" Aku mencintaimu, Adibah." Reza.
" Stop mengatakan cinta padaku, Reza. Kamu itu adalah suami adikku!" Adiba.
Aisyah tanpa sengaja mendengar pernyataan yang sangat begitu amat menyakitkan hatinya mendengar suaminya menyatakan cinta kepada kakaknya sendiri.
lalu bagaimana dengan perasaan Aisyah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizal sinte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Aisyah nampak kecewa, sudah susah payah dia berdandan cantik dengan waktu singkat tapi malah batal untuk pergi makan malam romantis di luar bersama suami yang pertama kalinya. Tentu saja untuk pertama kalinya bagi Asiyah, karena kali ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang hanya makan malam biasa saja tanpa adanya cinta dari Reza untuk dirinya. Sebab itulah Aisyah sangat kecewa sekali.
Aisyah duduk di sofa dengan raut wajah cemberut dan tentu saja dalam keadaan lapar.
Reza diam-diam tersenyum, sangat mengemas sekali dengan tingkah istrinya sekarang ini. Reza duduk disampingnya.
" Makan di rumah aja ya, kayak hujan berhentinya lama deh," bujuk Reza. Laki-laki itu memandangnya tak jenuh.
Aisyah berdecak, sudah berdandan cantik begini ujung-ujungnya berperang juga di dapur. Sia-sia bermake-up, tau begitu dia tidak akan berganti baju drh tadi. Aisyah semakin cemberut dan beranjak dari sofa berjalan dengan malas menuju dapur.
" Gak ada bahan apa-apa untuk dimasak," ucapnya bohong. Padahal di dalam kulkas banyak sekali sayuran segar dan ikan maupun ayam tersimpan rapat di kulkas pendingin untuk stok.
Asiyah kembali menutup pintu kulkasnya, rasanya Yuda bersemangat sekali dia untuk masak. Bahkan perut yang tadinya lapar tiba-tiba terasa kenyang.
Reza menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, dia menghampiri istrinya yang sedang melamun di depan lemari pendingin. Reza memeluknya dari belakang.
" Biar aku yang masak, kamu duduk manis saja ya. Aku bakalan bikin masakan spesial buat kamu yang paling enak," ucapnya sambil menyandarkan dagu di bahu Aisyah.
" Beneran?" Tanya Aisyah, tiba-tiba ia kembali cerah.
" Emmm." Reza mengangguk. " Kamu tunggu saja ya, serahkan semuanya pada suamimu ini."
Asiyah mengulum senyumnya, lalu dia menoleh ke samping dan mengecup pipi suaminya sebagai tanda memberi semangat darinya.
Aisyah memutar balik tubuhnya hingga berhadapan dengan Reza dan langsung mengalungkan kedua tangannya ke leher suaminya itu. Sementara Reza memeluk pinggangnya.
" Ternyata suamiku orang yang peka ya, makin cinta deh sama kamu."
Cup ... Reza sekarang memiliki hobi baru yaitu suka mencium secara tiba-tiba dan tentu membuat jantung Asiyah kembali berdenyut lagi. Untunglah tidak sampai copot. Perlahan Asiyah malah membalas ciuman yang diberikan suaminya dan menutup kedua matanya.
" Sudah ya, kayaknya cacing di perut kamu mulai demo lagi." Reza terkekeh sambil mengusap bibir Aisyah dengan ibu jari.
Wajah Aisyah merona malu, dia lagi asyik-asyiknya sedang ******* bibir Reza tetapi suaminya itu malah melepaskannya gara-gara bunyi keroncongan perutnya yang kembali merusak suasana.
Reza memulai memasakkan untuk istrinya yang sudah kelaparan itu. Sementara Aisyah tidak duduk manis seperti yang diperintahkan Reza tadi. Dia malah berdiri di samping suaminya sambil memandangi wajah tampan yang sangat serius itu. Reza sedang memotong bumbu yang dapur tanpa memperdulikan istrinya yang tengah memandangi nya.
" Sejak kapan kamu jatuh cinta sama aku?"
Pertanyaan Aisyah membuat Reza menghentikan tangannya, dia diam untuk sesaat seperti sedang mengingat sesuatu.
" Entahlah, tapi yang pasti saat kamu mulai cuek dan bersikap dingin, aku gak suka," jawabnya jujur. Reza tidak tahu sejak kapan dia mulai mencintai istrinya itu.
" Oh, benarkah. Aku pikir kamu suka kalau aku mulai menjauhi kamu." Aisyah melipat kedua tangannya, matanya terus menatap sang suami yang kini juga menatapnya.
Reza tersenyum. " Itulah dashyat nya kekuatan Allah yang mampu memutar balikkan hati orang dalam waktu singkat. Dan aku percaya bahwa kamu adalah jodoh yang ditakdirkan untukku. Maafkan aku ya karena baru menyadarinya."
Aisyah tersenyum haru, kesabaran memang membuahkan hasil. Ia sampaikan meneteskan air mata bahagia karena akhirnya cintanya tidak lagi bertepuk sebelah tangan.
" Emmm, apa itu artinya malam ini kamu bakalan minta jatah?"
Assalammu'alaykum