NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Tidak punya pilihan lain selain menikahkan Aruna dan Arka. karena sang calon pengantin wanita yang bernama Elia kabur di hari pernikahannya.

pernikahan itu hanya untuk dua tahun saja, itulah yang di katakan Arka di awal mereka setelah menjadi sepasang suami istri. tapi bagaimana kalau Arka beda pemikiran setelah tinggal satu atap yang sama dengan Aruna? dan bagaimana dengan Elia? apa sebtulnya alasan wanita itu kabur di hari pernikahannya?

cekidottt cerita keduaku. beri dukungan ya teman-teman❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

“Ponsel Elia yang baru aja gue buka dan baru aja di buka ponsel itu mati, San.“Ucap Arka di telepon seraya memandang satu-satunya alat bukti yang sangat penting. Yaitu ponsel, jauh-jauh Arka bahkan ke bandung sampai sakit__Arka berharap bisa bertemu dengan Elia, namun yang ia dapatkan justru hanya sebuah ponsel saja. Mana ponsel itu sudab lowbatte lagi.

“Coba charger aja, Ka.“

“Ini udah, tapi karena lowbatte. Kayaknya bakal butuh waktu lama deh.“

“Lo udah nemu titik terakhir dari Elia, San?.“

“Lagi gue usahain, Ka. Terakhir kan di bandung di penginapan itu kan? Nah, ka. Supaya lebih efektif lagi, gimana kalau gue nyuruh temen gue buat terjun ke sana.“

Arka menghela nafasnya panjang.

“Boleh deh, tapi lo bisa pastikan kalau Elia bisa cepet di temukan, kan?.“

Santu belum menjawab, wanita itu menjeda sebentar seraya menarik nafasnya.

“Semoga aja Ka.“Tukas Santi dan membuat Arka mendengus kasar.

“Gue bukan cenayang, ka. Hanya seseorang yang kebetulan agak sedikit bisa main detektif-detektifan.“

Arka mendengus lagi”Iya-iya, ibu detektif, tolongin saya temukan Elia, ya? Saya mohon lo.“

“Ck, udah Ka. Gue geli denger suara lo yang lembut kayak pantat bayi itu.“

“Oh ya, Ka. Nama panjang Elia sebutin deh.“

“Mau apa, lo?.“Tanya Arka terdengar panik dan membuat Santi menghela nafas panjang.

“Sebutin aja. Katanya gue di suruh nemuin dia!.“

“Eliyanti kusuma Wijayanti.“

“Ok, lo kirim juga foto Elia, ya.“

“Udah gue kirim.“

“Di tunggu, gue lagi berusaha. Nanti gue kabari lagi.“

*****

Kondisi Arka sudah membaik dan saat ini pria itu terlihat sudah bersiap-siap akan pergi ke bengkelnya. Namun langkah kaki Arka terhenti tatkala di lihatnya sesosok istrinya yang saat ini menghalangi langkahnya dengan menggunakan kedua tangannya.

“Mau kemana, mas?.“Tanya Aruna dan menatap Arka penuh selidik, pria itu mendengus. Selama ia sakit, memang dirinya di rawat oleh Aruna dan karena hal itulah membuat Aruna semakin merasa besar kepala,ck

“Bengkel.“Jawab Arka datar, Aruna menggelengkan kepalanya.

“Jangan dulu mas, kondisi kamu belum__.“

“Saya harus ke sana Aruna, banyak yang service dan sejak kapan kamu bisa larang saya?.“Tegasnya dan menatap Aruna tajam, yang di tatap pun seolah tak terpengaruh sedikit pun dan membuat Arka berdecak kesal.

“Aruna minggir!.“Tekannya, dan Arka mencoba untuk menepis tangan Aruna. Namun Aruna masih tak bergeming di tempatnya.

“Aruna, saya harus bekerja!.“

“Enggak mas, kondisi kamu belum baik.“

“Siapa kamu Aruna? Kamu berhak ngatur saya!.“Jelas Arka sambil dengan tatapan tajamnya dan berhasil membuat dada Aruna ngilu di buatnya__Aruna sendiri menatap Arka dan kini air matanya menetes begitu saja__sial, kenapa dia jadi cengeng begini, sih? Padahal bukan pertama kalinya Arka berucap tajam bak sebilah pisau begini.

Ahh tampaknya Aruna mulai lupa dengan dirinya sendiri, yang bukan siapa-siapa untuk Atka. Hingga membuatnya sok tahu dan sok peduli__padahal pria itu sama sekali tak terkesan dengan perhatian dan ke khawatirannya.

Yang padahal Aruna lakukan semata-mata karena Aruna mengkhawatirkan Arka. Tapi ya sudah, toh yang di khawatirkan pun seolah abai dan tak sudi.

Aruna menarik diri dan membiarkan Arka melewati tubuhnya begitu saja.

“Maaf mas, saya benar-benar lupa kalau saya bukan siapa-siapa untuk kamu.“Setelah mengatakan itu, Aruna pun berlari menuju kamarnya dan meninggalkan Arka dengan rasa bersalah yang begitu tinggi.

“Apa ini?.“Gumam Arka seraya kepalanya yang terlihat di geleng-gelengkan beberapa kali.

“Ah tidak, dia memang sangat sok tahu..ck”Ujarnya lagi, lalu Arka pun dengan ceoat keluar dari rumahnya dab menuju mobil miliknya.

*****

Benar saja, keadaan bengkelnya cukup rame sekali. Sampai beberapa karyawan pun terlihat kelabakan melayani konsumen__untung saja Arka ke bengkel, kalau tidak kasihan para karyawannya.

“Lo udah sehat?.“Tanya Ari perhatian, Afka yang sedang memperbaiki salah satu motor pun menoleh ke arah sang sahabat dan menatpnya serius.

“Sehatlah.“

Ari berdecak”Sehat, tapi wajah lo maaih pucat, ck!! Kalau masib sakit ada baiknya di rumah dulu, kelonan sama bini lo!.“

Arka mendengus, tatapannya berubah tajam”Lo lupa kalau pernikahan gue itu__.“

“Ya ya, tapi meski begitu. Bukannya lo sangat menikmati makanan yang di siapkan oleh bini lo, ya?.“

Arka bungkam dan Ari jelas tahu jawabannya, meski Arka tidak mengeluarkan suara apapun.

Untuk Ari sendiri, sahabatnya yang satu ini memang aneh sekali. Katanya tidak cinta, tapi bisa-bisanya makan masakan bini yang rasanya enak sekali itu__ah, andai Ari yang menjadi Arka. Mungkin Ari akan mulai belajar mencintai istrinya, terlepas dari latar belakang kenapa mereka menikah.

Elia hanya masa lalu. Dan lagi pula wanita itu sendiri yang memilih kabur, meski Ari belum melihat wajah istri Arka secara detail, mengingat saat resepsi, Ari buru-buru pulang karena ada urusan mendesak. Tetapi dari cerita Arka, Ari sangat yakin kalau istri Arka adalah orang baik. Mana pintar masak pula.

“Udahlah Ka, lupain Elia dan fokus aja sama bini, lo.“

PRANGGG

Arka dengan sengaja melempar kunci yang sedang di pegangnya dengan emosi dan membuat Ari menghela nafasnya panjang.

Sahabatnya itu sudah cinta mati dan sulit menerima pendapat orang lain. Padahal apa yang Ari katakan adalah kebenaran dan sangat logis.

“Jangan marah dong, gak baik lho marah-marah saat kerja begini, takutnya konsumen nanti komplain.“Tukas Ati seraya menarik bibirnya untuk tersenyum lebar, nasihatnya tak jadi di teruskan, bahaua. Bisa-bisa Ari di tendang dari bengkel dan tentu saja itu kabar yang sangat buruk.

****

“Lo, mau makan apa Ka?.“Tanya Ari sambil melirik ke arah sang sahabat yang maaih asik berkutat dengan motor Mio M3. Sejenak Arka pun menoleh pada Ari, tatapannya terlihat lurus.

“Lo sendiri mau beli apa?.“Tanyanya balik dan kini membuat Ari mendengus kesal. Padahal Ari sudah begitu jelas mengatakan kalau dia akan membeli bakso, menurutnya cocok di makan siang-siang begini, apalagi minumnya dengan es teh manis atau pun dengan es buah, kombinasi yang sangat-sangat serasi sekali.

“Bakso Arka,.“

“Yaudah samain aja.“Ujar Arka terdengar tak bersemangat, Ari lalu menganghuk dan menyuruh rekannya untuk membelikan pesanan yang tadi ia sebutkan.

Arka sendiri merasa ada yang kurang dan yang kurang adalah bekal dari istrinya.

Masakan istrinya sangat enak dan membuat Arka ketergantungan setiap harinya__tetapu karena tadi pagi mereka ada cekcok dan nengharuskan Arka pergi tanpa sempat bertanya soal bekalnya, sialan sekali memang!

Kini Arka harus merelakan dirinya tidak mencicipi masakan yang enak buatan istrinya itu.

Huhh, tapi kenapa Arka jadi merasa gelisah seperti ini, ya? Padahal kan masih banyak kok makanan-makanan enak di luaran sana dan bukan hanya buatan istrinya saja.

Tapi lidahnya sudah terlanjur begitu suka, tapi__

“Arghhhhhh.“Teriaknya tanpa sadar dan menampilkan rasa frustasi yang saat ini di rasakannya.

“Kenapa lo? Lo, enggak sedang kesurupan, kan?.“Tanya Ari cemas seraya berlari menuju Arkam menyentuh kening, kedua pipi dan bibir, sampai Arka menyingkirkan tangannya dengan gerakan yang agak sedikit kasar dan menatapnya tajam.

“Sorry, gue cuman khawatir aja.“Tukas Ati seraya menyeringai lalu menarik tubuhnya agak sedikit menjauh, Arka menghela nafasnya panjang.

“Lo terusin, gue mau istirahat bentar!.“Tukasnya dan meninggalkan Ari yang terlihat kebingungan mencerna situasi yang terjadi.

“Aneh, kenapa sih, dia?.“Monolognya seraya kepala yang terlihat di geleng-gelengkan.

1
Ariany Sudjana
ini lagi Elia kangen sama arka, kalau kangen, kenapa kamu kabur pas mau menikah sama arka? dasar murahan kamu Elia
Ariany Sudjana
dua-duanya keras kepala
Ariany Sudjana
kenapa kamu bilang aruna murahan? murahan mana sama Elia yang kabur pas hari pernikahan, dan Aruna yang harus menggantikan?
Sam A13
terus dong ceritanya bags ceritanya👍
Dewi Sri Astuti: di tunggu lanjutannya ya kak, terimakasih sudah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!