Yan Jian— seorang generasi muda yang awalnya terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan, kini bangkit sebagai Generasi Muda terkuat di Provinsi Chang Yuan.
Setelah melakukan pertarungan panjang yang melelahkan waktu, menepati janji, menorehkan prestasi, hingga dirinya disebut Generasi Muda nomor satu di Provinsi Chang Yuan.
Yan Jian bersama sembilan Generasi Muda perwakilan Provinsi Chang Yuan lainnya berangkat menuju Kota Kekaisaran, tempat Kompetisi terbesar di salah satu Kekaisaran Wilayah Timur. Namun di wilayah timur besar, Provinsi Chang Yuan di anggap sebagai debu berjalan, karena setiap kompetisi, provinsi Chang Yuan selalu menjadi yang terlemah dan selalu berada di peringkat paling rendah.
Mampukah Yan Jian bersama rekan-rekannya mengangkat dan mengharumkan Provinsi Chang Yuan di Kompetisi terbesar Kekaisaran Api Agung itu? Yuk, ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PKT 2: Chapter 9
Setelah berhasil menjauh dari kelompok Zhang Feng... Yan Jian menempuh jarak 50 Li hanya dalam waktu hitungan menit, menggunakan Langkah Petir Angin nya yang telah disempurnakan.
Pada saat Yan Jian berada pada tingkat Kaisar Tempur tahap puncak Bintang Sembilan, dia menorehkan waktu tiga puluh menit untuk mencapai jarak tempuh 50 Li, sekarang... dengan Ranah Setengah Langkah Nirvana, dia mencapai 50 Li hanya dengan waktu tidak lebih dari sepuluh menit.
Matahari hampir tenggelam di bawah garis cakrawala di sebelah barat, menyisakan lembayung senja yang indah. Yan Jian tiba di suatu tempat yang luas, di bawah tebing batu dengan ujungnya yang menentang langit. Pohon-pohon di sekitarnya besar dan tinggi, tetapi tidak bisa mengalahkan tingginya tebing yang berdiri dihadapan Yan Jian.
"Hm! Untungnya aku memiliki Keterampilan Tempur tingkat langit, kalau tidak... aku tidak bisa meloloskan diri dari mereka." gumam Yan Jian pada dirinya sendiri.
Permaisuri Es Lin Bing menghela nafasnya. Lalu berbicara kepada Yan Jian dari alam kesadaran Yan Jian.
"Kamu selalu saja bertindak gegabah! Jika saja Zhang Feng benar-benar bergerak untuk melawanmu... kamu mungkin akan sulit untuk melarikan diri, walaupun kamu memiliki teknik Langkah Petir Angin, Jian!" seru Permaisuri Es Lin Bing.
Yan Jian pun tertawa kecil.
"Tapi... aku mendapatkan hidangan pembuka 'Token Giok Api' itu dengan gratis. Aku rasa tidak rugi juga." ujar Yan Jian.
Hari semakin gelap. Lautan bintang sangat indah bertaburan di langit malam. Yan Jian terdiam, melihat ke arah utara tebing itu, dia merasakan bahwa ada sesuatu yang seolah-olah memintanya untuk mendatangi tempat itu.
Yan Jian pun berjalan, ke arah utara tebing. Hingga setibanya disana, Yan Jian melihat satu wilayah yang tertutup oleh lapisan cahaya warna warni yang membentuk gelembung, menyembunyikan apa yang ada di dalamnya, dan tidak dapat terlihat dari luar.
"Apa ini?" gumam Yan Jian, pada dirinya sendiri.
"Hm! Wilayah ini dilengkapi dengan formasi khusus! Karna ini berada di tempat ujian kompetisi, seharusnya... ini adalah wilayah tempat Token Giok Api itu tersembunyi!" ujar Peri Es Lin Bing.
Namun tiba-tiba sang permaisuri itu keluar dari alam kesadaran Yan Jian, dan melayang di samping Yan Jian berdiri saat ini.
"Ada apa, Bing'er?" tanya Yan Jian, raut wajahnya nampak terkejut ketika Permaisuri Es Lin Bing yang tiba-tiba saja keluar.
"Bodoh! Apa kamu tidak merasakannya?" kata Lin Bing, dengan nada yang membentak.
"Nafas ini... ini adalah nafas seorang Praktisi yang memiliki elemen es tingkat tinggi!" kata Lin Bing, lagi. Ia pun mencoba mencari inti formasi dari gelembung warna warni itu yang menyembunyikan tempat di dalam nya.
Sedangkan Yan Jian pun berjalan mendekati tebing, lalu bersandar pada tebing batu.
Namun, ketika dia bersandar di tebing batu, ia secara tidak sengaja membuka pintu untuk memasuki wilayah di dalam gelembung itu.
Pintu gelembung pun terbuka, membuat Yan Jian terkejut.
"Kemarilah! Ayo kita lihat apa yang ada di dalam sana!" ajak Lin Bing. Dan Yan Jian pun mengangguk lalu berjalan dengan langkah yang hati-hati.
Setibanya di dalam sana, Yan Jian melihat dua orang wanita yang tengah bertarung.
Luo Xiang'er, Itu adalah nama yang sangat istimewa, tetapi memang sangat cocok. Tubuhnya yang anggun dan indah seperti giok, tampak seperti mahakarya surga yang paling sempurna. Jika dia berdiri di antara gugusan bunga, semua bunga akan kehilangan keindahannya. Di balik gaun biru es elegannya, kulitnya yang seputih salju tampak lebih lembut dan mempesona, rambut putih panjangnya terurai alami di bahunya, sepasang mata di bawah bulu mata panjangnya memancarkan kecerdasan, hidung mancungnya terangkat, bibir merahnya yang lembap, gigi putihnya yang berkilau seperti giok, kulitnya yang sempurna tampak diselimuti kabut tipis, seolah-olah ia sedang bermimpi.
Luo Xiang'er, mustahil bagi orang untuk tidak mengingatnya bahkan jika mereka tidak menginginkannya. Wanita yang sangat cantik seperti dia akan terukir dalam-dalam di hati setiap orang yang melihatnya untuk pertama kali. Namun, Yan Jian merasa ada yang tidak beres, wanita ini mungkin akan menjadi musuhnya. Ketika Luo Xiang'er yang menoleh ke arah Yan Jian, ketika Yan Jian memasuki wilayah tertutup itu.
Kecantikan Luo Xiang'er tak tertandingi di generasinya, sehingga orang-orang tak bisa tidak memperhatikannya. Di seberang nya, satu wanita yang berdiri dengan tubuh yang sedikit membungkuk, seolah-olah sedang menahan rasa sakit.
Dia adalah Yao Qingyu— ini adalah seorang gadis muda dengan sosok yang anggun dan lekuk tubuh yang indah. Pakaiannya sangat terbuka. Kakinya yang ramping dan seputih salju samar-samar terlihat di bawah rok yang hampir transparan. Kedua lengannya yang seperti giok dan perutnya yang rata semuanya terlihat. Kedua puncak kembarnya yang menjulang tinggi terbungkus lapisan kain hijau tipis yang sangat menggoda.
Rambut hitamnya yang berkilau basah kuyup dan terurai di bahunya. Kulitnya yang halus dan lembut tampak berkilau. Penampilannya sangat genit dan menawan. Namun, matanya yang seperti bunga persik saat itu memperlihatkan ekspresi ketakutan.