seorang gadis SMA menyukai seorang polisi ganteng yang memberikan surat tilang kepadanya saat dia mengendarai mobil nya tanpa SIM, perjuangan berat yang harus dia lakukan untuk melepaskan sang polisi ganteng dari masa lalunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
happy reading 😉
------------
"Kita mau kemana kak? Hana lagi ada ulangan" ucap Hana pada Nathan yang masih diam dari tadi tanpa mengatakan apapun.
Nathan menepikan mobilnya di daerah yang cukup sepi, Hana menatapnya penuh pertanyaan.
"Kak, kenapa berhen....." belum sempat Hana mengutarakan pertanyaannya, Nathan sudah lebih dulu mengatakan apa yang ada di pikirannya.
"Ingat hana, kamu mendekati ku untuk apa, jangan pernah berhenti, kamu sudah bilang bukan, sesakit apapun kamu akan bertahan, jadi jangan pernah berhenti untuk mengejarku. Aku berusaha keras untuk bisa menerima lmu, dan membalas perasaanmu, beri aku waktu Hana" ucap Nathan lirih, suaranya sangat serak dan terdengar sangat menggoda untuk Hana tidak menolaknya.
Hana menatap manik hitam mata Nathan yang selalu berhasil menghipnotis nya, Hana tersenyum padanya dan mengangguki perkataan Nathan.
"Iya kak, Hana enggak bakalan berhenti buat ngejar kakak, seperti yang Hana pernah bilang, sesakit apapun Hana akan bertahan, tapi Hana mohon, beri Hana lebih banyak kesempatan untuk bisa mendapatkan hati kakak"
Air mata Hana jatuh begitu saja, entah apa yang dia rasakan saat ini, yang dia tahu hanyalah dia merasa bahagia saat berada didekat Nathan, Nathan mengusapnya dengan lembut.
"Hana, maukah kamu menikah denganku, walaupun aku belum bisa mencintaimu dan walaupun aku mungkin akan terus menyakiti perasaanmu, walaupun mungkin kamu berfikir kalau aku hanya membutuhkan tubuhmu untuk memuaskan kebutuhanku, tapi aku janji, kalau aku akan terus bersamamu dan menjagamu, dan akan terus berusaha agar bisa membalas perasaanmu, apa kamu bersedia?" Nathan mengucapkannya dengan suara yang lemah dan nafasnya yang masih memburu.
Mata mereka bertemu, saling menatap dan saling menyalurkan perasaan mereka masing-masing.
Hana masih setia meneteskan air matanya, saat mendengar permintaan Nathan, yang membuat perasaannya semakin tidak jelas antara harus bahagia atau bersedih, namun terasa ada seberkas cahaya yang masuk kedalam hatinya, membuatnya merasakan sesuatu yang lebih membuat hatinya menjadi lebih bahagia.
"Aku mau kak, aku enggak peduli apapun, aku cuman mau terus ada disamping kakak, mencintai kak Nathan, walaupun tidak mendapatkan balasan, aku tidak peduli, biar aku yang akan mencintai kak Nathan, kak Nathan hanya perlu ijinkan Hana untuk terus melakukannya, bisa?" Jawab Hana untuk permintaan Nathan yang ingin menikahinya itu.
"Apa kamu yakin?" Tanya Nathan lagi
"Hana yakin kak" Hana tersenyum manis saat mengatakannya, hatinya merasa lebih tenang saat ini
"Terimakasih Hana" Nathan merengkuh tubuh Hana ke dalam pelukannya, ada rasa bahagia yang begitu besar terasa di hatinya saat ini.
Nathan kemudian mengecup kening Hana sekilas dan menatap wajah cantiknya dengan tatapan matanya yang begitu hangat.
"Aku belum bisa mencintaimu, tapi aku janji aku akan terus berusaha. Jangan meninggalkanku walaupun mungkin akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar."
Hana tersenyum senang, kemudian kembali menganggukan kepalanya.
"Iya kak, Hana akan menunggu sampai Hana bisa mendapatkan cinta dan hati dari kak Nathan." jawab Hana.
Nathan tersenyum lebar, dia kembali merengkuh tubuh Hana dalam pelukannya dan mengecup bibir sekilas setelah itu kembali memeluknya dengan erat.
"Sungguh aku merasa takut saat kamu mengabaikanku... dan terus menghindariku. Jangan lakukan itu lagi Hana..." ucapnya.
"Iya kak...Hana janji." jawab Hana.
Hana mengeratkan pelukannya dia memejamkan matanya merasakan kehangatan yang terasa dari dekapan hangat tubuh pria yang begitu memporak-porandakan hatinya.
---------
ceritanya sangat menarik