknya Aisah?" tanyanya kepada Yuda.
" iya " jawab Yuda yang memandang ke arah Fitriah.
"cantik ya, apa masih kuliah" tanya Fitriah kemudian. yang ia memperhatikan Arumi yang tampak usianya tidak jauh berbeda dengan nya. dan kalau di lihat seperti nya masih kuliah.
" ya karena cantik, makanya bisa buat aak Yuda patah hati" ucap Prima dengan nada mengejek nya. tangan Yuda melingkar di leher pria tersebut. sehingga pria itu tertawa.
"ampun bos" ucapnya kemudian.
"mau hilang bonus bulan ini" ancam Yuda.
"jangan dong bos". nanti gak bisa beli motor kayak Ica punya.jawab Prima yang kemudian fokus ke jalan di depan nya.
Fitriah dapat menangkap ucapan dua pria tersebut. ia mulai mengerti hubungan Aisah dan juga Yuda. namun yang membuat ia tidak mengerti, bagaimana mungkin pria tersebut bisa memberikan motor yang begitu mahal untuk adik dari orang yang pernah mengisi hati nya. melihat sikap nya dengan Aisah tampak bahwa ia begitu tulus menyayangi gadis remaja tersebut.
"kakak Aisah sudah menikah, saat ini ia coass." jawab Yuda.
" dokter ya?" ucap Fitriah
"ia " jawab Yuda
"kakak Aisah itu paket komplit, pintar, cantik, terus hebat bela diri dan juga ahli menembak"
ucap prima yang fokus dengan jalan di depan nya.
mulut Fitriah Tampak terbuka saat mendengar ucapan Prima.
******
sesuai kesepakatan nya bersama dengan kakak serta ibu nya. Aisah jarang membawa motor nya ke sekolah. namun ia masuk ke dalam komunitas motor gede Kawasaki.
sudah beberapa bulan ini ia tidak mendapatkan kabar tentang Ardi, tidak pernah pria itu menghubungi nya atau sekedar mengirim kan pesan untuk nya. ia mulai merasa lelah menanti ia sudah bertekat untuk tidak lagi berhap. namun ia akan menunggu janji pria tersebut yang mengatakan akan melamar nya ketika masa studinya selesai.
saat jam istirahat, terdengar suara notifikasi dari SMS banking miliknya. Aisah cukup binggung ketika SMS banking itu berbunyi. selama ini, kakak nya tidak pernah memberikan uang jajan untuk nya lewat trasfer. kakak nya selalu memberikan uang tunai. dan rekening yang di milikinya, itu karena ia mengunakan rekening tersebut untuk menabung. Aisah melihat uang yang masuk di rekening nya 2 juta. ia ingin menghubungi Arum. namun pesan wa yang masuk membuat ia membatalkan niatnya dan membuka pesan itu terlebih dahulu.
*calon suami.
Ais, Abang kirim kan Ais uang jajan untuk bulan ini. bulan-bulan selanjutnya akan selalu Abang Ardi kirimkan. di sini Abang Ardi kuliah sambil praktek di rumah sakit teman bang Ardi. jadi ada gajinya. Ais sekolah yang benar ya.
love you*.
air mata Aisah meluncur dengan sempurna.
ia merasa tidak percaya, bahwa Abang Ardi nya akan mengirimkan ia pesan.
ia kemudian membalas pesan tersebut.
*Aisah
bang, Ica boleh telpon?
Ica kangen*.
Ica seakan tidak percaya saat ia melihat panggilan video call. bersyukur kelas nya sudah sepi. ia meminta derlin dan juga Erika untuk duluan kekantin ia berjanji akan menyusul.
Aisah langsung mengangkat telepon tersebut. ia melihat wajah tampan pria yang selalu di rindukan nya. Ardi yang memakai baju kaos putih. tampak rambutnya basah. yang di arahkan ke belakang.
senyum manis dari pria itu membuat hati nya merasa sangat senang.
"hallo Ais". suara tersebut terdengar oleh telinga nya. air matanya menetes dengan sendirinya.
"kok nangis?"
"katanya kangen Abang" ucap ardi
" Abang jahat gak pernah kabari Ica"
ucapnya sambil terisak
wajah Ardi terlihat sendu. ia menatap wajah gadis tersebut yang memakai baju seragam. terlihat Aisah yang berada di sekolah. namun tidak ada orang di dalam ruangan tersebut.
"maafin Abang ya dek. Abang sibuk.
pagi sampai sore Abang kuliah, jam 5 sampai jam 11 malam Abang praktek.
Abang juga ngerjain tugas dari kampus.
jam kita juga gak sama. " ucap nya menjelaskan.
" Ica kirain Abang udah gak ingat Ica, Abang udah punya pacar bule. " ucap gadis tersebut sambil mengusap air mata di pipinya.
Ardi tersenyum melihat wajah gadis tersebut .
" mana mungkin Abang lupa sama Ica, bekas bibir Ica aja masih terasa." ucap nya sambil tersenyum kecil
membuat wajah gadis itu merona dan tersenyum lebar. terlihat bahwa gadis itu merasa sangat bahagia bisa memberikan ciuman pertama nya untuk pria yang di cintai nya.
"uang yang Abang kirim udah masuk, makasih ya bang"
ucap Aisah.
iya sayang. jangan pikir Abang gak kangen Ais. Abang juga kangen banget sama Ais. ucapnya.
"Abang lagi ngapain?
jam berapa di sana?"
tanya aisah
"di sini jam 4 subuh" jawab nya.
"Abang kenapa bangun tengah malam?"
tanya nya
"ia baru selesai sholat tahajud" jawab nya.
cukup lama mereka berbicara. hingga bel istirahat berakhir.
Ardi memandang Aisah.
"adek gak jadi ke kantin?"
tanya nya.
Aisah menggelengkan kepalanya.
" Ica udah kenyang". jawab nya sambil tersenyum.
"nanti perut nya sakit dek"
ucap Ardi.
Aisah menggelengkan kepalanya. "gak bang, Ica tadi udah sarapan di rumah". jawab nya
Aisah memajukan bibirnya. Ardi tersenyum melihat nya. ia kemudian melakukan hal yang sama. " muah" ucapnya kemudian.
"dah ya" ucap Ardi saat di lihat nya suana kelas yang sudah ramai.
"tapi Ica masih kangen" jawab gadis tersebut.
"besok ya, kapan bang Ardi gak sibuk. kita telpon lagi I Love you sayang".
l Love you to.
jawab nya dan kemudian mengakhiri panggilan telepon tersebut.
******
ini motor Ica.
duh maaf ya visual nya belum nemu. masih binggung milihnya.
like, komen dan vote ya ya reader.
author tunggu ya. episode ini author buat lebih panjang dari yang sebelumnya. sebelum nya author buat hanya sampai 1200 lebih kata. namun yang saat ini 1700 kata. dan berhap gak lama review nya.
makasih atas dukungan nya.
😊😊🙏🙏