Sherly Lee adalah wanita cantik yang harus rela tinggal sendirian setelah kekasihnya meninggalkannya. Padahal selama ini ia hidup bersama kekasihnya selama tujuh tahun. Didalam kegalauan dan kesedihannya, datanglah pria tampan yang tinggal di depan rumahnya.
Tora Sin pria tampan yang tinggal berseberangan dengan Sherly Lee. Tora Sin adalah seorang polisi yang ternyata menyukai Sherly Lee sudah lebih dari sepuluh tahun. Sejak mereka bertemu di sebuah kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua Sherly Lee.
Tora Sin selalu berniat menjaga Sherly Lee, dan mendapati kenyataan bahwa Sherly Lee tinggal bersama kekasihnya selama tujuh tahun. Disaat Sherly Lee ditinggalkan kekasihnya. Disaat itu pula Tora Sin ingin masuk dalam kehidupan Sherly Lee.
Bagaimana kisah antara Sherly Lee dan Tora Sin. Ikuti ceritanya dalam novel "Diakah Jodohku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
"Tora... aku dan Sam ingin bertemu denganmu." ujar Ario saat menghubungi Tora.
"Ke rumah lah, aku baru mengantar Sherly bekerja. 2 jam lagi aku akan sampai." jawab Tora.
"Baiklah, 2 jam lagi kita bertemu." jawab Ario dan mematikan ponselnya.
Tora mendesah lega, jika Sam menemuinya berarti tersangka sudah diketahui. Tora mempercepat laju kendaraannya dan menuju ke rumah.
2 jam kemudian, Ario dan Sam sudah berada di rumah Tora.
"Ini laporan yang anda minta pak." ujar Sam. "Dari hasil penyelidikan, IP penyebar berita pertama kali ternyata ditemukan dari komputer kantor kepolisian. Dan ini bukti cctv yang kita temukan di hari itu." lanjut Sam
Tora melihat laporan lengkapnya. Ada 5 tersangka dan semuanya polwan di Poltabes Mesuji.
"Apa yang harus kita lakukan pak?" tanya Ario.
"Buat surat panggilan untuk kelima tersangka nanti malam untuk ke kantorku." perintah Tora. "Aku ingin tahu mengapa mereka melakukan itu." ujarnya.
"Siap pak." jawab Ario dan Sam. Keduanya pamit pulang dan meninggalkan Tora sendiri.
*****
Tora terkejut saat alarm ponselnya berbunyi, ini sudah jam 3 sore. Ia begitu lama tertidur sampai melewati makan siang. Banyak sekali pesan dari Sherly yang mengingatkannya untuk makan siang. Bahkan di akhir pesannya wanita itu mengirimkan emoji marah. Tora hanya tersenyum dan membalas pesannya walaupun terlambat.
Ia masuk ke kamar mandi dan segera turun untuk makan dan langsung berangkat menjemput Sherly.
Sudah jam 5 sore Sherly belum juga keluar dari kantornya. "Sayang kau belum keluar. Aku ada tugas di markas." Tora mengirimkan pesan pada Sherly.
"Kau berangkat kerja saja, aku lembur. Aku akan pulang dengan Mega. Aku janji tidak akan kemana mana." jawab Sherly.
Ia langsung menelpon Sherly. "Aku bukan tak percaya padamu sayang, tapi aku takut kau diikuti penjahat." ujar Tora. "Kau pulang jam berapa?" tanya Tora saat Sherly mengangkat ponselnya.
"Aku tidak tahu sayang, masih banyak sekali pekerjaan disini." jawab Sherly.
"Aku akan mengirimkan orang untuk menunggumu disini. Lebih baik dengan anak buahku daripada dengan teman wanitamu. Aku akan merasa nyaman jika kau bersama anggota kepolisian." ujar Tora.
"Baiklah sayang, terserah kau saja. Kau hati hati dijalan." kata Sherly.
"Ya sayang." jawab Tora dan mematikan ponselnya. Ia menancap gas mobilnya menuju ke markas.
*****
Kelima tersangka sedang menghadapi Tora Sin. Ario masih berada di ruangan itu untuk mencegah emosi Tora. Ario tahu, Tora sangat murka sekarang. Ia tak ingin sahabatnya hilang kendali.
"Ada yang tahu mengapa kalian dipanggil kesini?" tanya Tora.
"Siap ndan tidak tahu." jawab kelimanya bersamaan.
"Apa kalian tahu undang undang IT, pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan." tanya Tora lagi.
Kali ini wajah kelimanya berubah menjadi pucat pasi. "Ada yang ingin menjelaskan tujuan kalian melakukan itu?" tanya Tora masih bersabar.
Mereka tak bergeming. "Pilih salah satu pemecatan atau masuk penjara?" ujar Tora.
"Mohon ampuni kami komandan." jawab salah satu polwan.
"Apa kalian tahu seberapa menderitanya calon istriku. Kalian tak tahu apa apa, bahkan kalian mengenalnya pun tidak. Aku mengenalnya lebih dari 10 tahun. Ia tak pernah melakukan hal hal yang kalian tuduhkan. Apa keuntungan kalian melakukan itu hah?" bentak Tora.
Mereka semua menunduk. Tak ada satu pun yang berani menjawab pertanyaan Tora. "Kalian bertiga aku cabut jabatan kalian, mulai dari nol. Dan kalian berdua akan menjalankan hukum sesuai aturan undang undang IT dan otomatis kalian dipecat dari keanggotaan." tegas Tora.
Ketiga orang itu hanya bergosip di kantornya, jadi mereka hanya turun jabatan. Sedangkan yang 2 orang lagi penyebar gosip di medsos. Tora harus menghukum dengan tegas. Kedua wanita itu berlutut minta pengampunan pada Tora, tapi Tora sama sekali tak bergeming.
"Urus semuanya Sersan." perintah Tora pada Ario.
"Siap ndan." jawab Ario.
Tora meninggalkan ruangan kerjanya. Masih terdengar sayup sayup tangisan dari kelima anggota tersebut. Sebagai Inspektur Polisi, Tora memang memiliki wewenang memecat dan menurunkan jabatan anak buahnya. Walaupun Tora harus lapor pada Komisaris terlebih dahulu jika ada yang tidak beres dengan anak buahnya. Tapi keputusannya terkadang akan langsung diterima oleh Komisaris, apalagi ini menyangkut nama baik orang lain.
*****
Tora menghubungi Sherly setelah jam 8 malam. Ia menjelaskan bahwa tersangka penyebar pencemaran nama baik mereka sudah diadili. Tapi Sherly justru kesal dengan keputusan Tora.
"Kau tahu seberapa sulit mereka masuk kepolisian?" tanya Sherly.
"Kita memiliki aturan disiplin sayang, jika penegak keadilan seperti itu bagaimana nasib masyarakat, hanya karena mereka polisi dan memiliki jabatan tinggi, lalu kita akan membebaskan kesalahan mereka begitu saja. Itu tidak mungkin sayang. Tak ada pembeda antara pejabat pemerintah dengan masyarakat. Apapun profesinya, yang salah harus dihukum." ujar Tora.
"Tapi aku sudah memaafkan mereka kak, setidaknya kak Tora tidak meninggalkan aku." jawab Sherly.
"Ini sudah keputusanku Sher, aku tak akan menarik omonganku. Mereka masih beruntung tidak aku tembak mati karena membuatmu menangis." kata Tora.
"Kau benar benar menakutkan kak." ujar Sherly.
Tora hanya terkekeh. "Kau akan lebih tahu seberapa menakutkannya aku jika kita sudah menikah nanti." goda Tora. "Kau belum selesai bekerja?" tanya Tora.
"Setengah jam lagi selesai. Kak Tora sudah makan?" tanya Sherly. Ia sama sekali tak mengerti godaan Tora tadi.
"Aku ingin makan bersamamu tapi sayang sekali tidak bisa, jadi aku makan bersama anggota yang lain tadi. Bagaimana denganmu?" tanya Tora balik.
"Aku sudah makan sejam yang lalu. Kau harus berhati hati saat berpatroli. Banyak sekali begal merajalela sekarang." pinta Sherly.
"Tentu saja sayang. Good night." ucap Tora sambil mematikan ponselnya.
Ia kembali mempersiapkan tugas patroli bersama team Jaguar, malam ini mereka akan mengunjungi kebun kelapa di Mesuji yang menurut dugaan warga tempat itu dijadikan sebagai ajang judi sabung ayam.
Pekerjaan seperti itulah yang dilakukan Tora dan team Jaguar. Mereka benar benar menghadapi kematian setiap hari. Tora bisa tenang karena kekasihnya dijemput oleh salah satu anggota kepolisian yang ia tugaskan. Ia tak ingin calon istrinya kembali dalam bahaya. Tugas Tora sangat berbahaya, dan tentu saja banyak sekali musuh yang tak menyukainya.
*****
Have Fun Guys...😘😘😘
iyah Thor berasal dari daerah Sumatera ya?
jadi bayangin Tora Sudiro thor🙄🙄🙄🙄aku ganti Ray aja deh biar bacanya GK kebayang sama Tora Sudiro 😂