NovelToon NovelToon
GADIS YANG TERBUANG

GADIS YANG TERBUANG

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Respati

Shen Yue yang seorang gadis Jenius di abad modern terbuang Dari keluarga yang semula menyayangi nya. Namun Karena perbuatan seorang wanita . Dan akhirnya dia jauh dari keluarga. lalu terbunuh Karena gadis itu pula . dan Dia terlahir kembali di tubuh anak seorang Perdana mentri yang juga di buang dan di abaikan Karena tidak memiliki kekuatan . Dia hidup Menderita seorang diri juga jauh dari keluarga. Dan kini Ada jiwa Shen Yue di dalam tubuh gadis yang Namanya sama. yaitu shen Yue .

"Trimakasih Kau telah memberikan tubuhmu padaku, jadi kini biarkan aku membalas sakit hatimu. akan Ku tunjukkan pada mereka kalau mereka akan menyesal telah membuangmu dari kehidupan Mereka, Yueyue..." ucap Shen Yue sambil tersenyum dingin.
Namun bertemu nya dia dengan Pria menyebalkan yang selalu ingin menempel padanya. hingga membuat dia kesal dan marah .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERBONGKARNYA PEMBERI RACUN .

Mereka bertiga akhirnya kembali ke ruang kerja Raja. Sampai di sana mereka melihat kalau para Tabib masih bersama Sang Raja. Sepertinya mereka sedang berbicara serius dengan sang Raja . Dan tabib Nan terlihat duduk dengan wajah terduduk lesu . Saat melihat kedatangan Putra Mahkota, gitu besar dan Shen Yue. Raja segera menanyakan hasilnya. Terlihat Guru besar menatap tabib Nan dengan wajah kecewa dan marah. Melihat itu, tentu saja Raja heran.

sedangkan Tabib Nan terlihat memucat. dia menatap pada Mereka bertiga dengan tatapan tak Percaya . Dia menatap Putra mahkota, Shen Yue lalu pada guru Besar bergantian .

"Ada apa ini...apakah semua telah terungkap..? tidak..itu tidak mungkin...tidak akan ada yang mengenal racun Rumput Lanlang..Racun itu tak muda di lihat dan di kenali . apalagi anak kecil seperti dia...anak yang hanya ingin mencari perhatian.. Jangankan Dia...Guru besar pun tak akan menyadari nya . ." ucapnya dalan hati. tatapannya terlihat sinis pada Shen Yue.

"Kau anak muda yang tak tahu malu. kau mau membandingkan kepintaranmu denganku.. Cih...bermimpi lah..." ucapannya dalam hati.

"Apa yang terjadi guru besar...apakah Shen Yue bisa menemukan penyebab Permaisuri kambuh dan hampir membuatnya pergi meninggalkan kita...?" kata Raja dengan nada penuh harap.

"Benar Yang Mulia...tuan Muda Jin Kai telah menemukan penyebab masalah yang membuat Permaisuri kambuh ..." ucap guru besar sambil menatap Tabib Nan. terlihat wajah tabib Nan memucat seketika .

"Tidak...itu tidak mungkin...!" serunya dalam hati

"Benarkah...? lalu apa penyebab nya...?" tanya Raja dengan wajah penasaran dan gembira .

"Penyebabnya Rumput Lanlang Yang Mulia... kami telah melihat racun itu ada di dasar mangkok Permaisuri... dan kami juga tahu siapa yang telah melakukannya..." ucap guru besar dengan wajah marah dan kesal .

Dia tidak pernah menyangka tabib yang ada di dalam lingkungan kekuasaannya mempunyai sifat jahat seperti tabib Nan .

Mendengar ucapan guru besar dan Tatapan sang guru ke arah Tabib Nan, membuat semua orang menatap juga kearah tabib Nan,

Seketika tabib Nan bagai berdiri di atas bara api. Dia buru - buru berkata.

"Kenapa Guru menatap pada saya...a..apakah guru ingin mengatakan kalau sa..saya pelakunya...?" Ucap Tabib Nan dengan sedikit gagap.

"Benar...tapi aku tidak berani berkata dengan yakin, karena itu aku akan mencari buktinya..." ucap Guru Besar. terlihat senyuman di bibir tabib Nan .

"Baguslah ....karena Tuduhan tanpa bukti bisa di katana fitnah, dan guru besar tahu hukuman seseorang yang memfitnah bukan...?" ucapannya dengan Sombong. Terlihat guru besar mendekat pada Tabib Nan. Laku dia memegang tangan kanan tabib Nan.

"Guru...a..ada apa...!" serunya dengan Kaget.

"Aku hanya ingin melihat tanganmu..." jawab guru besar dengan tenang.

"Tapi..tapi guru..." tabib Nan berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman tangan guru besar . Namun tidak bisa.

Dan benar saja, di Ujung kuku jari telunjuk dan jempol tangan milik tabib Nan masih terlihat bercak warna merah muda . Dan di ujung lengan baju sebelah kanan terlihat masih terlihat juga serbuk transparan yang melekat. Dan mungkin saat itu Tabib Nan mencuci tangannya Dengan air hangat karena ada sebagian warna kemerahan di baju putihnya.

"Ini warna dari apa Tabib Nan...?" tanya Guru besar. terlihat wajah tabib Nan memucat .

"Itu..itu..." doa tak bisa bicara lagi. lalu Guru Besar menjelaskan seperti yang do katakan Shen Yue . Mendengar semua perkataan Guru besar, Raja sangat marah. Dia segera menghukum mati Tabib Nan . Sesuai dengan taruhan yang di lakukan tabib Nan dengan Shen Yue. Sebenarnya taruhan yang Shen Yue lakukan hanyalah untuk menjebak Tabib Nan. Tapi ternyata Dia memang harus di hukum seperti itu . Shen Yue segera mohon Diri. Setelah melihat kembali Kesehatan Permaisuri, Shen Yue segera kembali kerumahnya tampa di antar Putra mahkota maupun Pengawalnya. Karena Shen Yue sendiri yang menolak. Terlihat se ekor kuda dengan Pria bertopeng di atas punggungnya, terlihat berjalan santai bersama seekor Serigala Besar. Kuda ini baru dua minggu yang Lalu Shen Yue beli. Sesampainya di rumah, terlihat para sahabatnya sudah pada tidur, hanya tinggal tiga wanita sahabatnya dan dua wanita paruh baya yang dia sayang Terlihat sedang menunggu kedatangan. Untung nya kejadian di Istana sudah bisa mereka selesaikan dengan cepat. Melihat kedatangan Shen Yue, terlihat sang Bibi bernafas lega.

"Nona...kau sudah datang...cepat ganti baju dan istirahatlah... Bibi tahu kalau kau pasti sangat lelah...kau sudah makan...?" ucapnya penuh kasih . Wanita yang selaku ada di sisinya sejak kecil , Sejak sang Bunda tiada .

"Baik Bibi .. Kau memang yang terbaik.. tapi aku lapar...istana tidak memberiku makan..." ucap Shen Yue dengan manja. walau sebenarnya Shen Yue lah yang menolak untuk makan di istana .

"Baik lah bibi akan membuat makanan kesukaanmu, Sekarang mandi dan gantilah bajumu ...." ucap Bibi. Chan Sambil tersenyum

"Trimakasih Bi...Jangan lupa untuk kedua sahabatku ini Bi...." ucap Shen Yue

"Baik Nona...." jawab Bibi.

"Tuan...aku iri oada Kedua sahabatmu itu, meteka bida ikut kemanapun kau pergi..." ucap Biangka. Mendengar ucaoan Biangka, Shen Yue tertawa.

"Baik...kaoan- kapan kita akan pergi bersama, tapi kaluan harus memperkuat ketahanan dan kekuatan tubuh kalian, juga ilmu Pedang kalian lebih di perkuat lagi. Nedok pagi aku akan memberi kalian ilmu pedang yang aku fariasi sendiri . " ucap Shen Yue yang membuat ketiga temannya bahagia.

"Kami siap Tuan...!" seru mereka bersama- sama .

Shen Yue segera masuk ke dalam kamar nya untuk membersihkan tubuhnya, dan ketiga temannya pun segera pergi ke kamar mereka sendiri .

Tak berapa lama, Bibi Chan datang kekamar Shen Yue Dengan Membawakan makanan untuk Shen Yue dan kedua hewan sahabat nya . Terlihat Shen Yue melalap makanan dengan cepat. melihat itu, Bibi Chan yang menunggui Shen Yue hanya bisa tertawa senang .

Sedangkan di istana terlihat Raja sedang berdiskusi dengan Guru besar dan Putra Mahkota . Raja ingin tabib Nan dan Putra Mahkota menceritakan penyelidikan yang di lakukan Merekapun Berkata kalau Sebenarnya yang membongkar masalah ini adalah Shen Yue. dan kunci permasalahannya ada di tangan tabib Nan . untuk Itu, Putra mahkota meminta Ijin mengintrogasi tabib Nan. Raja segera memberikan wewenang itu Pada Putra mahkota.

Dan ternyata sangat sulit mendapatkan pengakuan dari tabib Nan. pengakuan siapa yang menjadi dalang dari semua perbuatanya. Baru bisa terucap saar Pria itu di ancam anak Istrinya. Ternyata Dia Suruhan Selir Rao. Namun setelah memberi tahu siapa dalangnya, Pria itu malah nekad bunuh diri dengan menggigit lidahnya. Tapi dengan kematuan tabib Nan, Hilang orang yang akan menjadi saksi . melihat kejadian itu, Raja dan Permaisuri mulai sadar kalau ada yang sengaja ingin membunuh Permaisuri.

Malam itu terlihat Putra Mahkota sedang berdiri menatap bulan di angkasa.

" Apa yang kau temukan...?" tanya Putra Mahkota Lian dengan wajah dingin. Saat pengawal bayangannya menghadap dia .

"Salah satu mata- mata kita memang sering melihat tabib Nan pergi ke istana Lili untuk menemui Selir Rao. Dan mereka juga melihat kalau ada dua pria berpakaian hitam datang kesana sebelum kejadian permaisuri kambuh. dan pingsan.." ucap pengawal bayangan Putra mahkota.

"Ternyata mereka mulai berani menunjukkan diri dan niat mereka... Sepertinya mereka sudah tak betah menunggu . Kalian awasi lagi mereka. Kematian tabib Nan akan membuat mereka waspada ." ucap Putra mahkota dingin.

"Baik Yang Mulia.. Kalau begitu hamba undur diri...." ucap Pengawal bayangan.

"Pergilah..." jawab Putra Mahkota. Terlihat pengawal itu hilang dalam sekejap .

"Jun..." panggil Putra mahkota.

"Iya yang Mulia.." jawab Pengawal Jun sambil berjalan mendekati Putra Mahkota .

"Apakah Lu An Si sudah kembali...?" tanya Putra Mahkota .

"Sudah , tadi pagi yang Mulia..." jawab Pengawal Jun.

"Suruh dia melindungi Shen Yue..." ucap Putra Mahkota Lian.

"Baik hamba akan membawa Dia kesana..." jawab Pengawal Jun.

" Karena Yue'er yang telah membongkar semua ini, aku yakin mereka akan menargetkan Yue'er, aku takut Dia dalam bahaya..." lanjut Putra mahkota.

"Hamba mengerti yang Mulia , Kalau begitu hamba Mohon diri..." kata Pengawal Jun berpamitan.

"Hmm.." terlihat pegawai Jun segera pergi dari kamar sang Putra mahkota. Sedangkan Putra Mahkota menatap di kegelapan malam.

"Akan ku biarkan kalian menikmati kehidupan ini sebentar saja . Puas- puaskan saja sebelum ku kirim kalian ke tempat semestinya . Aku sebenarnya tidak ingin membersihkan kalian, namun kalian yang mengusik ketenanganku.." ucapnya pelan. Andai ada orang di sekitar sana, pasti mereka akan merasa ketakutan saat merasakan aura pembuh yang keluar dari tubuh putra mahkota. Andai tidak ingin melihat sang adik Menderita sudah lama Putra Mahkota menghabisi keluarga Selir Rao.

Yang Putra Mahkota sesali, Dia baru mengetahui Siapa selir Rao, Setelah sang adik perempuannya putri Huang Pingli menikah dengan Keponakan Selir Rao yaitu Can Bingsu , Putra Mentri Can. Karena itulah putra Mahkota masih menahan kekejamannya . Saat itu Putra Mahkota berharap Selir Rao yang serakah tidak kembali mengusik Sang ibu .Tapi ternyata sikap diamnya membuat mereka merasa besar kepala . Ternyata mereka kembali berani mengusik sang ibu . Karena keserakahan, Selir Rao berhubungan dengan mereka . kebodohan dan keserakahan Selir Rao yang membawa mereka ke jalan kematian diri mereka sendiri. Cukup lama putra mahkota berdiri di sana.

" Lai.. Kita pergi melihat ibu.." ucapnya dingin.

"Baik yang mulia..." jawab Pengawal Lai.

Terlihat dia bayangan melesat keluar dari istana milik Putra mahkota menuju ke arah Istana Permaisuri. Tak berapa lama Mereka sampai juga di Istana permaisuri. Putra mahkota segera masuk kedalam . Sedangkan Lai mengikuti sampai Di depan pintu kamar permaisuri

Ketika sampai di dalam kamar, ternyata Permaisuri sedang duduk bermeditasi. Dua pelayan setia Permaisuri terlihat menjaga beliau .

Mendengar pintu terbuka, perlahan mata Permaisuri terbuka.

"Kau datang Nak..." ucap sang Ibu pelan . wajahnya terlihat agak segar . Putra Mahkota semakin kagum Pada Shen Yue.

"Salam ibu..." ucap Putra mahkota lembut sambil memberi hormat .

"Kau ini...masih saja bersikap Formal oada ibumu...kemarilah..." Kata Permaisuri lembut sambil melambaikan tangannya .

"Apa masih ada yang sakit...?" ucap Putra mahkota lembut , Dia duduk di kurdi yang di ambilkan pelayan dan di taruh di depan Sang Ibu .

"Tidak...nak, keadaan tubuh ibu sudah membaik. Dan ibu sudah bisa berkultivasi kembali...Temanmu Jin Kai memang tabib yang sangat pintar. Ibu beruntung bertemu dengan dia... " ucap Permaisuri dengan wajah gembira.

"Syukurlah bu...aku ikut bahagia melihat ibu sudah kembali sehat .." jawab Putra Mahkota.

"Nak...boleh ibu tahu, Di mana kau bertemu Jin Kai ... Apakah Dia rakyat Kerajaan Huang ini...?" tanya kembali sang Ibu

"Dia rakyat Kerajaan Ini juga bu..." jawab sang Putra.

"Putri Siapa dia....Selain alasan kalau dia menyembunyikan wajah cantiknya karena demi ke amanan, apakah ada masalah lain hingga dia menyembunyikan wajah cantiknya. " ucap Permaisuri sambil menatap wajah sang Putra. Terlihat keterkejutan Di wajah tampan Putra Mahkota.

"Ibu tahu dia wanita..?" tanya Putra Mahkota keheranan .

"Ck dasar pria bodoh... apa kau fikir ayahmu akan memper bolehkan dia membuka baju ibumu, kalau dia memang seorang pria.." jawab Permaisuri sambil tertawa melihat wajah sang Putra yang terlihat lucu saat menatap sang Ibu dengan tatapan kaget. Tak lama dia terlihat tersenyum canggung.

" Dia sebenarnya Putri Bawahan Ayah, masa kecilnya kurang bahagia bu..." ucap Putra mahkota dengan wajah sedih.

" Putri bawahan Ayah...? Tapi kenapa kita tidak pernah melihat dia..?" tanya Permaisuri.

"Dia Putri Perdana Mentri Shen...."Lalu Putra Mahkota menceritakan kehidupan Shen Yue di masa kecilnya. Hingga dia di fitnah dan di usir dari rumahnya . Mendengar cerita kehidupan Shen Yue, terlihat kemarahan di wajah Permaisuri.

"Dasar orang tua Bodoh, Ayah rak tahu Diri...bisa- bisa nya dia percaya omongan istri jahatnya . lalu apakah sekarang mereka sudah bertemu...?" tanya Permaisuri.

"Belum Bu..Sepertinya Shen Yue tidak ingin bertemu dulu dengan sang Ayah ...." jawab Putra Mahkota.

" Benar...biar tahu rasa Dia... Ayah tak berguna Seperti itu, lebih baik di beri pelajaran terlebih dahulu...aku mendukung Putri Shen Yue..." ucap Permausuri.

Mendengar ucapan sang Bunda, Putra Mahkota hanya bisa geleng kepala. namun tak lama dia berkata.

"Tapi..Apakah Dia sama sekali tidak ingin bertemu dengan Ayahnya..." tanya Permaisuri sambil menatap sang Putra.

"Kehidupan dia di rumah perdana mentri sejak kecil di abaikan Bu...hanya Kakak dan Bibi pengasuhnya yang baik dan melindungi Dia,.."jawab putra mahkota,

"Ais..kenapa kehidupannya sangat mengenaskan . semoga kelak dia me ndapatkan Suami yang baik hati..." ucap Permaisuri sambil menatap sang Putra. Dia melihat semburat merah di wajah Putra dinginnya semakin membuat dia yakin kalau Putra Dingin nya jatuh cinta pada gadis itu.

"Ibu...ibu harus berhati- hati...aku yakin kalau ini ada kaitannya dengan mereka..." kata Sang Putra setelah diam beberapa saat.

"Kau yakin itu....?" tanya sang Ibu.

"Benar Bu...dan Selir Rao yang serakah berhubungan dengan mereka..." jawab Putra Mahkota .

"Cih...mereka fikir bisa membunuhku...kita lihat saja Siapa yang akan jatuh..." ucap Permaisuri.

"Jika bukti semakin banyak...ku habisi dia.." ucap Putra mahkota .

"Benar...tapi kau harus hati- hati. sekarang tidak ada gunanya lagi kau bersikap Pangeran bodoh..." ucap Permaisuri .

"Baik Bu... ibu bisa memberitahu Ayah..." jawab Putra Mahkota .

Setelah berbicara sebentar lagi dengan sang Ibu, Putra mahkota segera meninggalkan tempat itu besama pengawal Lai.

Keesokan harinya di sebuah toko bahan makanan, terlihat dua wanita paruh baya sedang berbelanja. Ditangannya sudah memegang beberapa barang dan di belakang dua wanita itu juga ada dua pria yang membantu.

"Ibu..,Bibi...apa masih banyak lagi yang harus kita beli..." ucap salah satu pria di belakang kedua Wanita paruh baya itu.

"Sebentar lagi selesai Pai... Kau jangan mengeluh saja, kalau ibu melaporkan pada tuanmu, kau tahu akibatnya kan...?" ucap Sang Ibu tanpa melihat pada pria yang Dia panggil Pai. Benar..Mereka adalah Ibu Ang Ji dan Bibi Chan yang sedang berbelanja bersama Pai dan Wu Ba salah satu penghuni Rumah Shan Yue .

"Baik lah Bu..aku diam, kau memang selalu mengancamku pada tuan Jin Kai, kau curang Bu.." ucap Pai dengan wajah cemberut.

Terlihat senyum kemenangan di bibir Nyonya Ang Ji. Sedangkan bibi Chan hanya tertawa melihat wajah Pai yang cemberut. Bibi Chan Sangat bersyukur bisa bertemu dengan Nona kesayangan yang telah lama hilang. Dan Kini mereka malah sudah tinggal bersama dengan orang -orang yang menghargai dan menghormati Shan Yue.

Entah sejak kapan gadis yang selalu di hina dan di aniaya menjadi orang yang begitu kuat, pintar dan cerdas. Seolah dia bukan gadis yang dia asuh, seolah dia gadis lain yang wajahnya mirip dan mengaku sebagai Nona Shen Yue. Tapi kecurigaan bibi Chan hilang, saat tingkah laku,dan kebiasaan serta kesukaan gadis itu sama dengaan kebiasaan gadis Shen Yue. Mungkin ini mukjizat dari dewa karena penderitaan Putrinya.

Namun tanpa mereka sadari, seorang Pria tampan dan tinggi terlihat mengikuti mereka. Pria itu Shen Haoyi. Kakak Shen Yue yang sudah mencari keberadaan Shen Yue lebih dari satu bulan ini. Semenjak dia tahu adik kesayangannya hilang, dia tidak pernah berhenti mencari sang adik. Hari ini dia baru pulang dari mencari Shen Yue di luar kota. Saat dia masuk pintu gerbang kota, dia merasakan perutnya lapar, akhirnya dia memilih mencari makan terlebih dahulu sebelum dia kembali ke Rumah. Namun saat dia sedang makan di sebuah kedai sederhana, Dia melihat bibi Chan pengasuh sang adik sedang membeli sesuatu di warung di depan kedai makana . Dengan buru- buru dia menyelesaikan makan dan pergi ingin me nemui sang Bibi . namun saat Dia ingin masuk ketoko dan menyapa sang Bibi, ternyata sang bibi tidak sendiri. Dia sedang bersama beberapa orang, akhirnya dia menunggu bibi Chan selesai membeli barang. namun saat Dia ingin masuk ke toko dan menyapa sang Bibi, ternyata sang bibi tidak sendiri. Dia sedang bersama beberapa orang, akhirnya dia menunggu bibi Chan selesai membeli barang. Namun melihat barang yang bayak Bibi Beli, Haoyi heran,

"Hey...kenaoa Bibi membeli barang banyak Sekali , apakah bibi berjualan..." batin Haoyi .

Setelah menunggu cukup lama, terlihat mereka selesai membeli barang. Saat melihat Bibi Chan keluar dari toko, Shen Haoyi mendekati bibi Chan yang sedang berjalan bersama nyonya Ang Ji dan dua anak buah Shen Yue.

" Bibi Chan..Kau bibi Chan Kan...?." sapa Shen Haoyi lembur. Mendengar sapaan lembut, bibi Chan menatap kearah orang yang memanggil. Melihat wajah tampan orang yang memanggil namanya, bibi Chan Terkejut bukan main. wajah bahagia, kaget bercampur jadi satu

"Tu..tuan Muda...!" seru bibi dengan wajah kaget juga bahagia.

"Benarkan ini bibi Chan ...?Apa kabar Bi...?" tanya Shen Haoyi lembut.

"Ba..baik tuan...tuan muda Kenapa pagi sekali sudah ada di pasar...?" tanya Bibi Chan dengan wajah terlihat sangat bahagia.

"Aku baru pulang dari luar kota bi...aku Mencari Shen Yue . tapi tadi aku merasa lapar, dan aku memilih makan dahulu..Bi..apakah bibi tidak pernah bertemu dengan adikku Shen Yue..?.aku sudah mencari Dia sampai di luar kota, tapi aku belum bisa menemukan dia bi..entah Di mana dia sekarang...Sampai kapan aku bisa mene mukan doa bi...ini memang salahku, salahku meninggalkan Dia bersama para wanita jahat itu.. Seharusnya aku membawa dia pergi...." ucap Shen Haoyi dengan wajah terlihat sangat sedih. Melihat itu, bibi Chan tak tega,

"Sudah lah tuan muda...semua ini bukan salah tuan, Semua ini takdir dari Dewa yang memang harus di jalani Nona Shen Yue..." kata Bibi Chan Menghibur .

"Tidak bi...Semua ini karena Keserakahan Nyonya Kin. tapi kini dendam Shen Yue telah terbalas..mereka yang telah menyakiti adikku tekah di hukum..." ucap Shen Haoyi dengan perasaan puas.

"Benar Tuan Muda ...bibi juga sudah mendengar masalah itu. .." ucap Bibi Chan dengan perasaan lega .

"Kak..kau mengenal tuan Muda ini...?siapa dia siapa...?" tanya nyonya Ang Ji perlahan .

"Dia Kakak Jin Kai .." ucap Bibi pelan.

" Oo...jadi Dia saudara laki- laki Jin Kai...? " seru Nyonya Ang Ji yang sejak tadi curiga karena wajah orang di depan mereka sangat mirip dengan Jin Kai jika topeng di wajahnya di buka.

"Apa benar Bi...?" tanya Pai yanh berdiri do belakang Bibi Chan ikutan berbisik . terlihat Bibi Chan menganggukkan kepalanya .

"Tuan muda hpir lupa...perkenalkan ini Saudara Bibi, nyonya Ang Ji dan dua orang ini adalah anak angkat Bibi .

"Salam tuan muda..." sapa mereka bertiga bersamaan .

"Salam juga...kalian. Ternyata kerabat bibi Chan, apa kabar...?" tanya Shen Haoyi ramah.

"Baik tuan..." jawab mereka hampir bersamaan . Ternyata sikap pria muda ini sama dengan Shen Yue .

"Bi...boleh aku ikut kerumah bibi...?" tanya Haoyi penuh harap . Sebab dengan kekuatan tenaga dalamnya, dia bisa mendengar percakapan bibi dan teman - temannya tadi . dan dia penasaran saat Bibi mengatakan kalau dia kakak dari Jin Kai.

"Siapa Jin Kai...? Apakah Shen Yue.. ?"Batin Shen Haoyi . Tadi saat mendengar Percakapan mereka, Shen Haoyi ingin langsung bertanya , tapi Dia takut bibi malah mengelak . Akhirnya dia memutuskan untuk ikut kerumah bibi Chan Saja.

"Tuan Muda ingin ikut hamba...?" tanya Bibi Cham Kaget.

"Iya bi...aku ingin menanyakan keadaan yang sebenarnya, Masalah apa yang terjadi pada adikku hingga dia di usir dari rumah kami ..." ucap Shen Haoyi. Walaupun dia Sudah tahu masalahnya . Terlihat Bibi Chan dan wanita yang bernama nyonya Ang Ji saling bertatapan . tak lama terlihat anggukan kepala nyonya Ang Ji. Dia tiba- tiba memiliki fikiran ingin mempertemukan Shen Yue dengan kakaknya . Dia ingin kebahagiaan putri Angkatnya kembali .

"Baiklah Tuan Muda, mari ikut kami.." ucap Bibi Chan. Akhirnya Shen Haoyi ikut pulang bersama mereka. Bibi Chan,dan nyonya Ang Ji Naik kereta milik Mereka yang beberapa minggu lalu Shen Yue beli. Mereka membeli semua itu, Setelah menjual hasil panen Pertama mereka yang ternyata menghasilkan banyak keping emas. Alasan Shen Yue membeli kereta barang tersebut , untuk mengangkut barang hasil panen mereka . Dan dia juga membeli beberapa kuda untuk kendaraan mereka. Semua itu malah membuat mereka lebih semangat bekerja.

Maaf aku lanjut Besok lagi ya...

jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.

Bersambung .

1
Anre1201
Terlalu banyak Typo yg mengganggu, mungkinkah Author nulis nya ga niat 🤔🙄
Erni andi arifuddin
kirana itu siapa yah🤔
Erni andi arifuddin
cie...cie...cie...yg cintanya terbalas😄
Rino Wengi
mampus saja kau nenek peot... menyesal kan
Rino Wengi
bukannya sudah 2 kali Shen Yue kerumah nenek, kok pertama kali?
Rino Wengi
padahal bisa bikin pil tapi kekuatannya masih rendah..
Rino Wengi
agak membingungkan
Rino Wengi
Yulia siapa?
Rino Wengi
awokawok... putra mahkota jatuh cinta.. padahal belum kenal
Rino Wengi
novelmu ceritanya mirip mirip semua Thor
Erni andi arifuddin
aku yakin pasti pangeran mahkota yg bertemu dgnnya 5 tahun yg lalu kl bukan pasti author nya yg salah 🤣🤣
Didik Munadi
berkarya terus semoga sukses,..
Didik Munadi
koq ceritanya.. putri iri lagi .cari tema lain Dong udah tiga kali yg kayak gini .saran aja,.
Suzanne Shine Cha
Thorrr 💝💝💝smua crita2muu bgsss bgtt tapi jujur otakku hrs kerja extra maunya relax calm baca seruu yaa tegang tapi muter2 typoooooneeee aduhhhhh biyooo ggg amsyiioooonggg tauu gaa😎😎😎😎😭😭😭😭😭😭🙈🙈🙈🙈🤠🤠🤠🤠🤠/Scream//Scream//Scream//Scream//Scream//Scream//Cry//Cry//Cry//Cry//Doubt//Doubt//Doubt//Doubt/
Rach Liu
bagus
Chi Chichi
🤣🤣🤣🤣 typo nya malah bikin ngakak
Erna Masliana
Yue harusnya kamu serang sambil kasih racun
Erna Masliana
rumah Jin Kai yang di alam bawah harusnya ada yang menjaga
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣kepasar.. ngapain
lagi serius tiba tiba lawak
Erna Masliana
lagi kurang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!